Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
menakutkan


__ADS_3

tawa raja serigala itu membuat bulu kuduk merinding. itu dirasakan Aldi dan Pakpe.


bergegas Pakpe kosentrasi agar ia tak terpengaruh.


merasa Aldi tak mempunyai ilamu kanuraga , ia hanya bisa berdoa...berdoa, berdoa dan berdoa.


sementara itu , Calista terlihat sangat gelisah.


mendengar suara yang memangil nya dengan merdu.


pangilan yang penuh dengan mistik dan rayuan.


pangilan yang sangat mesra terdengar ditelinga nya.


"mengapa Calista gelisah , apakah ia sudah terpengaruh ?". batin Aldi dalan hati memandang sedih sang anak.


"nak kamu kenapa ,Calista ???." melihat sang anak seperti tak biasa , tak tahan akhirnya Aldi bertanya.


Calista memandang Aldi dengan tatapan yang tajam , merah dan marah.


tatapan ingin membunuh..


ya...ingin membunuh semua yang menghalangi nya. menghalangi ia mencari sang pujaan hati.


saat jni Calista sudah tidak bisa membandingkan mana sang papa , mana mahkluk asral.


"na...nak , kamu kenapa ? tanya Aldi terkejut melihat tatapan seperti itu...


tatapan siap menerkam..


Calista yang separuh sudah mulai terpengaruh dengan raja siluman serigala itu , berjalan mendekati Aldi. dengan tatapan mata tak suka.


Melihat seperti itu , gemetar dan takut , Aldi mundur kebelakang tubuh Pakpe.


"Calista...kemari sayang , aku merindukan mu ...


suara srigala siluman terdengar kembali memanggil , bagai terhipnotis Calista memutar badan nya berjalan keluar dari kamar.


"kemari sayang...datanglah kepada ku...


sayang....kemari, aku menunggumu , aku sangat merindukan mu ." lagi - lagi terdengar suara serigala yang merayu Calista.


"no...no ..Calista sadar nak ." Aldi mengelengkan kepala ,berlari berusaha menahan Calista.


tap...


Secepat kilat Pakpe menangkap tangan Aldi.


"Pak...saya tak dapat berdiam diri , ia dalam bahaya , saya tak ingin anak semata wayang saya terpengaruh oleh iblis itu pak ". jerit Aldi putus asa. menarik tangan yang di oegang kuat Pakpe.


heran nya pegangan Pakpe terlihat biasa. tapi Aldi tak dapat menarik tangan nya.


sangat kuat. seperti ada kekuatan majig di tangan Pakpe.


"diam disini ..." ucap Pakpe datar , dengan setengah berlari menangkap pergelangan tangan Calista.


"arrrgghhhhh...." tatapan marah. Calista yang sudah setengah manusia serigala. saat tangan nya di tangkap Pakpe. saat Calista berusaha berontak pun ia tak dapat bergerak. dengan kekuatan Pakpe.


alangkah terkejutnya Pakpe melihat itu.


tapi tak ingin kesempatan itu hilang . Secepat kilat ia menangkap dan meraup wajah Calista.


tak menunggu lama Calista terjatuh...pingsan dengan sigap Pakpe menangkap Calista agar ia tak jatuh kelantai...


Auuuummm.....auuuuu....auuuummm


terdengar suara serigala bersaut _ sautan. entah berada dimana serigala itu yang hanya terdwngar suara nya.


Aldi dan Pakpe saling berpandangan dengan wajah pucat.


"kita harus bagaimana pak , mereka seperti mulai berdatangan ???...." tanya Aldi bingung melihat kekiri dan kanan .


"kita lari...untuk sementara selamatkan dulu Calista.


ayo , anak mu di gendong ." melihat situasi tak memungkinkan , bergegas Aldi mengendong anak semata wayang nya . yang ia rasakan sangat kurus.


Saat mengendong Calista , pikiran Aldi berkecamuk.


apakah sang anak sudah dipaksa berhubungan badan pleh serigala jahat itu atau...


bergiding memikirkan itu , tak ingin berfikiran buruk dan ia tak ingin tertinggal terus berlari mengikuti Pakpe.


" siapakah yang aku gendong , bukankah badan nya tertidur di rumah ." batin Aldi dalam hati tersadar siapa yang di gendong nya.


ingin bertanya kepada Pakpe , ia tak enak hati.


akhir nya kembali berlari dengan banyak pertanyaan dikepala nya.


Aldi lupa bahwa saat ini, ia telah mengendong arwah Calista.


****


sementara Agnes , Andrew dan bibi bingung melihat tubuh Calista bergetar.


bergetar hebat..


sampai - sampai badan Calista di pegang erat oleh bibi dan Andrew.


"bi...


kenapa badan Calista dingin ." Agnes ingin menangis. sambil terus memegang tangan , kaki dan wajah Calista.


"tante...kita harus bagaimana ??...melihat wajah Agnes yang terlihat gemetar , bergetar menahan tangis.


tiba - tiba..


mulut Andrew terbuka lebar , tubuh Calista terangkat ke atas saat ia berusaha menahan tapi tak bisa , bagai ada kekuatan yang lebih . Calista mengambang dalam posisi tidur


mengambang ....mengambang


semakin tinggi. bagai ada orang yang mengangkat nya tinggi - tinggi.


"i..itu..." tunjuk Andrew gemetar melihat tubuh Calista


Agnes pun tak kalah terkejutnya , begitu juga dengan bibi. ingin rasa nya ia berteriak..


tapi ia sadar jika harus kuat.


"ada apa lagi ini ." batin Andrew bingung.


"sudah...sudah, ayo kita harus cepat berdoa mungkin telah terjadi sesuatu disana..


ingat tidak pesan Pakpe. apa pun yang terjadi. kita harus banyak - banyak berdoa ." bibi mengingatkan. beruntung ada yang menyadarkan mereka di saat- saat genting seperti ini.


"iya bi...lebih baik kita berdoa. mungkin disana telah terjadi sesuatu , tidak ada jalan lain selain berdoa ." Andrew menatap Agnes.


sebenarnya jika melihat Agnes , ia sangat tidak tega.


Dengan mata bengkak karena selalu menangis .pucat dan tubuh semakin kurus . Anges yang terlihat tak berdaya. tak bersemangat menghadapi kenyataan sang anak seperti ini.


Yang masih betah menutup mata nya.


"tante jangan banyak melamun..

__ADS_1


berdoa tan...tan


ayo kita berdoa ." bujuk Andrew . melihat Agnes dengan tatapan yang sangat membuat Andrew bingung dan kasihan . Agnes yang shock melihat anak nya.


siapa yang tidak shock , anak semata wayang harapan nya menjadi seperti ini.


melihat sang nyonya terdiam. perlahan bibi berdiri dan menegur nya " nyonya ayo kita berdoa sambil menyentuh bahu Agnes. tersentak Agnes menggangukkan kepala lemah.


baru saja Agnes menganggukkan kepala tanda ia mau berdoa.


tiba - tiba...


aum....aummm....auuuummmmm....


Agnes, Andrew dan bibi saling berpandangan.


bergegas Andrew berdiri setengah berlari melihat kejendela.


tapi tak menemukan apa-apa diluar.


sepiiii...


"dari mana suara serigala itu bi ???..." tanya Andrew menuju belakang. kembali melihat adakah serigala .


Di balik jendela . ia tetap tak menemukan apapun dibelakang.


"mungkin karena gelap ". batin Andrew mengambil smarpone nya dan menyenter keluar.


Tetap tak menemukan serigala di sana.


"ada dimana mereka ." batin Andrew kembali ke depan melihat kehalaman dengan di sinari senter.


tetap tak menemukan apa _ apa.


sementara Calista di atas semakin berputar - putar


"Aaa...


Calista ". jerit tertahan Agnes sambil menutup mulut nya.


"bi...kenapa bisa begini ." dengan raut wajah menahan tangis.


"apa ini kamuflase dari hewan itu


atau inikah yang dinamakan ilmu hitam ." batin Andrew memandang Calista yang berputar.


berjalan menghampiri Agnes..


"Tante , bibi memang tidak ada jalan lain selain kita berdoa. lihat Calista ia dipermainkan oleh iblis itu. kita jangan takut." ucap Andrew sambil tangan kanan memegang Agnes dan tangan kiri memegang bibi.


"Ayo kita mulai berdoa..


Tante..harus kuat , ingat pesan Pakpe. kita jangan takut ." Andrew menguatkan.


sambil mengangguk lemah Agnes mengikuti Andrew duduk dan mulai berdoa.


berdoa lebih kencang .


perlahan tapi pasti tubuh Calista turun..


Jatuh tepat di atas kasur lantai.


"PUJI TUHAN ." ucap syukur Agnes ketika melihat sang anak kembali tenang.


Andrew menatap wajah pucat Calista. tak percaya dengan kejadian mistik siang ini.


****


"iya bi tidak mengapa ." ucap Andrew menarik nafas pega .ketika melihat Calista sudang tenang.


Agnes hanya mengangguk lemah . sambil mengelus dahi sang anak.


"tan sambil memegang tangan Calista yang berasa dingin . coba tante baca beberapa ayat kitab , agar menenangkan Calista.


dan ajak ia berbicara ." saran Andrew .


"mengapa tangan Calista dingin seperti...


sepertii..."Andrew memukul kepala nya agar tak berfikir yang tidak - tidak.


"ya ..." mendekat Calista.


sambil mengelus Calista ia membacakan beberapa ayat untuk Calista.


"nak bangun kamu apa tidak kasihan sama mama ." ucap Calista setelah selesai membaca beberapa ayat kitab.


Andrew berdiri bergegas membantu bibi menyiapkan makan siang...


makan siang yang terlewatkan. karena saat ini sudah masuk jam 02.00 siang.


"kamu itu anak yang ditunggu _ tunggu setelah 8 tahun pernikahan kami , betapa senangnya papa saat mengetahui mama hamil ." kenang Agnes tersenyum getir.


"saat kamu lahir , kamu jadi rebutan oma, opa serta kakek nenek orang tua dari mama.


dan kamu sangat cantik dengan mata biru.


mereka selalu berebut membelikan mainan untuk kamu.. apalagi saat kamu bisa berjalan dan bicara ." Agnes tersenyum getir.


"nak bangun sayang...


kami sangat menyayangi mu ." bisik Agnes kembali berdoa di telinga Calista.


"hm...


rupa nya anak yang di tu ggu lama ." batin Andrew sambil meletakkan piring ditempat mereka duduk . Andrew sekilas mendengar cerita Agnes.


"den...makan dulu . kita bergantian makan. bibi menjaga nyonya..


silahkan den ." ucap bibi .


"bareng bi...


makan sambil melihat atau bibi sambil menyuapi tante.


kasihan beliau terlihat lemas.." ucap Andrew merasa tak tega dan tak akan tertelan makanan dalam posisi seperti ini.


"ok den..


barengan ya..." bibi lebih mendekati Agnes yang masih memeluk Calista.


"nya..makan .


saya suapin ya ." tampa persetujuan memajukan sendok ke mulut Agnes.


"aa...


ayo nyonya makan , jika non bangun nanti melihat nyonya lemah seperti ini . pasti non akan sedih ." berusaha membujuk Agnes.


perlahan Agnes membuka mulut nya.


bergegas bibi memasukkan sendok berisi nasi dan lauk ke mulut Agnes.


menunggu Agnes menghabiskan nasi di dalam mulut nya. bibi juga mulai memakan nasi yang belum ia sentuh.

__ADS_1


perlahan Agnes mulai mengunyah.


dengan tak henti berbisik di telinga Calista.


entah karena doa sang ibu , Calista terbangun dari pingsan .


membuka mata perlahan. ia merasa tubuh nya tergoncang..


melihat ke atas ternyata papa. yang sedang mengendong Calista.


"pap..." panggil Calista lirih.


"aku mendengar suara Calista memanggil ." batin Aldi menghentikan langkah nya. dan melihat keatas.


karena Aldi mengendong Calista seperti membawa jarung beras.


"nak...kamu sudah siuman ??..." Aldi bertanya senang dan menurunkan Calista perlahan.


Pakpe menghentikan langkah nya , saat.mendengar suara Aldi.


"pakpe...." panggil Aldi .


"kamu sudah siuman ?..." memeriksa dahi dan badi Calista.


"badan nya masih dingin , berarti anak ini belum seratus persen sembuh. ia masih di bayangi oleh setan itu. " batin Pakpe dalam hati. sambil menarik nafas panjang.


"ada apa pak ???..." tanya Aldi merasa ada yang tidak beres.


"ayo cepat kita lari...


sebentar lagi sudah mau sampai pintu gerbang." tak menjawab pertanyaan Aldi


Calista...


apa kamu kuat berlari ??." tanya Pakpe ke Calista. ketika melihat Aldi kelelahan.


Calista hanya.memgelengkan kepala lemah seperti tak memounyai tenaga.


"turunkan ia ." perintah Pakpe.


tak membantah Aldi menurunkan anak nya , di samping itu ia sudah sangat lelah mengendong sambil berlari.


"ayo ...


mereka semakin dekat


cepaaaat ." teriak Pakpe tampa ba..bi..bu , bergegas mengendong Calista seperti mengangkat beras.


"anak ini harus disembuhkan , aku tak mau terlambat ." batin Pakpe dalam hati sambil menarik tangan kiri Aldi.


"ayo kita pergi dari sini pejamkan mata kalian ." berbicara sambil berdoa.


hingga tubuh Pakpe Aldi dan Calista tak terlihat lagi . hilang bagai angin.


sesampai di mulut gua dan alam nyata , Pakpe menurnkan Calista.


"puji TUHAN , kita sudah sampai di alam nyata , kalian sudah boleh membuka mata ." ucap Pakpe dengan tampa merasa keleleahan sedikitpun.


bahkan mengendong Calista seperti tidak ada beban sama sekali


"Ahh....puji TUHAN kita sudah sampai. " Aldi menarik nafas panjang lega. ketika melihat mulut goa itu.


sedangkan Calista...


ia melihat sekeliling nya.


"kita ada dimana pap ??.." menautkan kedua alis nya , merasa tak mengenal temoat itu.


"di..." ucapan Aldi terpotong oleh Pakpe.


"di dekat sekolah mu....


Pakpe ingin bertanya , pernahkah kamu bermain di seputar sini ?." Pakpe bertanya seperti menyelidiki sesuatu.


"saya..." Calista mengelengkan kepala.


entah ia lupa atau ada yang di sembunyikan nya.


"ya sudah ..." Pakpe memburu waktu , memejamkan mata. membawa kedua bapak dan anak pergi .


tiba - tiba tubuh Calista menghilang.


"Calista...Calista....


pak...dimana Calista anak ku ?." tanya Aldi hampir menangis.


"ayo..." tak menjawab pertanyaan Aldi . kembali Pakpe menarik tangan Aldi.


"ta...tapi..."Aldi terdiam saat merasakan tubuh nya dipegang Pakpe.


"kita harus meningalkan tempat ini segera ." masih tak menjawap pertanyaan Aldi , berlari bagai angin , tak terlihat oleh mata.


hingga....


tau - tau..


Pakpe dan Aldi sudah berada di depan pintu rumah dinas Aldi.


kaki baru saja menginjak lantai depan rumah.


tiba - tiba...


aum...auuuummm....aaaaauuuuuummmmmm


Kembali terdengar suara serigala , dari suara nya seperti marah.


menyadari Calista sudah tidak ada disana.


"Calista....nak. puji TUHAN akhir nya kamu bangun nak ." terdengar ceritan Agnes. jika Calista sudah membuka mata.


Calista terdiam . hanya mata nya yang memandang Agnes heran..


tatapan mata yang kosong...


"Calista...


apa yang sakit nak..?." tanya Agnes melihat sekujur tubuh Calista. Ketika tak mendapat jawaban. Calista hanya diam membisu.


mendengar jeritan Agnes , tampa salam Pakpe dan Aldi bergegas membuka pintu.


"salam..." tegur Pakpe merasa tak enak hati jika tak memberi salam . sambil memandang Calista. salam Pakpe membuat Agnes, bibi dan Andrew menegadah kepala nya.


"pap..." betapa senang nya Agnes , saat melihat sang suami telah tiba dan berdiri di belakang nya.


Agnes berdiri dan memeluk Aldi.


"ikh...ikh..anak kita pap , bagaimana anak kita ." Agnes menangis tersedu - sedu.


dengan lembut Aldi mengelus pundak Agnes. ia pun tak dapat berkata - kata.


thanks jika ada yang masih membaca novel ku..


like cmnd kalian sangat berharga bagi ku

__ADS_1


__ADS_2