
beberapa dayang ada yang membawa bunga dan sebagian ada yang membawa seperti sebuah kotak berisi seperangkat baju dan assesories . baju untuk seorang putri.
Pakpe dan Aldi yang memakai masker , melihat itu menahan nafas.
berfikir dalam hati..
baju siapakah ???....
ada acara apakah ???
siapa yang akan memakai Baju itu...
Pakpe dan Aldi Saling berpandang .
"Pakpe ...
apakah anda berfikir sama seperti saya???...
"jadi baju itu untukkk...". tanya Aldi setelah melihat rombongan prajurit serigala itu menghilang..ia tak dapat melanjutkan pertanyaan nya.
takut apa yang akan terjadi terbukti Dengan ucapan nya.
"saya tidak dapat menprediksi ". menarik nafas panjang....merasa heran mengapa ia tak dapat melihat Lebih jauh.
apakah ia mulai goyang ???...
apakah mereka sudah mengetahui kedatangan nya.
berbagai pertanyaan berkecamuk dikapala Pakpe..
"Haaa....kurang ajar mereka sudah membuat saya goyang ". Pakpe geleng - geleng kelapa.merasa ada yang tak beres dengan diri nya.
menarik nafas lebih panjang dan mengeluarkan pelan-pelan . Pakpe melirik Aldi.
"ayo kita berjalan lagi...
mu..mung....". terbata Pakpe ketika iembali mendengar suara gamelan.
gong....gong...gong..
gooooong...
"perhatian ...perhatian , raja akan memasuki ruangan ". teriak para prajurit lantang
bergegas Pakpe menarik tangan Aldi agar kembali berdoa. ia tak ingin masuk kedalam lantunan suara gamelan itu.
Aldi menengadahkan wajah nya. melihat Pakpe menarik tangan untuk mengikuti setiap gerakan nya. sambil duduk bersila, ada rasa penasaran ketika mendengar suara langkah kaki tentara dan raja itu mendekat.
"siapakah raja itu ????...
apakah ia yang mengambil anak ki
apakah Calista berada disana ????
jika ada , ia harus segera bertindakkah ???...". berbagai pertanyaan yang tak bisa ia jawab.
rasa penasaran membuat nya duduk tapi tak berdoa dan melihat siapa yang datang..
Dengan berani menatap kedepan , penasaran dengan rupa sang raja.
tap...tap...tap...tap
terdengar langkah yang penuh percaya diri.
ya...
langkah seorang raja.
semakin mendekat , Pakpe tak menyadari jika Aldi tak berdoa .
"wah raja...". pekik Aldi tak menyadari bahaya mengancam. seperti tersirap.
sadar....
bergegas Pakpe membuka mata dan membekap mulut Aldi.
"hmm...hm " . Aldi memberontak.
tak sabar akhir nya Pakpe memutuskan untuk segera menutup kedua mata dan mata bathin Aldi sekaligus dan membekap Aldi agar terdiam.
itu jalan keluar yang terpaksa dibuat nya agar mereka aman. jika mata Aldi tertutup ia akan terdiam dan jika mata batin juga tertutup ia tak akan bisa melihat mahkluk asral..
agar supaya Aldi untuk sementara tidak merasakan aura negativ yang ada.
dengan ilmu kanuragan nya .
dengan cepat Pakpe merangkul Aldi , ia segera menutup diri nya dan Aldi .agar tak terlihat sang raja dan prajurit itu .
karena ia tahu , sang raja mempunyai ilmu tak tak bisa di sepelehkan.
ya ilmu para magkluk asral.
bukan takut , karena Pakpe belum melihat keberadaan Calista. situasi yang tak memungkin kan.
raja dan para prajurit seketika berhenti...
"saya mendengar ada yang berteriak , siapa di antara kalian yang berteriak ? ..
"kurang ajar sekali kalian berteriak dihadapan ku....". ucap sang raja penuh intimidasi. menatap tajam satu persatu prajurit di depan nya.
ingin bersuara tak berani. para prajurit hanya terdiam menundukkan kepala.
"kalian dengar tidak ????....
ada yang berteriak ??....". Bentak sang raja mulai marah.
"kami mendengar , tapi tak melihatnya paduka raja ". para prajurit serentak menjawab dengan wajah pucat.
mereka berfikir siapa yang berani berteriak di depan raja.
mendengar ucapan para prajurit , sang raja melihat sekeliling nya dan mengendus - endus.
tapi tak menemukan apa - apa.
"turun kan tandu ". perintah raja.
Perlahan prajurit yang membawa tandu menunduk , meletakkan tandu itu.
sang raja turun..
"inikah raja itu ???....
jika manusai biasa mungkin akan melihat sang raja sangat ganteng dan bertubuh atletis.
sangat di gandrungi para wanita..
tubuh ideal seorang laki - laki.
itu jika manusia...
tapi Pakpe melihat lain , ia seorang serigala jadian.
"kalian cari sumber suara teriakan itu ". perintah nya sambil memicingkan mata.
Aldi yang sudah di tutup mata bathin nya , hanya mendengat suara mulai gemetar dan menyadari kebodohan nya.
"alangkah bodohnya...
__ADS_1
mengapa ia berteriak ???...." . batin Aldi dalam hati. sambil memukul kepala nya
membuka mata perlahan , menatap Pakpe bertanya lewat tatapan mata apakah ia telah membahayakan dirinya dan Pakpe .. mengerti arti tatapan mata Aldi .Pakpe hanya mengangguk kan kepala .
"ya TUHAN ....
tolong kami , hindari kami dari mahkluk asral ini ". doa Aldi dalam hati. terlihat gelisah dan takut.
Pakpe mengajak kembali berdoa.
selesai berdoa , Pakpe melihat Aldi sudah mulai tenang. ia membuka mata bathin Aldi.
dengan memakai bahas isyarat agar tenang.
Aldi menganggukkan kepala.
melihat yang sesungguh nya , di depan mata adalah mahkluk asral serigala . bukan raja yang gagah perkasa.
tak ingin menunggu , Pakpe sambill tetap merangkul mengajak Aldi untuk berjalan.
berjalan mencari kamar Calista.
memanfaatkan para mahkluk asral itu yang sedang sibuk mencari asal suara.
perlahan berjalan...
hingga....
"saya mencium bau manusia disini ". teriak salah satu prajurit. mengagetkan Aldi dan Pakpe.
mendengar teriakan prajurit itu membuat Pakpe dan Aldi pucat.
Pakpe menarik nafas panjang , ia tak boleh gugup dan takut menghadapi nya.
"iya raja kami mencium bau manusia disini dan disini ". prajurit itu berjalan sambil menunjuk dimana mereka mencium bau Aldi dan Pakpe.
Dimana tempat Aldi dan Pakpe berdiri.
"tapi mengapa kami hanya mencium baunya saja , tidak ada wujud nya dan disini terasa sangat panas raja ". ucap salah satu prajurit itu.
"hmmm...". sang raja mulai curiga.
ia mulai bergerak , gerakan seperti ingin mengeluarkan ilmu nya.
tau raja itu mulai mengeluarkan ilmu nya. Pakpe mengajak Aldi untuk berlari.
berlari...berlari dan berlari..
hanya itu yang bisa dilakukan.
tidak ada semenit...
duaaarr....
sang raja mengeluarkan ilmu nya ke arah tadi Pakpe dan Aldi berdiri.
tapi tetap tak terlihat manusia sedikit pun.
"hmmm....". guma raja sambil memicingkan mata melirik kekanan , kekiri dan keatas. ia mulai curiga. karena ia juga sudah merasakan dan mencium kehadiran tamu tak diundang.
senyum licik terlihat di wajah nya.
"kita kekamar putri ". ucap nya kembali menaiki tandu. ia ingin memancing diapa yang berani datang ke kerajaan nya.
Pakpe dan Aldi yang sudah berlari lumayan jauh berhenti. bergegas mengambil tas di pundak nya.
mengambil sebuah botol yang berisi minyak urapan.
ia usap kekepala dan seluruh tubuh , kemudian memberikan ke Aldi agar mengikuti jejak nya.
Aldi pun mengikuti nya.
mendengar itu Pakpe mengangkat alis nya dan menarik Aldi untuk berdiri di sudut tembok.
ingin tahu mengapa sang raja kembali memutar arah.
"mengapa kita memutar arah , kekamar manusia itu ? ". tanya salah satu prajurit kepada teman nya sambil berjalan tegap.sambil berjalan tegap.
"mau bertemu kekasih manusia nya itu mungkin , ssst...sudah jangan banyak bicara nanti raja dengar ". ucap nya mengingatkan teman.
mendengar pembicaraan prajurit itu , Pakpe merasa jika yang di sebut manusia pasti Calista.
mau tidak mau agar tak penasaran , mengikuti para tentara dan raja itu kemana mereka pergi.
"ayo kita ikuti rombongan raja itu , mungkin dengan mengikuti mereka . kita bisa tahu dimana Calista mereka sekap ". ucap Pakpe kembali mengajak berjalan .
"apa tidak bahaya Pakpe ??..". Aldi gemetar.
"tidak kita sudah dibungkus dengan ini , jadi mereka tak akan melihat kita dantak akan bisa mencium aroma tubuh kita , lagipula harus kita hadapi agar kita tahu dimana keberadaan anakmu ". Sambil menunjukkan botol di tangan nya.
"ayo jalan...
sebab tadi aku dengar mereka menyebut ada manusia , perasaan ku mengatakan itu Calista. andai bukan kita sebagai umat manusia harus menolong nya . selama ia utuh masih manusia , belum menjadi setengah serigala jadian". ucap Pakpe panjang lebar.
"baik pak ...." . mengikuti kemana arah jalan Pakpe.
walau begitu Pakpe masih harus berhati - hati. agar ia tak terjebak .
berjalan mengikuti dari jauh. hingga tiba di sebuah kamar yang sangat besar.
kamar itu di jaga ketat .
"o ...disitu rupa nya " . batin Pakpe dalam hati.
berharap ini bukan akal - akalan mereka . ia tak ingin dijebak oleh mahkluk asral itu.
krrrreeeekkk...
pintu jati dengan ukiran yang sangat bagus dan kokoh itu terbuka.
****
Keluarlah seekor dayang - dayang , serigala jadian.
"paduka ingin melihat putri ". ucap prajurit yang seperti nya komandan mereka.
"baik ". ucap nya membuka pintu lebih terbuka.
para prjurit menurunkan tandu dan mereka menunduk. keluar sang raja dan berjalan memasuki kamar.
ya...
firasat Pakpe benar , ada Calista disana.
Calista yang seperti orang bingung , ia hanya duduk dan menatap sekitar nya.
"maaf putri raja ingin bertemu dengan anda ". ucap dayang itu sambil menunduk.
bagai manusia mati segan hidup tak mau , Calista hanya terdiam memandang kedepan.
tap.
tap
tap
langkah kaki raja mendekati Calista..
__ADS_1
"bagaimana keadaan mu....
apa para dayang melayani mu dengan baik ? ". tanya raja sambil mengelus pipi Calista lembut.
"iya raja ". Calista tersenyum malu dengan pipi yang merona merah.
ia tidak tahu jika dihadapan nya seorang serigala jadian. karena saat ini Calista sudah ditutup.mata nya..tak bisa melihat mahkluk asral.
itu adalah pekerjaan mahkluk asral untuk menipu Calista.
karena Calista sudah ditutup mata nya.
yang ia tahu , di hadapan nya seorang raja yang bertubuh tinggi tegap ,putih dan sangat ganteng. pujaan setiap wanita.
tak berani mendekat , Pakpe duduk kosentrasi .
Dengan ilmu kanurag nya , ia berusaha untuk menebus melihat siapa yang berada di dalam kamar.
sang raja melirik , ia merasakan ada seseorang yang sedang mengeluarkan ilmu nya ,mengintip Calista.
senyum licik sang raja menghampiri Calista dan mencium kening , serta kedua pipi .
melihat itu Pakpe menggengam kedua tangan nya.
"mengapa Calista takbisa membedakan mahkluk asral dan bukan ". batin Pakpe merasa heran dengan yang dilihat.
"Pakpe ada apa didalam ???..." . tanya Aldi karena ia melihat Pakpe hanya diam saja.
Pakpe membuka mata , melirik Aldi.
"hm...itu kamar Calista ". memangku kedua tangan nya di dada.
"i..itu pakpa , disitu ???....
ta..tapi sedang apa raja di kamar Calista ???...". merasa takut . ia takut anak gadisnya dalam bahaya.
"Pakpe ..
saya bertanya , mengapa Pakpe dia saja " . gemetar dengan apa yang dilihat di depan mata nya.
"ta...tapi jika ini kamar Calista , mengapa ia diam tidak berteriak jika ia dalam bahaya ??..". Aldi mulai gelisah. menatap nanar ke kamar Calista.
"Calista saat ini sudah ditutup mata nya , hingga ia tak dapat membedakan mana mahkluk adral dan mana manusia ". Pakpe menjelaskan masih menutup mata.
"bagaimana cara kita kesana Pakpe ???... ". tanya Aldi bingung.
"berdoa ....". jawab Pakpe singkat.
tak ingin terlewatkan raja itu sedang apa.
ia sedang mencari siasat untuk masuk kedalam kamar Calista dan membuka mata nya.
lima menit...
setengah jam..
satu jam....mereka belum terlihat keluar dari sana.
sedangkan sang raja sengaja membiarkan pintu kamar terbuka.serta para prajurit dan dayang - dayang berdiri di pintu dengan membelakangi sang raja.
mereka terlihat sangat mesra sekali.
Calista terlihat terpersona melihat kegagahan sang raja.
"Pakpe mereka masih ada di dalam .
ini sudah satu jam...
mereka sedang apa ???..." . dengan gigi gemeretuk menahan marah.
sedangkan raja sedang merayu Calista sambil tangan memeras tangan Calista..
"kamu cantik...". memdekati dengan suara yang menuntut .
Calista hanya menunduk malu.
ia yang belum berpengalaman terhadap lawan jenis nya merasakan gemuruh yang tak dapat ia hindari.
mendekat , menakup dagu Calista dengan kedua tangan nya..
jarak semakin dekat , hingga ia merasakan deru nafas raja.
mendekat....mendekat hingga raja mulai mencium bibir Calista. ia tahu Calista belum berpengalaman dengan hal ranjang.
perlahan sambil menyeringa melirik ke luar pintu ia kembali menclum .
"oh tidak ...." guma tertahan Pakpe..
"ada apa Pakpe ????..." Aldi gemetar.
"raja itu mencium Calista. saya takut jika ia mencium dan menghembuskan nafas di mulut Calista. kemungkinan besar . kita semakin susah untuk mendekati nya. ia akan semakin mengejar raja karena sudah tersirep dengan Raja...". ucap Pakpe panjang lebar..
"ya TUHAN ". jerit tertahan Aldi sambil menutuo mulut dwbgan tangan nya.
"kita harus bagaimana Pak ????..." semakin bingung. jika di dunia nyata ia berani menghadapi semua. tapi ini di dunia asral. ia tak bisasembarangan bertindak.
"kita buat keributan ". ucao Pakpe sambil menarik tangan Aldi dan berjalan menunu kamar Calista berada.
"keributan ???....
Aldi tak mengerti.
"pegang ini ". memberikan nya sebuah botol.
****
mengambil sebuah batu didalan tas.
ia memang sengaja membawa nya dari rumah dinas Aldi.
pletaaak...
"aduh...". jerit prajurut sambil mengelus kepala nya yang terkena lemparan batu.
"siapa itu...
siapa yang berani melemoar batu ". teriak prajurit sambil berjalan .
"ada apa ini ". tanya raja berjalan keluar ketika ia mendengar suara ribut.
disebalah raja yerlihat Calista mengikuti raja sambil bergelajutan mesra di pundak raja.
"ada yang melempar saya dwngan batu raja ". ucap nya menundukkan kepala.
"ya TUHAN anakku ". Aldi menutup mut fengan tangan kiri nya.
"pakpe....
mengapa ia seperti itu...???...tanya Aldi , ketika ia melihat tatapan mata Calista sangat kosong.
seperti tak ada kehidupan.
"ia sudah tak mengenal siapa-siapa , sudah di sirep.." menarik tangan Aldi agar masuk kedalam kamar Calista.
Pakpe mempunyai rencana masuk kedalam kamar
like and cmnd anda sangat berharga untuk ku.
__ADS_1
terima kasih
selamat membaca