
Sedangkan Abang ojol itu mengikuti perawat yang akan membawa sang anak ke ruang kamar inap..
Terlihat Abang ojol menangis.meratapi anak nya yang malang.
Saat kehadiran nya sangat di tunggu - tunggu. tapi sang istri meninggalkan nya untuk selama nya, ia sendiri tak dapat berbuat apa - apa saat sang anak membutuhkan nya
"Sudah bang ...jangan menangis " hibur Via menatap si Abang ojol kasihan.
"HM...masih kecil sudah kena tipes , mungkin lingkungan yang tak bersih , aku harus berbuat sesuatu ' batin Calista memandang Dion yang sedang sibuk dengan ponsel nya.
"Dion " panggil Calista melirik Abang ojol yang masih mengikuti perawat .
"Kasian anak Abang ojol itu , bagaimana kelanjutan nya , kita tak mungkin membiarkan nya. " ucap Calista.
"Aku sudah bicara dengan mama , beliau mau merawat anak Abang ojol itu " menatap Calista.
"Terus...
"Terus ??...
"Ya terus kelanjutan nya gimana ??..
"Apa cuma dirawat aja !!...
"Setelah sembuh kita kembalikan kerumah nya gitu !!!...
Ya kasihan , justru masalahnya disini, kasihan kalau di biarkan sendiri, masih kecil lagi " omel Calista panjang lebar.
sekali tarik nafas, seperti ijab kabul.
"He..he..he....kamu tuh lucu ya kalau lagi ngomel , " kekeh Dion.
"Ga lucu tauuuu...
__ADS_1
gara - gara kamu jadi begini " menatap tajam..
"Iya tau , maaf...
Semalam aku sudah bicara sama mama, beliau mau merawat dan menjadi kan ia anak angkat " ucap Dion sudah mulai ber aku ria..
"Ko di angkat jadi anak , apa kamu takut di penjara ? " tanya Calista polos.
"Angap aja iya , tapi demi kemanusiaan mama mau merawat nya.
disamping itu , mama juga ga punya anak perempuan, cuma aku anak nya " ucap Dion sambil tersenyum.
"O....
tapi bener - bener dianggap anak ya ...
"Percaya deh sama aku ,
"Kalau begitu aku jadi lega.."ucap Calista ketika melihat seorang wanita setengah baya yang masih terlihat cantik.
"Dimana anak nya Dion.." tanya sang mama tanpa basa basi.
"Ikut Dion mam...
Kenalkan ini Calista yang membantu Dion ..
"Terima kasih nak sudah mau membantu Dion " mengulurkan tangan.
"Sama - sama Tante , ayo kita kekamar inap ..."ajak Calista sambil berjalan menuju kamar rawat inap anak Abang ojol.
Calista melihat Abang ojol tak lepas dari sang anak. ia berdiri disebelah anak nya.
"Ini mam , anak nya...
__ADS_1
"Nama nya siapa .???..." memandang Calista dan Dion
"Kami tidak tahu " ucap Calista dan Dion berbarengan.
"Sudahlah ...nanti kita tanyakan jika ia sudah sadar.
****
Setelah merasa anak Abang ojol ada yang merawat, Calista ijin pulang.
Tetapi sang Abang ojol masih mengikuti Calista.
"Ada apa bang ???..." menatap Abang ojol yang masih terlihat sedih.
"Anak saya bagaiman ? " tanya nya masih memegang pizza pesanan orang.
"Abang...anak nya aman , ibu itu akan merawat anak Abang, sekarang Abang tenang ya " ucap Calista sambil menunjuk mama Dion.
"Saya tidak percaya ..."tatapan mata yang tajam.
"Mamang harus percaya sama saya , besok saya akan kembali untuk melihat apa mereka memang benar - benar ingin merawat anak Abang " ucap Calista..
"Baik neng terima kasih " berjalan kembali terseok menuju kamar sang anak.
"Huff....kasian , akibat keteledoran ia jadi korban " batin Calista menatap kepergian Abang ojol.
"Non...jadi pulang ? ' tanya Mamang mengagetkan..
"Iya mang , mama sama papa sudah menunggu ...
like cmnd dung ..
thanks all
__ADS_1