
Tut...Tut .Tut.
"Hallo...
yang anda...."Aldi tak meneruskan ucapan nya karena handpone ditutup.
"Ih ngeyel amat nih orang " teriak Aldi tak sadar jika teriakan nya memancing para manusia serigala yang semakin bertambah mendengar nya .
"Tutup hidung dan mulut " ucap Calista perlahan...
"Kita berdoa kembali " bisik Aldi..
Tak henti nya mengingat kan untuk berdoa.
Arrrrrgggghhhhh
Jerit para manusia serigala jadian.
Ketika mereka mendekati rumah dan memegang serta mengedit pintu.
Manusia serigala 8tuerasakab panas luar biasa ketika menyentuh dan menggedor pintu yang orang di dalam nya sedang berdoa.
"Satu , tiga...lima...
wah sudah lebih lima belas orang Pap " bisik Calista. tak ingin para manusia jadian itu mendengar dan mereka kembali.
"YA TUHAN semakin bertambah korban " jerit tertahan papa Aldi sambil mengeleng kan kepala nya.
"Kita harus bagaimana Pap ??? " tanya Agnes berbisik menatap wajah sang pujaan hati nya , ia tak 8ngin keluarga nya kenapa - Napa..
"Pap..."Calista melihat sang papa yang tampak sedang berfikir .
"Kita berkumpul , duduk disini , sebab kita berbicara berbisik, takut tak terdengar " ucap Aldi melirik ke jendela kaca
Calista, Agnes, Mamang dan bibi mendekati Aldi.
Duduk melingkar..
"Rencana saya mang , bibi , Calis dan mama , begini.
"Saya dan Calista akan keluar...
"Pap..."Agnes memotong pembicaraan .
"Mam , jika kita tak bergerak akan banyak korban, percaya lah, jika kita berdoa minta pertolongan dari TUHAN.
pasti kita akan selamat " Aldi berusaha mengingatkan sang istri.
Sambil tangan Aldi mengelus Agnes dari belakang.
"Rencana saya , saya dan Calista akan keluar ..mencari manusia serigala itu dan menembak nya, Calista yang akan memberi nya ini ".tangan nya menunju ke botol berukuran 500 Mili.
"Baik tuan , tapi harus ada rencana cadangan tuan...agar bertindak cepat " ucap Mamang memberi ide yang sangat bagus.
"Ide Mamang bagus ....
Ya..itu plan A..
kalau plan B nya ....HM." Aldi berfikir keras.
Jika plan A gagal...kami akan berlari kembali kerumah..
menunggu pagi ..
****
Dan keesokkan hari nya , saya dan Calista akan mencari manusia jadian itu , mungkin akan ada bala bantuan datang.
Sebab pak Simon bilang tadi , ia akan mendatangkan bala bantuan nya.."ucap Aldi panjang lebar.
"Tapi saya ragu , jika menunggu pak Simon takut banyak korban lagi "melihat Mamang. menarik nafas berat.
"Semoga cepat selesai tuan dan manusia serigala itu cepat musnah " ucap Mamang memberi semangat.
"Menurut Mamang kita harus bagaimana ??....
saya tidak ada plan B mang , bingung " mengaruk kepala nya dengan kencang..
Aldi gemas dengan kejadian beberapa hari ini...sedangkan management tidak mempercayai nya...
__ADS_1
Bingung bagaimana harus bertindak..
"Tetap Pap , rencana plan A, harus kita laksanakan tidak ada plan B...itu gagal...plan itulah harus kita kerjakan terus , nanti apa yang akan terjadi , kita pikirkan nanti. sekarang pikirkan yang sekarang " Calista memandang keluar , ucapan Calista seperti orang dewasa, tak sesuai dengan usia nya.
"Ok...kita laksanakan " Aldi menarik nafas panjang sambil berjalan mengbil senjata dan stock peluru ..
masukkan peluru dalam senjata.
Setelah penuh , Aldi mengambil lagi sisa peluru.
"Ini cukup tidak ya ' batin nya menggenggam sekotak peluru...
"Kenapa Pap ??? " Agnes memandang sang suami yang terlihat berfikir.
"HM...tidak apa - apa mam..."berjalan menghampiri Calista .
"Nak...peluru papa cuma yang di dalam senapan dan ini , cukup tidak ya ? " tanya papa Aldi berbisik ke Calista.
Ragu - ragu.
"Mudah - mudahan cukup Pap " berusaha agar sang papa tak ragu.
"Ok kalau begitu , kita berangkat, doa kan kami semua " menatap sang istri..
Memberitahu bahwa ia baik - baik saja.
tidak akan terjadi apa - apa.
"Pokok nya kami keluar mama, bibi dan Mamang jangan putus berdoa, sampai kami tiba di rumah " ucap Calista berbicara seakan tak ada apa - apa , ia sendiri merasa berdebar.
Aldi dan Calista berjalan dengan mengendap- endap.
Menajamkan telinga , agar mendengar yang datang.
Berjalan mencari jejak para manusia serigala itu...
Malam semakin larut , Aldi dan Calista yang telah berganti memakai baju hitam dan menutup wajah dengan masker.
"Tetap tajam kan mata dan telinga nak " ucap Aldi melihat kekiri dan kanan..
"Seperti ada yang datang ...
"Tidak...senjata papa, tak bersuara ..
"Baguslah kalau begitu , agar tak memancing mereka ..."tatapan mata Calista terlihat lurus kedepan.
"Iya...
"Ada yang datang nak ??? " tanya Aldi bersiap dengan senjata nya..
"Ya...ada tujuh manusia jadian ' ucap Calista bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi.
"ok "sambil mulai membidik.
arggg...
Terdengar suara manusia serigala jadian itu mulai mendekat ..
"Papa di belakang ku ya " ucap Calista..
"Kebalik nak , kamu yang di belakang papa " Aldi membantah , 5ak ingin terjadi sesuatu dengan anak semata wayang nya...
"Tidak , papa di belakang ku , aku akan berdoa. papa jangan khawatir " ucap Calista tegas...
"Ok lah kalau begitu keinginan mu " menajamkan mata.
Calista duduk bersila...
Deg...
"Gawat mereka sudah banyak , ada yang datang dari sebelah kiri dan kanan ku ' batin Calista berdiri.
"Pap...ternyata mereka sudah banyak , mereka mulai datang dari kanan dan kiri kita " menatap Aldi minta pertimbangan .
"Apa !!!!...."Tak sengaja Aldi berteriak.
Spontan Calista membekap mulut Aldi.
"Sudah banyak ??? " bisik nya.
__ADS_1
Calista hanya menganggukkan kepala.
"Tuhan ...bagaimana ini, peluru ku tidak cukup " batin Aldi dalam hati menunduk.
Arggg....
Argggg....
Terdengar suara itu makin mendekat.
"Pap ....
"Lebih baik kita duduk dan berdoa , hanya itu yang bisa kita kerjakan " menenangkan Calista."Ia tetap dalam posisi siap dengan senjata di tangan.
****
Arggg.....
"Ada teman baru " ucap pak RT yang sudah menjadi manusia serigala jadian.
Berjalan mendekat.
Calista melihat arwah pak RT sedang menangis , ia tak ingin seperti ini.
Calista melihat tatapan mata pak RT kosong...raga nya sudah dikendalikan oleh manusia serigala .
"Ayo ...kita mendapat santapan lezat " teriak nya kepada segerombolan manusia serigala jadian.
"Pap , kita mulai berdoa " melirik sang papa yang tercengang melihat segerombolan manusia serigala yang begitu banyak...
AUM...AUM...AUM...auuuuum.
Longlongan manusia serigala membuat bulu kuduk merinding.
"Ya TUHAN...tolong kami " jerit papa..
Mengikuti Calista duduk dan berdoa ..
Arg..Arg...
Mereka mundur perlahan.."Terus berdoa nak , papa akan menembak satu atau dua manusia jadian ini " ucap Aldi setengah jongkok.sambil memberi minyak urapan di dalam peluru nya sambil berdoa.
Aldi menarik kongkang senjata itu.
Kemudian..
Dor...dor..
Tiga tertembak dan tergeletak...
Dalam seketika jasad manusia jadian yang tertembak itu dan mereka mengerumuni teman yang tertembak..
aaarrrgggg ...panasss..
Terlihat beberapa teman manusia serigala itu seperti kepanasan..
"Pap ko ??..
"Ya ..papa mengolesi dengan minyak itu " memiting ucapan Calista...
"Jika begitu mengapa tidak memakai ini " Calista memberi sekantong kapas.
"Pintar kamu nak,...
mengambil kapas dan membeluri dengan minyak dan meletakkan di tempat peluru yang kosong..
menarik kongkang dan..
Dor..dor..dor..dor..
Mereka terkejut...dan seketika tubuh manusia jadian itu berasap dan meleleh seperti lilin.
Guy tak mudah loh membuat novel..
bagaimana selanjutnya...
besok ya ku usahakan...cari inpirasi guys..
like and cmnd kutunggu..
__ADS_1
terima kasih