
kabut terlihat di pagi hari... udara di perkebunan terasa sangat dingin menusuk tulang.
sebenarnya pemandangan sangat indah, sedap dimata. terlihat dari kejauhan tebu- tebu menjulang tinggi. sudah waktunya dipanen.
terlihat truck tebu yang ngangrak di setiap jalan.
dibiarkan begitu saja. hanya lampu - lampu jalan saja yang masih menerangi di setiap sudut jalan.
Mungkin saat mereka sedang kerja malam , ada serigala yang akan menerkam .ketakutan mereka berlari kocar-kacir menyelamatkan diri, hingga truck - truck itu dibiarkan begitu saja.
ketakutan...
tentu saja mereka ketakutan...
mereka lebih memilih menyelamatkan diri daripada harus berada disini. menjadi korban para serigala jadian.
Pakpe memandang sekeliling nya menarik nafas panjang , tak terdengar suara azan dan suara ayam kokok. di pagi hari.
padahal waktu sudah menunjukkan jam empat subuh. jangankan suara ayam. burung pun tak terdengar berkicau.seakan tahu ini bukan tempat yang nyaman untuk mereka.
tak terlihat orang yang berlalu lalang. baik ke masjid atau yang berolah raga, maupun mereka yang akan berangkat pergi kerja pagi.
Yang ia tahu jam empat subuh, biasa nya bagi yang muslim akan sholat subuh.
tak ada seorang pun yang terlihat berlalu lalang
sangat sepi dan mencekam.
bertanda perkebunan ini sudah mati. tak ada kehidupan. Dimanakah sang pengede perusahaan ini. hingga mereka tak mengetahui kejadian yang mencekam di perkebunan.
"huuuf, apa yang harus aku lakukan ". guma pakpe.bimbang memandang sekeliling nya.
Apa ia harus membawa pergi Calista dan keluarga nya. atau menetap disini dan menyelesaikan masalah nya.
ia memicing kan mata . memandang sekelilingnya. kembali menarik nafas panjang.
sesuatu keputusan harus di ambil nya sekarang.
Berjalan perlahan semakin jauh meninggal kan halaman rumah dinas Aldi.
melihat kekanan dan kiri. seperti mencari sesuatu.
tapi tak ia dapatkan.
Berfikir, mungkin siang saja agar ia bisa melihat dengan jelas.
Memutar badan hendak kembali ke rumah dinas Aldi.
Kreeeetek..
"suara apa itu ". batin Pakpe waspada , berdiri mematung.
tiba - tiba...
Bruk...
brakkk
Terkejut pakpe mundur dua langkah. mengambil handphone nya dan memencet tanda senter.untuk menyinari apakah yang jatuh itu.
suasana masih terlihat gelap dan mencekam.
__ADS_1
dengan dada berdebat, Pakpe lebih mendekat lagi, untuk memastikan apakah yang jatuh disamping nya.
Alangkah terkejutnya Pakpe, melihat seorang manusia yang sudah separuh serigala, memandang nya tajam.
Tapi ia seperti sedang kesakitan.
"kamu siapa??? ". tanya Pakpe masih dalam posisi waspada.
"arrrggghhh,.. ". tak menjawab hanya tatapan mata menatap tajam dan memohon.
Sambil berdoa, Pakpe menghampiri pria yang seperti nya menahan sakit. ia tak dapat berdiri..
"tolong saya, bunuh saya saja..saya tidak kuat, tak ingin seperti ini... lebih baik saya mati ". bicara dengan terbatas - bata, dengan mata mememrah.
arrrrgggghhh ". suara kesakitan,setengah manusia ia memohon, setengah serigala menatap tajam Pakpe seakan ingin menyantapnya. ada tatapan putus asa disana.
tampa menjawab setengah waspada pakpe melanjutkan doa nya.kemudian menyentuh tubuh pria itu .
"aaakkkkhhhh.......
te.. Terima kasih ". ucapnya terbata dan tubuh nya kamu , menjadi debu dan hilang bagaikan di tiup angin.
"hhuuuuufff..... " Pakpe menarik nafas panjang.
walau debu itu sudah lenyap.
Pakpe Menutup dimana letak debu itu berada dengan tanah di kaki nya.
entah apa maksud nya.
bergegas kembali berjalan pulang, menuju rumah dinas Aldi.
ia harus berbicara, entah Aldi dan istrinya setuju atau tidak yang penting ia harus bicara.
Alangkah terkejutnya ia melihat Aldi, Agnes, Andrew dan bibi masih duduk di samping Agnes.
sebab ia pikir semua orang yang berada didalam rumah sedang beristirahat.
"kalian sudah bangun????... memandang satu persatu.
"kami tidak bisa tidur,kami ingin bicara dengan Pakpe ". Aldi mengawalinya.
"saya sudah tahu keinginan anda, sebenarnya..
". Pakpe terlihat ragu - ragu.
"ada apa pak???... " bulu kuduk Aldi merinding melihat wajah pakpe.
"saya sudah pernah bilang, jika Calista itu sangat wangi... ia menjadi incaran para mahkluk asal. terutama mahkluk asral di perkebunan ini.
jika ia dibawa pulang... ".menatap wajah yang tegang itu satu persatu.
"tapi bukan nya jika sudah menyeberang. anak saya akan aman Pakpe??... ". tanya Agnes penasaran. sambil melirik Aldi . ia sebal mengapa tidak bicara langsung.
"itu menurut mbak Agnes, yang saya sangat khawatir jika... akan menambah masalah.
sebab...
seperti nya saat ini anak Calista sudah hampir menjadi setengah bagian dari mereka ,makanya saya bilang akan menambah masalah. karena mereka ada dimana - mana. jadi percuma ". ucap tak tega Pakpe melihat wajah lelah dan memelas mereka.
"jadi????.... "terbatah - batah, Agnes bicara dengan menahan tangis nya.
__ADS_1
"ya... kita harus berada di sini.
hmm... . . " seperti ragu bicara.
****
"ada apa pakpe.
tolong jangan buat saya takut. " Aldi menangkup kedua tangan nya menahan tangis. memohon Pakpe bicara terus terang. ia sendiri sudah lelah dengan semua ini.
Lelah dan takut.
takut anak semata wayang nya...
ah sudah lah...
ia harus bertanya terlebih dahulu.
"kecuali....
jika ada yang mau menikahi Calista.
untuk memutuskan mata rantai mereka dan....". ucap Pakpe... ia sendiri tak percaya jika ia bicara lancar seperti itu. tak percaya apakah benar akan menyelesaikan masalah.
sebab iblis itu sangat licik.
mulai timbul keraguan di dalam diri Pakpe.
Gleeeeg....
"Haaaa.... ".jerit tertahan Aldi dan Agnes. Dengan wajah yang sangat sok.
Bagaimana bisa, putri semata wayang nya yang masih belia, sudah harus di nikahan.
"ba... bagaimana bisa, ia masih muda Pak... " setengah menjerit Aldi menatap pakpe tak percaya.
"hanya ini jalan satu - satunya ". entah bagaimana memberitahu kepada kedua orang tua Calista.
"jelaskan sejelas - jelas nya pak, saya belum mengerti??.... ". tanya Aldi sekali lagi, sambil memeluk Agnes menenangkan nya.
"saya hanya memberikan saran, jika ingin selamat adik Calista dinikahkan saja. itu pun kita pasti akan mendapatkan perlawanan dari mahkluk asal itu. sebab dengan menikah kan asik Calista. saya dapat memancing ia keluar dan menjebak nya.
dengan syarat kita semua harus puasa dua hari dua malam, bahkan lebih ". ucap Pakpe menatap sekeliling nya.
"ta... tapi bagaimana jika terjadi sesuatu dengan anak saya pak dan ia akan menikah dengan siapa???.... " tanya Aldi berharap ada jalan keluar.
Pakpe menarik nafas panjang...
"ya kita harus menghadapi dengan... ".tak dapat melanjutkan ucapannya. pandangan mata Pakpe ke arah Andrew. tiba - tiba mempunyai akal.
"nak Andrew.... maukah kamu menikah nak Calista?. " tanya Pake penuh harap tampa bertanya kepada kedua orang tua Calista.
Serentak semua memandang Andrew yang terlihat menahan mengantuk.
"a... ada apa Pakpe???... ". Andrew terlihat bingung.
"kamu... mau kah kamu menikahi Calista, ????...
segini dulu ya.
Like and comment kamu sangat berharga bagiku.
__ADS_1
Terima kasih.
selamat membaca