
Kembali ke sekolah, Calista seperti anak - anak yang lain.
Belajar dan bercanda ria.
Malam tiba...
Tampak bayangan hitam berdiri di atas rumah tetangga Calista , bayangan hitam itu memandang rumah Calista.
Ia seperti sedang menunggu seseorang.
Terlihat dari kejauhan , Calista, papa dan mama nya sedang menonton televisi .
Sekali - kali terlihat Calista tertawa.
Didalam rumah Calista...
Tiba - tiba Calista terdiam seperti mencium sesuatu.
"Ada apa nak ? " tanya mama Agnes memegang lembut pundak nya.
"Calis seperti melihat sebuah bayangan hitam ...
"Ko seperti ?? " tak mengira Calista berbicara seperti itu.
"Entah mam, ko Calis lihat nya buram....
"Astaga " batin Aldi memandang sang istri yang sama - sama terkejut.
"Ayo kita berdoa bersama " ucap papa Aldi , ia sedikit lega mengingat Pakpe sudah memahami rumah nya.
Berdoa....
Selesai berdoa , Calista memberanikan diri melihat keluar.
"Ya ..iya tadi berada di atas genting tetangga depan " batin Calista tak ingin membuat kedua orang tua nya khawatir.
"Nak ada apa " mencari ada apa yang di lihat sang anak indigo.
"Tidak ada apa - apa mam " dengan mata yang masih memandang ke depan.
__ADS_1
Tanpa sepengatahuan Calista , Aldi menghubungi Pakpe...
"Hallo Pakpe selamat malam...
"Ya pak selamat malam. ada apa ???..
"Tadi Calista me...
"Ya...saya tahu , anda harus selalu menginggatkan Calista untuk selalu berdoa .."ucap Pakpe.
"Tapi apakah berbahaya jika Calista keluar sendiri ??...
"Tidak jika andalkan doa , andalkan doa maka ia akan kuat " ucap Pakpe santai..
"Satu lagi.
Bilang Calista jika bertemu orang yang sekira nya ia merasa tak nyaman.
jangan melihat mata " memberitahu.
"Satu lagi, Calista anak yang cantik , ia menjadi incara anak manusia dan mahkluk asral anda harus berhati - hati , jangan sampai terjadi yang ke tiga kali nya " Pakpe mengingatkan.
Deg
"Akan selalu saya ingat pak dan
akan saya sampaikan pesan - pesan Pakpe " Aldi mengakhiri pembicaraan nya.
Aldi menarik nafas panjang , berfikir resiko mempunyai anak indigo yang harus di ingat nya...dan akibat nya.
"Nak...kemari " panggil Aldi saat ia melihat Calista akan memasuki kamar.
Calista menghampiri dengan mengangkat kedua alis nya, melihat sang papa yang tampak serius.
"Ada apa Pap ???...
Aldi menceritakan , saat ia menghubungi Pakpe.
"Kamu jangan lupa itu ya nak, berdoa...berdoa dan selalu berdoa " ucap Aldi sambil mengelus kepala Calista..
__ADS_1
"Akan selalu Calis ingat Pap " menganggukkan kepala.
Sementara bayangan hitam itu menjauh , ketika Calis berdoa..
Aaarrrgggg....
Dan pergi menjauh .
****
Hari Minggu yang cerah , Calista , dan kedua orang tua nya joging bersama.
Itu mereka lakukan untuk kesehatan dan time Family.
Aldi mengandeng tangan kedua perempuan yang di cintai nya.
Tiba - tiba Calista berhenti mengagetkan kedua 9rang tua nya.
"Calis now " ucap Agnes gemetar.
Aldi memberi isyarat agar Agnes tenang.
"Apa yang kamu lihat nak ???
"Bayangan hitam itu kenapa selalu mengikuti Calis Pap ?? " menunjuk ke atas.
"Dari mana ia mengikuti kita ?? " Aldi memberanikan diri.
Dari keluar gang rumah kita " ucap nya santai...
"Calis Santa , emak nya gemetar " batin Agnes menatap sang suami.
Aldi menghirup nafas panjang , berusaha untuk tak takut.
Walau di dalam hati nya setiapelihat Calista seperti 8ti , ia tak dapat berbuat apa - apa.untung ada Pakpe yang selalu mengingatkan nya .
"Berdoa nak ....
maaf bila ada kata - kata yang salah
__ADS_1