Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
resiko indigo


__ADS_3

Kembali ke sekolah, Calista seperti anak - anak yang lain.


Belajar dan bercanda ria.


Malam tiba...


Tampak bayangan hitam berdiri di atas rumah tetangga Calista , bayangan hitam itu memandang rumah Calista.


Ia seperti sedang menunggu seseorang.


Terlihat dari kejauhan , Calista, papa dan mama nya sedang menonton televisi .


Sekali - kali terlihat Calista tertawa.


Didalam rumah Calista...


Tiba - tiba Calista terdiam seperti mencium sesuatu.


"Ada apa nak ? " tanya mama Agnes memegang lembut pundak nya.


"Calis seperti melihat sebuah bayangan hitam ...


"Ko seperti ?? " tak mengira Calista berbicara seperti itu.


"Entah mam, ko Calis lihat nya buram....


"Astaga " batin Aldi memandang sang istri yang sama - sama terkejut.


"Ayo kita berdoa bersama " ucap papa Aldi , ia sedikit lega mengingat Pakpe sudah memahami rumah nya.


Berdoa....


Selesai berdoa , Calista memberanikan diri melihat keluar.


"Ya ..iya tadi berada di atas genting tetangga depan " batin Calista tak ingin membuat kedua orang tua nya khawatir.


"Nak ada apa " mencari ada apa yang di lihat sang anak indigo.


"Tidak ada apa - apa mam " dengan mata yang masih memandang ke depan.

__ADS_1


Tanpa sepengatahuan Calista , Aldi menghubungi Pakpe...


"Hallo Pakpe selamat malam...


"Ya pak selamat malam. ada apa ???..


"Tadi Calista me...


"Ya...saya tahu , anda harus selalu menginggatkan Calista untuk selalu berdoa .."ucap Pakpe.


"Tapi apakah berbahaya jika Calista keluar sendiri ??...


"Tidak jika andalkan doa , andalkan doa maka ia akan kuat " ucap Pakpe santai..


"Satu lagi.


Bilang Calista jika bertemu orang yang sekira nya ia merasa tak nyaman.


jangan melihat mata " memberitahu.


"Satu lagi, Calista anak yang cantik , ia menjadi incara anak manusia dan mahkluk asral anda harus berhati - hati , jangan sampai terjadi yang ke tiga kali nya " Pakpe mengingatkan.


Deg


"Akan selalu saya ingat pak dan


akan saya sampaikan pesan - pesan Pakpe " Aldi mengakhiri pembicaraan nya.


Aldi menarik nafas panjang , berfikir resiko mempunyai anak indigo yang harus di ingat nya...dan akibat nya.


"Nak...kemari " panggil Aldi saat ia melihat Calista akan memasuki kamar.


Calista menghampiri dengan mengangkat kedua alis nya, melihat sang papa yang tampak serius.


"Ada apa Pap ???...


Aldi menceritakan , saat ia menghubungi Pakpe.


"Kamu jangan lupa itu ya nak, berdoa...berdoa dan selalu berdoa " ucap Aldi sambil mengelus kepala Calista..

__ADS_1


"Akan selalu Calis ingat Pap " menganggukkan kepala.


Sementara bayangan hitam itu menjauh , ketika Calis berdoa..


Aaarrrgggg....


Dan pergi menjauh .


****


Hari Minggu yang cerah , Calista , dan kedua orang tua nya joging bersama.


Itu mereka lakukan untuk kesehatan dan time Family.


Aldi mengandeng tangan kedua perempuan yang di cintai nya.


Tiba - tiba Calista berhenti mengagetkan kedua 9rang tua nya.


"Calis now " ucap Agnes gemetar.


Aldi memberi isyarat agar Agnes tenang.


"Apa yang kamu lihat nak ???


"Bayangan hitam itu kenapa selalu mengikuti Calis Pap ?? " menunjuk ke atas.


"Dari mana ia mengikuti kita ?? " Aldi memberanikan diri.


Dari keluar gang rumah kita " ucap nya santai...


"Calis Santa , emak nya gemetar " batin Agnes menatap sang suami.


Aldi menghirup nafas panjang , berusaha untuk tak takut.


Walau di dalam hati nya setiapelihat Calista seperti 8ti , ia tak dapat berbuat apa - apa.untung ada Pakpe yang selalu mengingatkan nya .


"Berdoa nak ....


maaf bila ada kata - kata yang salah

__ADS_1


__ADS_2