
membuka mata perlahan melihat kedua orang tua nya...
Sejak mereka datang ke perkebunan ini, ada saja kejadian yang sangat menyedihkan. membuat Calista tak habis pikir...
apa salah keluarga nya . sehingga malapetaka menyerang keluarga Calista.
Duaaar..
Di sertai angin kencang...
Dengan cepat Calista berlari , melihat di depan kaca jendela.
Terlihat Pakpe sedang berusaha mempertahan kan tubuh , agar tak terbawa angin...
"Tadi bunyi apa ??? " Calista bertanya sendiri...
Papa, mama, bibi dan Mamang terlihat masih berdoa...
Pelan Calista membuka pintu dan duduk bersila di depan pintu.
Konsentrasi...
Membantu Pakpe yang seperti kewalahan menghadapi mahkluk kasat mata itu...
"Pergi kamu, kalau tidak kamu akan mati " terdengar suara Pakpe di tengah gemuruh angin .
"Ha...ha..ha...rupa - rupa nya ada bocil yang sok tau , ingin membantu bantod tua ini " ejek mahkluk itu tak menghiraukan ancaman pakpe
"Ya ampun , kenapa Calista keluar, mahkluk ini sebenarnya sedang mengincar nya juga " batin Pakpe dalam hati kaget melihat Calista sedang duduk bersila didepan pintu.
Tak mendengar ucapan mahkluk itu...
Pakpe merogoh kantong nya...
__ADS_1
"Sial botol itu terjatuh , jauh dari ku " umpat Pakpe ...
Ha....ha....ha....mati kau " seperti mengirim sesuatu..seperti mengetahui Pakpe kehilangan senjata nya .
Duar...
Pakpe berhasil menangkis kiriman itu dan terdengar suara seperti petir...
Mendengar petir , tetangga Aldi keluar , mereka heran angin ribut dan bunyi seperti petir hanya mengarah ke rumah Aldi saja , di rumah mereka tidak terjadi apa - apa....
"Ada apa dirumah pak Aldi " ucap mereka bertanya satu dengan yang lain nya.
"Kalian semua yang ada diluar , masuk kerumah masing - masing " teriak Pakpe melirik ke belakang.
Heran , walau tak mengerti tanpa komando mereka memasuki rumah masing - masing , sesekali melihat kebelakang dan mata mereka mencoba mencari keluarga Aldi.
"Calista , dik.....om harap kamu masuk kedalam cepat....." teriak Pakpe berharap...
"Tenang om Pakpe saya sudah melingkari , untuk menjaga diri saya " berdiri membuat lingkaran yang terbuat dari minyak itu...
Ha....ha...ha...ha .."sini cantik mendekatkan..menyeringai ..seram.
"Bertobat lah , sebelum kau mati " ucap Calista santai tersenyum , walau sebenarnya ia sendiri gemetar.tapi berusaha untuk kuat.
"Anak bau kencur tau apa ???...bentak nya merasa tersinggung dengan ucapan Calista.
Bayangan hitam itu ingin menghampiri Calista...
Tapi saat ia dekat , terpental...
Tak mau kesempatan hilang , Pakpe mengambil minyak yang jatuh dan dengan kecepatan yang tak terlihat mata .
membuka minyak itu dan menyiram nya..
__ADS_1
ketubuh bayangan hitam itu..
****
Aaarrrgggg....
"Kurang ajar , aaaarrrg ...sakit " jerit nya..
Mahkluk itu kejang - kejang si tanah.
Tak mahkluk itu berdiri , Calista dengan cepat menyiram lagi dengan minyak...
Dan Pakpe serta Calista berdoa di depan mahkluk itu...
Dan...
Wuissshhh....
Hancur jadi abu.. ...
Pakpe berjalan mengambil sapu dan serokan...
Serta mengumpulkan abu itu menjadi satu dan di masukkan kedalam botol kecil .
"Pakpe , Calista...syukurlah kalian selamat " ucap Aldi memeluk anak semata wayang nya...
"Saya penasaran pak , siapa sebenar nya yang selama ini menganggu keluarga kami . " ucap Aldi penasaran.
"Sampean akan tau nanti " ucap nya sambil menutup botol itu.
Duuuaaar...
Tiba - tiba dari rumah Aldi berjarak lima rumah . terlihat sebuah rumah yang meledak...
__ADS_1
Bunyi ledakan yang mengejutkan , membuat semua keluar dari rumah masing - masih..