
"iya kenapa disini panas sekali...
ayo kita ketempat lain ". ucap nya mengajak teman untuk pergi . karena mereka mulai kepanasan . akhirnya mereka berjalan sambil mengensus - endus kekanan dan kiri.
Para penjaga serigala itu berjalan terus , hingga tak terlihat oleh mata.
Pakpe dan Aldi menarik nafas panjang.
"ayo ikut saya. kita ikuti arah bau wewangian itu ". ajak Pakpe.
Walau bingung Aldi mengikuti saja.
tangan dan mata Aldi , bergegas Pakpe tutup dengan kedua tangan nya
"kenapa hidung saya dipegang ". batin Aldi dalam hati. tetapi ia takut untuk membuka mata.
tiba _tiba ia mencium wewangian bunga tujuh rupa.
sedangkan Pakpe mulai menahan nafas. agar ia tak terpengaruh.
"hm...
ingin bicara kembali Pakpe memutup bibirnya.
terdiam menunggu reaksi Pakpe.
kembali tangan Pakpe menarik Aldi ke sudut tiang besar dan mengajak untuk berdoa dengan mengatupkan kedua tangan Aldi .
lagi - lagi Aldi bingung dan hanya menuruti Pakpe.
"kamu boleh membuka mata , tapi jangan terkejut dan tetap diam ". bisik Pakpe setelah berdoa.
setelah Amin , perlahan Aldi membuka mata.
pikir nya tidak ada siapa - siapa.
tetapi ...
tiba - tiba....
Kembali terdengar alunan musik yang sangat sayduh...
alam seakan mengikuti alunan musik itu.
Pakpe menarik tangan Aldi , ia geleng - geleng kepala tanda jangan sampai ikut terhanyut perasaan alunan musik itu. ketika ia melihat Aldi mulai hanyut dalam alunan musik itu.
Aldi menganggukkan kepala walau lemah. tapi sinar mata nya redup.
plaaak...
Pakpe menampar keras pipi Aldi.
kaget dengan tamparan Pakpe.
tersadar Aldi lalu mengatup kedua tangan nya , tanda ia meminta maaf.
Pakpe segera memberikannya air minum.
setelah meminum dan memberikan botol air minum ke Pakpe. Aldi meyandarkan tubuh nya di tembok .
ternyata sangat sulit , sulit sekali...
agar ia tak ikut terpengaruh dengan alunan musik. ya sangat sulit untuk tak mendengar alunan musik yang membuat nya menjadi liar...
liar ...
seperti bukan seorang Aldi...
.untung ia belum terlalu masuk kedalam alunan musik ini.
Aldi berdoa dalam hati agar ia kembali di kuat kan.
"sudah boleh buka mata ". bisik Pakpe ketika ia tak mendengar alunan musik itu lagi.
tapi ternyata Pakpe salah. setelah Aldi membuka mata.
terdengar kembali alunan musik yang sangat sayhdu. dengan berbarengan para wanita cantik berjalan. dengan memakai baju yang sangat seksi.....
dada terbuka dan memakai celana pendek sebatas sel*ng*ang wanita.putih mulus tampa cela.
wanita yang sangat cantik sekali , hingga membuat Aldi terbelalak melihat nya.
membuat hasrat nya naik.
para wanita cantik yang berjalan dengan angun itu seperti hendak menghampiri Aldi dan Pakpe.
bagai terhipbotis Aldi dan Pakpe menatap tak berkedip....
sebagai pria dewasa, tentu tak akan menolak jika disajikan wanita cantik dan seksi.
Aldi dan Pakpe menatap tak berkedip wanita cantik , putih , mulus dan seksi.
pria mana yang tak akan tergoda.
tiba _tiba ...
terdengar suara orang memangil.
Aldi....
Pakpe...
suara seorang wanita memanggil , seperti mengingatkan mereka.
suara itu seperti suara Agnes...
kedua manusia beda generasi itu terdiam mengacuhkan yang memangil. Mereka sedang assik menatap para wanita cantik yang berlengak lengok di depan mata mereka.
sampai Aldi dan Pakpe mengeluarkan air liur.
****
Agnes dan Andrew..
saat Andrew sedang menyendoki nasi kepiring nya. ia mendapatkan Calista kejang - kejang.
panik...
ya tentu saja panik...mengacuhkan nasi yang ia letakkan setengah melempar ke meja dan mengacuhkan cacing di perut yang sedang demo.
Andrew setengah berlari mendekati Calista.
"Ada apa nak ". Tanya Agnrs ketika ia , mendengar suara piring di lempar Agnes Berjalan dengan santai , tak mengetahui jika anak kesayangan nya sedang kejang - kejang. Agnes yang baru saja dari kamar mandi melihat Andrew bingung
Andrew terpaku entah harus berbuat apa. hanya menunjuk ke arah Calista.
"Astagaaa....". jerit Agnes ketika ia melihat tangan Andrew menunjuk ke arah Calista.
"kita harus bagaimana nak... ". jeritnya kebingungan. tubuh nya bagai tak mempunyai tulang melihat anak semata wayang nya kejang.
Agnes terjatuh duduk sambil menangis
"berdoa bu ". jerit bibi setengah berlari meletakan gelas dengan kasar ke atas meja makan.
"bu...den , ayo kita berdoa.
__ADS_1
kenapa kalian hanya diam saja ". sentak bibi sambil menarik kedua tangan Agnes dan Andrew ketika melihat mereka terdiam tak merespon.
"Haaa....". Agnes dan Andrew tersentak sadar jika mereka harus berbuat sesuatu.
"iya ayo kita berdoa , hanya itu yang bisa kita perbuat saat ini ". Ucap Andrew berinisitip untuk memimpin doa.
sambil memegang kepala Calista , Andrew berdoa.
berdoa....berdoa dan berdoa..
terlihat tubuh Andrew bergetar dan keringat .
Bibi melihat situasi tak memungkinkan .ia bergegas mengambil daun kelor yang letak nya berada di kepala Calista.
sambil berdoa bibi mengusap keseluruh tubuh Calista daun kelor itu.
"Aldi ,Pakpe ......ada apa dengan kalian ". jerit Agnes sambil menangis , ketika ia mengingat sang suami sedang berjuang disana.
"mungkin Pakpe dan om Aldi sedang dalam bahaya tante ". Andrew menatap Agnes.
ia berfikir , ada kejadian yang mengakibatkan Calista kejang . apa ini bertanda ada sesuatu .insting nya berbicara sebagai tentara.
"ya Tuhan....." . Agnes menutup mulut dengan kedua tangan. berusaha menahan air .ata nya jatuh . tetapi ia tidak bisa.
air beming itu selalu jatuh.
"ayo kita sebut nama mereka , kembali sambil berdoa ". usul Andrew.
"Aldi...
Pakpe....kalian tidak apa - apa ???....". tanya Andrew di ujung doa nya.
Pakpe...papa...". memghapus air mata yang tak henti nya turun. ia apus air mata itu , tetapi air mata nya tak mau berhenti..
"sabar bu ...". bibi mengusap bahu Agnes menguatkan sang juragan. Saat ini hanya itu yang bisa ia perbuat. samb8l menarik nafas panjang. mengerti di posisi sang juragan.
"kita pangil...pangil dan pangil lagi mereka lebih kencang , harus kencang dan kita tidak boleh kalah ". desak Andrew ia merasa kasihan melihat Agnes.
"Aldi...
Pakpe...Aldi..Pakpe...
begitu terus mereka lakukan tak henti sambil berdoa menyebut nama mereka.
tersentak ada yang memangil mereka..
Aldi dan Pakpe melirik kekanan dan kiri.
masih dalam tak bersuara , mencari sumber suara yang memanhil mereka.
sadar ada yang tidak beres dwngan mereka.
Pakpe berdoa..
dan....
heran nya para wanita cantik itu tidak ada . yang ada hanya serigala yang berbaris berjalan keluar.
mengapa yang ada serigala bukan wanita cantik?????
tersadar...
"ya TUHAN ..."jerit Pakpe meraup wajah nya kasar .
ia merasa malu ,diri nya hampir terperangkap godaan iblis. iman nya mulai goyang. sudah di permainkan oleh siluman itu.
masih beruntung ia masih dilindungi.
kembali menarik tangan Aldi. mengajak nya berdoa.
Aldi terdiam dengan wajah yang memucat.
"i..itu tadi yang berjalan bukan nya.wanita cantik Pakpe ???....". tanya Aldi penasaran .menelan saliva nya dengan kasar. gemetar jika mengingat kejadian barusan. beruntung ia mendengar suara istri memangil nya.
"kita telah terkecoh , mereka pintar mengunakan wanita cantik...hampir kita tergoda. untung saja . mereka yang berada dirumah mu sadar dan memangil kita...jika tidak entahlah ". Pakpe menarik nafas panjang.
"ja..jadi yang memanggil kita orang rumah ". ujar Aldi terperanjat mendengar ucapan Pakpe.
"ya...berkat doa mereka ...
"ayo kita kembali berjalan , kita harus saling mengingatkan jika , bahaya masih memgintai kita ". melihat kedepan . semakin berjalan masuk kedalam rintangan semakin berat.
selesai berdoa , mereka melanjutkan mencari kamar Calista berada.
"Ya TUHAN....lindungi kami. agar saya dapat membawa pulang putri saya. dari cengkraman roh jahat TUHAN ". doa Aldi dalam hati sambil berjalan mengikuti Pakpe.
saat Aldi melirik jam tangan nya , jam sudah mulai menunjukkan pukul 06.00.
kalau di dunia nyata mungkin saat ini sudah magrib.
semakin malam Aldi semakin merasakan bulu kuduk merinding.
"Ah...ada apa lagi di depan ..
ko aku semakin merinding ". batin Aldi dalam hati sambil melirik Pakpe.
Melihat Pakpe yang tak henti berdoa.
mulutnya yang terlihat komat kamit. ia pun mengikuti nya..
berhenti di sebuah ruangan yang tak ada skat.
tidak ada apa _ apa. tak ada satupun serigala.
Pakpe mengangkat satu alis nya.
mulai kosentrasi...duduk bersila. perasaan nya mangatakan jika di balik suasana sepi ini akan ada masalah.
"Hufff.....
aku harus melakukan ini ". batin Pakpe dalam hati sambil melirik Aldi yang terlihat sedang mengusap tengkuk nya.
kembali menarik tangan Aldi , ia mulai kosentrasi.
mengeluarkan kanuragan nya...
mata bathin nya mulai memperlihatkan setiap ruang ada pintu yang tadi tak terlihat.
"hm...dimana Calista ". mencari tiap pintu. mata nya menyipit memastikan dimana Calista .
"Calist....Calista ada dimana kamu ....". pangil Pakpe dengan mata batin nya . ia merasa seperti ada yang memperhatikan dari jauh.
sebuah mata merah yang menatap tajam dari kejauhan.
"Pak...
kenapa saya merinding ???....
ada apa ya pak ??...". beruntun pertanyaan Aldi. masih tetap menutup mata. ia tak ingin disalahkan.
"sebentar....". meraup wajah Aldi.
buka lah....
"kenapa anda meraup wajah saya ? ". tanya Aldi heran.
__ADS_1
tak menjawab pertanyaan Aldi , ia hanya memandang kedepan.
****
Perlahan melepaskan ikatan tangan nya .
Alangkah terkejutnya Aldi. tadi ia melihat ruangan ini seperti pendopo , tak ada pintu.
tapi sejak pakpe meraup wajah nya . ia bisa membuka melihat yang sesungguh nya.
Aldi melihat ada banyak pintu.
mengaruk kepala yang tak gatal , berjalan perlahan mendekati satu pintu .
"hm....", guma Pakpe memicingkan mata nya. mata merah yang memandang tajam itu seperti ingin menampakkan dirinya.
Pakpe berjalan mendekati Aldi.
kembali mencekal tangan Aldi dan mengikatnya.
"ada apa Pakpe ????....
mulai merasakan ada bahaya yang mengancam.
"ikuti saya , jalan lurus ke depan tanpa melihat kekanan dan kiri ". ucapnya sambil memehamkan mata.
tau ada sesuatu Aldi hanya diam , menuruti perintah Pakpe.
melihat Pakpe menutup mata , Aldi pun mengikutinya. takut jika ia melihat mahkluk asral dan dirinya belum siap.
berjalan perlahan sambil berdoa Pakpe dan Aldi. mencari dimana Calista berada.
tampa memperdulikan mata merah yang menatap nya tajam.
mata itu semakin marah , dengan menyeringai ia berusaha menghampiri Pakpe dan Aldi.
tapi ia tak mampu...seakan ada yang menahan nya.
grrrr....grrrr....."teriak nya marah mata nya tak lepas memandang Pakpe dan Aldi.
"ii...itu suara apa Pakpe ??" . tanya Aldi gemetar.
"diam dan jalan jangan lihat kanan kiri , tetap berdoa ". sekali lagi Pakpe mengingatkan.
menguatkan hati untuk tidak takut. Aldi kembali mengikuti Pakpe...berjalan sambil berdoa tetap memejamkan mata.
"Arrrrgggg.....kamu sudah masuk wilayah kami ". menatap tajam.
"saya tak ingin menganggu kalian. pergilah ...". dengan tegas Pakpe berbicara. tentu saja bersiap dengan segala kemungkinan.
grrrrr....
mahkluk hitam bertubuh tinggi menghampiri Pakpe dan Aldi .
"o kamu menantang saya....
"tetap berdoa ya ". bisik Pakpe kepada Aldi. berjalan menghampiri mahkluk itu.
sedang tangan nya melepas selendang yang mengikat tangan nya dan Aldi.
Ha...ha...ha...ha...manusia . berani dengan kami ???....tubuh nya yang besar terguncang karena tawa nya.
lebih dari sepuluh merah itu menghadang Pakpe.
"kenapa kami harus takut ???...
saya hanya takut dengan TUHAN ". tantang Pakpe.
mendengar kata TUHAN , terlihat mahkluk itu gemetar. dwngan tubuh mundur satu langkah.
"pergi jangan halangi saya , sebelum kalian saya hancurkan ". ancam Pakpe menatap tajam. tak sedikitpun ia takut.
"ha..ha..ha..ha..ha..ha...
suara tawa yang bergema dimana - mana membuat Aldi gemetar...ia menguatkan diri.
dengan ia tetap berdoa. Pakpe duduk bersila.
"pergi kamu dari sini , mahkluk jahat ..." bentak
Pakpe berdoa sambil menatap tajam mahkluk itu tak mau kalah.
arrrrgggg.....arrrggggg...panas..panaaaaas " teriak mahkluk asral itu kepanasan. mengeliat kesana kemari kepanasan.
akhirnya mereka menghilang , menjadi gumpalan asap.
"haaa....". Aldi menarik nafas panjang lega , sambil menghapus keringat di dahi nya.
"anda tidak apa - apa ? ". tanya Pakpe bangkit berdiri.
"tidak apa- apa pak ". menelan saliva dengan kasar.
"ayo kita berjalan. hari semakin malam , semakin malam semakin kita tidak tahu ada apa didepan kita ". Menghampiri Aldi kembali mengikat tangan nya ke tangan Aldi. mengikat lebih kencang.
tak berani mengambil resiko , Pakpe tidak membuka pintu. tapi ia hanya melihat dengan mata batin nya dari tiap pintu ke pintu.
di salah satu kamar. ia melihat ada segrombolan manusia setengah serigala.
manusia setengah serigala yang sudah menjadi korban gigitan serigala . tak terhitung ada berapa.
mereka saling membunuh. saling mengigit....
tak henti mereka saling membunuh...hingga salah satu dari merekat terkapar ...siapa yang kuat ia yang menang.
sedih pakpe melihat nya . ia mengelengkan kepala sambil mengelus dada.
kembali berjalan melihat di satu pintu.
dari kedua pintu yang ia lihat. pintu ini lain dari yang lain. melihat dengan mata bathin nya lebih tajam.
yang Pakpe lihat hanya sebuah kamar yang sangat indah.
dengan interior sangat bagus dan bertebaran bunga dimana - mana....
pantas saja wangi.
nekat ingin membuka nya.
Pakpe mendengar derap langkah kaki..
tap....tap....tap...tap...tap...
terdengar langkah kaki yang jumlah nya banyak.
dengan cepat Pakpe duduk bersila dan menarik tangan Aldi agar mengikuti jejak nya.
duduk bersila dengan diiringi doa.
langkah kaki tak sedikit itu terdiri dari tentara dan para dayang.
mereka tak melihat Pakpe dan Aldi..
karena Pakpe sudah melumuri tubuh nya dan Aldi dengan minyak itu. hingga mereka tak terlihat.
terima kasih masih mau mampir disini
__ADS_1
selamat membaca