
"yeeees ." Tampa sadar Aldi berteriak.
Membuat para manusia yang mengerubungi Tiga orang yang kena tembakan Aldi menoleh..
Dengan cepat Calis menutup mulut Aldi.
"Astaga..apa mereka akan mendatangi ku " batin Aldi dengan wajah pucat melirik Calista yang masih membekap mulut nya.
Segerombolan manusia serigala jadian itu .mendekati Aldi dan Calista berdiri.
Berjalan perlahan dengan mengendus keberadaan mereka.
"Nak " berbicara melalui tatapan mata.
Mengerti maksud sang papa Calista mengangguk...
Mengambil minyak dari saku kantong celana , sambil berdoa begitu mendekati dengan cepat Calista menciprati minyak itu...
arggggggg....
Menjadi dalam abu seketika..
Tiba - tiba..
Aung....aung....aung....auuuuunnngg...
Terdengar lolongan anjing yang sangat panjang..
Seketika membuat bulu kuduk merinding...
"Seperti nya mereka tahu jika segerombolan manusia serigala jadian itu sebagian mati ."bisik Calista dengan tatapan mata memerah...
Entah mengapa tatapan mata Calista memerah , marah kah atau ia sedang memikirkan sesuatu.
"Nak...."sekali lagi berbisik sambil memegang pundak Calista.
Hanya memandang sang papa , tak menunggu lama .
Calista menarik 5angan Aldi agar pergi dari sana..
"Mau kemana " Aldi menahan Calista berbicara pakai bahasa isyarat dengan kedua tangan nya.
"Go home ,setelah dirumah kita cari jalan keluar..." berjalan dengan pandangan mata ke arah suara manusia serigala itu bergongoong .Calista mendadak menghentikan jalan nya .
"Pap Liat kesana " membelokkan badan sang papa melihat manusia serigala jadian itu sudah berada di belakang mereka. jarak tak lebih dari satu kilometer. dekat sangat dekat ...
sekali meloncat untuk ukuran manusia serigala.
"Bagaimana Pap " ucap nya..menghitung jumlah manusia serigala yang datang.
"Astaga i..itu
"Tak terhitung mereka sudah mencium kedatangan kita Pap....."ucap Calista menarik nafas panjang di balik masker nya...
"Kita harus bagaimana ???...
"Hanya duduk dan berdoa , hingga pagi menjelang " ucap Calista . menjatuhkan tubuh nya ketanah duduk.
Tanpa banyak bicara Aldi mengikuti gerakan Calista duduk dan berdoa.
Memang hanya itu jalan keluar nya...
Auuuu...Aummm...
Terdengar suara manusia serigala itu saling bersaut - sautan...
Berusaha tidak terpengaruh dengan suara manusia serigala itu .
Aldi dan Calista konsentrasi mulai berdoa .
"Apa pun yang terjadi papa jangan membuka mata " ucap Calista mendekati tubuh sang papa sambil berbisik .
"Hmm....
Mengikuti apa yang Calista katakan Aldi tetap menutup mata , diam dan berdoa.
Walau saat itu sang manusia serigala jadian mendekati tubuh Aldi dan Calista .
Semakin banyak yang mendekati..
Berbareng mereka mengendus tubuh Aldi dan Calista..seperti ingin menelan Aldi dan Calista hidup - hidup.
Aldi merinding dibuat nya , ketika ia merasakan hidung manusia serigala itu menyentuh kulit pipi nya..
Tiba - tiba...
Kaing...kaing..kaing..
Tiga manusia serigala itu merasakan panas pada tubuh nya saat ia menyentuh pipi Aldi..
Kainng...Auu...au...AUM..
Seperti kesakitan ketiga manusia harimau itu berubah menjadi manusia dan ia pun lenyap . tak tersisa karena segerombolan manusia serigala itu .menyerbu dan memakan sesama manusia serigala.
Aldi mulai keringat dingin keluar saat mendengar bunyi kecapan sang manusia serigala..
Kukuruuik...kukuruuik ..
Bunyi ayam berkokok. tanda hari mulai pagi...
Terdengar dari kejauhan bunyi tanda subuh yang di bunyikan oleh tetangga Aldi , memberitahukan saat nya yang beragama Islam menunaikan sholat subuh. walau dari dalam rumah.
Terlihat segerombolan itu kocar kacir berlari tak tentu arah mendengar nya...
"Puji Tuhan...akhir nya.subuh " Calista membuka mata perlahan. meyakinkan nya jika segerombolan manusia serigala itu telah pergi .
"Pap...mereka sudah pergi " ucap Calista menyentuh tangan sang papa yang berasa dingin.
"Huff....akhir nya mereka pergi "Aldi menarik nafas panjang. mengusap keringat di dahi.
Sambil melihat kekanan dan kiri , apakah memang benar para manusia serigala itu sudah pergi.
"Mereka sudah pergi Pap " ucap Calist sambil berdiri.
"Rupa nya mereka jika sudah siang takut nak ???..
"Ya..seperti nya mereka takut matahari...
Ayo Pap , kita pulang " berjalan perlahan .
Deg...
"Kenapa dia masih berdiri disitu ??..
"Siapa nak , siapa yang masih disini ???..
"Entah Pap , manusia korban serakah ya seperti ini " menatap tajam.
__ADS_1
"Maksud kamu nak , papa tak mengerti ???..
"Itu ada manusia serakah berdiri di samping papa ..
"Haa...."Teriak Aldi sadar yang di bicarakan sang anak itu mahkluk asral.
"Ia...manusia jadi - jadian yang akibat harta tak berfikir jika ia mati , dia akan menjadi seperti itu. tak diterima di bumi dan ia terlunta - lunta...
Neraka menunggu nya...
Kepala bermoncong seperti kadal , mempunyai kaki , tangan dan badan seperti manusia " ucap Calista panjang lebar..menatap mahkluk asral itu tak senang.
****
Deg...
"Maksud nya.ia melalui jalan pintas ..
melalui HM...seperti babi ngepet gitu nak ??? " memegang tengkuk nya , sedari tadi ,ia merasa merinding .bulu kuduk nya berdiri .
"Ya kurang lebih seperti itu Pap , tak ingin bekerja keras.tapi mau nya cepat kaya.ya seperti ini " ucap Calista kembali menarik tangan sang papa.
mengajak cepat - cepat pulang .
"Biarkan saja Pap , dia takut kita ko ..ga jadi menganggu..ayo kita pulang kasihan mama sudah menunggu dengan gelisah " ucap Calista tak menggubris kan sang mahkluk asral itu dan tak melihat sang papa yang mulai pucat mendengar ocehan sang anak.
"Tolong saya..." ucap nya .
"Apa yang bisa saya tolong , kamu tidak diterima di bumi " ucap Calista tegas.
"Tolong saya " ucap nya lirih menunduk..
"Kasihan juga Pap !??...
"Apa yang bisa saya tolong ??? " menatap mahkluk asral itu..
"Tolong bilang istri saya , jika ia jangan meneruskan tumbal ini , saya menyesal apalagi ini tumbal anak kami yang terakhir...tolong bilang istri saya agar bertobat " ucap nya..
"HM...sudah insaf rupannya, syukurlah ?? " jawab Calista merasa senang..
Kembali berjalan.
"Rupa - rupa nya ia benar ingin bertobat " batin Calista ketika melihat mahkluk asral itu tertunduk lesu.
"Saya tak ingin anak bungsu saya menjadi tumbal , tingal ia anak kami " ucap nya lirih..
"Siapa istri bapak ??? " Aldi bertanya walau tak mengetahui keberadaan manusia asral itu , tapi sekilas ia mendengar ucapan nya. walau samar - samar.
"Sriyatun istri saya " kembali menunduk.
"Oh...orang yang paling kaya disini " tanya Aldi setengah menjerit kaget dengan kenyataan yang ia dapat.
setau nya mereka keluarga bisnis yang sukses.
Mahkluk itu hanya menganggukkan kepala.
"Ok...akan aku sampai kan..
"Apa kita pantas datang subuh - subuh begini Pap ?? " tanya Calista meminta pendapat sang papa.
"Mau tidak mau , sebelum terlambat..
"Ayo kalau begitu Pap " berjalan dengan cepat.
"Tapi bagaimana dengan mama , mama nanti gelisah tak bisa tidur ??.
Setelah urusan ini selesai , baru kita harus cepat pulang " saran Aldi..
"Ok..kalau begitu..ayo Pap kita jalan lagi
"Ah ya..ya..ya..ayo sayang..kamu benar.mama tak bisa tidur menunggu kita " terus memegang pundak nya yang masih berdiri bulu kuduk.sambil menulis di WhatsApp jika mereka selamat dan mereka akan terlambat pulang karena ada sedikit urusan.
Berjalan dengan memakai penerang seada nya , Aldi memegang tangan anak semata wayangnya .
Lumayan jauh mereka berjalan..
Sesampai di perempatan memasuki perumahan , Calista melihat lagi mahkluk asral yang memasuki sebuah rumah dengan santai.
"Mau ngapain tuyul itu " ucap nya perlahan.
"Tuyul ???...
"Ya..dirumah itu ada tuyul dan seperti kurcaci yang masuk kedalam rumah itu " menunjuk dengan dagu nya..
"Apa iya akan mengambil uang ??..
"Siapa Pap , tuyul???..
"Kalau tuyul iya , tapi kalau manusia kurcaci tidak Pap , mereka hanya hilir mudik saja entah apa yang mereka cari ' menatap sebuah rumah orang kaya, yang di masuki oleh tuyul.
"Nak...ayo kita jalan " Aldi menegur Calista agar cepat jalan , hari sudah pagi. karena sebentar lagi harus bekerja dan sekolah.
"Tunggu Pap...Calis mau tangkap tuyul itu..." sambil melihat kekanan dan kiri.
"Bagaimana cara nya ???.
"Ada botol bekas air mineral , biar aku masukkan kedalam botol ini , setelah aku menangkap nya " batin Calista tak menjawab pertanyaan sang papa. ketika menemukan botol bekas.
"Ssst...papa diam disini saja , Calis mau ke tembok itu , dimana tuyul 5adi masuk.."ucap Calis tapi ia tak jadi berjalan menuju tembok.
langkah nya terhenti di pinggir pagar..
Dengan hati - hati Calista bergerak.
Dan...
Hup..
"Dapat " teriak Calista menjinjing mahkluk yang tak terlihat jika tidak mempunyai Indra ke enam.
Tuyul itu berontak , tapi tak di gubris oleh Calista , dengan segera ia memasukkan kedalam botol bekas air mineral.
****
" Siapa yang menyuruh mu " desak Calista sambil berjalan.
"Bos...."jawab nya santai. melipat tangan nya ke perut.
Mahkluk kecil dan hitam itu membuat Calista naik darah.
Bug...bug..
Dengan sengaja Calista mengoyang goyangkan botol itu dengan kasar. hingga membuat tuyul itu terhempas kekanan dan kiri dengan kencang.
Terdengar kembali.
Bug...bug...bug.
__ADS_1
Ampun...ampun .
"Jawab yang benar , bos kamu nama nya siapa." bentak Calista kasar.
"Paiman " jawab nya memegang tangan nya yang berasa sakit.
Aldi mengangkat satu alis nya.
"Tinggal dimana " Calista tak mengetahui nama itu begitu juga dengan sang papa.
"Di bedeng TS itu " menunjuk sebuah rumah yang sangat sederhana sekali..dengan 5elunjuk nya yang kecil
"Ayo Pap kita kesana " berjalan dengan cepat.
Calista menutup mata , terlihat sepasang suami istri yang sedang menunggu tuyul suruhan nya .geleng - geleng kepala.
Tok...tok...tok.
Sepasang suami istri itu saling berpandangan. siapa yang mengetuk pintu di pagi buta ini.
Sedangkan Tuyul suruhan nya ia tak pernah mengetuk pintu , langsung masuk kedalam dengan membawa uang selembar dan kembali lagi dengan membawa uang . begitu seterusnya , sampai di katakan sang bos cukup.
Kreiiik..
Membuka pintu ragu - ragu.
"Permisi " ucap Calista masih memegang botol air meneral bekas.
"Ya...neng siapa ya ?? " tanya nya melihat gadis cantik dengan membawa botol mineral itu.
"Kak , lihat ga isi botol ini ?"tanya Calista tanpa basa - basi.
Deg..
Sepasang suami istri itu saling berpandangan melihat isi botol air mineral bekas.
"Jika ingin punya duit , jangan dengan cara seperti ini " ucap Calista ketus.
"Apa ga takut dosa ??..
"lihat ga di belakang saya , manusia setengah kadal.pala kadal badan manusia.setelah.mati ia menyesal..karena tak diterima di bumi " ucap Calista terus terang.
"Kami tak punya duit untuk makan dan kami harus membeli susu " jawab sang istri menunduk.
"Tidak dengan cara seperti ini , kakak berdua apa tidak kasihan anak nya makan uang haram , apa lagi kalian masih muda .!!! " ucap Calista jengkel.
"Kamu enak anak orang kaya , bisa sekolah.kami orang tak mampu...orang tua kami tak mampu menyekolahkan kami " bentak sang suami tak senang dengan nasehat Calista yang dianggap lebih muda dari nya .
****
Mendengar sang anak di bentak Aldi , tak senang. menggenggam tangan ingin memukul orang itu .
"Sabar Pap ..." Calista mengingatkan sang papa.
"Betul...tapi kan kalau dengan cara seperti ini tidak akan kekal.
saya memang beruntung mempunyai orang tua yang bekerja dan saya bisa sekolah , tapi mereka pun dari hasil jerit payah dan keringat mereka dan mereka memulai dari nol..tidak instan."jawab Calista tak mau kalah.
Terlihat kedua suami istri itu menunduk.
"Kamu tamatan sekolah apa ?? " tanya Aldi , sadar pertanyaan nya membuat kedua orang itu menahan marah..
"Tadi saya sudah bilang tidak sekolah ' jawab nya tak senang
"Maaf dengan pertanyaan saya ' Aldi berusaha tenang dan sabar.
"Kalau kamu mau , kamu boleh bekerja dikantor saya tapi sebagai office boy , Mau..karena hanya itu lowongan kerja yang ada.
walau gaji kecil , yang penting kamu bekerja...dan halal " ucap Aldi ketika suami istri itu saling berpandangan.
"Mau tidak ???
"Jika tidak mau , ya sudah kami terserah kalian " Aldi membalikkan badan ingin keluar..
"Mau pak...saya mau...sebenarnya saya takut dosa dan kasihan anak saya.makan uang haram..
baik pak saya mau...terima kasih.."ucap nya senang. mengulurkan tangan.
"Nanti jam delapan tepat kamu harus ada di kantor saya " sambil menyerahkan kartu nama...
"terima kasih pak " ucap suami istri itu berbarengan...
"Jangan sekali kali pakai cara seperti itu , ingat "kaget melihat Calista.
Tiba - tiba.
Duar..
Botol air mineral bekas itu meledak beserta isi nya...
Dan Rumah suami istri itu pun ikut meledak .
"Pak....
kita tingal dimana ?? " ucap nya gemetar.
"Nanti saya suruh orang jemput kamu , untuk cari rumah..
Dan ingat kalau sudah sore jangan keluar rumah " berjalan keluar bersama Calista. ingin cepat - cepat menyampaikan , pesan manusia separuh kadal menunggu..
"Terima kasih " ucap nya berkali - kali sambil menunduk . "ucap nya mengangkat kepala setelah Aldi dan Calista berjalan keluar.
Akhir nya Aldi dan Calista sampai di rumah yang di maksud.
Tok...tok
Kreek.
"Oh pak Aldi , ada apa ya , datang pagi buta seperti ini " menatap Aldi dan Calista heran.
"Begini Bu , ada yang ingin saya sampai kan.
Sebenar nya saya ragu - ragu menyampaikan ini , tapi apa boleh buat suami anda memaksa anak saya untuk menyampaikan.
Itu terserah ibu mau percaya atau tidak " ucap Aldi sekali tarikan nafas.
"Suami saya ???..
"Suami saya sudah meninggal pak " tegas nya."Ya...saya tau , suami ibu sudah meninggal..karena itu saya ingin menyampaikan pesan beliau.."memandang sang istri yang terlihat sinis .
ternyata buat novel malam - malam merinding juga..
mana like and cmnd guys..
maaf keun jika terlambat.
H A P P Y. . R E A D I N G
__ADS_1