Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
teror


__ADS_3

Pakpe berjalan menghampiri calista.


dimana Agnes, bibi dan Andrew yang memjaga nya.


melihat Pakpe mendekati dimana Calista tidur , Andrew berdiri memberi ruang untuk Pakpe.


"hmm..."tarikan nafas panjang pakpe .menatap tajam Calista.


Dan melirik jam di tangan nya.


sudah menunjukkan pukul 16.00.


dua jam lagi magrib. seakan bekejaran dengan waktu.


"kalian semua menyingkir dari sini ." masih menatap tajam Calista.


"sebaiknya kalian mandi dan mempersiapkan makan malam.


mengapa saya berkata seperti itu.


nanti akan ada mahkluk asral . jadi kalian tidak boleh kemana _ mana , dari mulai makan dan minum disiapkan dari sekarang .entah apa yang akan terjadi nanti dan kalian tak akan sempat untuk makan. kita membutuhkan buat energy , makanya saya mengharuskan kalian untuk makan.kenyang tidak kenyang ." ucap Pakpe sambil memijingkan mata memandang keluar.


walau bingung apa maksud Pakpe , seperti di komando , bibi mempersiapkan untuk makan.


malam .


Aldi yang sudah merasa lengket seluruh tubuh. ia meminta terlebih dulu mandi. setelah menyiapkan baju ganti sang suami.


mengisi waktu Agnes membantu bibi di dapur.


Andrew membantu Pakpe mencari lilin.


kemudian Pakpe menaburkan garam dan minyak itu keseluruh rumah.


"sudah iam 17.30. lapar tidak lapar kalian harus makan sore ini ". ucap Pakpe setelah semua dan diri nya selesai mandi.


"sebenarnya mengapa kita harus makan sekarang Pakpe ?." tanya Aldi ia tak tahan untuk tak bertanya . ia merasa heran. Dan harus mempertanyakan .


"anda juga akan tahu , nanti jika jam menunjukkan pukul 18.00. magrib kita tidak boleh kemana _ mana , hanya duduk disebelah Calista sambil berdoa . menjaga segala kemungkinan yang terjadi " . Pakpe menarik nafas panjang. memandang Aldi.


mengapa Aldi masih tak mengerti .


"kenapa Pakpe ??.." tanya Andrew mengulangi pertanyaannya Aldi .penasaran dengan ucapan Pakpe.


"saya tak ingin mendahului , hanya mencegah jika terjadi sesuatu . melirik Agnes yang wajah nya semakin pucat.


"Jadiii...." Aldi menatap Agnes yang mulai ketakutan. saat mendengar oernyataan Pakpe.


sambil memegang tangan Agnes memberi kekuatan.


"ayo kita mulai makan sekarang untuk mengisi tenaga.sebab nanti energi kita akan terkuras banyak ." tak ingin menjawab beberapa pertanyaan dari Aldi maupun Andrew. setengah perintah Pakpe menuju meja makan. pikir Pakpe biarlah waktu yang akan memberitahukan apa yang akan terjadi nanti.


setelah semua selesai membersihkan diri , selesai berdoa.walau banyak pertanyaan dibenak mereka masing _masing.


mereka mulai makan malam yang kesorean.


sambil makan ujung mata Pakpe tak lepas dari jendela ruang tengah.


"apakah sarang mereka disana ". Batin Pakpe dalam hati .berdiri berjalan menuju jendela ruang tengah meninggalkan makanan didepan mata nya. jendela ruang tengah menarik perhatian nya daripada makanan.


tiba _ tiba.


teng...teng...teng..


jam di dinding berdentang menunjukkan pukul 18.00.


suara jam membuat Pakpe menoleh wajah nya menatap jam heran.


?


Pakpe mengangkat alis satu , tak jadi menuju jendela ruang tengah " mengapa masjid tak mengumandangkan azan....


"mereka semua pergi pak. hanya kita disini . begitu laporan yang saya terima dari satpam di depan pos ". Andrew menjawab keheranan Pakpe.


"astagaaaa...". belum saja Pakpe kembali bertanya , insting nya berkata sang serigala mulai berdatangan.


Aum....aum....auuuummmm....


terdengar lagi suara para serigala yang bersautan . bahkan suara nya terdengar lebih banyak dan nyaring . membuat buku kuduk merinding.


"mereka sudah datang ". ucap Pakpe melirik tajam keluar.


anehnya Calista membuka mata nya lebar _ lebar.


seperti tahu akan ada yang datang.


membuat seisi rumah saling berpandangan satu dengan yang lain merasa heran sekaligus bahagia.


heran Calista tampa di beri apapun membuka mata. bahagia nya...mendapati sang anak kesayangan sudah membuka mata.


tapi juga takut. .apa karena mendengar suara serigala . hingga membuat Calista membuka mata nya.


apakah Calista sudah sadar atau ????.....timbul berbagai pertanyaan dikepala mereka.


tampa melihat sekeliling nya , sambil tersenyum Calista duduk .


merapikan rambutnya yang acak _ acakan , seakan tidak terjadi apa _ apa , setelah selesai ia berdiri melewati Pakpe yang duduk di dekat nya.. Kembali sambil merapihkan baju dan rambut nya.


berjalan dengan santai menuju sumber suara para serigala itu. seakan mereka sudah janjian akan bertemu.


"eh...". tersadar Pakpe dan Aldi berlari mengejar Calista.


"Calista nak...mau kemana ??". tanya Aldi saat sadar berlari mengejar dan menegang kuat tangan Calista. diikuti Pakpe .


"grrr....". Calista menatap tajam penuh dengan seringai menakutkan . saat tangan nya di pegang erat oleh Pakpe dan Aldi.


"Astaga pak...mengapa anak saya jadi seperti ini.


". alangkah shok nya Aldi .melihat kenyataan sang anak sudah seperti serigala. wajah pucat bagai tak mempunyai darah , dengan seringai tajam.


"hm...". dengan gerakan cepat tak terlihat oleh mata. Pakpe mencipratkan minyak itu ketubuh Calista sambil berdoa.


grrr...


grrrrr....


"lepaskan aku ". seperti bukan suara Calista.


Dengan sekuatt tenaga Calista berontak , tapi terlambat minyak itu sudah mendarat di tubuh nya. hingga membuat Calista lemas dan kembali pingsan.


dengan cepat Aldi menangkap tubuh kurus Calista.


Auuum...


Auuuummmm....ggggrrrrrrr...


"kembalikan Calista pada ku ". suara berat sang serigala jadian.


Bagai dikomando , Kembali terdengar suara Serigala bersaut _sautan. di antara serigal itu. duduk dengan angkuh nya raja serigala. terlihat ia sangat marah. karena Calista sudah mereka hentikan langkah nya.


aumm


aumm....


auuuuummmm.


trap...

__ADS_1


trap..


trap


suara serigala dan langkah kaki mereka , semakin mendekat.


"Pakpe mereka seperti semakin mendekat." ucap Aldi dengan tangan berkeringat.


"kalian berdoa , jangan diam saja ". perintah Pakpe meletakan Calista kembali ke tempat tidur semula.


srek....


sreeek...


aum...


auuuuummmmm.


Dengan tubuh gemetar ,ketakutan Agnes memeluk Aldi


kuku.kaki mereka kembali terdengar , mengaruk pintu rumah Aldi.


seperti ingin masuk.


tak ingin membiarkan mereka menerobos masuk.


dengan setengah berlari Pakpe mengambil botol minyak di saku celana nya . bergegas sambil berdoa mengoleskan nya ke pintu.


aaakkkkh..


bruk..bruk..


srigala itu berjatuhan ketika kaki _ kaki mereka merasakan cipratan minyak dr Pakpe yang dicipratkan dipintu.


****


tik..


tik...


tik....


suara jarum jam pun pasti akan terdengar , saat seisi ruangan terdiam seribu bahasa.


tak terdengar lagi suara para serigala itu.


Aldi,Agnes dan Andre menarik nafas lega.sambil melirik Pakpe dengan berbagai pertanyaan dikepala.


lega tak mendengar suara para serigala jadian.


tapi suasana sangat mencekam.


sudah amankah ????


sudahkah para serigala itu pergi ????...


tidak dengan Pakpe. ia masih siaga menghadapi itu semua.


kewaspadaan tingkat tinggi , ia tak ingin mengambil resiko. menghadapi iblis yang sangat licik.


dengan tatapan mata tajam , Pakpe duduk bersila dilantai.


Andrew mulai mengerti , insting nya sebagai tentara berkata jika saat ini bahaya belum selesai. masih mengancam mereka.


mengikuti Pakpe ,Andrew duduk bersila walau dalam hati bertanya - tanya . apa yang akan diperbuat.


Aldi dan Agnes serta bibi saling berpandangan melihat nya.


tak ingin disalahkan Aldi dan Agnes mengikuti jejak Andrew kembali duduk bersila.


"grrrr....


"sperti nya mereka sudah tidak ada. tapj suara nya ?????...mengapa terdengar sangat dekat ??..." bisik Andrew ke Aldi.


Aldi belum menjawab pertanyaan Andrew..


tiba _ tiba..


seperti dibangunkan Calista kembali membuka mata nya lebar.


****


wajah pucat itu menatap kearah pintu.


"ikat ia ".tampa pemberitahuan lebih dulu. Pakpe memberikan tali ke Aldi. mendapat perintah seperti itu Aldi menatap Pakpe tak percaya.


"sayang ...." terdengar suara dari bibir Calista yang selama ini hanya diam membisu.


"cepat..."teriak Pakpe memegang kedua tangan Calista dengan kuat.


tak ingin terjadi sesuatu dengan Calista.


sebuah tali berwarna kuning.tali itu sudah ditaburi oleh minyak itu.


"mengapa harus diikat Pak ???." tanya Andrew memberanikan diri , menarik tali dari tangan Aldi yang masih terpaku. Andrew segera mengikat tangan Calista. insting nya berkata ia harus segara mengikat Calista , akan ada bahaya.


"jangan banyak tanya , segera laksanakan perintahku ". merasa jengah dengan Aldi yang tak segera mendengar perintah nya.


"sayang....tolong aku .." jerit Calista mulai memberontak . sambil memandang tajam Pakpe. tatapan mata tak suka.


Calista mengoyangkan tubuh nya sehingga membuat Aldi dan Pakpe kelabakan.


"kaki nya juga ". kembali Pakpe memerintah Andrew. bergegas memegang kali Calista erat-erat.


Lemas Calista kembali.menutup mata nya.


"maafkan aku dik , ini demi keselamatan mu ". Andrew kasihan melihat Calista. tetapi apa boleh buat.


tiba _ tiba Calista membuka mata nya.


tatapan tajam Calista menuju Andrew.


terkejut melihat Calista seperti itu , ini bukan seorang Calista yang ia tahu mempunyai tatapan mata yang lembut.


tak sangup melihat Andrew menundukkan kepala. sedikit merasa bersalah.


mengapa ia harus ikut dalam masalah seperti ini ???...


terlihat Pakpe menciprat kan minyak itu ke kepala Calista.


Dan Calista kembali tertidur.


"ah...biarlah.


anggap aku sedang bertugas ". batin Andrew dalam hati.


"sayang....


kembalilah padaku...aku sangat mencintai mu '. suara mendesah sang serigala. teriakan serigala jadian itu sangat membuat orang merinding.


****


seisi rumah terkejut mendengar suara mendesah sang raja . suara sang raja yang penuh dengan rayuan.


dan...


seperti...

__ADS_1


apa yang terjadi saat Calista di sekap para serigala itu ???...


berbagai pertanyaan timbul di kepala orang yang berada diruang tamu.


"pap...bagaimana ini ????..." tanya Agnes merinding dan ketakutan memeluk sang suami.


"jangan takut mam...tidak akan terjadi apa _apa ". hibur Aldi yang ia sendiri tidak tahu..


akan menjadi seperti apa . berharap agar ia selalu ingat kan untuk selalu ingat kepada NYA.


"mau tidak mau..kita malam ini begadang .


sambil berdoa kita menjaga Calista sampai pagi, agar roh nya tidak pergi dari tubuh nya ". ucap Pakpe menarik nafas panjang.


"mengapa roh nya pergi dari tubuhnya Pakpe ". tanya Andrew . sebab yang ia tahu jika rohnya pergi dari sang empunya tubuh berarti ia....


telah tiada .....


Andrew mengelengkan kepala , tak ingin berfikir terlalu dalam.


"itulah kerja para iblis , menarik roh orang untuk menjadi pengikut nya ". pakpe menarik nafas panjang. sambil memandang Andrew , ia tahu kegelisahan anak muda ini.


Merasa ini masalah yang sangat pelik .


"jika kembali terdengar suara srigala, kita berdoa...kosentrasi.


ok...semua kosentrasi. jangan ada yang lengah.iblis dapat berbuat apa saja demi kepentingan nya. " memandang sekeliling nya.


Andrew menatap tubuh kurus yang terkulai lemah itu.


"huuf....


sampai kapan ini berakhir , aku...??? ". batin Andrew dalam hati mulai merasa gamang.


"sabar anak muda , kembali kosentrasi ."ucap Pakpe seakan tahu ke gelisahan hati nya.


"iya Pakpe..".menundukkan kepala , merasa malam ini adalah malam yang sangat panjang , malam yang tak berujung.


"maaf Pakpe , apa tidak sebaiknya besok pagi kita pergi dari sini ??..tanya Andrew merasa itu adalah jalan satu _ satu nya.


toh iika kita keluar dari perkebunan ini.mereka tak akan sangup mengejar ."pikir Andrew.


"jika saya,kamu atau Pak Aldi dan istri serta bibi , bisa saja pergi dari sini . bagaimana dengan Calista.


ia semakin tersiksa , jika ia belum sadarkan diri , yang saya takutkan malam ini. malam ini jika serigala jadian itu berhasil mengambil roh Calista bagaimana???...


lota tak akan bisa pergi ". ucap Pakpe singkat.


ucapan Pakpe membuat Ages menangis.anak semata wayang nya. bagai patung. mati segan hidup tak mau.


"Calista malang sekali nasipmu nak ". mengusap pipi tirus Calista yang terlihat pucat.


tak terbayang jika ia.melahirkan seorang anak indigo yang akan berakhir seperti ini.


"jadi kita harus bagaimana pak ??.."tanya Aldi mulai putus asa dengan keadaan seperti ini.


"sssttt....tembok bisa mendengar ". ucap Pakpe dengan telunjuk di bibir.


saat _ saat ini iya tak ingin membicarakan nya.


ada yang mendengar.


seperti ada mata yang menatap nya tajam.


mata yang dari tadi tak henti memandang Calista.


seperti ingin cepat mengambil dan membawa Calista pergi.


tiba - tiba...


wuis...wuis...


terlihat bola api.mengelilingi rumah dinas Aldi..


"i..itu apa pak ...??? ." teriak Aldi , Agnes , Andre dan bibi bersamaan.


"sudah kita jangan hiraukan mereka. kita berdoa dan semua memegang Calista..


ayo mulai berdoa ". ucap Pakpe melihat mulai ada teror berdatangan.


"apa tidak membakar rumah ???". tanya Agens polos dengan ketakutan..


tak habis pikir...


apa maksud teror itu.


tak menjawab pertanyaan Agnes , Pakpe duduk bersila ,sambil berdoa ia mulai menangkupkan kedua tangan nya.


"Hijaaaaaat...


Pakpe membalas bola api itu...


seperti ada tenaga yang keluar dari tangan Pakpe , memdorong bola api itu agar tak masuk kedalam rumah.


duaaaarrrr....


bola api itu seketika meledak..


"Pak...."Aldi ingin bertanya tidak jadi , ketika melihat bola api itu datang lagi ingin .


dengan kecepatan tak dapat dilihat oleh mata. Pakpe kembali mengeluarkan ilmu nya.


"kaluan semua berdoa ". teriak nya.


dengan kedua tangan kembali menghadang bola api itu agar tidak masuk.


seisi rumah kembali berdoa.


seperti takut , bola api itu berhenti di depat pintu.


tak ingin melewatkan kesempatan. Pakpe kembali mengeluarkan tenaga serta doa. untuk mengusir bola api itu.


dan...


duarrrrrr.....


bola- bola api itu meledak tak tersisa.


seisi rumah mengucap syukur. satu persatu bisa mereka hadapi.


belum lama mereka mengucap syukur..


tuba - tiba....


seisi rumah dikepung oleh kawanan serigala yang jumlah nya tak terhitung..


"ya TUHAN ". jerit Aldi , Agnes , Andrew dan bibu berbarengan...


"bagaimana ini pak ". ucap Agnes dengan tubuh gemetar.


"mengapa kalian takut , kata saya tetap berdoa..


berdoa...berdoa dan berdoa...


maaf paskah operasi update sangat lama.


terima kasih sudah membaca karya ku.

__ADS_1


like dan comend anda sangat berarti..


terima kasih


__ADS_2