
"HM...."tak.memjawab tuduhan Simon.
Agnes yang berdiri didepan pintu , gemas melihat Aldi hanya terdiam..
"Ko diam saja pak Aldi ???.." memicing kan mata.
"Terserah anda mau bicara apa , jika berkenan ikut saya..
Nanti malam , jika tidak terserah bapak akan berbuat apa "malas tak ingin terpancing .
Aldi berjalan masuk kedalam kamar.
"Percuma ladenin orang kaya gitu " masuk kamar membersihkan diri.
Terdengar Simon pamit kepada Agnes.
Setelah mandi dan sarapan yang terlambat.
Aldi dan Agnes keluar dari rumah , siap - siap berangkat kerja.
Terlihat Simon dan para tentara yang si datangkan masih berada disana..
"Huuufff....
manusia susah di atur , dibilang ngeyel " guma Adli..
"Biarkan pap , nanti mereka tahu sendiri.jika dalam ucapan tidak me mempan ucap Agnes mengelus pundak Aldi.
"Ya...ayo mam kita berangkat kerja , sudah terlambat " mengajak Agnes membuka pintu dan menyuruh nya segera masuk.
"HM . " jawab Agnes melihat sang suami yang terlihat menatap Simon dan tentara bayaran tak senang.
"Sudahlah Pap , biarkan pak Simon bertindak sesuka hati nya.
nanti juga ia tahu sendiri " sekali lagi mengelus pundak Aldi memberi semangat.
"Huuffff...."Aldi mendesak lelah .
Sambil sesekali memijit pangkal hidung nya yang mancung.
Entah mengapa ia tiba - tiba menjadi pusing .
Aldi menghempaskan punggung lebar nya pada sandaran kursi mobil.
Ia mendongak sambil menarik pelan simpul dasi nya yang terasa mencekik leher nya.
"Ko dibuka Pap " tegur Agnes sembari memperbaiki lagi.tapi tidak seperti tadi.
"Entah kenapa mam , hari ini aku merasa tercekik.." mengingat ucapan Simon tadi.
"Kan sudah mama bilang , jangan dihiraukan ,. nanti juga beliau tau sebenarnya bagaimana manusia serigala jadian itu " ucap Agnes melihat keluar.
"Ya...
ayo mam, kita sudah sampai " ucap nya turun dari mobil..
Sesampai di mobil Agnes dan Aldi ditunggu para karyawan.
"Selamat pagi pak !....
"Selamat pagi , ada apa kalian berkerumunan seperti ini ? " tanya Aldi , sudah menduga akan seperti ini.
"Apa benar yang dikatakan pak Simon ?? " ucap salah seorang karyawan , ia bertanya memberanikan diri.
"Maksudnya ??? " Aldi semakin tak mengerti.
"Jika manusia serigala itu , suruhan pak Aldi dan sudah banyak korban ...
"Kalian percaya ???..." rahang nya mengeras .
Dengan melangkah lebar , menunggu jawaban dari seorang karyawan tadi , ia bertanya dan kembali di tanya tak bisa menjawab.sambil mengenggam tangan Agnes .
Aldi berhenti , menatap para karyawan .
"Sekarang saya tanya , percaya kah kalian.jika aku yang mendatangkan manusia serigala itu ?..
"Jika saya yang mendatangkan , ada bukti ???..
"Kalau ada bukti bawa kesaya..
melangkah lebar menuju ruangan Agnes dan mengantar nya sampai pintu.
"Jangan khawatir mam , telefon aku jika ada yang menganggu mu -.menamgkup pipi Agnes dengan kedua tangan nya.
"Ya..hati - hati mas..."menarik nafas berat.
'Ya...'jawab Aldi santai melangkah lebar.menunu ruangan nya.
Para karyawan menatap dan sebagian berbisik mengeluarkan pendapat mereka.
ada yang mengatakan tak mungkin Aldi begitu , ada yang mengatakan bisa saja begitu..
Bisik - bisik yang membuat kuping Aldi panas , tetapi dengan santai ia 5ak menghiraukan ucapan - ucapan unfaedah itu.
Duduk dan mulai memeriksa beberapa yang harus di tanda tangani.
Tok...tok...tok.
" Masuk ." ucap Aldi.
"Pak..."ucap pria itu.
Pintu ruangan itu terbuka dan pria itu kembali menutup rapat
Bahkan mengaktifkan alat kedap suara.
Seakan pria itu tak ingin ada yang mendengar pembicaraan mereka..
"Silahkan duduk , ada apa pak !?.." Aldi menghampiri karyawan nya.
"Pak Simon sudah datang dan masuk keruangan nya, sebelum beliau masuk , ia sedikit membual..dengan mengatakan jika yang anda ucapkan itu hoax pak " pria itu menunduk.
Aldi berdiri dengan posisi membelakangi pria itu. memandang keluar jendela kaca.
Menarik nafas berat dan panjang.
Pria itu ikut terdiam di sana.
Hampir lima menit menunggu Aldi membuka suara nya. Mereka dalam keheningan.
Hingga tak berselang lama , Aldi akhirnya membuka suara nya .
"Apalagi yang di katakan nya pak ??? " rahang nya Semakin mengeras , bahkan kedua tangan nya pun sudah terkepal kuat didalam saku celana nya.
"Ji...jika anda yang membunuh beberapa tetangga dan pak RW pak " ucap nya melirik perubahan wajah Aldi.
"Huuufff....tak tahu berterima kasih..
Jika tidak semalam kami berusaha untuk membunuh manusia serigala itu , mungkin kampung ini sudah menjadi kampung setan..karena manusia serigala itu telah memasuki daerah perumahan..sudah ada beberapa korba.itu karena mereka tidak taat apa yang aku bicarakan..
dibilang jangan keluar dan bersuara, tapi mereka melanggar nya.hungga seperti itu " ucap Aldi panjang lebar .
Berjalan dan duduk kembali ke meja kerja nya.Aldi menjatuhkan bokong nya dengan kasar.
Terlihat gelisah sambil mengetuk meja dengan kelima jari nya.
"Jadi kita harus bagaimana pak ???..
"Biar saya mau lihat kelanjutan cerita nya dan kamu jika ada yang bicara tidak benar tentang diri saya..kamu jelaskan.
mungkin setelah melihat kejadian yang sebenarnya ia akan percaya " Aldi berusaha tenang.
"Baik pak , saya permisi " ucap nya hendak berjalan keluar .
Menarik nafas berat...
Bruak...
__ADS_1
Suara bantingan pintu dengan kasar terdengar oleh telinga Aldi.
"Seperti suara dari arah ruangan Agnes " Aldi berdiri dan berjalan dengan langkah lebar nya.
Mencari sumber suara .
****
Sungguh demi Tuhan , Aldi ingin melayangkan bokeman nya kepada Simon...
Namun sayang Aldi tak melakukan itu.
Karena ia tahu pasti , itu akan memperkeruh suasana.
"Ada apa lagi pak Simon " tanya Aldi ketika ia melihat wajah Agnes yang memerah menahan marah.
"Paap...." Agnes berjalan menghampiri .
"Pasangan yang serasi sekali , satu suka penganut manusia serigala sedangkan sang istri yang mendapat hasil tumbal nya " ucap nya sengaja mengerakkan volume suara nya..
"Ada bukti pak ???...menarik tangan Agnes dengan lembut lebih dekat.
"Bagaimana saya bisa lihat bukti yang anda dan istri anda sembunyi entah dimana.
Oh ...atau sengaja di sembunyikan di kandang serigala ..." ucap nya tanpa di saring .
"Kalau saja kenyataan nya seperti itu , bapak boleh ambil bukti itu dan jika saya bersalah , silahkan bapak hukum saya " menahan marah .
Mendengar itu , Agnes memeluk Aldi dari samping ..
"Jangan takut mam , kita 58dak bersalah " melihat Agnes.
Perlahan Agnes hanya mengangguk lemah .
"Suatu saat saya pasti akan menemukan bukti itu pak Aldi " ucap Simon dengan congkak.
"Silahkan pak , anda boleh mencari bukti itu...terserah dimana suka - suka anda " kembali berusaha sabar..
Tanpa basa basi , ia berjalan memasuki ruangan Agnes .
Setelah yang ia cari tidak ada , Simon kembali memasuki ruangan Aldi...
Aldi terus menatap nya , sambil sesekali menelan Saliva nya ,guna membasahi tenggorokan nya yang tercekat.
"Dimana kamu menyembunyikan bukti itu Aldi ? " tanya Simon membusungkan dada sombong.
Bugh...
Bugh...
Mendengar ucapan Simon.holang kesabaran Aldi .
Mendengar keributan , para karyawan bergumul melihat tanpa melerai Aldi dan Simon.
"Ah Pap...sudah ..sudah "jerit Agnes. menahan Aldi yang akan kembali memukul Simon
"Biarkan saja mam , papa memukul nya.
habis kesabaran ku " dengan tangan menggenggam .
Simon jatuh tersungkur , akibat dua kali pukulan yang dilayangkan oleh Aldi di rahangnya .
"Kamu berani memukul ku " ucap nya menahan nyeri di wajah nya .
"Tadi sudah ku katakan. anda selalu menuduhku yang bukan - bukan , ada bukti ??
Jika ingin bukti nya nanti malam , karena dengan ucapan seperti nya anda tidak percaya.
dengan seenaknya menyatakan yang tidak - tidak kepada orang ..
Tidak berdasarkan bukti " ucap Aldi menatap garang .
"Bisa saja itu alibi anda "Simon berusaha berdiri.
Karena dengan tubuh yang tambun , ia seperti susah untuk bangun.
"Sudah berapa kali kukatakan , bukti kongkrit nanti malam , anda bisa melihat sendiri " jerit Aldi .
Simon terdiam sambil menghapus kasar wajah nya..
"Ingat nanti malam...
jaga bicara anda..."menunjuk dengan telunjuk ke wajah Simon.
"Saya tunggu anda nanti malam , setelah magrib..
dan jika tidak ada kepentingan , silahkan keluar.."ucap Aldi tegas mengusir nya.
"Ok...
saya tunggu nanti malam.
jika anda terbukti , siap - siap anda masuk hotel prodeo " dengan sinis ia berjalan keluar.
"Saya tunggu !!!...."teriak Aldi.
Agnes memberikan Aldi segelas air minum.
"Minum Pap biar tenang " ucap Agnes mengelus pundak Aldi.
"Manusia cari muka , tidak tahu keadaan sebenar nya " umpat Aldi sambil minum.
merasa sedikit lega dengan minum.
Aldi menarik nafas panjang.
"Mimpi apa kita semalam mam , niat mau tolong , malah mematung " ucap Aldi lirih..
"Sudah kalian kembali bekerja " bentak seorang scurity yang baru saja tiba.
"Begitulah Pap , tidak selama nya maksud baik kita di terima " Ucap Agnes menuntun Aldi memasuki ruangan nya.
Sesampai di ruangan nya ia menghempaskan bokongnya dan meraup wajah nya dengan kasar.
Ia merasa lelah.
****
Sementara Calista di sekolah.
Sedang konsentrasi belajar , ia mulai merasa bulu kuduk merinding , seperti ada yang memperhatikan nya dari belakang .
Dengan cepat Calist memutar tubuhnya .
Tetapi.
Menghilang....
"Siapa sih ??? " memandang tak berkedip.dengan tatapan mata tajam.
"Siapa kamu " bentak Calista dalam hati.
Keluarlah mahkluk kecil hitam.
"Ah elo lagi mau ngapain disini ???...
"Mau mengambil uang siapa ???..
"mengelengkan kepala.
"S...s....saya ,
kok kamu bisa melihat saya " ucap nya , bukan menjawab tapi malah bertanya.
Calista hanya diam saja.
"Pergi...jangan disini " bentak Calista.
__ADS_1
Lupa jika ada teman nya di sebelah.
"Elo ngusir gue " Lia menatap heran Calista..
"Sory...sory bukan elo.
Mengerti maksud Calista , ia merapatkan tubuh nya ke Calista..
"Siapa Calis , serem amat sih ??? " lebih merapatkan diri.
"Sempit Lia..
"Calista , Lia ada apa dengan kalian "tanya Miss Tety..
"Itu Bu , Calistaaa...
"Oh...ya sudah jangan berisik , teman mu sedang belajar.
lanjutkan belajar !! " tegur nya sambil menatap Calista.
"Iya Bu..."jawab Calista dan Lia berbarengan..
Calista menunduk mendapat tatapan , pertanyaan dari Miss..
"Calista...Calista " batin nya dalam hati.
Saat melihat Calista memalingkan wajah nya kebelakang.
Ia tahu saat ini murid indigo itu sedang melihat mahkluk asral.
Seketika ia mulai merasakan bulu kuduk merinding.
Tak ingin Calista melihat nya.
Agar hati nya tentram ,Miss Tety mulai berdoa...
Beberapa menit berdoa , ia merasa tentram.
Ketika ia mengangkat wajah nya , tak sengaja melihat Calista sedang melotot ke arah nya.
"Ada apa ini " batin nya dalam hati.
Sambil berjalan mendekati Calista.
"Ada apa Calista ???...
"HM..
tidak ada apa - apa Miss , " sambil tersenyum.
"Masih ada atau sudah pergi ? " tanya nya tersenyum .
"Sudah Miss , 6adi setelah Miss berdoa " ingat jika Miss Tety mengetahui ia indigo.
"Syukurlah...."berjalan kedepan.
"Huuff....
konsentrasi...konsentrasi Calista " batin nya dalam hati.
Ia 5ak ingin ketinggalan dalam belajar .
****
Jam sudah menunjukkan pukul 18.00.
Saat - saat yang mendebarkan dan mencekam.
Orang - orang mulai masuk kedalam rumah dan mengunci pintu..
Tiba - tiba.
Brenggg....mbreeeng...
Suara mobil yang beriringan dan berganti di depan halaman rumah Aldi.
Saat itu Aldi dan seisi rumah selesai makan malam , mereka sedang berdoa.
Tok....tok...tok..
Karena sedang koswntrasi berdoa , Aldi mendiamkan nya..
"Pak Aldi....kami sudah mengetuk pintu.
kenapa tak menyambut kami dan hanya diam saja.
seperti ayam sayur ...ha..ha..ha.." suara teriakkan tawa Simon menyepelekan .
"Pap .."Agnes langsung berhenti berdoa.
Aldi masih tetap konsentrasi berdoa , ia mendiamkan panggilan sang istri. yang merasa terganggu dengan teriakkan Simon.
Setelah selesai .
"Manusia tidak tau adat...
Sedang berdoa teriak - teriak " dumel Aldi berjalan keluar membuka pintu .
"Ada apa teriak - teriak , anda punya kode etik tidak ,kami sedang berdoa " bentak Aldi tak mau kalah. merasa jengkel.
"Mana pak Aldi manusia serigala nya " ucap nya sombong , tanpa mengurus ucapan Aldi yang sedang marah.
"Papa..."Pangil Calista seperti tegang.
Aldi yang sedang marah menatap Simon, sontak membalikkan badan nya dan melihat ketegangan di wajah sang putri .
"Ada apa nak ???...
Calista belum menjawab..
"Oh..ini anak mu yang Indigo ? " motong Calista yang ingin berbicara dengan papa nya.
Aldi memejamkan kedua mata nya , ia menarik nafas dalam lalu menghembuskan nafas secara perlahan...
Tak ingin meladeni ucapan Simon Aldi menghirup Calista.
"Ada apa nak ? " memegang pundak Calista.
Serigala itu sudah datang dengan pasukan yang lebih banyak , kita harus bagaimana Pap ?? " ucap Calista.
Aldi sadar walau Calista Indigo..bagaimana juga ia masih remaja.belum matang cara berfikir.
Aldi merasa bersyukur , setiap kejadian Calista selalu meminta pendapat orang tua nya
"Menunggu dan berdoa " ucap Aldi berusaha tenang , walau sisi hati nya ia merasa gemetar menghadapi ini semua.
"Ya.pao , jangan lupa tutup hidung dan mulut...
Aldi menganggukkan kepala.
"Mama , Mamang dan bibi . serigala itu belum habis. setiap malam kita akan seperti ini , bersiap lah " Aldi mengingatkan.
"Iya tuan " ucap Mamang dan bibi yang sudah siap dengan selendang yang akan digunakan untuk menutup mulut dan hidung nya.
"Pak Aldi , saya tanya dari tadi , ini anak indigo pak Aldi " Simon masih penasaran.
"Ya , ini anak saya Calista nama nya " ucap Aldi bangga .
"Calista kalau kamu indigo , sekarang ada apa ??...
"Kapan serigala itu datang ??
kalau serigala mah , tidak usah pake indigo. nenek - nenek Peyot juga bisa liat " sudut bibir menyungging senyum sinis.
"Jangan kamu ladenin nak " Aldi berusaha menenangkan.
"Ah...hoax , kamu itu om rasa pura - pura saja.biar tenar ya...
__ADS_1
maaf giya baru bisa aploud lagi.
selamat membaca