
Pakpe berrencana untuk masuk kedalam kamar Calista berada dan menunggu jika raja keluar.
"cari penyusup itu , cepat...
harus dapat ". teriak raja sambil mengelus pipi Calista.
hal itu membuat gigi Aldi gemeretuk menahan marah , tapi tak dapat berbuat apa _ apa.tidak mau grgabah dzlam bertindak.
takut sang anak akan semakin jauh , semakin mencintai raja dan ia akan semakin susah untuk di bawa pulang.
Pakpe perlahan berjalan menepi .ia berfikir belum saat nya . akan mencari waktu. agar ia bisa membawa Calista pulang.
kami tidak menemukan apa - apa raja ..." . di hadapan raja para prajurit menunduk ketakutan.
"bagaimana tidak ada , siapa yang melempar batu ". teriak nya marah sambil berjalan keluar. mengendus endus. sama seperti para prajurit. ia pun tak dapat menemukan keberadaan sang penyusup.
"tapi aku merasakan ada manusia disini ". ucap raja dalam hati , kembali berputar keluar . memandang tajam satu arah.
merasakan ada manusia disana
penasaran sebab insting nya nenyatakan jika ia juga merasakan keberadaan manusia didalam istana nya.
mendekati Calista .
Calista seperti mayat hidup , menatap kedepan dengan tatapan lurus, dingin dan tak berkedip.
melihat itu Pakpe membuka mata batin Aldi.
"lihat anak mu ,hadapi dengan tenang dan jangan bersuara ". bisik Pakpe memberi isayarat agar Aldi jangan terkejut . dengan tangan menunjuk kekamar dimana Calista duduk.
alangkah terkejutnya Aldi , ketika ia melihat anak semata wayang nya seperti patung hidup.
"ya TUHAN...
ada apa dengan anak ku ". Aldi hampir menangis.
dengan tangan ke atas seakan ingin mengelus
"saya takut , Calista sudah mereka hipnotis . akan lebih susah jika raja itu sudah...". tak dapat meneruskan kata - kata.
"sudah apa Pak ???...". bertanya dengan dada berdebar.
"mudah - mudahan tidak. saya takut sang raja sudah mengauli Calista. sebab melihat Calista seperti itu...". menarik nafas panjang di balik maskernya.
"ja...jadi bagaimana Pakpe
ji..jika anak ku ??? ". tanya Aldi hampir menamgis.
"sudah...berdoa saja agar , apa yang saya fikitkan salah ". tak ingin berfikir jelek.
tak ingin membuat Aldi menjerit Pakpe menutup mulut Aldi.
"Pakpe anak saya kenapa ?..". tanya Aldi lagi dengan tatapan mata nya yang memelas.
tangan Pakpe bergerak keatas memberi isyarat agar Aldi tenang dan menarik nafas pamjang.
Aldi melakukan perintah Pakpe , di dalam masker ia menarik nafas panjang. berusaha menangkan diri untuk menghadapi semua.
Pakpe memberi tanda dengan kepala menuju kamar Calista. bertanda jalan kekamar perlahan .
tetap sambil berdoa.
berjalan perlahan sambil sekali - kali melihat sang raja yang masih penasaran , dengan penciuman nya.
terlihat raja itu seperti tersentak , lalu ia berjalan keluar dengan diikuti para prajurit , Pakpe melirik jam tangan nya.
rupa nya sudah mulai subuh.
tak ingin melewati kesempatan , pakpe menarik tangan Aldi agar segera masuk kedalam kamar Calista.
belum saja mereka sampai ke pintu kamar , tiba - tiba pintu itu tertutup dengan sendiri nya . seperti ada yang mengerakkan nya jarak jauh.
"astaga ....
alangkah licik nya mereka ". kesal Pakpe dibuat nya.
"bagaimana cara kita masuk Pak jika pintu ditutup dari sana " Aldi menatap kepintu itu .
masalah lagi...bagaimana cara nya masuk.
pintu itu terlihat sangat kokoh dan terlihat susah untuk di dobrak.
"hm...". guma Pakpe sambil duduk dan berdoa.
bingung menunggu Pakpe berdoa. Aldi berjalan menuju pintu itu.
tangan Aldi yang diikat , iya lepaskan.
"mengapa , tidak ada celah untuk membuka pintu ini ". batin Aldi dalam hati sambil meraba tiap sudut kamar Calista.
penasaran ia kembali berjalan mengelilingi kamar Calista berada.
tiba - tiba ...
penciuman yang sangat tajam para serigala itu kembali mencium manusia.
"ada bau manusia lagi...
sekarang bau nya lebih kuat
bau nya di sana ...". terdengar derap langkah kaki prajurit yang berlari.
terkejut
Aldi yang telah melepaskan diri dari ikatan tangan nya dengan Pakpe . bergegas , berlari dengan sekuat tenaga untuk kembali di samping Pakpe. Sambil tersengal - sengal , ia kembali duduk disebelah Pakpe dan mengikuti berdoa.
Pakpe mencengkram kuat tangan Aldi , bertanda ia marah karena telah melepaskan kain pengikat dirinya dan Pakpe. agar ia tak terlihat oleh oara prajurit siluman itu.
merasa bersalah Aldi semakin menundukkan kepala. sambil mengambil kain untuk mengikat tangan dan kembali mengikat tangan nya ke tangan Pakpe. dan mengikuti Pakpe berdoa.
setelah mendekat. Pakpe kembali membaluri Aldi dan diri nya dengan minyak itu.
"mana ya...ada dimana ???....
tadi bau nya sangat kuat disini....
kita cari lagi , jangan sampai ada penyusup kita tidak tahu..."para prajurit kembali berjalan memcari arah bau manusia.
tak menemukan apa yang mereka cari dan karena hari sudah mulai pagi.
Sang raja kembali berjalan keluar entah kemana.
sementar Calista didalam , seperti tersadar .
ia melihat sekeliling nya.
"ada dimana aku ??...." Calista merasa heran berada dimana ia, berjalan memutar.
__ADS_1
****
memutari ruangan yang terlihat tak berpintu. bahkan tidak ada jendela.
semutpun tidak bisa keluar jika sudah berada didalam.
bingung dan lelah , Calista duduk dilantai. dengan memeluk kaki nya . ia mulai bingung , merasa lapar dan lelah.
ketika serigala keluar , hipnotis itu seperti keluar dari tubuh Calista.
sementara Pakpe yang sedang berdoa , agar bisa masuk kedalam.
tak siasia , akhirnya pintu itu terbuka walau hanya terbuka sedikit.
tak berbicara sepatah kata pun. ia menarik tangan Aldi . dengan mata tertutup Pakpe menembus pintu itu.
sesampai nya didalam , apangkah terkejutnya Aldi dan Pakpe melihat keadaan Calista..
tapi ia tak ingin gegabah bertindak.
"Calista ....". tegur Pakpe tetap menutup mata . masih dalam posisi berdoa.
"Pakpe ". Merasa mengenal suara itu Calista berdiri. tapi ia tak menemukan apa - apa.
hanya mendengar suara saja.
"Pakpe ...
tolong Calis...". ucap nya lirih melihat kekanan dan kiri .
tak menjawab teriakan Calista .
karena Pakpe sedang berjalan mendekati Calista.
tiba - tiba
keluar sebuah tangan dan membauri Calista dengan minyak itu.
ia kembali bisa melihat Pakpe dan sang papa.
"papa ". jerit tertahan Calista berlari memeluk Aldi.
"nak kamu tidak apa- apa ??...". tanya Aldi menahan haru..
"ti...". belum saja Calista menjawab .
tiba - tiba pintu kamar nya terbuka..
dengan cepat Pakpe memegang tangan Calista.
agar siapapun yang masuk , tak dapat melihat Calista.
sementara aldi tangan kanan nya menutup mulut dan hidung Calista agar diam dan nafas Calista tak terlihat oleh srigala jahat itu....
ternyata sang raja serigala itu yang datang dengan para prajurit.
"pengawaaaal..
dimana istriku ". teriak nya saat ia tak mendapatkan Calista disana...
mendengar ucapan serigala itu. membuat Aldi terkejut. tapi Pakpe tidak ...
ia sudah mengira akan menjadi seperti ini.
sementara Aldi semakin pusing mendengar sang raja serigala siluman itu berkata bahwa Calista istri nya.
"cariii...". teriaknya marah sambil kedua tangan membentang .
terdiam sambil kedua tangan telengkup didada ,
kepala nya berputar 120 derajat mencari Calista.
dengan mata memerah marah...
merasa ia sudah menghipnotis Calista agar menurut pada nya , ia merasa heran mengapa Calista tidak bisa diketemukan .tidak mungkin ia pergi. andai Calista pergi , ia tak akan bisa keluar dari kamar ini . apa bisa keluar ???...pikir raja serigala. kepala nya kadang berhenti di sudut yang ia merasa curiga. tetapi kemudian kepala nya berputar lagi.
Ia semakin merasa heran .karena siapapun tak dapat membukanya pintu itu hanya raja yang bisa..
pasti ada yang menolong Calista dan ia mempunyai ilmu yang sangat tinggi ".. pikir raja serigala itu..semakin menajamkan mata nya.
ia duduk bersila di lantai.
mulai mengeluarkan ilmu nya.
beberapa saat kemudian , sang raja terlihat mengambang di udara sambil duduk bersila.
"Calista....Calista....dimana kamu berada..
dimana kamu bersembunyi , kemari sayang...". ucap nya sambil meniup ke udara.
Calista yang sudah kena ciuman sang raja.
yang mana ciuman itu akan membuat Calista menurut dan tak sadar siapa diri nya.
mendengar nama nya dipangil , Calista ingin berjalan. tetapi ia masih dipegang oleh Pakpe.
dengan tangan sebelah kanan. Pakpe memakai Calista masker . agar serigala tak dapat melihat nafas Calista.
"hm...hm....". Calista berusaha berontak. , ia ingin menghampiri raja serigala itu
Aldi dan Pakpe tetap menahan nya.
setelah memakaikan masker , tangan kanan Pakpe mengambil minyak itu , serta kembali mengolesi seluruh tubuh Calista , dirinya dan Aldi . dan kembali berdoa.
Adli heran melihat anak semata wayang nya , seperti tergila-gila dengan sang raja srigala.
menatap sedih sang anak.
sebegitu besarkah pengaruh raja , kepada Calista ???....
berbagai pertanyaan berkecamuk dikepala nya.
****
raja serigala semakin marah , ketika penciuman nya sudah tak mencium bau manusia lagi.
masih duduk bersilah dengan mengambang di udara . dalam posisi seperti ini masuk dan memutari kamar Calista.
dada Aldi berdebar tak menentu.
melihat itu Pakpe menyentak tangan yang diiket ketangan Aldi ,kembali memberi isyarat agar berdoa..
mengetahui raja pujaan hati nya datang , ia ingin berteriak. sontak Pakpe memukul pundak Calista , hingga Calista pingsan.
melihat sang anak pingsan karena pukulan Pakpe , Aldi menatap tajam Pakpe tak senang.
memakai bahasa iyarat , agar ia harus tenang.
__ADS_1
ia melakukan ini agar Calista tak berteriak . sambil menunjuk raja siluman dengan mulut nya.
mengetahui maksud Pakpe , Aldi menganggukkan kepala lemah.
"pengawaallll...
cari sampai dapat istri saya.
hari sudah pagi , saya ingin beristirahat dan mengapa ruangan ini sangat panas sekali ". titah nya sambil gerutu.
"mengapa ruangan ini sangat panas ". batin nya dalam hati. tak ingin sang prajurit mengetahui.menatap tepat Aldi, Calista dan Pakpe berdiri . heran mengapa ia tak dapat melihat siapa yang berada d8kamar Calista.
menurunkan kedua kaki nya. ia berjalan keluar.
sementara para perajurit kembali memasuki kamar Calista dan mencari nya.
terlihat prajurit itu berjalan mulai lemah . karena hari sudah pagi. mereka tak dapat bekerja jika sudah pagi hari. tubuh mereka akan lemas.
belum beberapa menit...
akhirnya prajurit itu tergelatak di lantaii satu persatu lemas tak berdaya .
mendapat kesempatan seperti ini.
"gendong anakmu , kita pergi dari sini. " melihat keluar kamar.
"tanganku bagaimana pak ???...bingung bagaimana bisa mengendong Calista jika ia dalam keadaan terikat.
Pakpe melepas kan ikatan tangan nya , tapi ia cerdik mengambil tali yang lebih panjang dari tas nya dan mengikat kembali tangan Aldi ke tangan nya.
"ayo cepat , mumpung hari sudah pagi.. " . Pakpe mengajak Aldi berjalan sambil melemparkan garam. agar mereka tak dapat mengejarnya , jika serigala itu .
berjalan keluar dari kamar , hingga sampai gerbang istana itu.
sedikit lega , walau belum sepenuh nya lega.
Pakpe dan Aldi yang mengendong Calista berharap bisa selamat sampai rumah.
tiba - tiba.....
pagi yang cerah menjadi mendung pekat.
disertai petir yang sangat kuat.
"cepat ayo kita harus cepat sampai...
sebelum mereka sadar jika kita sudah keluar dari sini. " ujar Pakpe melihat kekanan dan kiri.
"tapi kita sudah keluar dari gerbang istana belum Pak ??." ingin melihat kebelakang.
dengan cepat tangan Pakpe memutar kepala Aldi agar tak melihat kebelakang.
"belum...kita baru keluar dari gerbang istana , bukan pintu gerbang masuk dan satu lagi saya ingatkan jangan lihat kebelakang ". ucap Pakpe.
"i...iya Pak ". Aldi membenarkan gendongan nya.
"saya lelah Pak ...". dengan nafas yang tersengal.
"kita jangan beristirahat sebelum keluar dari pintu gerbang ". menarik nafas panjang.
ia meletakkan tangan nya kekepala Calista. beberapa menit kemudian.
"hmm...
pap , kenapa Calita digendong ". Calista terbangun dan bertanya heran. mengapa ia digendong seperti ini tidak biasa nya.
apakah ia sakit , ingin bertanya tetapi melihat wajah sang ayah ia merasa tak tega
"tadi kamu pingasn nak . jadi papa gendong ". Aldi berbohong menurunkan perlahan.
merasa ia telah berbohong , melihat Pakpe.
dan di jawab dengan anggukkan kepala.
****
Sementara sang raja yang sedang tertidur , seketika terhentak. bagai ada yang membangunkan , seperti ada yang hilang.
memutar kepala nya 180° , kembali mulai mengendus - endus.
tak menemukan apa yang dicari , ia duduk bersila mencari tahu ada apa saat ia tertidur.
tak Pakpe sadari , ia terlihat oleh raja serigala siluman.
"hmm...
ada yang coba - coba berani dengan saya.
ha...ha...ha ". tawa yang mengerikan.
tawa raja siluman itu terdengar oleh Pakpe.
"astaga kita telah terlihat oleh siluman itu ". ucao Pakpe panik.
"haaa.....
kita harus bagaimana pak ??. ". terkejut Aldi mendengar nya.
"apa boleh buat , kita lawan.
Calista kamu duduk dekat om dan kamu Aldi tugas mu buat lingkaran ini dengan garam dan minyak . cepat !!!...". perintah Pakpe.
bergegas Aldi membuat apa yang diperintah Pakpe.
"sudah Pak !..." . melihat Pakpe sudah mulai berdoa.
meletakkan garam dan minysk itu di depan nya .
lalu Aldi mengambil kain mengikat tangan nya , tangan Calist ke tangan Pakpe.
entah mengapa ia merasa harus mengikat Calista juga . walau tak di beritahu Pakpe.
ha...ha...ha.
ada cecenguk yang sok jagoan masuk kedalam istana ku ". ejek raja serigala siluman.
"sayang...kemari cantik , sayangku..
kemari bersama ku . sayang...". rayu Serigala memandang sayu Calista.
" jangan dijawab dan jangan memandang mata nya ". memegang tangan Calista yang teras dingin . dingin bagai es.
"Calistaaaa....
kosentrasi jangan melihat mata nya dan jangan mendengar perkataan nya ". sentak Pakpe . melihat Calista dengan tatapan mulai yerlihat kosong.
like dan cmnt anda sangat berharga bagi ku.
__ADS_1
terima kasih masih mau mampir disini