Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
mencekam


__ADS_3

"Sebesar kelereng ???...


"Calis , sudah sampai kelas ..


kenapa bengong " tanya Anti ketika melihat Calista berhenti dan terdiam.


"Eh iya " bergegas menuju kelas..


selama mata pelajaran , Calista tidak konsentrasi sama sekali mendengar cerita Anti.


Ada sesuatu yang di pikirkan.


Jam istirahat di mulai...


Penasaran , Calista menghampiri Anti.


An...Tetengga nya yang meninggal ,gimana ceritain dong " ucap Calista penasaran.


"penasaran kan...


cerita nya gini.


meninggal nya cerita nya kata istri nya, ia merasa tak tahan keluar duduk di teras depan rumah, karena semalam panas banget.


Ga berapa menit , terdengar jeritan nya.


pas dilihat sudah meninggal dalam keadaan mata melotot dan lehernya berlubang , pokok nya serem " ucap Anti bergidik.


"Apa ada binatang buas ???...


"Ga tau ga nanya aku , tapi sih bingung juga..


Leher yang berlubang itu tak mengeluarkan darah , tapi seperti habis darah nya " ucap nya memandang Via, ngeri...


Tek..Tek..Tek..


Perhatian semua nya " ucap...wakil kepala sekolah. tiba - 5iva datang mengeluarkan pengumuman.


Pengumuman...


ini ada surat edaran dari sekolah untuk kedua orang tua kalian ..."memandang anak murid..


"Surat edaran apa pak " teriak para murid.


"Sebelum surat ini sampai ke orang tua kalian , kami akan memberitahukan..


Sekolah mulai hari ini akan pulang lebih cepat tidak seperti biasa nya..


Kalian akan pulang jam 16.00 sore .


diharapkan kalian tidak keluar atau bepergian kemana - mana , selesai pulang sekolah , kalian di rumah saja...


"tunggu jangan protes dulu , sebelum bapak menjelaskan " ucap nya saat melihat para murid ingin protes.


"Ada apa sih pak..


"Semalam ada orang yang terbunuh didepan rumah , seperti di gigit binatang buas , kami pihak sekolah dan sekuriti ingin agar kalian tetap dirumah jika malam tiba ,keadaan sangat genting.


diharapkan kalian menurut " ucap pak wakil kepala sekolah..


"ih..ih..."teriak para murid..


"Apa binatang buas nya berkeliaran pak ??" tanya murid kelas sepuluh..


"Belum tahu , tapi sudah ada korban , ia mati dengan leher yang berlubang " ucap nya .


"Ssst...Anti...saat ketahuan terbunuh dan lehernya berlubang , darah berceceran kemana - mana dong " pancing Calista ingin tahu lebih banyak.


"Itu yang kami heran Calis,..


tidak ada darah sama sekali " ucap Anti sambil melirik kedepan...


"Haa....


Anti hanya mengangguk mengiyakan nya..


"Jangan - jangan..


ah masa sih "batin Calista dalam hati...


"Calista dengar apa yang bapak bicarakan ".menegur Calista...


"Iya Pap ...tertunduk malu, di tegur wakil kepala sekolah..


****


"HM...bagus ..


Sampai disini ada yang ingin bertanya ?? " menatap anak murid yang terdiam.


"Bagaimana ???.


"Pak bagaimana jika ada yang sakit , atau ada keperluan beli alat sekolah apa gitu " tanya Rivai .


"Jika ada yang ingin keluar atau sakit.


kalau keperluan berobat , harus memberi tahu pihak kepolisian dan dokter.


nanti akan di kawal , tentu nya orang tua kalian sudah mengerti.


dibutuhkan pengertian dari anak - anak untuk mematuhi peraturan yang berlaku,


mengerti ' ucap nya...


Mengerti pak ".hening , takbtahu harus bagaimana...


"Diralat...."wali kepala sekolah kembali bersama kepala sekola..


Kalian bukan pulang jam 016.00 , tapi jam 14.00.


jika ada yang ingin membeli keperluan sekolah atau tugas - tugas kalian, mulai pulang sekolah kalian beli..

__ADS_1


"Iya pak...


"Ingat...suasana mencekam...jangan membantah .."berjalan keluar menuju kelas yang lain..


Tiap - tiap anak yang akan pulang , akan di jemput orang tua . "mengakhiri ucapan nya.


Via dengan yang lain tertegun.


menatap kepergian kepala dan wakil sekolah .


"Apa memang binatang buas ???..


tapi kenapa tidak ada darah ???...


Pertanyaan demi pertanyaan singgah di kepala Calista...


"Ih seram ya...."ucap teman - teman Calista sekelas.


Teeeeeeet...


Teeeeeeet...


lonceng berbunyi , saat nya pulang.


"Cepat langsung pulang jerumah " teriak para guru...


Tak seperti biasa nya , setiap pulang sekolah para murid ada yang masih bersenda gurau.


Hari ini tidak biasa nya , mereka di jemput masing - masing orang tua, yang terlihat ketakutan dan tegang.


Dengan terburu buru mereka menjemput anak masing - masing .


"Cepat nak kita pulang " ucap Aldi , terlihat Agnes seperti tegang.


Tiap orang tua memegang senjata.


entah pisau atau golok...apa yang mereka punya.


Aldi terlihat memegang senjata , karena ia dan Agnes bisa mengunakan nya.


"Mam ada apa sebenar nya " tanya Calista melihat ketegangan di antara kedua orang tua nya.


"Entahlah nak...


kami belum tahu , binatang buas seperti apa " ucap Aldi.


Sebab menurut penuturan karyawan lama , selama mereka tingal dan bekerja di perkebunan ini , mereka tidak melihat binatang buas memasuki housing.


Jika ada paling ular , ular pun hanya ular yang bisa di musnahkan , andai babi atau gajah dan yang lain nya tidak pernah memasuki housing.


Tiba - tiba..


Mata Calista melihat sesuatu melintas...


"Apa iya di Indonesia ada drakula ???.."batin Calista tak percaya.


"Ada apa nak " ucap Aldi sambil konsentrasi menyetir mobil .


"Ti...tidak ada apa - apa Pap " Calista berbohong tak ingin menambah ke khawatiran kedua orang tua nya


"Baik tuan " Mamang mempercepat laju mobil.


"Apa aku salah liat ya " batin Calista mengaruk pala nya yang tak gatal...


Sementara itu , bayangan hitam yang berdiri di atas rumah orang .


Melihat kendaraan yang Calista berada.


"HM....gadis cantik...tunggu aku " ucap nya menyeringai ....


"HM...tak sabar aku....


"Sabar dia gadis yang tak sembarangan " ucap teman nya yang tiba - tiba datang.


"Semua gadis sama aja " menyepelekan.


"Dia pasti akan datang dalam dekapan ku..


Ha..ha..ha " tertawa terbahak - bahak tetap memandang mobil Calista...


yang hampir tak terlihat....


"Kau menganggap enteng " mengelengkan kepala...


"Kita lihat , tak lama lagi pasti akan jatuh kepelukkan ku " masih percaya diri.


Via dan keluarga nya sudah sampai dirumah...


"Nyonya , gas , sabun , gula dan beras habis " ucap Bibi memberitahu.


"Aduh bi...ga dari tadi telefon...


"Ayo..cepat mumpung masih sore " Aldi motong ucapan Agnes ...


"ya..ya...ayo cepat Pap , anter aku " menarik tangan Aldi....


Dengan kecepatan penuh Aldi mengendarai mobil menuju toserba , yang sebentar lagi juga akan tutup..


Terlihat ramai tidak seperti biasa nya..


"Ayo mam cepat ambil , Aldi membantu mengambilkan apa ya g di perlukan ...


Secepat kilat mereka selesai barang yang diperlukan ...


"Cepat bapak dan ibu , sebentar lagi jam 17.00.kami tutup " ucap pelayan toko.


ia juga gemetar mendengar perihal pembunuhan itu .


"Kami tak mau ambil resiko pak, ibu " ucap nya..


Dengan cepat orang yang membeli mengambil barang seperlu nya. bergerak cepat tak 8ngin berlama - lama.

__ADS_1


Setelah mengambil dan membayar , Aldi melakukan kendaraan nya dengan kecepatan penuh , agar sampai di rumah.


"Mang buka garasi , langsung masuk garasi ,tutup pintu dan jendela bi " teriak Aldi...


Tergopoh - gopoh Mamang membuka garasi mobil .


Dan Aldi langsung masuk kedalam , langsung menutup pintu garasi.


Sedangkan bibi menutuo pintu dan jendela...


Terlihat Calista seperti memandang ke jendela kaca teras ruang tamu.


"Nak....


apa yang kamu lihat ? " tanya Agnes melihat sang anak menatap kedepan tak berkedip..


"Diluar bayangan hitam , itu rupa nya musuh kita semua " Calista menutup mata...


"Aldi..


"pangil Pakpe disana...


"Ya Pakpe...selamat malam " sahut papa Aldi.


"Memasuki magrib kalian berdoa ..


"Baik pak " tangan Aldi memberi tanda untuk berkumpul di ruang tamu..


"Semua tinggalkan pekerjaan nya..


BI tinggalkan dulu apa yang bibi pegang.


sebentar kita berdoa " ucap Aldi ketika melihat bibi hendak memulai masak.


"Baik tuan " bergegas mendekat..


"Mana Mamang ??? " tanya Aldi mengerutkan alis nya , semenjak Mamang membuka pintu garasi dan menutup nya Aldi tak melihat lagi..


"Ya...Mamang...


Mang...Mamang " Calista berlari ke dapur dan garasi..


****


"Ada apa nak ?? " tanya Aldi ikut Calista berlari kedalam garasi.


Letak garasi itu dekat dapur ...


"Mang...."tegur Calista.


Terlihat Mamang seperti shok....


"Maaaang " kembali Calista membentak dan menepuk pundak Mamang dengan kasar


Sesaat Mamang tersadar..


"Mamang kenapa ???...


"Saat - saat seperti ini , Mamang jangan sendirian dan melamun " ucap Calista..


"Eh..aaa...anu non...


"Anu apa mang ? " tanya bibi menatap Mamang heran


"Entahlah , 5adi seperti ada yang ingin menarik tangan Mamang , tapi Mamang tak melihat lagi..


"Bagaimana Mamang melihat , wong Mamang melamun " omel bibi...


"Ha...apa iya bi " ucap nya tak percaya .


"HM.....ada yang berusaha mau masuk kedalam rumah kita " guma Calista.


Dan itu terdengar oleh semua yang berdiri disitu


"Apa maksud kamu nak ?? " tanya Aldi.


Memegang sang istri yang terlihat pucat.


"Dia santai , aku yang gemetar " batin Agnes merasa merinding.


"Nak...."kembali menegur Calista , ia tak ingin sang anak melamun..


Dan tau akibat nya.


"Kamu tidak apa - apa ? " tanya Aldi dan Agnes berbareng....saling berpandangan.


"Calis tidak apa - apa Pap...."ucap Calista mengalihkan tatapan nya ke kedua orang tua nya.


"Apa yang kamu lihat..


"Nanti Pap , kita berdoa dulu " Calista memotong ucapan sang papa dan mengingatkan nya.


"Ayo kita kita semua ke ruang tamu " tak sabar..


"Mang..."tegur Aldi , melihat Mamang masih mematung di depan pintu.


"Ya tuan " bergegas mengikuti..


"Mang sudah dikunci pintu garasi " Calista memutar badan nya..


"Eh iya " Mamang seperti bingung.


"Jangan bingung dan melamun mang..


"Calista mengingatkan.


"mau ngapai nak " tegur Aldi..tak mengerti mengapa Calista kembali ke pintu .


"Sebentar Pap.....


Calista mengambil minyak itu dan mengolesi pintu jendela dan tiap sudut .

__ADS_1


Hingga ruang tamu dan kamar - kamar


"Oh begitu maksud nya " batin Aldi melihat yang dikerjakan anak semata wayang nya ...


__ADS_2