Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
Calista pingsan


__ADS_3

masih melihat kebelakang .


perasaan merasa ada yang selalu mengikuti nya , seketika menjadi merinding. kembali melihat kebelakang dan tak terlihat.


"Lebih baik kita berdoa saja pak ." Andrew lebih memilih berdoa . meminta yang di atas perlindungan .setelah ia lelah melihat sekeliling nya tapi tak ada seorang pun. karena tak mempunyai kelebihan seperti Calista.


"Apakah aku salah lihat ." batin Andrew melihat Aldi yang terlihat gelisah.


"Ya..."Aldi memberhentikan kendaraan nya dan berdoa bersama.


bayangan yang mengikuti nya tak terlihat lagi.


"Huf...." Aldi dan Andrew tanpa sadar menarik nafas panjang berbarengan.


entah mengapa Andrew merasa ia harus turun. ada sesuatu yang menggelitik hati nya untuk tidak mengikuti Aldi dan turun di depan sekolah SMA .


"Pak...saya seperti ingin turun disini ." ucap nya memandang kedepan. didepan sudah terlihat sekolah SMA dimana Calista menuntut ilmu.


"Itu gedung SMA , dimana Calista sekolah , lagi pula masih jauh dari rumah ." ucap Aldi mengangkat satu alis nya , merasa heran mengapa Andrew memilih turun dekat sekolah Calista , dan berjalan kaki.


"Oh ya pak...tidak apa - apa . saya ingin berjalan. hitung - hitung olahraga ." dengan tatapan mata Andrew masih kedepan.


"Kenapa tiba - tiba kamu ingin turun disini ?." tanya Aldi merasa harus bertanya.


"Entah pak , kenapa saya harus turun disini , ada sesuatu yang mendorong saya untuk turun disini ." jawab Andrew memandang kedepan dengan menyipitkan mata .


"Benar kamu ingin turun disini ?." tanya Aldi sekali lagi. merasa tak enak jika meninggalkan nya sendiri berjalan kaki pulang .


"Benar pak...


Perlahan Aldi memberhentikan mobil nya.


"Jika ada apa - apa hubungi saya segera ." tersenyum sambil memutar balik mobil menuju kantor.


"Terima kasih pak ..." ikut tersenyum sambil menundukkan kepala.


turun dari mobil Andrew berjalan , dengan tujuan yang tidak pasti .


ia berjalan mengikuti hati nya mau kemana.


jarak antara Andrew berdiri -+ 200 meter ketika ia mengukur dimana ia berdiri dan gedung itu berada .


menatap sebuah gedung SMA .berfikir


apakah akan masuk kedalam sekolah itu atau tidak. ia hanya mengikuti kaki nya berjalan.


tiba - tiba langkah kaki nya berhenti ketika ia melihat sebuah semak bergoyang .


tidak ada angin , mengapa semak itu bergoyang ????....


"mengapa semak - semak itu bergoyang , hari ini , tidak ada angin kencang ." batin Andrew dalam hati melihat ke kanan dan ke kiri.


sebagai seorang tentara , insting nya berbicara ada bahaya.


bersiap mengambil senapan di saku celana samping sebelah kiri nya.tetapi ia berubah pikiran.


ketika ia melihat ada sebuah ranting yang panjang , Andrew mengambil .


ranting itu lalu ia.menyibak semak yang bergoyang .


tiba - tiba...


loncat seorang pria yang berbadan penuh dengan lumpur .


"Haaa..."teriak Andrew terkejut melihat seorang manusia yang lehernya lobang . tidak tangung - tangung ada lobang 3 dilehernya.


ia menggeliat dan gelisah karena kena sinar matahari .


Spontan ia mengambil kaca kecil yang selalu ia bawa kemana - mana.


kaca itu ia pantulkan ke matahari dan pantulan sinar matahari itu mengenai manusia yang sudah menjadi manusia setengah serigala.


ia ingin tahu , bagaimana reaksi orang itu jika terkena pantulan sinar matahari lebih lama.


semakin Andrew memantulkan sinar matahari dari kaca , manusia itu terlihat semakin gemetar . seperti menahan sakit.


gemetar takut dengan sinar matahari .


ingin bergerak ia tak mampu . hanya memeluk kedua kaki dengan kedua tangan nya.


"Kamu mati segan hidup tak mau lebih kasihan lagi....


apa boleh buat , daripada kamu sengsara. baiklah kamu akan ku tembak ." ucap Andrew lirih , mengambil pistol di balik celana panjang seragam tentara nya.


manusia setengah serigala itu terlihat pasrah tak tahu harus bagaimana. menatap Andrew sayu.


seketika Andrew tak tega sekali lagi ia harus tegas , ini harus dilakukan demi ke amanan bersama dan kasihan dengan manusia setengah serigala itu.terlihat ia begitu sangat menderita. menarik nafas berat akhirnya ia mengarahkan senjata nya.


"Maafkan aku ." lirih Andrew sambil membidik ke arah manusia setengah serigala itu.


dan..


dor....


tepat mengenai kepala .


manusia jadian itu terkapar dengan melotot dan akhirnya tak bergerak. beberapa menit kemudian ia menjadi abu.


"Huuff....rupa - rupa nya , sudah banyak yang digigit dan mereka bersembunyi karena takut. tapi ujung nya ia menderita , kita tidak tahu berapa banyak yang sudah terkena gigit serigala itu ." guma Andrew melihat sekeliling nya.


"Aku harus mencari. kemungkinan . ada lagi yang bersembunyi ." ucap Andrew melihat sekeliling nya.


kembali mencari kedalam semak - semak , mungkin masih ada yang bersembunyi di dalam semak - semak.


ternyata tidak ada. ia hanya melihat sebuah tas.


tas berisi pakaian dan sebuah dompet yang berisi identitas nya , ATM dan lain serta beberapa lembar duit seratus.


Andrew mengantongi dompet dan identitas pria tadi. berfikir jika suatu saat berguna.


Kembali berjalan menuju sekolah dimana Calista menuntut ilmu.


berjalan dengan hati waspada.


masih dalam posisi waspada. kondisi sudah tidak memungkinkan untuk santai, harus waspada walau siang hari .


****


Berjalan tanpa tujuan Andrew, terus melangkah .


ketika ujung mata nya melihat seperti goa yang di tutupi semak belukar.


penasaran apa yang dilihat nya , Andrew berjalan menghampiri .


"Lo...tadi bukan nya ada disebelah kanan ku, ada seperti goa . mengapa sekarang tidak ada ." guma Andrew kebingungan. melihat kekanan dan kiri. tapi tak menemukan yang ia cari.

__ADS_1


tiba - tiba ada yang menepuk bahu nya.


"Kak...."seperti suara yang ia kenal .


"Sedang apa kakak disitu ?." tanya Calista heran.ternyata Calista.


yang menepuk bahu nya dengan lembut.


"Ha...kaget ." pekik tertahan Andrew. sambil memegang dada nya.


"He..he..he , kakak sedang apa disitu .


kenapa juga kaget, sedang lihat apa , seperti melihat sesuatu ." beruntun Calista sekali lagi bertanya sambil tersenyum. setengah berlari dengan masih tersengal - sengal ketika ia tak sengaja melihat Andrew di luar pagar sekolah nya.


Andrew menceritakan kejadian tadi dan penemuan nya ke Calista sebuah Goa.


"Ha...kakak bertemu manusia yang sudah digigit serigala ???...


dan sebuah goa ??...' kaget Calista bertanya . ia sendiri tak percaya .


sebab belum pernah ia sekalipun melihat di seputar sekolah tempat ia menuntut ilmu ada goa.


"Iya...di situ tadi kakak melihat goa ." ucap Andrew sambil menunjuk dimana ia melihat goa itu.


"Ah...


masa sih kak." berjalan mengikuti arah telunjuk Andrew .


''dik , jangan mendekat ." menarik tangan Calista agar ia tak mendekat. takut bila ada binatang buas disana.


Calista terdiam di tempat .


dengan tatapan tajam ia melihat ke arah tangan Andrew menunjuk.


Calista memejamkan mata. ketika ia membuka mata.


ternyata benar ada sebuah goa. orang tak akan tahu ada goa disana .Calista berusaha kembali kosentrasi.


"Oh ternyata seperti itu ." guma Calista dan itu terdengar oleh Andrew


"Ada apa dik ." ikut melihat goa.


"Sekarang Kakak masih melihat goa ?." tanya Calista . ia penasaran apakah Andrew juga mempunyai Indra ke enam.


"Tadi kakak samar melihat nya , tapi kenapa sekarang tak terlihat ." ucap Andrew tak percaya . sambil mengucek mata nya.


"rupa nya Kakak dikerjain oleh mahkluk itu ." menatap tajam ke arah goa.


"Maksud nya ???." Andrew masih tak mengerti .


"Kakak tadi menunjuk ke sana , jika di sana ada goa. tapi sekarang tak melihat keberadaan goa tersebut.


sebenarnya goa itu masih ada kak. karena mahkluk halus itu tak ingin kakak mengetahui keberadaan mereka . maka mereka membuat kakak lupa dimana letak goa itu , mereka seperti ingin aku masuk ." ucap Calista panjang lebar.


"Haa..." ucap Andrew mendekati Calista .


"Tapi kenapa baru sekarang aku melihat nya ?." tanya Calista.


"Kamu selama ini tak mengerti jika , di dekat sekolah mu ada goa ?." tanya Andrew tak percaya .


Calista hanya mengelengkan kepala.


"Coba kakak lihat didepan sana. ada cahaya ." tak mengerti. seharusnya goa itu gelap jika kita melihat kedalam nya mengapa ada cahaya ???...


"Tapi aku tak mempunyai Indra keenam Dik.' ucap Andrew masih tak percaya.


"Iya kak aku tahu .." ucap Calista singkat tak ingin menjelaskan lebih lanjut .ia juga bingung bagaimana menjelaskan nya.


Andrew pun hanya terdiam.


"Ikut aku kak .'pinta Calista dengan berani nya ia melangkah mendekati mulut goa itu.


"Hati - hati dik .' ujar Andrew. bersiap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.


kedua anak manusia itu mendekati lubang goa.


tepat di depan lubang goa itu..


tiba - tiba terdengar suara.


"Jangan kamu masuk kedalam nak ." suara Pakpe terdengar kembali.


sontak Calista mundur kebelakang .


"Kenapa om Pakpe ?." tanya Calista penasaran.


"Sekali kamu masuk kesana , maka kamu tidak dapat kembali lagi ." ucap Pakpe penuh penekanan. entah mengapa Andrew bisa mendengar suara Pakpe.


Calista melirik Andrew yang sedang memandang nya .


"Itu suara siapa ?. " tanya Andrew dengan mimik wajah bingung.


lebih bingung lagi ketika Andrew melihat wajah Calista yang seketika pucat .


"Itu suara siapa ?." tanya Andrew sekali lagi.


"Pakpe ." suara Calista pelan. tak mendengar pertanyaan Andrew. sambil menarik tangan Andrew untuk mundur.


agar tak melanjutkan untuk masuk kedalam goa itu.


"Pakpe itu siapa ???." Andrew masih bertanya , ia bingung mendengar suara. tapi tak terlihat orang nya.


"Dik...ada apa sebenar nya ?." kembali Andrew bertanya.


Calista memegang tangan Andrew erat semakin merasakan ada sesuatu yang akan mengancam nya .


"Ayo kak , kita pergi dari sini .' menyipitkan kedua mata nyam


"Ada apa lagi ini ." batin Andrew dalam hati , mengikuti Calista. ia merasakan tangan Calista semakin dingin.


****


"Nak lari...


lari om bilang, lariiiiii ...cepat lariiii ." teriak Pakpe mengejutkan.


entah mengapa Calista tak mendengar ucapan nya .


telinga Calista yang biasa tajam. saat ini seperti ada yang menutupi , sehingga tak mendengar ucapan Pakpe.


"Calistaaaa...." teriak Pakpe disana.


tetapi Calista tak mendengar teriakkan Pakpe.


"Mudah - mudahan anak itu ingat untuk berdoa ." Pakpe menarik nafas berat putus asa.

__ADS_1


tak bisa berbuat apa - apa. ia pun hanya bisa menolong melalui doa.


Calista semakin meyipitkan mata nya.


seperti ...


cahaya itu seperti ingin keluar.


"Kak ayo kita pergi...


lariiii ." teriak Calista.


ingin berlari tapi kedua anak manusia itu tak dapat melangkahkan kaki nya.


"Dik...mengapa aku tak dapat mengerakkan kedua kaki ku .' ucap Andrew berusaha mengerakkan kedua kaki nya.


"I..iya kak , sama kaki ku juga tak dapat bergerak.


"Sabar dik...tenang ok...tenang.


sekarang ayo kita berdoa ." mengingatkan Calista.


Cahaya itu semakin dekat..


semakin mendekati kedua anak manusia yang sedang kebingungan.


semakin keluar dari goa itu , semakin terlihat wujudnya.


sekali lagi wujud serigala...


"Astagaaa...


rupa nya serigala itu mengincar ku kak ." ucap Calista gemetar. seorang Calista bisa gemetar juga.


bagaimana pun ia anak manusia.


pasti ada rasa takut.


"tutup hidung dan mulut kita.


ayo kita berdoa ." ucap Andrew..


tetapi tangan mereka pun tak dapat bergerak..


"Tangan ku tak dapat bergerak kak ." memandang tajam kedepan.


cahaya itu semakin dekat Calista dan Andrew.


"Ya...tangan dan kaki kita tak dapat bergerak.ada apa dengan kita. lebih baik sekarang mari kita tutup mata dan berdoa ." ucap Andrew tak ingin terjadi sesuatu dengan nya dan Calista.


semakin kedua anak.manusia itu berusaha untuk mengerakan kaki , pergi dari sana.


semakin kaki itu tak dapat bergerak , seperti ada yang menahan nya.


"Aaargh...mengapa kaki ini susah sekali di gerakkan ." teriak Via putus asa.


"Ayo kita berdoa ,Calistaaa " teriak Andrew ketika melihat mahkluk itu sudah mendekati Calista. dan saling menatap. pas di hidung Calista.


"Arrggg...Calista ayo kita berdoa ." takut melihat Calista hanya terdiam dengan tatapan mata kosong.


Andrew menundukkan kepala , meminta pertolongan TUHAN.


beberapa detik kemudian..


arrrggggg......


au...au...auuuumm. serigala itu berlari masuk kedalam goa..


"Aakkh..."Andrew jatuh terduduk lemas.


tapi Calista jatuh pingsan.


"Ha...dia pingsan ." guma Andrew. mendekati Calista.


"Dik...dik bangun ." teriak Andrew sambil menepuk kedua pipi Calista.


Mengambil aroma terapi di tas nya dan memberi ke hidung Calista..


"Dik...dik Calista bangun ." menepuk pipi Calista lembut.


"Bawa ia pulang Andrew , saya segera datang ." perintah Pakpe disana.


"Iya ." jawab Andrew , walau ia bingung siapa yang berbicara .


ciiiittt....


suara rem mobil terdengar.


entah siapa yang menghubungi Aldi.


tiba - tiba ia sudah datang.


"Andrew , cepat gendong Calista . kita bawa pulang ." perintah Aldi di balik kaca yang terbuka.


"Siap...." mengangkat Calista berjalan mendekati mobil Aldi.


Bergegas Aldi turun dan membuka pintu.


dengan lembut , Andrew meletakkan Calista di jok belakang , serta mangku Calista.


"Pak...siapa yang memberitahu anda.jika telah terjadi sesuatu dengan kami ." tanya Andrew ketika ia sudah duduk di sebelah Calista.paha nya sebagai bantal untuk Calista . ia menatap heran Aldi sambil sesekali memberikan aroma terapi dan menepuk pipi Calista lembut.


"Pakpe..." jawab Aldi dingin tetap konsentrasi mengemudikan mobil nya.


antara heran dan tidak percaya Aldi hanya terdiam .


Merasa bersalah Andrew terdiam . sambil terus menepuk pipi Calista.


Dengan kecepatan penuh Aldi menjalankan mobil nya.


ia rela meninggalkan rapat ketika suara Pakpe terdengar . memberitahu Calista dalam bahaya.


sang istri Agnes tidak tahu ketika ia mendengar suara Pakpe. ia hanya berfikir untuk menyelamatkan anak semata wayang nya.


sesampai di rumah , seorang wanita berumur setengah abad menghampiri nya.


wanita itu pengantin bibi yang sudah tiada.


"Bi...tolong bukakan pintu ." teriak Aldi .


guy..


ada saran agar ga buntu terus.


terima kasih masih mau mampir di novel ku

__ADS_1


__ADS_2