
"Ya Pap..."Calista , Aldi dan Agnes menundukkan kepala berdoa..
Benar saja , ketika Calista melihat kebelakang bayangan hitam itu sudah tidak ada.
"Huufff.....
ada aja yang menganggu ku " batin Calista tersenyum tak ingin kedua orang tua nya khawatir.
"Sekali putaran kita pulang ya , mama lelah " ucap Agnes ia sudah merasa lelah.
"Iya mam , tapi jangan lewat situ ah , serem " ucap Calista pandangan nya melihat ke depan sebelah kiri
"Kenapa nak " Aldi mengelus dahi Calista ..
"Pohon bambu itu banyak penghuni nya , Calista malas Pap , lebih baik kita memutar saja " memandang Aldi.
Siap kapten " Aldi memberi hormat ala tentara , agar kedua orang yang disayangi nya tidak tegang.
"Ha..ha..ha..ha...papa bisa aja " berbareng Calista dan Agnes tertawa melihat kelucuan papa yang di cintai mereka.
Tiba - tiba...
Calista memejamkan mata...
"Percuma Pap ...mereka sudah melihat kita , ayo belok lewat pohon bambu itu .
Mereka tidak berani ko " sambil menepuk dada nya tersenyum...
Aldi dan Agnes ikut tersenyum walau mereka tau sang anak menyembunyikan sesuatu.
"Mulai berdoa, jangan khawatir " ucap papa Aldi saat mereka ingin melewati pohon bambu itu..
Berdoa sambil berjalan , Aldi dan Agnes merasa merinding , dengan cepat mereka mempercepat langkah nya...
Sedangkan Calista berhenti dan menatap tajam .
__ADS_1
"Nak sudah jangan di ladenin " Aldi menarik tangan Calista...tapi Calista menahan tarikan sang papa.
"Berani kamu nganggu keluarga ku , abis kamu " ancam Calista.
Mahkluk asral itu memandang tajam, tapi ia tak berani. dengan masih menatap tajam Calista, mahkluk itu menghilang .
"Huufff... untung sudah pergi " batin Calista masih memandang ke arah pohon bambu.
"Ada apa nak ???...
"Mahkluk asral yang menyeramkan itu ingin menganggu kita ".kembali menghampiri kedua orang tua nya.
"Seperti apa mahkluk nya ? " tanya Agnes penasaran .
"Bertaring , kuping panjang dan air liur yang meleleh sangat menjijikkan ' cerita Calista santai.
"Ihh...serem sekali !!!...." Agnes bergidik mengelus pundak nya.
"Sudah tau mahkluk asral itu seram , kenapa mama tanya " ucap Aldi tertawa..
"Penasaran aja .hehehe....
Keluarga itu kembali melanjutkan berjalan pulang .
Sedangkan sepasang mata menatap tajam Calista...
"Cape Pap ' Agnes meluruskan kaki nya sambil memijit dengan kedua tangan.
"Mama tidak pernah olah raga , jadi gampang cape " ucap Calista sambil memberikan air mineral...
"Iya nak...."meneguk air mineral itu.
"Sudah kita sarapan terus mandi dan ke gereja. " Aldi mengingatkan...
"Iya Pap " berbareng Agnes dan Calista menjawab .
__ADS_1
****
Matahari mulai tenggelam..
Magrib tiba...
Saat orang mulai masuk kedalam rumah.
Bayangan hitam itu kembali mengincar rumah keluarga Calista , tetapi ia tak berani mendekat karena rumah itu sudah dipagari Pakpe.
Calista merasa ada yang melihat nya dari jauh ingin keluar.
Ketika sebuah suara menegur nya.
"Di dalam saja nak dan berdoa " suara Pakpe diseberang sana.
"Baik om " Calista menelan Saliva nya dengan susah , peringatan dari Pakpe seperti sangat berbahaya dan harus dilakukan.
Tak bisa tidak.
"Ya TUHAN....beri aku kekuatan...
Masih memandang kedepan...
Bayangan hitam berupa kepala masih mengawasi Calista..
"Kalau aku keluar dan sekolah bagaimana " batin Calista bingung .
"Tetap berdoa...itu andalan kita " kembali suara Pakpe terdengar .
"Eh...om Pakpe mendengar suara ku " ucap Calista...
"Ya .."jawab Pakpe disana tersenyum
di tunggu like , cmnd...
__ADS_1
terima kasih