Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
lapar


__ADS_3

"Kenapa Pakpe tak menjawab telefon ku , apa beliau sedang sibuk " ucap Aldi melirik sang istri , yang sudah tak semangat hidup....


Pusing memikirkan itu semua ,Aldi berjalan keluar.


Berdiri didepan pintu rumah , entah apa yang dipikirkan...


Sementara itu Via yang sedang berjalan mengikuti arahan Pakpe sudah merasa sangat lelah sekali.


Akhirnya Calista jatuh pingsan...


Hingga malam tiba....


Calista terbangun dengan perut yang sangat lapar sekali...sebab dari kemarin ia belum makan...


Tiba - tiba ia.mencium masakan yang sangat lezat ...


"HM....harum...sangat lezat sekali , siapa yang masak di tengah hutan rimba ?? " ucap Calista sambil mengendus - endus penciuman nya...


Mencari dimana bau itu berasal...


Sampai ia mendapatkan seorang nenek yang sedang membakar ikan ...


"HM...ko ada nenek - nenek di dalam hutan " batin Calista dalam hati merasa tak percaya .


"Tapi jika dilihat , kaki nya menginjak tanah .....


Merasa ada yang memperhatikan nenek itu membalikkan badan..


"Nek..." sapa Calista


"Ada orang "ucap nya...dengan suara khas nenek - nenek.


"Cucu dari mana ???...


"Saya nyasar masuk kedalam hutan , hingga sampai disini dan mendapati bau masakan nenek " ucap Calista tersenyum.


sambil memegang perut nya yang sangat lapar.

__ADS_1


"O begitu.....cucu mau ???...


"Mau nek jika diperbolehkan , kebetulan saya belum makan dari kemarin " ucap Calista senang..


"Hi...hi...hi....boleh cu...tunggu ya..


Sebentar lagi matang...."ucap nya berjalan setengah membungkuk masuk kedalam gubuk nya..


Dan membawa serta nasi dan piring...


Tiba - tiba ada angin kencang ...


Sang nenek menengadahkan wajah nya kelangit seperti tak senang...


"Calista pergi dari sini " ucap seseorang dan Calista mengenal suara itu.


"Pakpe...


"Ada apa ???...


dan saya sangat membutuhkan makanan itu untuk tubuh saya " ucap Calista panjang lebar lemas tak berdaya.


"Saya bilang , pergi dari situ , sangat berbahaya nak " sekali lagi Pakpe berkata penuh penekanan...


"Kenapa, apa yang berbahaya ??? " tanya Calista penasaran.


"Saya bilang cepat pergi dari sana " hentak Pakpe tak sabar...


Sebenar nya ia.memaklumi keadaan Calista , tapi saat ini ia dalam bahaya.


Calista dengan lemas mengangkat tubuh nya , berjalan perlahan meninggalkan sang nenek tanpa pamit.


"Cucu....ayo kita makan " tegur nya..


Sambil mencegah Calista.


Belum Calista menjawab...

__ADS_1


"Jangan jganggu dia " ucap Pakpe ada penekanan dalam suara nya.


****


"Siapa kamu....


saya hanya ingin menolong orang yang kelaparan " ucap sang nenek.


"Iya kamu memanfaatkan orang yang kesusahan demi kepentingan mu " ucap Pakpe galak..


"He..he...he.


.Hi..hi...hi..


Nenek itu tak menjawab ia hanya tertawa 5erpingkal - pingkal , karena ucapan pakpe benar ada nya..


Tanpa Calista ketahui..


Ikan yang dibakar itu adalah ikan busuk yang sudah diberi sesajen...


Nasi yang Calista lihat , itu bukan nasi .


Itu adalah ulet yang sangat banyak...ulet atau set ( kalau dalam bahasa Jawa..kalau author ga salah 😂).


Itu di ambil dari mayat yang sudah mulai membusuk dan keluar ulet atau set itu.


Jika Calista memakan nya , ia tak akan kembali ke kedua orang tua nya..


Ia akan menjadi mayat hidup..


Sebab nenek itu sendiri adalah mahkluk asral ..


Entah mengapa , Calista tak mengetahui itu...apa karena ia sangat lelah sekali atau ia sudah masuk kedalam sihir yang di hembuskan nenek - nenek itu.


HAPPY READING.


terima kasih sudi.mampir

__ADS_1


__ADS_2