Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
mendebarkan


__ADS_3

Terlihat Papke berkeringat. keringat dingin.


Aldi semakin bingung ,ketika mendengar seseorang berbicara . ia ingin membuka mata nya tetapi , merasa tak enak.


sebab sudah berjanji akan taat dengan peringatan yang di ucapkan Pakpe.


antara tak enak hati dwngan Pakpe dan takut melohat yang berada dihadapan nya.


takut ia belum siap


selain itu bulu kuduk nya merinding , tau ada yang tidak beres. Aldi berdoa , hingga sang pangeran serigala dan pengawalnya merasa kepanasan.


"untung saja pak ". bisik Aldi . sambil melirik kereta kencana itu berjalan dengan cepat.


"Ya kita masih dilingungi ". pakpe memegang dada nya yang berdebar kencang.


"Pak kenapa tidak kita hadapi pak , untuk apa kita kesini.


kan kita kesini untuk membasmi iblis itu ?".tanya Aldi heran. mengapa mereka menjadi terdiam tak berbuat apa pun.


Mendengar ucapan Aldi , Pakpe terkesimak..


"mengapa ia menjadi seperti ini ????... ". bertanya dalam hati tak memgerti.


seorang Pakpe bisa lupa jika ia harus berbuat seperti apa.


"tidak seperti itu , kita harus mencari anakmu lebih dulu ". ucap Pakpe masih memandang kereta kerajaan siluman.


"Ya...ya..aku harus mencari anak ku dahulu ". mengaruk kepala nya yang tak gatal.


"Hm rupa - rupa nya , kita harus semakin sering berdoa ". seorang Pakpe tak mengerti dengan kejdian barusan dan menyesal telah lengah.


sampai kereta kerajaan itu tak terlihat.


"lagipula jika kita hadapi mereka sekarang. kita tak dapat bertemu dengan anak mu ".ucapnya datar tak mengerti jalan pikiran Aldi.


"Maaf pak...


saya terlalu emosi ". ucap Aldi menundukkan kepala.


"Ayo kita jalan. mulai dengan berdoa dalam hati ." ucap Pakpe terdengar penuh penyesalan.


sementara itu.


Andrew dan Agnes masih duduk di samping Calista.


Andrew sebelah kanan dan Agnes sebelah kiri.


krook..


cacing di perut Agnes protes.


protes jika beberapa hari ini mereka tidak makan dan minum.


"Bu...lebih baik sekarang ibu sarapan. bibi sudah memasak ". menatap kasian sang majikan .


Agnes hanya mengelengkan kepala.


"cacing di perut tante uda demotan. lebih baik tante makan. saya akan menunggu Calista disini ". Andrew berusaha menetral suasana.


"Iya bu...ayo. saya juga akan menunggu non Calista ". tambah bibi.


Akhirnya Agnes mau makan.


"Walau sedikit harus makan bu. biar badan nya kuat menghadapi setan - setan itu ". sambil menyendoki nasi .


tak menjawab ucapan bibi , Agnes memasukkan nasi beserta lauknya kedalan mulut. sambil meneteskan air mata. tak mengira jika pekerjaan yang ia sukai membuat sang anak jadi begini.


makan sambil melamun , pekerjaan yang ia telah seoakati dengan management di jawa.


yang berujung seperti ini.


"Bu..kita banyak-banyak berdoa agar bisa melewati semua ini ". memandang sedih sang juragan . yang terlihat tak mempunyai semangat hidup. ia baru saja bekerja disini , yapi sudah mengetahui ketulusan dan kebaikan majikan nya.


itu menyebabkan bibi ikut sedih melihat nasip keluarga majikan nya itu.


setelah mangambilkan air minum dan memberikan nya .bibi menuntun Agnes yang terlihat buru - buru menyelesaikan makan dan minum untuk duduk di sebelah Calista.


melihat itu Andrew tak tingal diam. ia pun mengikuti bibi menuntun Agnes.


"Sebaiknya aden makan, biar sayayang menunggu ibu ". ucap bibi ikut dudum di sebelah Agnes.


"baik bi..". Andrew berjalan ke meja makan mengambil nasi beserta lauknya dan air minum.


ia membawa piring dan minum . untuk duduk bersama Agnes dan bibi. ia merasa tak tega melihat kedua peremouanbeda usia itu.


"Ko makan disini den ???..." tanya bibi merasa heran.


"Iya tidak apa - apa bi , biar saya bisa kontrol keadaan Calista ". sambil memasukkan nasi ke mulutnya.


"ga enak makan nya atuh den ". geleng - gelang kepala.


"sudah biasa bi ". sambil makan tapi mata nya tak lepas dari Calista.


kembali ke Pakpe dan Aldi.


yang masih kebingungan.


"sebaiknya kita ikuti jejak kaki kuda ". ucap Aldi sambil menunduk ke tanah.


tapi apa yang Aldi lihat dan cari tidak ada.


"mereka baru saja lewat , mengapa tidak ada jejak kaki kuda itu Pakpe ? ". tanya Aldi heran dengan tangan menunjuk kebawah.


terlihat Pakpe hanya memejamkan mata , dengan mulut komat kamit dan...


huuuffff....


Pakpe meniup ketanah.


tampak jejak kaki kuda..


"ke...ke..kenapa tadi tak ada , sekarang ada Pakpe ?...". kembali Aldi bertanya terheran - heran sambil memukul kepala nya ia merasa ini diluar nalar nya.


tak menjawab pertanyaan Aldi , Pakpe kembali memegang tangan Aldi dengan mulut masih komat kamit.


sadar ia harus berjalan , dengan berbagai pertanyaan di kepala, Aldi menuruti Pakpe berjalan mengikuti nya.


penasaran Aldi menengok kebelakang...telapak kaki kuda itu tak terlihat lagi. kepala Aldi kembali kedepan...telapak kaki kuda itu ada.


dan semakin melangkah kedepan , telapak kaki terlihat itu menghilang. jika kita melihat kebelakang.


"Pak itu...". melihat tangan Pakpe memberi isyarat agar diam.


penasaran tapi tak dapat berbuat apa - apa akhirnya Aldi kembali berjalan mengikuti Pakpe.

__ADS_1


berjalan mengikuti jejak telapak kaki kuda yang akan menghilang jika kita meluhat kebelakang . Pakpe semakin kencang berdoa.


"Apakah semakin dekat ". batin Aldi dalam hati tak berani bertanya.


****


Hari semakin malam , matahari tampak semakin tengelam.


Aldi dan Pakpe semakin memicingkan mata , semakin mendekati istana itu.


tiba - tiba.


Pakpe menghentikan langkahnya.


"Ayo kembali berdoa ".memejamkan mata.


setelah selesai berdoa , Aldi seperti teringat seseuatu.


"Pakpe...ko seperti nya saya ingat. Calista juga pernah di sandera dengan mahkluk halus. tapi bukan serigala ? ..". tanya Aldi ketika ia mengingat dulu. ditahun yang sama , Cal8sta pernah di bawa mahkluk asral. tetapi ia tak melihat Calista berada dimana. hanya menemukan di sebuah gedung yang tak terpakai dan telah rusak.


"Hm...". jawap Pakpe datar.


mendengar mendapat jawaban yang datar . Aldi terdiam.


"barusan saya bilang , jika anak anda wangi menurut mahkluk asral. jadi seperti ini ". menarik nafas panjang , menatap kedepan.


Aldi menatap wajah Pakpe dan mengikuti arah tatapannya. alangkah terkejutnya ia melihat istana yang begitu megah.


seperti melihat sebuah istana di sebuah dongeng.


"Kamu belum pernah masuk ke alam gaib seperti inikan ??...


waktu Calista di bawah mahkluk asral anda tidak ikut masuk bukan ?????....


jadi bersiap-siaplah , kita akan mengjadapi kebih berat lagi ". panjang lebar Pakpe berbicara. kembali menggegam tangan Aldi erat.


tercengang dengan ucapan Pakpe , Aldi memukul kepala nya agar supaya selalu sadar dan mengingat apa yang di katakan Pakpe.


kembali berjalan dari kejauhan terlihat dua orang penjaga pintu masuk istana.


"o tadi pintu gerbang menuju area istana , ini baru masuk istana ". guma Aldi dalam hati . terkagum melihat kemewahan istana.


"ck...jangan terkagum melihat keindahan swbuah istana , ingat anakmu ..


mau tingal disini atau kita rebut anakmu dan 9ergi dari sini ". tegur Pakpe seperti melihat Aldi mulai goyah.


"Ah...jangan begitu pak..


saya ingin anak saya kembali ". merasa heran dwngan pertanyaan Pakpe.


"kalau begitu anda jangan silau melihat kemegahan istana ini. anda harus fokus.


ingat fokus , ingat tetap berjaga dan berdoa ". dengan nada yang tidak senang.


"ba...baik pak ...". merasa tak enak hati dengan teguran Pakpe . Aldi menunduk dan kembali kosentrasi.


semakin lebih dekat , Pakpe menarik tangan Aldi untuk ikut bersembunyi di sebuah pohon besar.


mengambil tas ransel nya dan mengambil sesuatu disana.


sebungkus garam ia ambil dan mengusap keseluruh tubuh memberikan ke Aldi .


kembali mengambil minyak itu.


dan memberikan keAldi. agar Aldi meniru yang ia lakukan.


****


tidak ada yang mengunjungi nya di dalam ruangan yang seperti kamar ini.


Calista melihat kekanan dan kiri.


seperti kamar , tapi seperti ruangan.


jika kamar mengapa besar sekali . tapi di dalam nya ada tempat tidur dan lain - lain.


dibilang pendopo juga bukan. tapi seperti pendopo besar nya.


bentuk dan arsitektur nya sangat bagus dan menarik.


percis istana kerajaan jawa. Calista kagum melihatnya.


"ko seperti istana yang mempunyai pendopo - pendopo kecil seperti dari bangunan jawa. di dinding tedrapat keramik yang memounyai dua corak eropa dan timur ". batin Calista meraba tiap dinding ruangan itu.


Calista lalu ingat jika rumah eyangnya juga seperti ini.


rumah peninggalan belanda.


rumah jaman dulu yang setiap ruang sangat besar .sangat besar sehingga bisa berlarian dengan puas


mengingatkan ia kepada kedua orang tua nya.


"sebenarnya aku berada dimana ????..." mulai merasakan pundaknya merinding.


"Papa , mama ..dimana kalian ". kembali menatap sekeliling nya..air bening itu mulai berjatuhan.


"kenapa sih aku selalu begini ??? ". bertanya sendiri tanpa tahu jawaban nya.


hingga Calista lelah dan kembali tertidur.


tampa merasakan lapar dan haus.


di suatu tempat.


"ayo kita masuk ". ucap pakpe datar kembali mengambil tangan Aldi. walau tak mengerti Aldi mengikutinya. setelah selesai membaluri seluruh tubuh.


"tidak apa - apa pak , jika kita masuk ?.." tanya Aldi heran. mata nyamelihat sang penjaga.


para penjaga yang bertubuh kekar , tinggi dan hitam. wajah nya sangat menyeramkan.


"Ayo percaya padaku , tetapi anda harus diam jangan bicara sebelum saya yang bertanya dan apapun yang terjadi jangan melihat kebelakang atau bicara. ingat itu !!!....." pesan Pakpe. kembali menarik tangan Aldi.


kembali tercengang mendengar ucapan Pakpe , ia tak bisa menyepelegkan sekarang.


Pakpe kali ini ia mengambil tangan Aldi tetapi mengikatnya dengan seledang.


terlihat seledang berwarna kuning itu bersinar.


seperti ada kekuatan magic disana.


tak dapat bicara Aldi hanya melihat apa yang di lakukan Pakpe.


"Siap ??...tanya Pakpe memandang swrius Aldi.


dengan mantap Aldi menganggukkan kepala.

__ADS_1


"ada oertanyaan sebelum kuta melangkah jauh ? ". tanya Pakpe dengan mata terlihat seriusmelihat ke penjaga itu.


"cuma penasaran saja pak , guna kain kuning untuk apa ?? ". tanya Aldi agar tak semakin penasaran.


"Alat untuk melindungi kita dan agar anda tak terlepas dari saya ". sambil menutup mata berdoa.


tak ingin bertanya lagi , Aldi memgikuti Pakpe menutup mata dan berdoa...


tak Aldi sadari , mereka sedang berjalan menerobos pintu dimana para penjaga sedang berdiri.


sesampai di dalam , Pakpe menyentakkan tangan nya kebtangan aldi. agar ia membuka mata nya.


alangkah terkejutnya Aldi.ketika ia membuka mata , sudah berada di dalam sebuah ruangan.


dimana ruangan itu tak terlihat pintu. seperti pendopo.


" i..ini...". Spontan Aldi bertanya . tapi ia tak melanjutkan ucapan nya ketika melihat Pakpe melotot.


kembali Pakpe mengayunkan tangan nya dan Aldi pun ikut ketika merasakan tangan nya ditarik.


Pakpe menyipitkan matanya.


Mencari keberada dimanakah gerangan Calista.


tiba - tiba...


terdengar angkah kaki.


langkah kaki sangat berat dan cepat.


bergegas Pakpe menarik rangan Aldi , setengah berlari bersembunyi di antara tiang besar.


"siapa ???...". tanya Aldi hanya dengan gerakan mulut.


Pakpe hanya menutup mulut Aldi dengan masker. bergegas Aldi membenarkan letak masker nya.


debaran dada semakin tak menentu , ketika melihat Pakpe tampak serius . dengan wajah memerah menahan marah. agak sedikit gemetar.


walau ia berusaha untuk tetap pura - pura tenang.


ia sendiri tidak tahu , mengapa Pakpe marah.


ingin bertanya ia merasa takut jika Pakpe marah . tapi tidam bertanya ia pun penasaran.


Membuka mata dan melihat sekeliling nya .


deg....


terlihat manusia setengah serigala yang bertubuh dan berotot besar.


sadar dalam bahaya , Aldi menutup mulut dengan satu tangan kiri nya.


"pantas...Pakpe tampak marah seneweng ". batin Aldi dalam hati.


"hust...hust ceoat oergi kalian ". sekali lagi Aldi hanya bicara dalam hati.


"untung saja aku bawa masker " . meraba saku nya yang ternyata masker masih ada.


"Pak....


"untuk sementara kita main kucing - kucingan pak Aldi. sebelum Calista kita temukan ". seperti mengetahui jika Aldi akan bertanya itu.


"Ayo kita berjalan kembali,hati - hati. pasang telinga dan kita harus selalu lebih waspada ". bisik nya.


berjalan sambil sesekali memeriksa jika menemukan sebuah pintu.


berjalan tak tentu arah , Aldi dan Pakpe tak oatah semangat. terus...terus dan terus mencari.


dalam sebuah istana yang tak ada ujung nya..


Mulai merasa lelah.


Aldi menarik tangan nya. agar Pakpe berhenti.


Pakpe mengangkat wajahnya. seakan bertanya ada apa ?...


melepaskan masker lalu..


"sampai kapan begini terus ???". bertanya melalui pergerakan bibir nya. Aldi merasa ada yang tidak beres di ruangan ini.


"berada diruang yak berujung ???..


belum Pakpe menjawab..


tiba - tiba kembali tercium wangi bunga tujuh rupa. segera Aldi memakai kembali maskernya.


Pakpe memandang Aldi , kembali memejamkan mata .diikuti Aldi. tanpa Aldi ketahui , Pakpe menyentuh tangan Aldi agar tak mencium wewangian yang bisa mempengaruhi mereka.


srek...srek..srek.


kembali terdengar langkah .


takut Aldi membuka mata. dengan ceoat tangan Pakpe menyentuh mata Aldi. tanda agar Aldi tak boleh membuka mata nya.


"dimana....dimana ada manusia ?.." tanya serigala yang berbadan besar itu kepada twman nya.


"kata tuan...disekitar sini...


tapi dimana ya ". ujar nya samb8l mengendus - endus .


mendengar itu Aldi gemetar.


ingin membuka mata tapi di tahan oleh Pakpe.


"saya tak mencium bau manusia disini ". sambil terus mengendus.


"cari terus ". ucap teman nya.


hingga pas di hadapan Pakpe dan Aldi berdiri.


"apa hidungku yang salah ya...


mereka seperti ada disini ". pas menxium badan Aldi.


Aldi semakin berkeringat dingin .


"ayo kita berdoa ". Aldi mendengar bisikan suara Pakpe.


tak banyak bertanya Aldi berdoa.


"kenapa disini panas sekali ". ujar teman serigala itu.


guy...novelku lama ya.


maafkan..keterlambatan .

__ADS_1


terima kasih masih mau mampir disini


__ADS_2