
"O...seperti itu " jawab nya , ia berusaha untuk yakin dengan ucapan Calista.
"Ya...."jawab Via sambil memandang kedepan.
Terlihat pria yang sudah menjadi manusia serigala berjalan ke tiap - tiap rumah dengan mengajak....
pak RT...
Ya pak RT yang sudah berubah menjadi manusia serigala berjalan dengan tatapan yang dingin...
"Haa....itu pak RT sama...
Bu RT dan kedua anak nya " jerit Papa Aldi tak 0ercaya , sambil memegang dada nya .menunjuk ke depan
"Diam...semua diam...ssst " ucap Calista setengah berbisik..
"Kenapa harus diam nak ?? " tanya mama Agnes...melihat Calis bingung.
"Jika kita tidak diam , mereka akan menghampiri kita semua di sini...
tangan tutup hidung dan mulut " perintah Calis kembali setengah berbisik .
Sontak seisi rumah terdiam dan melaksanakan perintah Calis..
Terlihat keluarga pak RT dan pria itu mengelilingi rumah tiap rumah..
"Pap hubungi yang bisa di hubungi , jelaskan seperti yang aku bilang tadi.
tapi papa pakai nada senyap , agar mereka tak mendengar " sekali lagi Calista berbicara berbisik.
Dengan cepat menutup mulut nya.
Mengingat itu sontak dengan cepat Aldi melalui pesan WhatsApp mengetik dan meneruskan kesemua teman nya.
Agar tak ada korban dan tidak ada suara apa pun ..
Sepi....
sunyi....
Arrrgggg...
Arrggggg....
suara manusia serigala itu, sambil berjalan menuju suatu rumah yang hanya tingal seorang diri.
Tiba - tiba...
Tolong....tolo....
Tak terdengar lagi suara nya..
"Mam sebelah rumah pak RT itu , pak Simon..suami nya sudah pulang kah " tanya Aldi , ketika ingat bahwa Simon teman yang selalu menolong.saat ia susah .
"Kalau istrinya cerita , pak Simon pulang Minggu depan..
Tapi itu seperti suara istri nya " Agnes mempertajam pendengaran nya dengan menempel di pintu .
"Ya istri pak Simon Pap , bagaimana ini " ucap Agnes dengan tubuh gemetar.
****
Aldi segera menghubungi teman sejawat nya Simon...yang saat ini sedang dinas keluar kota .
Tut...Tut..tut...
Handpone tak di angkat.
menghubungi sekali lagi..
Tut...Tut...Tut.
masih juga tak diangkat.
"Mungkin ia sedang sibuk , lebih baik kirim pesan di WhatsApp aja " batin Aldi
Dengan terpaksa Aldi mengirim pesan lewat aplikasi WhatsApp dan menceritakan yang terjadi.
kriiiinggg....
Kriiiinnnnnggg....
Handpone Aldi berbunyi...
__ADS_1
saat hendak menekan ...manusia serigala itu berjalan ke arah nya..
"Pap itu .!!!!...." jerit Agnes sambil menunjuk ke arah halaman.
"Ssst...mam diam, tutup " Calis menutup mulut mengingatkan saat mama Agnes Tampa sadar menjerit.
Dan itu membuat sekawan manusia serigala jadi- jadian menoleh ke rumah Aldi dan mendatangai nya..
Sontak Agnes menutup mulut dan hidung
Saat tahu manusia serigala melihat kedalam rumah Aldi dan mencium keberadaan keluarga Aldi.
Tidak menemukan apa - apa , manusia serigala itu berlalu.
Saat mendengar jeritan Agnes , ia membalikkan badan nya dan melihat kembali.
"Aaarghhh.....
Srek....srek ...melihat sambil memgarukkan tangan nya ke kaca jendela ruang tamu rumah Aldi.
"Haaa..."Jerit tertahan Agnes melihat pak RT sudah menjadi manusia serigala.
seram....
wajah pak RT sangat seram..
Dengan cepat Aldi menutup mulut Agnes dengan tangan kiri nya..
Dan Agnes pun memeluk sang suami , ketakutan.
Tak mendapat apa - apa , mahkluk serigala itu membelokkan badan nya, berjalan entah kemana mencari mangsa.
"Huff....untung saja " batin Via mengelus dada nya yang berdebar.
tetangga Aldi yang lain menuruti apa yang di utarakan Aldi , saat mengetahui pak RT dan keluarga nya menjadi korban..
Bahkan istri Simon pun menjadi korban.
Ya hanya istri Simon , karena sang suami yang sedang tugas ke Jawa dan sang anak yang sedang kuliah di Jawa..
Mereka tak mengetahui jika sang istri menjadi korban.
****
"Tuan....kata nya jika melihat manusia serigala di tembak, ko tidak di tembak Tuan ? " tanya Mamang yang sedari tadi hanya terdiam melihat nya.
"Iya...ya tuan " Mamang mengaruk kepala nya yang tak gatal , ia sendiri bingung dan takut .
"Bagaimana cara nya ya mang ???...
"Saya juga bingung tuan " sambil melihat kekanan dan kiri.
Jika ada sesuatu yang bisa di pakai.
"Apa tidak dari lobang angin tuan " ucap nya...
"Terlalu tinggi dan susah untuk membidik " ucap Aldi sambil mengukur lobang angin dengan sasaran nya.
Tok....tok...tok...
Terlihat Istri Simon mengetuk pintu ..
Semua saling berpandangan...
"Bu...Bu Aldi ..tolong saya...
Tolong....sakit Bu " ucap nya merintih..suara yang sangat berbeda.
Agnes ingin melangkah membuka pintu , tapi di tahan Calista.
"Kamu kenapa menahan mama , itu istri om Simon butuh pertolongan kita " bentak mama Agnes dengan suara yang meninggi.
"Ssst..."Calista menutup mulut Agnes.
"Hmm....kenapa " menghapuskan tangan Calista dengan kasar..
"Ssst....
Mam Tante sudah menjadi manusia serigala " ucap Calista setengah berbisik.
"Haa..."Agnes memandang kedepan tak percaya.
"Mama lihat wajah nya yang pucat " bisik Calista.
__ADS_1
Mama Agnes hanya terdiam memandang kedepan...
"Mang , bagaimana Mamang yang membuka pintu , saya yang menembak , tapi hati - hatii mang " ucap Aldi karena tak mendapat jalan keluar bagaimana cara nya.
sedang kan mahkluk itu harus di musnahkan..
"Semua tetap menutup mulut dan hidung , Mamang dan papa juga tutup pakai ini " ucap Calistaemberikan sang papa dan Mamang syal.
Kedua nya menutup mulut dan hidung mereka memakai syal.
Setelah siap
"Sudah siap tuan " ucap Mamang dengan dada yang berdebar Mamang menuruti perintah Aldi.
"Saya hitung sampai tiga...
Satu...dua...tiga..buka mang " perintah Aldi.
Braakkk...
Mamang membuka pintu dengan kasar.
Doorrrr....
Tanpa melihat lagi Aldi langsung menebak istri Simon.
Aldi dan Mamang melihat tubuh istri Simon tergeletak. tak berdarah.
Menatap tajam ke arah Aldi dan Mamang...
"Terima kasih " ucap nya tersenyum , merasa terlepas dari penderitaan .
Dan tubuh istri Simon bergetar hebat mengejang dan akhirnya tak bergerak lagi.
"Ia sudah tiada ' sontak Aldi dan Mamang termangu , karena sudah merasa menjadi pembunuh.
Ya...Aldi harus membunuh karena situasi yang tak memungkinkan
"Ya..karena darah mereka habis dan menjadi seperti itu " ucap Calista..memandang Aldi dan Mamang yang terdiam.
Hidung nya seperti mencium sesuatu..
"Pap...pak RT " jerit tertahan Calista.
menunjuk dengan dagu nya.
Berjarak dua meter terlihat rombongan pak RT berjalan cepat menuju Aldi berdiri.
"Cepat mang tutup pintu. " menarik Mamang ke belakang dan cepat menutup pintu .
"Santai Pap , sudah Calis oleh dengan minyak ini " ucap Calis melihat rombongan pak RT semakin mendekat.
Semakin mendekat jasad istri Simon , seperti nya 0ak RT dan lain nya merasa senang..
Mereka duduk dan mengerumuni jasad itu .
Duduk ketika mereka mematahkan tangan, kaki dan badan dengan riang .
Seperti mendapat makanan enak , mereka makan jasad itu.memakan jasad itu dengan santai.
"Ih...jerit bibi , Agnes dan Calista..
sambil menutup mata mereka.
"Kenapa mereka memakan nya nak ? " tanya Aldi..
"Mereka canibal Pap...maka nya lebih baik di bunuh , bagus kalau mereka tak mengerti
jika mereka mengetahui seperti ini.mereka akan memakan nya seperti acara riungan atau pesta besar " ucap Calista bergidik.
"Andai mereka tak mengerti ???...
Jasat itu akan menghilang menjadi abu " ucap Calis mengangkat kedua pundak nya
Aldi , Agnes, Mamang dan bibi hanya bisa saling berpandangan...
hi guys..
sekali lagi comend and like nya dung..
terima kasih...
maaf jika dalam penulisan sering kali typo🙏🏾..
__ADS_1
saya masih berusaha untuk kamu - kamu yang ganteng dan cantik...
terima kasih.