Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
ada yang mengikuti


__ADS_3

mobil melewati tentara yang sebagian berdiri dan mengatur keluar nya para warga perkebunan. yang terlihat berdesak - desakkan . ingin segera keluar.


"Pap..ayo kita berangkat ?." ujar Agnes , dengan Calista di belakang nya.


"ayo..." sambil memanaskan mobil nya.


"Pagi Tante , Calista ." sapa Andrew ramah setengah menundukkan kepala.


"Pagi Andrew .."balas Agnes , sedangkan Calista hanya menganggukkan kepala , ia masih sibuk dengan mencari sesuatu di tas sekolah nya .


"Pak...maaf sebelum nya , boleh saya ke kantor mengikuti bapak. mungkin saya bisa memberi kesaksian . agar management mengetahui kejadian yang benar - benar terjadi dan mengabulkan yang kita inginkan ." ucap Andrew panjang lebar. berharap ide nya di setujui.


"Boleh..ikutlah dengan ku. " tak banyak kata , ia mengajak istri dan anak nya agar segera masuk kedalam mobil.


Andrew pun ikut .asuk kedalam mobil.


saat akan masuk ke dalam mobil .


tiba - tiba Calista terdiam mematung.


Sadar ada yang tidak beres dengan anak nya , Agnes keluar dari mobil.


"Sayang ada apa ???." menyentuh pundak Calista.


Aldi yang akan memulai menjalankan mobil , melihat itu ia pun keluar dari mobil dan menghampiri kedua orang yang di sayangi nya itu.


Tersentak dengan sentuhan tangan sang mama , Calista memandang wajah sang mama sayu.


"Nak....


ada apa ?.' memandang sang istri .


"Ya TUHAN , ada yang dilihat anak ku ." batin Aldi dalam hati ia merasa takut.


"Calistaa...'Aldi menaikkan satu oktaf suara nya ketika melihat Calista tak bergeming.


"Ah..i iya Pap ." terkejut dengan teriakan sang papa , sambil memejamkan mata dan menarik nafas panjang.


"Ada apa ?.' tanya Aldi dan Agnes serentak.


"Seperti nya di antara orang yang akan keluar side , ada yang terkena gigitan. tapi mereka tidak melapor , akan ada korban juga di luar sana .' ucap Calista menunjuk , segerombolan orang yang berdesakan keluar.


"Astaga !!!...


yang mana nak ?." tanya Aldi pucat .


"Aku tidak tahu ..." memejamkan mata.


Ketika mendengar ucapan Calista , Andrew dengan cepat berlari sambil mengangkat senjata ke atas.


Dor....dor...dor...


Seketika orang yang berebutan akan keluar itu berhenti dan melihat arah suara tembakan.


"Berhenti ..." teriak Andrew sambil berlari menuju orang yang akan keluar dari perkebunan.


"Ada apa ??.." tanya tentara yang berwajah oriental itu.


"Ada apa lagi ini ." bisik - bisik mereka.


"Sebelum keluar kalian sudah.cek satu persatu ?." tanya Andrew.


"Semaksimal mungkin kami cek . " memandang Andrew tak suka.


"Cek bagian leher ." berjalan hendak menutup portal .


"Ti- tidak ." ucap menunduk merasa bersalah sudah ceroboh , ia sendiri lupa. mungkin berfikir . yang akan keluar dari perkebunan orang yang terhindar dari para serigala itu.


"Astaga..." kembali lari lebih cepat menuju portal. antara housing dengan arah jalan keluar dari housing .


"Stop jangan keluar dulu...." teriak Andrew.


sejenak orang yang berdesakkan ingin keluar dengan kendaraan masing -asing berhenti .


"Ada apa ." ucap nya orang - orang yang akan keluar , bertanya sambil menatap tajam tak senang.


"Perlihatkan leher kalian , buka jas atau baju bapak, ibu dan adik-.adik sekalian. " desak Andrew Memandang intens.


"Mengapa kami harus membuka baju ??." merasa heran dan risi dengan perintah tentara itu.


"buka hanya di bagian leher pak ." mengerti dengan tatapan aneh orang yang memandang sinis kepada nya .


"Ada apa lagi ini pak ?." tanya seorang pria berkulit hitam.


"Ada yang kena gigit serigala , tetapi tidak melapor .' ucap Andrew.


Satu persatu Andrew di bantu teman nya memeriksa kondisi tiap orang.


baik yang membawa mobil, motor bahkan mereka ikut menumpang truk.


Begitu pun Aldi tak kehabisan akal , ia menghubungi satpam diportal pertama masuk perkebunan ini . Aldi memberi tahu komando agar yang keluar di tahan lebih dulu .


setelah mendapat jawaban , jika mereka akan melaksanakan sesuai perintah Aldi.


Bergegas mengeluarkan mobil dari garasi nya.


sambil menjalankan mobil. Agnes dan Calista hanya terdiam mengikuti Aldi .


"Nak menurut mu , yang sudah terkontaminasi serigala itu , sudah keluar dari perkebunan ini kah ." tanya Aldi melajukan kendaraan nya dengan kecepatan di atas rata - rata.


Calista hanya terdiam memejamkan mata.


"Nak...." Aldi menahan nafas melihat sang anak hanya terdiam sambil memejamkan mata.


"Sudah...dua orang sudah keluar . dua masih di belakang , satu pas depan portal. " menarik nafas panjang dan membuka mata.


"Akan ada korban lebih lagi..bukan di perkebunan saja tapi sudah keluar...


bagaimana ini ." Calista memandang sang ayah.


"Andrew...tahan orang yang masih di depan portal housing. jangan biarkan mereka keluar..sudah ada yang terkena gigit tapi mereka sudah keluar ." Titah Aldi.


"Baik pak ." bergegas memberi pengertian kepada semua orang yang masih kekeh ingin keluar .

__ADS_1


Entah apa yang di katakan Andrew , karyawan perkebunan ini kemudian menurut saja.


Sesampai di portal pertama untuk para karyawan masuk ke linkungan perkebunan. dengan tergesah Aldi, Agnes dan Calista turun dari mobil.


"Pagi pak...sudah ada berapa kendaraan yang keluar.." sapa Aldi dengan satpam yang menjaga saat itu.


"Wah kurang lebih 30 kendaraan pak , ada apa ya ???...


dan apa yang telah terjadi ?." tanya satpam itu beruntun.


Tak menjawab pertanyaan sang satpam , wajah Aldi memandang sekeliling nya tegang.


membiarkan satpam itu terheran.


"Dimana komandan anda ?." tanya Aldi dengan mata tak berkedip melihat sekitar nya.


"Sedang ke kantor ." bingung melihat Aldi


"Pap...seperti nya di ilalang ada orang yang sudah terkena gigitan ia bersembunyi. karena ia menggigil menahan kesakitan tidak kuat jika kena sinar matahari. " ucap Calista berjalan perlahan mendekati. tanpa takut di serang.


Arg...Arg...Arg....suara lirih terdengar.


menahan sakit karena terkena sinar matahari. dengan menutup kepala nya dengan jaket hodi .


dor..dor...dor.


suara tembakan yang mengagetkan Calista dan membuat nya berhenti dan seketika terdiam .


membalikkan badan , ternyata Andrew yang sudah melemparkan peluru dengan cepat .entah sampai nya kapan. tanpa sepengetahuan Calista , Andrew sudah ada di belakang nya.


"Sekali lagi maaf mendahului kamu , ini demi kamu Calista , HM...maksud ku untuk kita semua ." ucap Andrew grogi ,sambil memandang Calista takut kehilangan.


ada binar cinta disana.


Tak menjawab ia hanya perlahan menganggukkan kepala.


"Kenapa anda menembak orang sembarangan , walau anda tentara. anda bisa di tuntut undang - undang pidana ." tegur keras satpam itu. dengan tangan memegang senjata nya. bersiap - siap. mendahului komandan tentara yang sedang melapor ke kantor.


"Lihat !!...." tak ingin satpam itu berfikir yang macam - macam. Andrew memutar paksa tubuh satpam itu , sambil menunjuk dengan dagu nya kearah manusia serigala yang ia tembak.


"Lo....Lo..Lo ko jadi abu mas, pak Aldi ?." tanya nya heran. ia yang selama ini hanya mendengar , baru percaya ketika melihat nya sendiri .


halloooo....darimana saja pak !!!....


"Ia sudah di gigit serigala , dari pada ia mengigit kita semua. lebih baik di tembak dan menjadi seperti itu ." Andrew menjelaskan panjang lebar .


Satpam itu hanya mengangguk kan kepala , ia tampak shok melihat itu semua.


****


Sementara itu , seseorang yang memperhatikan dari dalam mobil . dengan memakai kaca mata hitam dan AC yang menyala. ia terselamatkan dari terik nya matahari , tak perlu seperti teman nya yang kepanasan . dan akhir nya terbunuh.


duduk berdiam , seolah tidak terjadi apa - apa , hanya berharap ia tidak di periksa di pintu portal masuk areal perkebunan ini.


Memandang Via yang masih berdiri dan sedang berbicara dengan seorang polisi ganteng.


"Cantik juga ." guma nya memandang Calista tak berkedip.


Seperti ada yang berbisik di telinga Calista. ia melihat sekeliling nya dan


"Ada seseorang yang melihat ku dari dalam mobil , seperti nya ia juga sudah di gigit serigala . bisa dicek letnan. " ucap Calist masih memejamkan mata.


"Disini mobil banyak , mobil apa dan warna apa ?." tanya Andrew tak sabar melihat Calista tak cepat bicara.


"Avanza putih .' sambil membuka mata.


Sontak Andrew memutar badan setengah berlari menuju mobil yang dimaksud Calista.


Aldi mendengar itu pun mengikuti langka Andrew .


"Itu seperti mobil pak Rizal ." batin Aldi dalam hati setengah berlari. ia tak percaya dengan penglihatan nya.


Bagai mengetahui jika ia sedang diincar , dengan kecepatan penuh .mobil Avanza putih melesat dengan cepat di atas rata - rata .


Tak ingin ketingalan buruan nya dan tak ingin ada korban lagi.


Andrew mengangkat tangan nya dan.


dor...dor...dor.


tiga kali tembakan mengenai ban belakang dan kaca belakang mobil.


hingga...


bruuuak...terdengar dentuman mobil yang sangat keras itu menghantam . pintu portal dan terbanting kembali menghantam trotoar yang belum jadi di kerjakan. dan besi pagar portal.


mengakibatkan kebocoran bensin dan...


Booooomm....


suara ledakan terdengar . Andrew sekali lagi telah menembak mobil Avanza putih itu hingga meledak. hantaman mobil yang sangat keras , membuat percikan api hingga menyambar bensin.


Sontak semua orang tengkurap.menghindari percikan api dan bahan metal dari mobil.


Terlihat mobil hancur terbakar.


Andrew, Aldi, Agnes dan Calista , bangun dan menatap mobil yang terbakar.


Andrew tanpa merasa bersalah , berjalan mendekati mobil itu.


dilihat nya ..tak ada manusia sedikit pun .


ya...


mustahil ada yang selamat , jika mobil meledak seperti itu.


Calista mendekat , ia pun tak melihat ada manusia disana. serta sisa tulang yang terbakar , jika serigala jadian itu yang membawa mobil Avanza putih tertembak ia akan menjadi abu. tapi tidak ada bekas sama sekali.


"Serigala jadian itu sudah hangus Calis ." ucap nya menatap nanar ke depan.


"Saya belum percaya ." menatap tajam kedepan.


Calis memejamkan mata , ia merasa kan aura negatif yang tak diingin kan nya . aura yang sangat tak dan dekat.

__ADS_1


ketika ..


Calista membuka mata alangkah kaget nya ketika ia.melihat serigala jadian itu . ada di sebelah kiri mobil yang terbakar.


berdiri dengan tenang dengan wajah penuh luka terbakar . seperti siap menerkam.


entah mengapa ia sangat kuat. tidak seperti serigala yang lain.


****


"I..itu ." belum selesai Calista bicara. serigala jadian itu sudah melompat .


ia mengincar Calista dan Andrew.


Dor...


tembakan yang tepat mengenai sasaran


hingga serigala jadian itu terkapar di tanah dan menjadi abu.


saat....


Andrew yang membelakangi serigala jadian itu , tak sengaja melihat wajah Calista yang berubah pucat pasi dan melihat di patulan serpihan kaca .


manusia serigala itu masih hidup dan bersiap akan menerkam Calista.


tak berfikir dua kali ia langsung menembak nya.


"Ya TUHAN ." jerit Aldi dan Agnes.saat sadar sang anak terlepas dari bahaya.


setengah berlari menghampiri Calista dan memeluk nya.


"Oh my..


" batin Calista dalam hati sambil memegang dada nya , shok.


"Terima kasih nak , untung kamu bergerak cepat .' ujar Agnes. membayangkan apa yang terjadi jika Andrew tak segera gerak cepat.


"Sama - sama Bu ."Andrew menarik nafas panjang.. ia merasa tindakan nya benar telah menyelamatkan orang di sekitar nya. dan lega karena pujaan hati nya selamat.


Tak terasa hari sudah siang. Calista yang datang terlambat sekolah. di dampingi kedua orang tua nya . jika keterlambatan nya tak di sengaja.


setelah itu Aldi, Agnes dan Andrew melanjutkan berangkat ke kantor .


Sesampai di kantor Aldi mengajak Andrew agar ikut dengan nya bertemu dengan sang manager.


Di dalam ruangan manager.terlihat Ady argumen.


setelah Andrew ikut bicara , sang manager terdiam.


"Kami ingin pihak perusahaan menambah tenaga untuk menjaga segala kemungkinan yang terjadi ." ucap Andrew panjang lebar.


"Apa beliau tidak tingal disini , hingga tidak tau kejadian setiap malam ." batin Andrew dalam hati.


"Baiklah ." ucap nya menarik nafas panjang memandang Andrew.


Sambil mengangkat telefon , entah apa yang di bicarakan.


Andrew melirik Aldi .


akhirnya sang manager itu setuju , ia akan mendatangkan bala bantuan dari pihak tentara dan para ulama .


"Mungkin mereka akan sampai besok ." mengulurkan tangan dan berdiri.


sang manager yang tidak stand by di tempat. memilih pulang ke Jakarta.


ia yang hanya datang seminggu tiga kali


baru percaya dengan cerita yang ia dengar. setelah Aldi dan di dukung Andrew menceritakan dari awal hingga sekarang.


Aldi menarik nafas lega , sambil menepuk pundak Andrew .


"Terima kasih sudah bantu bicara ." Aldi tersenyum.


"Sama - sama..." ikut menarik nafas lega.


"Saya akan kembali bekerja , jika ingin melihat - lihat disini.!!


kalau ingin pulang , nanti saya hubungi supir agar mengantar mu ." ucap Aldi panjang lebar. ia sendiri disibukan oleh kertas file yang menepuk .


"Terima kasih pak..." berdiri dan berjalan keluar. sesampai di luar. supir yang sudah di hubungi Aldi untuk mengantar Andrew pulang sudah siap menunggu.


"Pak , saya ingin jalan - jalan ke sekolah Calista boleh ??." menatap keluar.


"Oh boleh pak...saya siap mengantar ." melirik tentara ganteng itu.


"Terima kasih pak...


"Sama -sama ...


Mobil pun menuju sekolah Calista. di saat jam istirahat.


Sepanjang jalan , Andrew merasa ada yang mengikuti mobil nya.


melihat kebelakang, kiri dan kanan. tapi tak ada satu pun kendaraan di belakang nya.


"Apa hanya perasaan ku saja ."menatap tajam kebelakang.


"Pak...


belum sempat Andrew bicara.


"Pak...


eh maaf..cuma mau bilang, ko seperti ada yang mengikuti kita ya...


tapi tak nampak ." ucap sang supir kebingungan. ia pun sambil menjalankan mobil melihat kekanan, kiri dan belakang melalui kaca spion.


"Ternyata perasaan kita sama pak , ada apa ya ??.' tanya Andrew.


pertanyaan yang sangat besar di kepala nya.


"Iya ada apa ya pak , saya pun merinding...

__ADS_1


hi guy...


terima kasih masih mau mampir di novel ku selamat membaca.


__ADS_2