Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
mencekam


__ADS_3

"Pak....pak Adli..


ada apa ?? " tanya mereka penasaran.


"Iya...tidak ada apa - apa bapak - bapak " Aldi mengaruk kepala nya yang tak gatal , ia binggung bagaimana menjelaskan kejadian hari ini.


"Tapi saya melihat dan mendengar ada ledakan di belakang rumah pak Aldi " ucap nya..


"Iya pak...sangat keras sekali ledakkan nya., apa ada gas yang meledak ?? " tanya seorang bapak bertubuh tambun tetangga Aldi..


"Tidak ada gas yang meledak pak...


Tapi memang ada ledakan di belakang rumah saya , mungkin dari bawah tanah " ragu - rabu mengucapkan nya.


"Ko bisa ??? ..." tanya bapak - bapak tetangga Aldi penasaran.


"Ya...kita mana tau perut bumi , jika ada gas atau tidak " argumen Aldi berharap tetangga nya mau mengerti..


"O...bisa jadi pak...


"Ada yang bisa kami bantu pak !!..." menawarkan jasa.


"Terima kasih bapak - bapak semua , tapi tidak usah , Mamang sudah membersihkan ledakan tadi " ucap Aldi berharap mereka mengerti , karena mengingat ucapan pakpe belakang rumah Aldi belum boleh di injak..


"Baiklah jika begitu , tapi kalau ada apa - apa dan perlu bantuan kami , jangan sungkan pak Aldi hubungi kami, kita - kita akan segera datang dan membantu " ucap nya..


"Terima kasih....terima kasih sekali lagi bapak - bapak , baik saya akan mencari bapak sekalian jika saya membutuhkan " ucap Aldi menundukkan kepala sopan.


"Huuuf...."Aldi menarik nafas panjang.

__ADS_1


merasakan beban berat...peristiwa demi peristiwa yang ia alami.


"Pap...ayo kita sarapan " ucap Agnes mengelus pundak Aldi yang terlihat termenung.


"Ah ya mam...ayo ' memeluk sang istri sambil berjalan..


Sehabis sarapan yang terlambat , Pakpe meminta untuk semua seisi rumah berkumpul didalam.


"Ada apa pak ? " wajah Aldi tak dapat menahan rasa lelah nya.


"Saya harap kalian semua berkumpul disini dan berdoa " ucap nya tak menjawab pertanyaan Aldi


Bingung dengan maksud Pakpe serentak semua menganggukkan kepala.


"Dik...Calista jangan ikut om , kamu belum pulih benar " ucap Pakpe ketika melihat Calista berdiri.


"Tapi om ..


Pakpe melihat keatas , dengan tangan di pinggang seperti menantang seseorang.


%iba - tiba ...


Wuuiiiissshhh....


Angin bertiup kencang , sehingga Pakpe yang belum siap hampir terbawa angin itu...


Merasa ada yang menganggu nya Pakpe mulai konsentrasi.


"Jangan kamu nganggu dia " nada Pakpe penuh penekanan .

__ADS_1


"Ha...ha...ha...jangan ikut campur " terdengar suara disana yang membuat bulu kuduk merinding


"Suara siapa itu " sontak Calista ingin keluar...


"Nak...sayang jangan keluar , ingat pesan Pakpe " ucap Mama menarik tangan Via pekan.


****


"Sekali lagi bertobat lah " teriak Pakpe menahan marah...


"Ha...ha..ha...jangan ikut campur " ucap nya kembali mengirimkan angin ribut.


wuish.....wuish...


Angin itu membawa apa yang ada di hadapan Pakpe..


Yang di heran , angin itu hanya di seputar rumah Aldi..


"Pergi lah sebelum saya marah .." sambil berdoa , agar badan nya tak tertiup angin.


"Ha..ha..ha....kembali suara itu tertawa meremehkan nya.


"Papa,mama,mama dan bibi , ayo kita berdoa , bantu om Pakpe " ucap Calista ingat ucapan pakpe barusan.


Tersentak ke empat orang dewasa itu duduk dan berdoa...


Calista duduk dan melihat apa yg terjadi dengan Indra ke enam nya ...


"Rupa nya orang ini yang membuat keluarga ku , mendapat bencana " batin Calista membuka mata nya perlahan .

__ADS_1


guys maaf keun keterlambatan emak, sebenarnya sudah saya buat..entah kenapa ini jempol salah pencet dan alhasil cerita yang emak susah payah mikir ilang


__ADS_2