
Mendengar Simon berbicara lancang seenak nya sendiri ,Via mengenggamkan tangan nya, menahan marah.
Bagaimana pun ia orang tua yang harus di hormati.
Aldi mengelus pundak Calista agar tak meladeni ucapan Simon.
Tiba - tiba.
Au...au....auuuuuuuu..
Terdengar suara lolongan anjing yang membuat bulu kuduk merinding.
"Suara apa itu ? " tanya Simon iya pun merasa merinding , tetapi karena ke sombongan nya ia pura - pura bertanya sambil tolak pinggang .
"Itu suara manusia serigala pak Simon ." ucap Aldi penuh penekanan mengintip keluar.
"Oh Uda datang...
kalian bersiap - siap " ucap nya dengan gaya seorang prajurit berbicara dengan tentara bayaran.
"Pak , anda dan para tentara harus memakai masker , agar mereka tak mencium nafas anda " ucap Aldi sedikit ragu dengan ucapan nya.
"Ah...kenapa harus pakai masker ???.
Aneh, kalau serigala itu datang ya tembak saja ,ko repot , cium nafas tidak masuk akal " ucap nya panjang lebar dan sombong.
"Anda ingin berhayal , supaya saya takut begitu ??..
mana sang indigo , kenapa bersembunyi " ucap nya menyepelekan .
Aldi menarik nafas panjang , melirik Calista yang wajah memerah mendengar sindiran Simon.
"Biarkan saja Pap , toh nanti ia tanggung sendiri akibat nya." duduk disofa dengan tangan di atas dada.
"Tapi nak , akan ada banyak korban dan kita akan semakin repot . " ucap Aldi putus asa.
"Mau bagaimana lagi , om Simon keras kepala sok tau lagi . " ucap Calista ia kembali berfikir bagaimana cara agar om Simon percaya.
"Aaakkkh....tolong lepas kan binatang gila ini. " tiba - tiba terdengar teriak seorang di antara kerumunan , yang bukan tentara orang sipil.
Pria yang mempunyai kulit gelap itu berguling di tanah. tak ada perlawanan .
serigala itu membanting pria itu dan mengigit nya , tak berapa lama . pria itu terdiam dengan tubuh membiru.
"Oh my God " jerit Calista.
"Saya harapkan semua berdoa menurut kepercayaan masing -.masing ' teriak Calista dengan cepat ia mengambil toak di atas meja.
"Kamu masih kecil tau apa !!..." teriak Simon dengan nada yang menyepelekan.
"Tembaaaak...." teriak nya.
Dooor ....doooorr.....doooorrr...
Terdengar bunyi rentetan suara tembakan...
****
Pria hitam itu yang akan hidup kembali , mati kena peluru yang dilontarkan prajurit itu.
"Ha...serigala itu tidak mati , ko bisa ???.."batin Simon terperanjat melihat nya.
Terbesit ada rasa takut.
"Tembak lagi ." teriak nya penasaran.
Dor..dor..dor..dor..
Kembali terdengar teriakan..
"Hufff...
Orang tua yang susah di bilangin " sentak Calista jengkel ..
"Sini papa saja " mengambil toak dari tangan Calista.
"Pak Simon saya harapkan , saat ini juga berdoa menurut keyakinan masing - masing. senjata tidak akan mempan , saya tidak akan menjamin jika anda tetap mempertahankan ke ego an anda , para prajurit silahkan berdoa jika anda percaya dengan saya " teriak Aldi mengingatkan kembali , panjang lebar.
Satu diantara prajurit yang menembak sambil mendengarkan ucapan Aldi.
Ia berhenti dan berdoa ditempat.
Dan beberapa teman nya mengikuti.
Akhirnya semua.mengikuti prajurit yang mendengar kata Aldo.
Hanya Simon yang terdiam , ia termangu melihat kejadian ini.
Serigala itu dengan tatapan tajam memandang simon
yang berada paling depan.
Perlahan mendekati nya...
Gemetar Simon tak berkutik ketika serigala itu mulai mendekati perlahan.
Satu prajurit yang dekat dengan Simon bertindak cepat ia memeluk dari belakang membekap.mulut dan hidung Simon.
"Maaf pak , cepat berdoa menurut keyakinan bapak " bisik nya.
"Apa sih kamu " masih ngeyel , berusaha memberontak .
"Ini bukan serigala biasa pak " bisik nya lagi, perlahan ketika serigala itu semakin mendekat. tetap dalam posisi membekap Simon erat - erat.
"Ayo pak berdoa " kembali ia meyadarkan Simon.
Dengan kaki gemetar Simon menuruti sang prajurit , ia berdoa.
Satu serigala yang mendekati Simon dengan mata memerah mengendus - endus tepat dimana Simon berdiri .
Merasa panas dari doa yang di ucapkan para prajurit .
Perlahan tapi pasti serigala itu mundur .
Au....au...aauuuuuu...
seperti bahasa untuk pergi dari sini.
Serigala yang kelaparan itu berjalan setengah berlari meninggalkan tempat .
"Haa...menyeramkan . " ucap Simon melepaskan tangan prajurit . ia terengah karena dekapan prajurit itu.
"Rupa - rupa nya ucapan Pak Aldi itu benar pak , ini bukan serigala biasa." prajurit itu menatap kedepan melihat para serigala itu pergi. memutar wajah nya memandang Aldi.
Aldi hanya terdiam , berjalan mendekati Simon.
"Bagaimana pak , anda sudah percaya dengan ucapan saya ? " tanya Aldi keluar menghampiri Simon.
"Lihat pria ini menjadi abu ketika ia Kena peluru prajurit anda " Aldi menunjukkan abu pria itu. memakai senter handpone nya.
"Tapi tadi ia mati pak , kenapa menjadi abu kena tembakan ? " tanya Simon masih tak percaya .
"Seperti itu yang saya lihat , sama dengan istri anda.istri anda mati digigit serigala itu dan bangun, karena saya terdesak tak sadar saya menembak beliau dan beliau pun menjadi abu ." ucap Aldi panjang lebar.
Mendengar itu Simon terduduk lemas.
"Karena itu , saya tak dapat menceritakan jarak jauh.ketika saya cerita , anda tak akan percaya jika tidak melihat sendiri . " ucap Aldi menatap kedepan.
"Pap...gerombolan serigala itu datang dengan jumlah yang lebih banyak kita terkepung ." ucap Calista tiba - tiba keluar dengan wajah yang pucat .
'Yang benar kamu kalau bicara ' sentak Simon menatap tajam ke arah Calista
"Itu lihat kalau om tak percaya . " ucap Calista tak mau kalah , menunjuk dengan senter ke arah serigala yang berlari menuju rumah dinas Aldi.
"Aduh....bagaimana ini pak ," terlihat Simon memucat. melihat kenyataan yang ada.
__ADS_1
"Masuk kedalam semua dan tutup mulut serta hidung kalian , jangan lupa berdoa ," ucap Aldi bergegas membuka pintu. bergegas para tentara dan Simon masuk kedalam kedalam tanpa di komando dua kali..
Simon dengan wajah menunduk berjalan perlahan memasuki rumah dinas Aldi.
Terlihat rumah dinas Aldi penuh tentara.
"Tutup Pap ." ucap Calista sambil mengoleskan minyak itu dipintu.
Para tentara yang sebagian duduk , sebagian berdiri menatap Calista tak percaya.
Pikir mereka anak seumur ia bisa melakukan hal seperti ini.
Pintu dan jendela ia olesi.
"Semua nya , mulai berdoa " ucap Calista melihat keluar..
Au...au....auuuumm..
Terdengar suara langkah kaki berlari.
para serigala jadian itu tak sabar ingin mendatangi rumah Aldi.
Serentak seisi rumah berdoa...
bagai ada yang penghalang , serigala itu berhenti , kebingungan.
Berjalan mondar - mandir mengelilingi rumah dinas Aldi.
Hingga salah satu serigala itu mengedor pintu rumah dinas Aldi.
Tok...tok...tok.
"mereka mengedor pintu ." jerit Simon.
"Ssssttt..." Calista memberi isyarat agar diam , sambil membekap mulut Simon dengan tangan kanan nya , sedangkan ia sendiri menutup mulut nya memakai tangan kiri.
****
Au. ..,..au...aummmm ..
Seperti nya yang menggonggong itu ada lah raja diantara serigala .
Para prajurit saling berpandangan satu dengan yang lain. sedikit gemetar.
Auuuuummmmmmm....
"kembali kalian berdoa . " Calista menatap tajam kedepan .
"Kita harus bagaimana nak ???..."tanya Aldi , melirik sang istri yang terlihat gelisah.
"Iya sayang kita harus bagaimana ???..." tanya Agnes menghampiri Calista.
Calista hanya mengelengkan kepala .
"Untuk sementara kita berdoa saja , belum ada jalan keluar nya . " ucap Calista menunduk.ia juga sendiri bingung.
"Calista , nak..
jangan banyak melamun. " ucap Pakpe disana.
"Calis bingung om.! " jawab Calis mengaruk kepala nya yang tak gatal.
Simon yang mendengar ucapan Calista tercengang.
"Ngomong sama siapa dia ." batin nya dalam hati.
"Anak saya sedang berbicara dengan .
HM...sebut saja orang pintar ." ucap Aldi melihat wajah Simon memandang heran Calista.
"Mana orang nya .??? " masih tak mengerti.
"Dijawa pak. " tak ingin menjawab lebih.
Baru saja Aldi belum selesai menjawab pertanyaan Simon.
Grrrr...
memandang tajam rumah Calista.
Calista sontak berdiri dan memandang tajam kepintu.
"Jangan nganggu kami .' sentak Calista
ia mulai merasa geram dengan kejadian akhir - akhir ini.
Au...au...aauuuuu..
Dook...dook.
mengedor pintu..
"Calista pakai cara kemarin nak " ucap Pakpak terdengar kembali .
****
Seekor raja serigala memandang wajah Calista yang cantik.
"HM...
cantik...sangat cantik , aku menyukai
Kemari sayang mendekat ." suara berat serigala jantan.
"Lari sayang..." suara yang mempunyai majic untuk menarik Calista.
bergelombang dan menggetarkan.
"Ha....apa mau nya serigala itu.berbisik seperti ini ." batin Calista dalam hati.
Ia konsentrasi tak ingin suara gaib itu menganggu nya.
Calista mengambil drownd kecil yang ia beli beberapa hari yang lalu melalui online , dan memodif kan nya .
"Calista....
Masih berusaha koswntrasi , ia mengambil drown yang sudah dimodif
itu , ia letakkan minyak , untuk di semprotkan dari atas ke serigala itu.
"Apa yang ku.lakukan anak indigo ???..." Simon menatap heran.
Tak ada jawaban dari Calista , ia asik dengan meletakkan minyak kedalam drown.
"Ga sopan , saya tanya diam saja " omel Simon bolak balik seperti setrikaan di depan Calista.
"Pak Simon bisa diam tidak ." geram Aldi melihat Simon mengomentari anak nya dengan kasar.
"Biar anak saya yang bekerja , selebihnya kita . " ucap Aldi menatap tajam Simon yang seperti masih ingin berkicau.
"Kata nya indigo , kenapa main drown " ucap nya jengkel.
Dan akhirnya Simon terdiam dengan wajah merenggut.
"Saya memang indigo om , jangan sepelekan saya , tapi terserah om.mau percaya atau tidak .' jawab Calista jengkel dengan mengatupkan rahang nya.menahan marah.
Dron sudah disiapkan .
"Papa , droun ini keluar dari mana ya." melihat kekanan dan kiri untuk mengeluarkan dron.
"Duh...
bagaimana ini , jika pintu atau jendela terbuka..serigala itu akan menyusup masuk.jumlah.mereka sangat banyak ." batin Calista dalam hati melihat sang papa seperti yang kebingungan.
****
__ADS_1
Calista melihat jam didinding..
jam menunjukkan pukul 02.00.
"Huuu..." menarik nafas panjang bingung harus bagaimana .
"Berdoa nak...sebentar lagi pagi.
droun itu kamu pakai buat besok ." bisik Pakpe.
Calista mengangguk perlahan.
"Lebih baik besok saja ." ucap nya.
"Pap...
Belum Calista selesai bicara.
Tolong....tolong...tolong .." terdengar orang minta tolong dari sebelah kiri rumah Calista.
beberapa menit kemudian tak terdengar lagi suara minta tolong .
"Ada korban lagi Pap ." ucap Calista dan Agnes berbareng.
"Seperti ia..." Aldi semakin bingung.
"Pak...ada yang kena gigitan manusia serigala lagi ??.. " tanya beberapa prajurit .
"Ya...kembali ada korban lagi.
" Cantik , kemari sayang.saya menyukaimu ." sang serigala masih membujuk nya.
Dek...
Tiba -tiba...
"Calista....Calista." Pakpe berteriak disana.
"Nak...sayang.
ada apa dengan mu ?." tanya Aldi kaget melihat sang anak seperti mematung dengan tatapan mata kosong .
Kriiiing.....kriiing.
Pakpe calling..
"Ha...Pakpe , ada apa ya ?." Mengangkat handpone nya.
📞ya Pakpe..
📞pukul belakang Calista , sambil berdoa , agar tak berkelanjutan , cepat ." ujar Pakpe.
Bergegas Aldi mendekati Calista.
"Nak...Calista, kamu kenapa ?." Tangan kiri Aldi masih memegang handpone nya , sedangkan tangan kanan menepuk Calista.
Seperti baru bangun tidur dan bermimpi, Calista terkejut mendapat tepukan dari sang papa.
"Ah...
"Kamu kenapa , jangan melamun ." Aldi mengingatkan.
📞tolong berikan handpone bapak ke nak Calista ." terdengar suara Pakpe di handpone yang belum di matikan.
Aldi mengulurkan tangan , menyerahkan handpone itu.
📞Hallo nak , apa yang om katakan pada mu. saat kamu mendengar suara - suara seperti itu..tutup kuping dan berdoa. jangan sampai kamu lupa nak ." ucap Pakpe lembut tapi tegas .
" "Sayang...kemarilah...aku merindukan mu ." rayu sang serigala.
"Ah....ah..."teriak Calista sbil menutup kuping nya.
📞Semua nya berdoa cepaaat...." teriak Pakpe..
Sontak orang dalam rumah berdoa .
Terlihat tubuh Calista gemetar .
📞Para bapak- bapak pegang tangan Calista yang kuat ." perintah Pakpe..
Mendengar itu serentak tiga prajurit memegang Calista dengan kuat.
Calista bergetar , tampak mata nya memerah Mandang keluar.
Aldi menguatkan diri berdiri disebelah Calista meletakkan tangan nya di kepala Calista dan berdoa.
Beberapa menit kemudian Calista jatuh lemas.
Dengan tangan gemetar Agnes memberi minum.
"Nak , sayang minum dulu ." ujar Agnes menahan tangis melihat anak semata wayang nya seperti itu.
"Suara itu memanggilku mam ." sambil menunjuk keluar.
Tangan Agnes yang memegang air minum , tak mendapat respon.
"Iya..minum dulu nak..berdoa ya..
mama mohon kamu harus kuat , lawan para iblis itu ." ucap Agnes menguatkan sang anak .dengan tangan gemetar masih berusaha membujuk sang anak untuk minum.
"Ayo nak.minum.." menahan tangis.
Beek..
Aldi memukul pundak Calista , hingga tubuh nya tercondong kedepan .
"Jangan melamun , jangan mendengar kalimat iblis itu ." bentak Aldi tak ingin sang anak terpengaruh.
"Pap..."menatap Aldi.
"Ya...kamu harus kuat , lihat lah mama dari tadi menyuruh mu untuk minum . tapi tak kamu hiraukan ." ucap Aldi mengambil minum di tangan Agnes.
"Maaf mam ." mengambil air minum dan meminum nya , melihat sang mama yang wajah memerah menahan tangis.
"Ya tak apa - apa nak , cepat di minum ." berusaha tersenyum.
Glek ..glek...glek.
"Sekarang bagaimana perasaan mu ?." tanya Agnes mengelus pundak Calista lembut.
"Membaik mam." melihat kepintu.
"Untuk sementara , kamu jangan melihat kepintu . nanti kamu terpengaruh ." Agnes memutar wajah Calista dengan kedua tangan nya menghadap ia.
"Tapi Calista harus membasmi nya mam
.' ucap Calista sendu.
"Membasmi dengan cara ??? " celetuk Simon. seperti memanfaatkan situasi.
Sebenarnya Simon sudah tidak betah.ia takut jika para serigala itu mengigit nya .
ingin cepat kembali kejakarta .
ia sudah sangat ketakutan sekali mendapat kenyataan seperti ini .
Aldi dan Agnes melotot mendengar perkataan Simon.
Tak ingin Calista mengusir serigala itu sendiri.
"Aku akan menghampiri nya ." menggenggam botol minyak itu.
like , cmnd dung.
berharga Lo buat aku
__ADS_1
terima kasih