Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
menantang maut


__ADS_3

sudah tiga hari tiga malam lama nya. Calista masih betah memejamkan mata.


dan sudah tiga hari juga pakpe . Aldi ,Agnes dan Andrew duduk bersilah , puasa dan berdoa . disebelah badan Calista.


terlihat mata sudah menghitam karena kurang tidur. mata panda.


Pakpe, Andrew , Aldi dan Agnes tak sekalipun meninggalkan puasa dan tidur. selama tiga hari juga tak meninggalkan Calista sedikitpun.


tapi belum ada perubahan sedikitpun pada Calista. entah mengapa ia terus memejamkan mata


Terlihat Agnes sambil memejamkan mata berdoa ,ia terlihat mulai putus asa. menarik nafas panjang . sangat panjang


"Jangan putus asa ." ucap Pakpe tampa membuka mata nya.


begitu terus yang di lakukan oleh ke empat orang itu. tampa henti berdoa dan puasa. berharap ada keajaiban datang. sementara Calista masih betah memejamkan mata nya.


Langit sore ini terlihat mendung , tetapi tak ada setitik airpun yang jatuh ke bumi ini.


Pakpe ,Andrew , Aldi dan Agnes membuka mata serentak kitika mereka merasakan gerakan kaki Calista.


"Tadi saya merasakan pergerakan kaki Calista .apa ini hanya hayalan ku saja ? ." tanya Agnes menatap ketiga orang di hadapan nya.


"Apa ini hanya halusinasi saya saja ." memegang kaki Calista tak percaya.


"saya merasakan nya juga ." ujar Pakpe ,Andrew dan Aldi berbareng.


"Kalian juga sama ???


saya pikir hanya saya saja ." memandang sang suami.


"Tapi kenapa belum membuka mata pak ???..." menatap anak semata wayang nya , menahan air bening itu jatuh.


Aldi hanya mengelus lembut pundak sang istri.


"Apa yang terjadi dengan anak ku ." batin Aldi sambil mengambil tangan Calista dan memeriksa nadi nya. sangat lemah.


ya nadi nya sangat lemah.


Andrew hanya menatap ke tiga orang beda generasi itu


ia sendiri bingung harus berbuat apa..ini semua di luar ekspetasi nya sebagai seorang tentara.


tunggu...tunggu dan tunggu tak ada perubahan. Calista hanya diam saja ia masih betah memejamkan mata nya.


"Pap...." tak dapat berbicara hanya memandang sang suami dengan mata berkaca ‐ kaca .


Aldi hanya menundukkan kepala lesu. berharap ada jalan keluar untuk kesalamatan sang anak.


"Apa tidak ada jalan keluar pak ? tanya Aldi.


"Calista telah memasuki alam lain.


"mau tidak mau , kita harus ke goa itu.


ayo...." ajak Pakpe berjalan keluar , terhenti ketika mendengar mereka berkata.


"Haaa....


alam lain ???.." teriak tertahan Andrew , Aldi dan Agnes.


"Ya...tidak ada waktu lagi..


siapa yang mau ikut saya ?." tanya Pakpe sekali lagi menetap ketiga orang lain generasi itu.


"saya ikut..." serentak Andrew ,Aldi dan Agnes mengajukan diri


"kita ngapain disana pak ?..." tanya Aldi , Agnes dan Andrew sekali lagi berbareng.


"Kita harus menyelesaikan semua ini , dari sana asal oermasalahan nya.


tapi....."ucap Pakpe ragu melihat ke Calista dan kembali menatap kedua orang tua Calista.


"Ta...tapi apa pak ?." tanya Aldi dan Agnes gugup sekali lagi berbarengan , takut mendengar kemungkinan buruk yang terjadi . sedangkan Agnes terlihat bergetar menahan tangis . dwngan sabar Aldi mengelus pundak sang istri memberi kekuatan.


"Siapa yang menjaga Calista disini?...


jika terjadi sesuatu dengan nya bagaimana ? ." tanya Pakpe sekali lagi.


"Memang ke..kenapa pak ? tanya Agnes polos dengan wajah memucat.


Aldi , Agnes dan Andrew saling berpandang .


Andrew mangaruk kepala nya yang tak gatal , ia ingin ikut , mendengar itu semua terdiam menjadi serba salah , tetapi memang harus ada yang stay disini.


"Kalau menurut saya lebih baik Andrew dan mama nya Calista yang berjaga disini. sebab sangat berbahaya untuk seorang perempuan jika ikut dengan kami ." ucap Pakpe meyakini.


"Ta..tapi..." wajah. Agnes terlihat memerah menahan tangis.


"Mam ada benarnya juga menurut Pakpe . Calista lebih membutuhkam mama disini ". Aldi berusaha membujuk sang istri.


"Baiklah jika begitu ". Menunduk sambil menarik nafas panjang.


"Baik jika begitu ." Pakpe berdiri dan keluar menuju halaman belakang .


"Pakpe mau apa kebelakang om ?.: tanya Andrew penasaran.


Aldi tak menjawab ia hanya mengelengkan kepala, ujung mata nya melihat pergerakan tubuh Pakpe.


rupa nya ia kebelakang mengambil satu dahan daun kelor. yang memang Aldi mempunyai pohon itu dihalaman belakang. karena menurutnya itu berguna untuk obat.


Sambil membawa satu tangkai daun kelor , pakpe duduk di sebelah Calista dan meletakkan daun kelor itu di samping Calista.


kemudian meletakkan kitab di atas kepala Calista.


"Kalian yang menunggu duduk dan sambil berdoa. apa pun yang terjadi jangan mendengar atau melihat . tutup telinga kalian.


hati - hati ." ucap Pakpe panjang lebar.


Pakpe dan Aldi berdiri. Agnes pun mengikuti nya.


"Sekali lagi saya ingat kan agar selalu berdoa dan jika terjadi suatu saat tubuh Calista bergetar , kalian pukul perlahan dengan daun kelor itu ." ucap Pakpe mengingatkan sambil berjalan keluar.


Andrew menganggukkan kepala memgerti.

__ADS_1


"Pap .." Agnes menahan air mata keluar.


"Berdoa mam , jangan khawatir pasti kami pulang dengan tidak kurang apa pun dan berhasil membawa anak kita pulang." ucap Aldi mengelus kepala Agnes dan mengecup dahi nya . kemudian berjalan keluar mengikuti Pakpe. ia tak ingin menunggu lama. takut membatalkan kepergian nya, sebab melihat Agnes sudah ingin menangis.


tak ingin langkah nya terhenti , ketika ia melihat sang istri menangis tetap menguatkan diri untuk ikut Pajpe . ia lebih mengkhawatirkan anak semata wayang nya.


bukan tak sayang dengan istri ,tapi Calista lebih membutuhkan nya saat ini.


karena ia sudah oercaya dengan Andrew.


****


"Saya titip istri saya. apappun yang terjadi tetap berdoa dan ingatkan istri saya agar tak lemah ." ycap Aldi memegang pundak Andrew.


"Ingat oesan saya apapun yang terjadi . jangan bergeming tetap berdoa ." ucap Pakpe kepad Andrew dan Agnes.


Aldi dan Pakpe membalikkan badan dan berjalan keluat.


terharu , Andrew perlahan mengangguklan kepala. sambil memandang Pakpe dan Aldi yang telah berjalan keluar. tugas yang sangat berat Andrew rasakan.


lebih berat dari tugas di medan perang.


Berjalan dengan tergesah Pakpe dan Aldi mendekati gua itu.


"mana gua nya pak ." Aldi melihat ke kanan dan kiri . ia tak melihat gua itu.


Pakpe tak bicara sepatah kata pun. ia meraup wajah Aldi. agar mata bathin nya terbuka.


"I..itu pak gua nya ." Aldi terjingkat ketika ada gua di depan mata .


"I..itu ." tak percaya dengan penglihatan nya.


"Ya itu goa tempat mereka bersarang ." Pakpe memijingkan mata.


"kita masuk kedalan pak ????...


"Ya....."jawap Pakpe datar.


apakah kamu ragu ?." tanya Pakpe kepada Aldi.


"tidak pak , hanya..." Aldi mulai ragu.


"sekarang anda mau masuk atau tidak , jika ragu saya sendiri yang akan masuk , jika tidak ayo ikut saya. jangan terlalu lama. Ingat anak mu dalam bahaya ?." ujar Pakpe meminta kepastian Aldi.


Aldi terdiam..


"mengapa aku harus ragu ???..


mengapa...mengapa.


"apa yang aku takutkan ". batin Aldi dalam hati menatap nanar gua itu.


pertanyaan demi pertanyaan mengisi kepala Aldi.


Menyadari Aldi terdiam Pakpe menoleh.


"Kenapa ???...


"Apa kamu takut ??...." tanya Pakpe menatap Aldi intens.


"Ya...semakin kita masuk , kamu akan tahu bagaimana di dalam nya.


"sekali lagi saya tanya , apakah masih ingin ikut ? tanya pakpe ketika ia melihat keraguan di wajah Aldi.


"memang didalam sana ada apa pak ??." Aldi balik bertanya antara penasaran dan takut.


"ada dunia lain di mana kita harus banyak berdoa.


jangan melihat kebelakang dan mendengar jika ada yang memangil mu atau kejadian yang mustahil ." ucap Pakpe panjang lebar.


"sebentar pak !!!!!...


"tadi Pakpe bilang Calista berada di alam lain , maksudnya pak saya tak mengerti , sedangkan yang saya tahu Calista dirumah ?." tanya Aldi.


sejak tadi ia ingin bertanya . tapi tak ingin membuat sang istri menangis.


"Ya...saat ini arwah Calista sedang berada di tempat para serigala itu ,walau tubuh nya berada dirumah . Calista anak yang menurut mereka wangi , . berguna untuk memperbanyak para serugala itu.


"Haaa... ". Aldi melotot mendengar cerita Pakpe.


"Ya oleh karena itu , kita harus segera menyelamatkan anakmu ." Pakpe kembali memandang kedepan.


"bagaimana???


mau berhenti mencari anakmu atau terus.


saya tak ingin kamu terkejut jika berada didalam , jika kamu takut atau ragu. biar saya sendiri yang menyelesaikan ini semua ?." ucap Pakpe bukan ingin menakut nakuti tapi berdasarkan apa yang ia ihat melalui mata bathin nya..menatap Aldi intens.


"Mengapa aku jadi seperti ini ". batin Aldi memejamkan mata.


"bagaimana ???...


"Terus pak...saya tak boleh ragu..demi anak saya ". menguatkan diri nya sendiri.


"Bagus. ingat apa pun yang terjadi tetap jalan dan berdoa. jangan melihat kekanan dan kiri ". sekali lagi Pakpe mengingatkan.


"Ayo jalan sambil berdoa dalam hati ".Pakpe melangkah pasti. ia harus segera tiba dan menyelanatkan Calista.


jika bukan mereka yang mengambil siapa lagi ??


jika tidak cepet bertindak. keselamatan Calista terancam. sadar segera Aldi mengikuti Pakpe dari belakang.


masuk kedalam gua. semakin kedalam Pakpe dan Aldi mulai merasakan gelap dan pengap . dan oksigen pun semakin menipis.


"Tarik nafas perlahan pak setelah itu kita harus bertahan hingga menemukan cahaya.


semakin kedalam , mulai mencium aroma tak sedap. bau yang sangat menyengat hingga menyesakkan dada.


"berdoa pak , ayo kita semakin kencang doa nya...".Pakpe memegang tangan Aldi agar ia kuat. tak ingin terjadi sesuatu.


sepintas akan terlihat lucu. dua orang laki _ laki dewasa berjalan berpegangan tangan.


mungkin jika tidak dalam kondisi seperti ini. mereka akan di tertawakan.

__ADS_1


"Saya memegang tangan anda agar tidak jauh dari saya dan jangan dilepas apa oun yang terjadi ." ucap Pakpe tegas.


terperanjat dengan ucapan Pakpe , Aldi lebih kuat menggengam tangan Pakpe.


"Aku harus kuat...harus kuat demi anak ku." ucap Aldi dalam hati semakin kuat berdoa .


bau busuk yang menyengat , hilang dengan bau wewangian kembang.


"Pakpe seperti bau bunga...


"Sst...", menutup mulut dan hidung nya. melihat itu Aldi sadar ada yang tak beres , segera ia mengikuti Pakpe.


tetap berjalan...berjalan....berjalan tak henti , hingga . terlihat sebuah cahaya.


Semakin dekat cahaya itu semakin menyilaukan mata. Hingga membuat Pakpe dan Aldi memijingkan mata.


dengan memaksakan mata , berjalan terus menyesuaikan cahaya . hingga mereka terbiasa dengan cahaya itu.


berjalan terus, sampai kembali Pakpe dan Aldi mencium wewangi kembang tujuh rupa.


hingga sampai di sebuah ruang yang besar dan tak berujung..


"Àpa kita harus menutup hidung dan mulut pak ? ". tanya Aldi sambil merogoh kantong nya.


di saku kantong ia telah menyiapkan masker.


tanpa menunggu jawaban Aldi langsung memakai masker dan memberikan ke pakpe.


"untung kamu bawa masker ini ." ujar Pakpe.


mengikuti memakai masker.


tjba _ tiba


Pakpe....tolong saya...tolong saya..terdengar suara yang merintih.


"jangan hiraukan ". ucao Pakpe sambil menyentak tangan Aldi.


"Jangan dilihat ." setengah berbisik dan memutar wajah Aldi dengan kasar.


"maaf pak..." dada Aldi berdebar kencang.


****


Aldi merasa tak enak hati dengan Pakpe sebab ia telah melangar. untung Pakpe sigap dengan cepat memutar wajah Aldi.


ia sempat merasa heran mendengar seorang ibu teriak minta tolong, tapi tak ada seorang pun yang menolong nya. bahlan Pakpe melarang untuk melihat nya.


kembali berjalan....


baru beberapa langkah mereka berjalan. terlihat seorang ibu yang ingin memotong anak nya dengan golok.


seperti ia sedang memotong ayam.


"Pak...


Pakpe hanya mengelengkan kepala sambil melotot tajam.


"jika tidak kuat . bertahan lah sebab Kita tak bisa keluar dari sini. jalan satu _ satu nya kita hadapi mereka. ingat pesan saya tadi ." Pakpe mengingatkan.


Aldi menarik nafas panjang sambil mengelus dada nya , ia terlanjur masuk kedalam dan tak akan bisa untuk keluar. entah bagaimana cara keluar yang dimaksud Pakpe.


ia sedikit merasa heran mengapa ia menjadi penakut seperti ini.


berusaha untuk kuat dan tak takut ,Aldi kembali berjalan mengikuti Pakpe...


Terlihat seperti sebuah pintu gerbang masuk kerajaan. sebuah bangunan besar dan menjulang tinggi.


yang membuat Pakpe dan Aldi bingung mengapa tidak ada penjaga satupun.


Aldi menengok kekanan dan kiri . melihat adakah orang atau siapa pun mahkluk hidup yang sekira nya mengancam diri nya serta Pakpe.


"Ssst...tetap berdoa dan waspada ." Pakpe menyentak tangan Aldi. masih memegang tangan Aldi seakan tak ingin melepaskan nya.


tangan yang tak akan dilepaskan Pakpe . sengaja Pakpe memegang tangan Aldi agar ia bisa menginggat Aldi. jika Aldi lengah.


dengan cara menyentak tangan Aldi seperti barusan


Mendapat teguran dari Pakpe , aldi menundukkan kepala dan kembali berdoa.


tercium kembali bau wewangian bunga tujuh rupa.


tak bersuara Pakpe kembali menyentak tangan Aldi. agar kembali mengikuti nya.


Perlahan Pakpe membuka pintu gerbang itu.


kreeeaaakkkk.....


seperti di dunia nyata. jika sebuah pintu yang engselnya berkarat akan berbunyi seperti itu.


tiba _ tiba...


ning....gong.....ning....gong.


seketika wajah Pakpe memucat.


dengan tangan kiri di dada dan tangan kanan menyentak tangan Aldi.


ia menundukkan kepala berdoa.


tahu jika itu bahasa isyarat dari Pakpe. Aldi mengikuti nya. walau ia sedikit bingung mendengar ada suara langkah kaki kuda dan sebuah kereta.


ning...gong....ning...gong.


terdengar suara langkah kaki kuda.


sebuah kereta kerajaan melintas. di hadapan Pakpe dan Aldi berdiri.


seper5i ada yang menyuruh berhenti , tiba _ tiba kuda itu berhenti . tepat dimana Pakpe dan Aldi berdiri.


maafkeun emak guy.


baru aploud kembali.

__ADS_1


thanks masih mau baca novel ku


__ADS_2