Istri Bayaran Milik Tuan Raja

Istri Bayaran Milik Tuan Raja
Bab 99 Pernikahan Kedua


__ADS_3

"Ayo kita turun, Clea," kata Alvian melihat Cleantha terlihat ragu-ragu.


Cleantha menatap rumahnya dengan perasaan berkecamuk. Entah sudah berapa lama ia tidak menginjakkan kaki di tempat itu.


Alvian mendahului Cleantha berjalan ke teras rumah. Sekejap kemudian, ia mengetuk pintu untuk memberitahukan kedatangannya kepada penghuni rumah.


Cleantha mengikuti dari belakang. Meskipun enggan kembali ke rumahnya, tapi itulah jalan terbaik saat ini. Lagipula di dalam masih ada sang ayah yang sangat dirindukannya.


"Permisi," panggil Alvian beberapa kali.


Pintu rumah pun terbuka dari dalam. Cleantha langsung mengenali sosok Keyla yang tengah menatapnya penuh rasa curiga.


"Pak Alvian, Clea, kenapa kalian kemari?" tanya Keyla tidak suka.


"Keyla, boleh kami masuk? Aku mau membicarakan hal yang penting denganmu," jelas Alvian.


Keyla berdesis dengan kesal.


"Apa Bapak tidak tahu jam berapa ini? Ini waktunya orang beristirahat, bukan untuk bicara."


"Tapi aku tidak bisa menundanya. Aku mau kamu menerima Clea untuk tinggal disini lagi, karena dia sudah tidak hamil."


Bola mata Keyla membulat sempurna.


"Maksud Bapak Clea keguguran? Atau dia sengaja menggugurkan kandungannya?"


"Clea keguguran. Kondisinya masih lemah, dia membutuhkanmu untuk menjaganya."


"Kenapa bukan Bapak atau Tuan Raja yang menjaganya?" balas Keyla sinis.


Mendengar suara ribut-ribut, Ana keluar dari kamarnya.


"Eh, ada apa ini?" tanya Ana ingin tahu.


Seulas senyum terbentuk di bibir Ana ketika melihat Alvian datang ke rumahnya. Sifat serakahnya langsung mendominasi.


"Ya ampun, Clea, kenapa kamu kembali ke rumah?"


"Tante, tolong izinkan saya dan Clea masuk. Saya perlu menjelaskan sesuatu tentang Cleantha," ucap Alvian kepada Ana.


"Oh, iya, Tuan Alvian silakan masuk," jawab Ana ramah.


"Tante, kenapa membiarkan mereka bertamu malam-malam. Nanti Ayah terganggu," tegur Keyla tidak setuju.


"Ah, tidak apa-apa. Ayahmu sudah tidur pulas, tidak mungkin bangun lagi. Mari masuk Tuan Alvian, Cleantha," kata Ana membukakan pintu lebar-lebar. Instingnya mengatakan bahwa kedatangan Alvian kali ini akan membawa kabar yang menguntungkan baginya.


Cleantha duduk di samping Alvian sambil menundukkan kepala.


Merasa sebagai orang asing di rumahnya sendiri, Cleantha menundukkan kepala. Ia tidak ingin bertemu pandang dengan Keyla maupun Ana.


"Tante, saya mengantarkan Cleantha pulang karena saya ingin dia tinggal lagi di rumah ini. Clea baru saja mengalami keguguran. Lebih baik jika dia dirawat oleh keluarganya," kata Alvian memberikan penjelasan.


Air muka Ana seketika berubah senang.


"Kamu keguguran, Clea? Wah itu berita yang bagus. Akhirnya hilang sudah aib dari keluarga kita."


Mendengar reaksi Ana, timbul kemarahan di hati Alvian.


"Tidak seharusnya Tante bicara begitu. Anak yang dikandung Clea adalah anak dari pernikahan yang sah."


"Tapi Cleantha kan sudah bercerai dari Tuan Raja," potong Keyla dingin.


"Itu memang benar. Tapi tidak lama lagi Clea akan menikah denganku," balas Alvian.

__ADS_1


Untuk kedua kalinya, Keyla dan Ana dibuat terkejut oleh pernyataan Alvian.


"Tuan mau menikahi Clea? Jika ini benar, kami pasti bahagia sekali," ucap Ana dengan mata berbinar. Gambaran hujan uang yang berjatuhan dari langit segera memenuhi kepalanya.


"Benar, Tante. Karena itu sambil menunggu putusan cerai dan masa iddah Cleantha berakhir, biarkan dia tinggal disini. Saya akan memberikan tunjangan setiap bulan seperti yang Tante minta."


Janji Alvian ibarat mimpi yang jadi kenyataan bagi Ana. Wajahnya yang semula mengantuk berubah menjadi segar penuh semangat.


"Baik, Tuan. Ini rumahnya Cleantha juga. Kami pasti akan menerima dan menjaga Cleantha dengan baik. Benar kan, Key?" tanya Ana sambil menyenggol lengan Keyla.


Keyla tidak menjawab, tapi ekspresinya tidak menunjukkan penolakan.


"Tante, ini kartu nama saya. Tante bisa mengirimkan nomor rekening Tante kepada saya besok. Sekarang saya pamit pulang."


Sebelum pergi, Alvian memegang tangan Cleantha.


"Clea, istirahatlah dan buat pikiranmu tenang. Percayalah padaku. Aku akan mengatasi semua rintangan yang menghalangi kita," kata Alvian lalu mengecup dahi Cleantha.


Menyaksikan kasih sayang Alvian pada Cleantha, Keyla berdecih sebal. Ia tidak mengerti kenapa para pria bisa bertekuk lutut kepada adiknya itu. Bahkan di saat statusnya sudah menjanda, tetap saja ia diminati oleh pria tampan seperti Alvian.


...****************...


Ny. Marina berjalan dengan gelisah di dalam kamar. Ada rasa bahagia, was-was sekaligus penyesalan yang membebani hatinya. Ia bahagia karena mendengar kabar pengunduran diri Raja pada rapat dewan direksi. Tapi ia masih ragu apakah Alvian mau menerima posisi CEO, mengingat anaknya itu sulit untuk dikendalikan. Sedangkan perasaan bersalahnya dikarenakan ia telah membuat Cleantha kehilangan bayinya.


"Ma, boleh aku masuk? Mama belum tidur, kan?" panggil Alvian dari balik pintu.


Antara rasa senang dan terkejut, Ny. Marina membuka pintu untuk putranya.


"Kenapa kamu tiba-tiba pulang ke rumah?" tanya Ny. Marina penuh selidik.


Alvian mengajak mamanya duduk untuk bicara dari hati ke hati.


"Mama pasti sudah mendengar soal pengunduran diri Kak Raja," ucap Alvian membuka pembicaraan.


"Belum, Ma. Pengangkatanku akan diumumkan saat aku sudah memberikan persetujuan."


"Apa yang kamu maksudkan ini, Al?" tanya Ny. Marina menaikkan suaranya.


"Aku akan memenuhi keinginan Mama untuk menjadi CEO, asalkan Mama mengabulkan satu permintaanku," ucap Alvian memegang tangan mamanya.


Ny. Marina mengerutkan dahi. Tidak percaya bila Alvian berani mengajukan persyaratan padanya. Firasatnya mengatakan permintaan Alvian pasti berhubungan dengan urusan seputar Cleantha.


"Jadi kamu ingin tawar menawar dengan Mama?" tanya Ny. Marina memicingkan mata.


"Maafkan aku, Ma, tapi cuma ini cara yang bisa kulakukan."


Alvian melembutkan suaranya.


"Aku akan mengakui perasaanku kepada Mama. Sebenarnya...aku sangat mencintai Cleantha. Karena itu, aku mohon restuilah hubungan kami. Izinkanlah aku untuk menikahi Cleantha."


Nafas Ny. Marina terasa sesak mendengar permohonan Alvian. Tidak pernah terbayang sama sekali bahwa ia akan mendapat menantu seorang janda, apalagi janda dari anak tirinya. Sungguh ini adalah bencana terbesar di masa tuanya.


"Tidak! Mama tidak akan menerima wanita seperti Cleantha sebagai menantu Mama. Apa kamu lupa dia itu mantan kakak iparmu?" tukas Ny. Marina.


"Aku mengerti, Ma. Tapi pernikahan Kak Raja dan Cleantha dirahasiakan dari keluarga besar kita maupun orang lain. Hanya sedikit orang yang mengetahuinya. Mama tidak perlu malu."


"Selama ini aku tidak pernah meminta apapun dari Mama. Aku berjanji ini permintaan pertama dan terakhirku. Kalau Mama merestui aku dan Clea, aku akan menerima posisi CEO dan mengelola perusahaan dengan baik. Aku akan melakukan semua yang Mama inginkan," kata Alvian bersimpuh di kaki Mamanya.


Melihat kesungguhan hati Alvian, hati Ny. Marina tergerak.


Sebagai ibu, ia tahu bahwa Alvian tidak main-main dengan ucapannya. Walaupun merasa sangat keberatan, tidak ada salahnya bila kali ini dia mengalah.


Ada pepatah yang mengatakan mengalah untuk menang, dan ia akan mencoba untuk mempraktekkan prinsip tersebut.

__ADS_1


"Baiklah, Al. Mama akan mengizinkanmu menikahi wanita itu. Tapi besok segera terima posisi CEO di Adhiyaksa Group."


Alvian bangkit berdiri dan memeluk mamanya.


"Terima kasih, Ma," ucap Alvian penuh haru.


...****************...


Keyla masuk dengan tergesa-gesa ke ruang rias pengantin.


"Mbak, apa Clea sudah selesai? Ijab kabul akan segera dimulai," tanya Keyla kepada petugas make up yang mendandani Cleantha.


"Sudah, Mbak. Lihat Mbak Cleanya cantik sekali," ucap perias pengantin itu bangga dengan hasil karyanya.


Cleantha menoleh ke arah Keyla. Debaran jantungnya kian meningkat setelah melihat tatapan kakaknya itu.


Delapan bulan telah berlalu sejak peristiwa pahit dalam hidupnya, dan kini ia akan menyongsong kehidupan baru. Kehidupan bersama Alvian Adhiyaksa, pria yang kini selalu mengisi hari-harinya.


Pantulan di kaca rias, menunjukkan betapa memukau penampilannya sebagai pengantin. Dengan balutan kebaya putih yang dirancang khusus oleh butik ternama, ditambah make up artis yang sempurna, pasti akan membuat iri setiap wanita yang melihatnya.


"Ayo, Clea, penghulu sudah menunggu," kata Keyla menghampiri adiknya.


"Iya, Kak."


Keyla menggandeng tangan Cleantha untuk keluar menuju ballroom. Namun Ana datang dengan membawa Tuan Sigit bersamanya.


"Clea..." panggil Tuan Sigit. Sorot matanya dipenuhi kebahagiaan karena melihat putrinya menjadi pengantin.


Cleantha buru-buru menghampiri ayahnya. Selama tiga bulan terakhir, perkembangan ayahnya sangat bagus. Ia sudah bisa berbicara dengan kalimat yang jelas dan juga menggerakkan kedua tangannya.


"Ayah," ucap Cleantha memeluk ayahnya sambil menitikkan air mata.


"Jangan menangis, Clea. Ini adalah hari pernikahanmu."


"Berbahagialah selalu bersama suamimu," kata Tuan Sigit dengan mata berkaca-kaca.


"Ayo, ayo, Clea, Tuan Alvian sudah menunggumu. Jangan sampai pernikahan kalian batal," kata Ana merasa cemas. Ia tidak ingin kehilangan pohon uang yang telah lama dinantikannya.


Cleantha menganggukkan kepala. Dengan diapit oleh Keyla dan perias pengantin, ia memasuki ruangan ballroom yang luas.


Seluruh mata para tamu undangan tertuju padanya. Hari ini dia akan menjadi ratu sehari.


Sebagian dari karyawan Adhiyaksa Group menatap Cleantha penuh kekaguman.


"Wah, Clea, cantik sekali. Dia benar-benar beruntung bisa menjadi istri CEO," bisik Irna kepada Anya.


"Iya, itu karena Pak Alvian cinta mati sama dia. Jarang sekali gadis yang nasibnya sebaik Cleantha. Andai saja aku bisa menggantikannya," ucap Anya berkhayal.


Tamu undangan yang terdiri dari kerabat, relasi, dan karyawan hadir di acara tersebut, kecuali Raja. Ia memang masih berada di luar negri untuk menjaga Zevira. Namun bila ada kesempatan pun, sudah pasti ia tidak akan datang hanya untuk melihat adiknya menikah dengan mantan istrinya.


Cleantha pun duduk bersanding di samping Alvian.


Bagi Cleantha pernikahan keduanya ini terasa sangat berbeda dengan pernikahan pertamanya.


Jika dahulu pernikahannya dengan Raja dirahasiakan, kini semua orang hadir untuk memberikan ucapan selamat, termasuk ayahnya dan kakaknya.


Melihat Cleantha sudah siap, Alvian tersenyum sambil berbisik di dekat telinga istrinya.


"Kamu cantik sekali, Sayang."


Cleantha membalas pujian Alvian dengan senyuman. Tidak ada keraguan lagi di hatinya. Mulai hari ini dan seterusnya, ia akan mendampingi Alvian dan menjadi istri yang baik untuk suaminya itu.


**BERSAMBUNG

__ADS_1


Karena hari ini hari Valentine, author akan up 2 episode sekaligus. Stay tune**


__ADS_2