Istri Bayaran Milik Tuan Raja

Istri Bayaran Milik Tuan Raja
Bab 53 Rencana Jahat


__ADS_3

Zevira mengunci pintu kamarnya dari dalam. Menunggu beberapa saat sampai benar-benar yakin tidak ada yang mendengarkannya. Maklum saja, di rumah Raja dinding pun bisa menjadi mata-mata.


Zevira harus memastikan tidak ada orang suruhan Raja yang akan menguping pembicaraannya. Karena itu dia harus berhati-hati sebelum mendiskusikan rencana besarnya dengan Fendi.


Zevira berdiri perlahan dari kursi rodanya lalu meraih ponsel dari nakas. Mendekatkan kamera ponsel agar mendeteksi wajahnya untuk membuka layar utama. Zevira memang memberikan berbagai password pelindung, supaya tidak ada orang yang bisa menyelidiki isi ponselnya.


"Fendi, apa kamu mendengarku? Kamu belum tidur, kan?" tanya Zevira memelankan suaranya.


Fendi menjawab dengan suara berat, pertanda ia baru terbangun dari alam mimpi.


"Sayang, akhirnya kamu menelponku juga. Aku sampai ketiduran karena menunggumu," jawab Fendi sambil menguap.


"Kamu pemalas sekali. Ini baru jam sebelas malam dan kamu sudah tidur. Dulu kamu bisa bertahan sampai subuh saat bersamaku," gerutu Zevira.


Fendi terkekeh dari balik telpon.


"Itu karena aku melakukan kegiatan yang menyenangkan bersamamu, Sayang. Jika tidak, aku lebih memilih tidur daripada mati gaya. Atau mungkin kamu mau menemaniku disini supaya aku begadang semalaman?" tanya Fendi menggoda Zevira.


"Simpan saja pikiran mesummu untuk minggu depan. Aku akan menemanimu saat kamu selesai mengerjakan tugas yang aku berikan," sembur Zevira.


"Calm down, Baby. Aku pasti menyelesaikannya. Paket yang kamu kirimkan sudah aku terima. Terus terang aku salut padamu. Kamu bisa mendapatkan obat yang langka ini di pasaran," ucap Fendi memuji kekasihnya.


"Aku punya banyak teman sosialita yang suka bersenang-senang. Mereka yang memberikan referensi bagaimana cara membeli secara online. Obat itu adalah kunci keberhasilanku," terang Zevira.


"Sayang, apa kamu yakin untuk melibatkan Alvian dalam rencana ini? Sebenarnya aku tidak tega jika harus merusak reputasinya. Alvian tidak ada hubungannya dengan masalah kita. Lagipula dia dulu sangat baik padaku," ucap Fendi coba mencegah Zevira.


"Sejak kapan kamu berubah jadi orang baik, Fendi? Aku tidak punya pilihan lain. Alvian merupakan satu-satunya kandidat terkuat yang bisa memuluskan rencana kita. Aku hanya ingin Raja merasakan pengkhianatan untuk kedua kalinya."


Zevira menekankan intonasi suaranya.


"Kali ini aku akan membuat sakit hati yang dialami Raja berlipat ganda. Kelihatannya Raja mulai jatuh cinta pada Cleantha. Malam ini pun mereka tidak keluar kamar sama sekali. Bisa aku bayangkan betapa hancurnya dia ketika mendapati istrinya tidur dengan adik kesayangannya sendiri. Aku yakin seribu persen dia akan langsung menjatuhkan talak pada Cleantha."


"Aku tidak menyangka kamu bisa sekejam ini pada suamimu, Sayang," ucap Fendi takjub sekaligus merasa ngeri.


"Raja yang lebih dulu bersikap kejam padaku. Aku hanya membalas perlakuannya. Lagipula ini adalah cara terbaik untuk mengusir gadis kampungan itu dari kehidupan Raja dan juga keluarga Adhiyaksa yang terhormat."


"Tapi Sayang, bagaimana kalau setelah Raja menceraikan Cleantha, Alvian justru menikahi wanita itu? Kalau ini terjadi, Cleantha akan menjadi adik iparmu. Artinya dia tetap bagian dari keluarga besar Adhiyaksa."


Ekspresi Zevira berubah cemberut.


"Kekhawatiranmu itu tidak masuk akal. Mustahil Alvian akan menikahi Cleantha, mantan istri kakaknya. Mama Marina pasti akan menentangnya mati-matian. Apalagi Alvian sudah dijodohkan dengan putri seorang pengusaha terkenal."

__ADS_1


"Oh begitu. Satu lagi Sayang, bagaimana kalau Raja dan Alvian nanti saling berkelahi sampai ada yang terluka atau meninggal? Aku tidak mau dipenjara atau dibayang-bayangi arwah mereka."


Zevira menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia begitu jengkel dengan sifat penakut Fendi. Entah matanya telah dibutakan cinta atau dia terlalu bodoh hingga memilih pria pecundang ini sebagai kekasihnya.


"Astaga, bisa-bisanya kamu punya pikiran semacam itu. Semarah apapun mereka, kakak beradik itu tidak akan saling membunuh hanya karena wanita rendahan seperti Cleantha."


"Yang akan terjadi hanyalah sebuah kemenangan besar untukku. Sedangkan Cleantha akan dicap sebagai wanita murahan yang bercinta sekaligus dengan dua orang pria. Dia akan menderita seumur hidupnya. Siapa suruh dia berani bersaing denganku dan mengambil suamiku," tutur Zevira tersenyum licik.


"Lalu kapan aku bisa menjalankan rencana kita, Sayang? Apa besok?" tanya Fendi.


"Jangan besok, itu terlalu cepat. Pesawatku baru berangkat jam satu siang. Tunggu saja kabar dariku. Aku akan membuat Raja sibuk seharian hingga tidak sempat memantau Cleantha. Dan lebih baik dilakukan saat Cleantha dan Alvian pulang dari kantor. Saat kesempatan itu datang, barulah kamu bergerak."


"Siap, Sayang. Aku akan melaksanakan perintahmu," kata Fendi menyanggupi.


...****************...


Dengan rapi, Cleantha menyusun baju-baju Raja di dalam koper.


Tak ada lagi keraguan dalam dirinya untuk melakukan tugasnya sebagai seorang istri. Kali ini Cleantha telah menyerah pada perasaannya. Keindahan yang terjadi semalam membuatnya sadar bahwa ia adalah milik Raja. Barangkali sudah takdirnya harus rela menjadi yang kedua.


Mulai sekarang ia akan menjalani pernikahannya dengan ikhlas sambil berusaha menjaga perasaan Zevira. Mendukung Raja untuk bersikap adil kepada istri pertamanya itu. Meski tak dapat dipungkiri, sesungguhnya ia tak ingin Raja membagikan cinta pada yang lain.


Sementara Raja berdiri menempel pada dinding kamar sambil melipat kedua tangannya. Ia memandangi Cleantha yang nampak cekatan menyiapkan semua keperluannya.


"Saya hanya sedang malas waktu itu, Tuan," jawab Cleantha seadanya.


"Malas? Apa sekarang kamu tidak malas lagi karena aku?" tanya Raja.


Cleantha tersipu malu. Raja menarik tangan Cleantha dan mendekap mesra istrinya itu.


"Tuan, jangan. Sebentar lagi Tuan akan berangkat," kata Cleantha berharap Raja melepaskannya.


"Aku tidak akan melakukan apa yang ada di pikiranmu. Aku hanya ingin memelukmu sebentar sebelum aku pergi."


Cleantha kembali tersipu. Kini ia begitu nyaman berdekatan dengan Raja, bahkan tidak ingin berpisah. Ia menemukan sosok pria yang bisa menjadi tempat perlindungannya dalam diri Raja.


Suaminya yang angkuh dan menyebalkan telah menjelma sebagai pria yang penuh kasih sayang. Namun anehnya, ada ketakutan yang muncul tiba-tiba. Seolah-olah ini adalah kebersamaan yang terakhir bagi mereka berdua.


"Daddy!" panggil Ivyna mengetuk pintu.


"Tuan, Ivyna mencari Anda. Dia pasti sudah tidak sabar untuk berangkat," kata Cleantha meronta.

__ADS_1


"Baiklah. Kali ini aku akan melepaskanmu. Tapi tidak lagi saat aku pulang dari liburan nanti," kata Raja menyeringai.


Raja membuka pintu kamarnya dan melihat Ivyna berdiri di depan pintu.


"Daddy, kenapa lama sekali? Ayo kita berangkat," rajuk Ivyna.


Gadis kecil itu sudah bersiap memakai jaket pink dengan bulu-bulu yang cantik. Ningsih, sang pengasuh pun mendampingi Ivyna dengan membawa dua koper bermotif kuda poni.


Raja menggendong putri kecilnya itu.


"Ivy, kita akan berangkat ke bandara tiga puluh menit lagi."


"Aku mau sekarang, Daddy," ucap Ivyna memajukan bibirnya ke depan.


Cleantha tersenyum geli melihat tingkah Ivyna yang menggemaskan.


"Ivy, jangan lupa belikan boneka Jepang yang cantik untuk Mommy Clea ya," goda Cleantha.


Ivyna langsung mengangguk setuju.


"Iya, Mommy. Aku juga akan membelikan coklat untuk Mommy Clea."


"Makasih, Ivy," balas Cleantha mengelus rambut Ivyna.


"Mommy Clea jangan sedih ya. Lain kali aku akan mengajak Mommy Clea," kata Ivyna memandang Cleantha.


"Iya, Ivy. Nikmatilah liburanmu."


Raja menurunkan Ivyna lalu menarik kopernya keluar dari kamar.


"Clea, aku berangkat sekarang. Jaga dirimu baik-baik. Bila ingin bepergian, mintalah Pak Darma dan supir pribadiku untuk mengantarmu."


"Tuan tidak perlu mengkhawatirkan saya. Hati-hati, Tuan."


Raja mengecup dahi Cleantha sebelum beranjak pergi, diikuti oleh Ivyna.


"Bye, Mommy Clea. See you next week," kata Ivyna melambaikan tangannya.


BERSAMBUNG


All my lovely readers, maaf episode 52 tidak upload semalam karena harus revisi. Semoga hari ini lolos review.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak comment, like, dan votenya.


Thanks all


__ADS_2