Istri Bayaran Milik Tuan Raja

Istri Bayaran Milik Tuan Raja
Bab 39 Hasrat Atau Cinta


__ADS_3

Sambil memperdalam ciumannya, tangan Raja tak henti melucuti pakaian Cleantha.


Dengan sedikit sisa tenaganya, Cleantha berusaha memberikan perlawanan. Ia menggigit bibir pria itu sekeras mungkin untuk menghentikan aksinya.


Usaha Cleantha tampak berhasil untuk sementara waktu, karena Raja menarik bibirnya. Namun di luar dugaan, Raja malah menyeringai sambil mengusap bibir bawahnya yang terluka.


"Aku suka caramu. Pura-pura melawan tapi sebenarnya menginginkannya. Gigitan kecil ini justru membuatku semakin bergairah."


Raja melepas jas dan kemejanya, hingga terpampang jelas dada tegap berototnya tanpa halangan apapun.


Cleantha semakin ketakutan. Selang beberapa detik kemudian, ia merasakan tubuhnya melayang di atas bahu Raja.


Raja telah menggendongnya dengan kedua tangan kekarnya. Kemudian menghempaskan tubuhnya begitu saja ke atas ranjang.


Sembari menindih tubuh mungil Cleantha, Raja mengoyakkan sisa baju gadis itu. Alhasil kini sudah tidak ada pelindung yang tersisa pada Cleantha.


Cleantha menggerakkan seluruh tubuhnya, mencoba untuk melepaskan diri dari Raja. Berusaha semampunya untuk mendorong suaminya yang telah dibutakan nafsu.


Namun Raja tidak sedikitpun bergeming. Tubuhnya yang kokoh tidak terpengaruh oleh dorongan lemah dari Cleantha. Bahkan sekarang ia mencengkeram kedua lengan Cleantha dan meletakkannya ke atas kepala gadis itu.


"Berhentilah melawanku. Itu tidak ada gunanya. Nikmati saja kesempatan yang kuberikan padamu. Aku akan memenuhi keinginanmu malam ini."


Cleantha menggeleng-gelengkan kepalanya sambil memohon belas kasiha. Namun sudah tidak ada jalan baginya untuk bebas dari kungkungan Raja.


Wajah Raja mengeras, menahan hasrat yang sudah tidak tertahankan. Otot tubuhnya melingkupi Cleantha, seakan tidak mau memberikan ruang bagi istrinya itu untuk melarikan diri.


"Haruskah aku menyerahkan diriku pada suami yang tidak mencintaiku? Aku hanya dianggap alat olehnya dan setelah tidak terpakai lagi dia akan membuangku,"


jerit Cleantha di dalam hati.


Kesadaran Cleantha lambat laun memudar, seiring dengan gelanyar asing yang belum pernah dirasakannya. Terlebih saat Raja menenggelamkan wajahnya di antara dua belahan kenyalnya.


Melihat Cleantha mulai terbuai oleh tindakan agresifnya, Raja makin bersemangat.


Jiwa keperkasaannya sebagai lelaki telah kembali.


Ia harus memiliki gadis ini seutuhnya. Tidak ada seinci pun bagian tubuh Cleantha yang akan dilewatkan olehnya.


Raja bergerak turun, memberikan cumbuan yang memabukkan di bagian bawah, hingga membuat perut Cleantha terasa diterbangi banyak kupu-kupu.


Erangan tertahan dari Cleantha bak musik yang paling merdu di telinga Raja.


Mengetahui gadis itu telah mengalami pelepasannya, Raja tidak melewatkan kesempatan emas itu.


Saat hendak menyatukan diri, Raja bisa merasakan adanya sebuah penghalang di bawah sana. Sekaligus betapa sulitnya ia menembus milik berharga sang istri. Namun pantang baginya untuk menyerah sebelum meraih nirwana.


Udara terasa makin menyesakkan bagi Cleantha, ketika Raja melakukan penyatuan mereka untuk pertama kalinya.


Jemari Cleantha mencengkeram punggung Raja, menahan rasa nyeri tak tertahankan.

__ADS_1


Sesuatu telah pecah, seiring dengan terkoyaknya harta berharga kepunyaannya sebagai wanita.


Noda merah pun tercipta di atas seprai putih berbahan sutera itu.


Namun nyeri itu tidak berlangsung lama. Sebaliknya tergantikan oleh sensasi ganjil yang luar biasa. Sensasi itu membawa Cleantha tidak lagi berpijak di atas bumi.


Semua persoalannya lenyap seketika. Raja telah berhasil membawanya melayang hingga ketepian dunia halusinasi.


Peluh membasahi tubuh keduanya, diiringi suara decitan yang berulang kali memecah kesunyian.


Benih penyatuan telah tersemai di rahim Cleantha dalam kegelapan malam.


Raja menghela nafas sejenak dan menjatuhkan diri di atas tubuh istrinya. Namun ia tidak berhenti sampai disitu. Hasratnya belum juga padam untuk mengarungi samudera cinta bersama Cleantha.


Bahkan ia tidak memperhatikan wajah Cleantha yang letih akibat ulah garangnya di atas ranjang.


Malam itu menjadi saksi penyatuan Cleantha dan Raja.


Cleantha sadar bahwa ia telah menjalankan kewajiban sebagai seorang istri, meskipun itu terjadi lewat cara yang menyakitkan.


Rasa kantuk ditambah tubuh yang terasa remuk redam, membuat mata Cleantha terpejam. Entah ia terlelap dalam tidur panjang atau justru jatuh pingsan di dalam dekapan Raja.


...****************...


Raja memandangi Cleantha yang tertidur lelap. Ia menguraikan rambut Cleantha yang berantakan lalu menyelimuti tubuh polos istrinya dengan bed cover.


Melihat wajah Cleantha yang cantik dan begitu muda, menimbulkan rasa sesal di hatinya. Apalagi warna merah darah yang tercetak jelas, sebagai pertanda kesucian gadis itu.


gumam Raja sambil membelai rambut Cleantha.


Ada getaran hangat yang memenuhi dadanya ketika menatap istri keduanya. Getaran itu mengingatkannya pada perasaan yang dahulu pernah dirasakannya saat jatuh cinta pada Zevira.


Namun Raja segera menepis perasaannya sendiri.


"Tidak mungkin aku jatuh cinta lagi semudah ini. Hatiku masih terluka. Ini hanyalah efek sementara karena aku baru saja selesai bercinta dengan Cleantha."


Raja melihat jam yang sudah menunjukkan pukul tiga pagi. Sesungguhnya tubuhnya sangat lengket. Tetapi ia sendiri merasa lelah untuk membersihkan diri. Tenaganya telah terkuras akibat percintaan panjang yang dilakukannya bersama Cleantha.


Tanpa bisa dicegah, Raja ikut terlelap sambil memeluk tubuh Cleantha.


...****************...


"Nyonya, apa Anda sudah bangun? Nyonya."


Sayup-sayup terdengar suara seorang wanita yang memanggil namanya dari balik pintu. Suara itu telah membangunkan Cleantha.


Cleantha berusaha bergerak. Saat kesadarannya mulai pulih, ia merasakan nyeri yang menjalar dari bagian sensitifnya.


Kepalanya pun terasa berdenyut-denyut.

__ADS_1


Perlahan Cleantha menyibakkan selimut yang membungkus tubuhnya. Tubuhnya benar-benar terbuka seperti bayi yang baru lahir.


Dan tak jauh dari tempatnya berbaring ada bercak noda yang telah mengering.


Kejadian pahit semalam terputar kembali di benaknya. Membuat tulang-tulangnya terasa lunglai.


Cleantha memeluk dirinya sendiri. Potongan demi potongan adegan yang memalukan itu membuat matanya berkaca-kaca.


Meski hubungan semacam itu wajar bagi sepasang suami istri, namun tidak seharusnya terjadi pada dirinya.


Hancur, itulah yang dirasakannya. Ia telah kehilangan segala-galanya. Tidak ada lagi yang bisa dia banggakan sebagai wanita.


Bahkan setelah statusnya sebagai isteri Raja berakhir, ia telah kehilangan kesempatan untuk berumah tangga dengan pria lain.


Mana ada pria yang mau menerima dirinya yang telah ternoda.


"Apa aku ditakdirkan untuk tidak bisa mencintai dan dicintai? Tidak, aku harus kuat demi Ayah. Jika aku memang harus melajang seumur hidup, aku akan mengabdikan diriku untuk merawat Ayah,"


batin Cleantha menghibur diri.


"Nyonya Cleantha," panggil suara wanita itu.


Cleantha mengenali suara Narti, pelayan yang sering memberikan makanan ringan untuknya.


Dengan susah payah, Cleantha memaksa dirinya turun dari tempat tidur.


Masih dengan tubuh yang terbungkus selimut, ia berbicara dengan Narti dari balik pintu.


"Mbak, aku sudah bangun. Aku mau mandi dulu. Nanti saja Mbak masuk ke kamarku."


"Nyonya, tapi Tuan Raja berpesan agar saya mengantarkan sarapan untuk Anda."


"Aku akan memanggil Mbak Narti lewat interkom kalau aku sudah selesai mandi," jawab Cleantha.


"Baik, Nyonya."


Sesudah pelayan itu pergi, Cleantha berjalan ke kamar mandi. Ia berhenti sejenak untuk melihat jam yang terpasang di dinding kamar.


"Astaga, sudah jam sepuluh pagi. Artinya aku tidak masuk kerja hari ini. Bagaimana kalau Pak Alvian memecatku?"


pikir Cleantha panik.


BERSAMBUNG


Author mengucapkan "Happy New Year 2022" untuk Semua Readersku Tercinta."


Maaf memberikan sajian part yang agak panas di awal tahun 😁.


Semoga tahun baru membawa keberkahan untuk kita semua.

__ADS_1


Ikuti terus kisah ini dan jangan lupa tinggalkan comment dan like sebanyak mungkin.


Thank you so much.


__ADS_2