Istri Bayaran Milik Tuan Raja

Istri Bayaran Milik Tuan Raja
Bab 103 Tidak Sanggup Tanpamu (Part 2)


__ADS_3

"Clea, ayo bangun, Sayang."


Sayup-sayup terdengar suara Alvian yang memanggilnya. Entah ini sekedar mimpi atau dia sedang terjebak dalam ilusi, tapi Cleantha melihat Alvian berada di sisinya. Suaminya itu menatapnya dengan penuh kasih sayang.


Cleantha menangis dan memeluk Alvian erat-erat.


"Al, jangan pergi. Aku tidak bisa hidup tanpamu."


"Clea, berhentilah menangis. Suatu hari kita pasti akan bersama lagi. Sekarang buka matamu, Sayang. Almero menunggumu," kata Alvian.


Suara lembut itu menyadarkan Cleantha. Seakan-akan, ia baru saja dilemparkan dari dunia kuantum untuk kembali ke dunia realitas.


Perlahan Cleantha membuka kedua kelopak matanya. Memicingkan mata untuk menangkap cahaya putih yang menyilaukan.


Wajah yang pertama kali dilihatnya adalah wajah Keyla. Kemudian ia melihat pembantunya, Titin, juga ada disitu.


"Clea, akhirnya kamu sadar juga," ucap Keyla yang duduk di samping tempat tidur Cleantha.


"Kak, dimana aku?" tanya Cleantha lemah.


"Kamu dirawat di rumah sakit karena pingsan. Aku khawatir kamu belum sadar pada saat proses pemakaman Pak Alvian dimulai."


Mendengar kata "pemakaman", spontan Cleantha bangkit dari tempat tidur. Tidak mempedulikan lagi seluruh tulang-tulangnya yang serasa lunglai tanpa daya.


Cleantha mencopot selang infus yang terpasang di tangannya lalu turun dari ranjang.


"Mau kemana, Clea? Kamu masih lemah," tanya Keyla terkejut.


"Aku harus menemani Alvian, Kak. Aku sangat mencintainya," jawab Cleantha seperti orang linglung.


Keyla mengguncang pelan bahu adiknya itu agar terlepas dari halusinasi.


"Sadarlah, Clea. Pak Alvian telah tiada. Aku tahu sulit bagimu untuk menerima kenyataan ini, tapi cobalah mengikhlaskan kepergiannya. Kuatkan dan tabahkanlah hatimu. Ingatlah Almero," kata Keyla menenangkan Cleantha.


Mendengar ucapan Keyla, Cleantha teringat akan pesan Alvian dalam mimpinya. Ia masih memiliki tugas sebagai seorang ibu untuk menjaga dan membesarkan Almero.


Almero adalah satu-satunya tanda cintanya bersama Alvian. Karena itu dia harus bertahan melewati badai ini demi Almero.


"Kak, kapan upacara pemakaman dimulai?"


"Sekitar dua jam lagi, Clea. Pemakaman ditunda karena kita masih menunggu kedatangan Tuan Raja. Dewan direksi, manajer, dan karyawan Adhiyaksa Group sudah berkumpul. Ada juga wartawan yang akan meliput prosesi pemakaman Pak Alvian," jelas Keyla.


"Kak Keyla, Titin, tolong antarkan aku ke lokasi pemakaman. Aku mau melihat suamiku untuk terakhir kalinya," pinta Cleantha.


"Iya, Nyonya. Saya sudah membawakan baju dan kerudung hitam. Nyonya bisa ganti baju dulu sebelum pergi. Saya akan membantu, Nyonya," kata Titin.


"Tin, katakan kepada Reni untuk membawa Almero. Almero harus mengantarkan kepergian Daddynya."


"Baik, Nyonya."


...****************...


"Mommy, why Daddy sleep like that? Apakah Daddy akan bangun lagi, Mommy?" tanya Almero polos.

__ADS_1


Sambil menahan air matanya, Cleantha mencoba memberikan penjelasan.


"No, Almero. Daddy sudah ada di Surga sekarang. He never come back again. But still, someday we can meet him again in heaven," ucap Cleantha menahan kepedihannya.


Wajah Almero berubah sedih. Meskipun belum sepenuhnya mengerti maksud Cleantha, nampaknya ia tahu bahwa sang ayah telah pergi untuk selamanya.


"Mommy, I miss Daddy so much," kata Almero hendak menangis.


"Me too. Kalau Almero rindu Daddy, kita berdoa untuk Daddy ya."


"Okay, Mommy," jawab Almero menganggukkan kepala.


Cleantha menatap Ny. Marina yang berdiri di sampingnya. Wajah mertuanya itu nampak kuyu dan pucat. Bahunya naik turun, menandakan ia masih meratapi kepergian putra semata wayangnya.


Cleantha sadar bahwa bukan hanya dia yang terpukul, tapi Ny. Marina juga mengalami hal yang sama. Di dalam hati, ia berjanji akan selalu menemani dan menyayangi ibu mertuanya itu.


Sementara Dion memandang jam tangannya dengan gelisah. Ia sudah memberitahukan kepada Raja mengenai berita kematian Alvian. Raja berjanji akan pulang untuk memakamkan sang adik. Tapi anehnya hingga kini dia belum muncul juga.


Barulah menjelang detik terakhir, Raja datang bersama Ivyna dan Bayu Narendra.


Para pelayat yang hadir segera mengalihkan perhatiannya kepada Raja.


"Dion, apa aku terlambat? Pesawatku tadi mengalami delay," tutur Raja terlihat panik.


"Hampir saja, Tuan. Semua sudah menunggu kedatangan Tuan."


Secepat kilat, Raja mengambil alih tanggungjawabnya sebagai kakak Alvian.


Sementara Cleantha hanya bisa menatap pilu saat menyaksikan jenazah suaminya diturunkan ke liang lahat.


...****************...


Selesai acara pemakaman, Cleantha dan Ny. Marina belum mau beranjak dari pusara Alvian.


Raja menghampiri Ny. Marina dan memeluk ibu tirinya itu.


"Mama, ikhlaskan Alvian. Dia pasti sudah tenang di atas sana," tutur Raja merasakan kesedihan yang sama.


Sebenarnya dia sendiri masih belum percaya jika Alvian akan pergi secepat ini. Meski hubungan mereka merenggang karena persoalan cinta, namun tetap saja ikatan darah lebih penting dari segalanya.


"Raja, Mama sekarang sendirian," ucap Ny Marina lirih.


"Tidak, Ma, masih ada aku. Aku akan menggantikan Alvian untuk menjaga Mama," jawab Raja mengucapkan janjinya.


Dulu ia memang bersikap acuh tak acuh terhadap sang ibu tiri, tapi kini ia akan mengubah sikapnya. Telah tiba waktunya, ia harus memperlakukan Ny. Marina layaknya ibu kandung sendiri.


"Terima kasih, Raja," jawab Ny. Marina.


Raja melirik sekilas kepada Cleantha. Mantan istrinya yang kini menjadi adik iparnya itu tampak begitu sedih. Sorot matanya hampa, seolah jiwanya telah melayang jauh mengikuti kepergian Alvian.


Ada dorongan dalam diri Raja untuk menghibur Cleantha, namun ia buru-buru mengurungkan niatnya itu. Dalam keadaan berduka, ia tidak mau memicu terjadinya kesalahpahaman di antara mereka. Mungkin saja Cleantha masih memendam kebencian kepada dirinya atas peristiwa pahit di masa lalu.


Raja beralih menatap anak laki-laki yang berada di samping Cleantha. Bocah kecil itu sangat tampan, mirip sekali dengan Alvian semasa kecil. Tidak salah lagi, itu adalah Almero, keponakannya.

__ADS_1


Entah mengapa, melihat Almero membuatnya teringat akan calon bayinya yang telah tiada. Andai saja dulu ia tidak bertindak bodoh, mungkin saat ini ia telah memiliki seorang anak laki-laki dari Cleantha. Sayangnya, penyesalan selalu datang terlambat.


"Hi, Almero," sapa Ivyna mendekati sepupunya.


"Mommy, who is she?" tanya Almero kebingungan.


"She is your sister, Ivyna," jawab Cleantha.


Ivyna menggandeng tangan Almero sambil tersenyum.


"Almero, do you want to play with me?"


Almero tidak menjawab. Ia masih nampak ragu-ragu karena belum terbiasa dengan Ivyna.


"Ivy, jangan ganggu Almero dulu. Almero harus pulang bersama Mommynya," cegah Raja.


"Mommy Clea, I'm sorry," kata Ivyna kepada Cleantha.


"Tidak apa-apa Ivy. Lain kali kamu bisa bermain bersama Almero."


Raja maju ke depan dan mengulurkan tangannya kepada Cleantha.


"Clea, tabahlah. Aku yakin kamu bisa melewati semua ini," ucap Raja menunjukkan perhatiannya.


Cleantha menjawab dengan ekspresi dingin.


"Terima kasih, Tuan."


Melihat Raja mendekati Cleantha, Almero memandangnya penuh kewaspadaan. Bocah kecil itu teringat akan pesan Alvian untuk menjaga Mommynya dari orang jahat.


"Who are you, Uncle?" tanya Almero membulatkan bola matanya.


Raja berjongkok agar tingginya sejajar dengan Almero. Ia mengelus rambut tebal Almero sambil memperkenalkan dirinya.


"I am your father's brother. You can call me Uncle Raja," jelas Raja kepada keponakannya itu.


Almero balas menatap Raja dengan penuh curiga. Sesaat kemudian, ia bergelayut manja pada Cleantha.


"Mommy, can we go home now?"


"Of course, Honey," jawab Cleantha menggendong putra kecilnya itu.


Cleantha melewati Raja dan mengajak Ny. Marina untuk pulang bersamanya.


"Mama, ayo kita pulang."


"Iya, Clea."


Raja hanya bisa menatap kepergian Cleantha dan Almero tanpa bisa berbuat lebih.


Ia sadar bahwa posisinya saat ini hanyalah seorang kakak ipar bagi Cleantha.


**BERSAMBUNG

__ADS_1


Berikan comment, like, vote, dan hadiahnya ya.


Happy Week end**


__ADS_2