Istri Bayaran Milik Tuan Raja

Istri Bayaran Milik Tuan Raja
Bab 109 Terkenang Kembali


__ADS_3

Malam ini Cleantha sulit memejamkan mata. Hatinya bimbang karena telah menyetujui permintaan Almero. Entah mengapa ia merasa bersalah pada mendiang suaminya karena keputusannya itu. Tidak sepantasnya ia berlibur di vila kepunyaan Raja.


Cleantha turun dari tempat tidur dan mengambil album foto kenangannya bersama Alvian. Ada foto pernikahannya, fotonya ketika berbulan madu dengan di Paris, hingga foto-fotonya saat sedang mengandung Almero.


Ketika itu Alvian memaksanya melakukan sesi foto untuk mengabadikan momen kehamilan pertamanya. Sungguh kehidupan rumah tangganya dengan Alvian sangat sempurna. Mengingatnya saja membuat Cleantha seolah-olah bisa merasakan kebahagiaan itu lagi.


"Al, percayalah aku tidak akan pernah mengkhianati cinta kita. Walaupun kamu sudah pergi, aku akan selalu setia padamu,"


gumam Cleantha mengelus foto Alvian dengan jemarinya.


...****************...


Pak Malik memasukkan tiga koper besar ke dalam bagasi mobil. Itu adalah barang bawaan Cleantha, Almero, dan Ny. Marina.


Almero terlihat sangat antusias. Ia tidak sabar untuk masuk ke dalam mobil.


"Titin, Reni, tolong jaga rumah baik-baik. Senin pagi aku sudah pulang karena Selasa Almero harus masuk sekolah," kata Cleantha kepada dua orang pelayan setianya.


"Iya, Nyonya, hati-hati di jalan. Semoga liburannya menyenangkan," jawab Titin dan Reni kompak.


"Clea, kita tunggu sebentar sampai Raja dan Bayu datang. Lebih baik kita berangkat bersama dengan mereka," kata Ny. Marina melihat ke arah gerbang.


Namun Almero terus merajuk, meminta agar mereka segera berangkat.


"Mommy, let's go," rengek bocah kecil itu memanyunkan bibirnya.


"Wait for a while, okay."


Untung saja tidak berselang lama mobil Raja memasuki gerbang rumah Cleantha.


"Ayo kita berangkat sekarang," seru Tuan Bayu membuka jendela mobil. Sedangkan Raja hanya berdiam di balik kemudi. Ekspresinya tidak terlihat karena tertutup oleh kacamata hitam.


Cleantha pun mengangguk. Ia menyuruh Pak Malik mengemudikan mobilnya mengikuti mobil Raja.


Dalam perjalanan, Almero dan Ny. Marina tertidur. Ketika sampai di vila, barulah Cleantha membangunkan mereka.


Almero yang semula masih mengantuk, mendadak bersemangat ketika menyaksikan pemandangan nan asri di sekitarnya. Begitu pula dengan Ivyna. Kedua anak itu memiliki keinginan yang sama untuk segera mengeksplor keindahan alam di sekelilingnya.


Almero menggandeng tangan Cleantha dan mengajaknya keluar dari mobil.


"Almero, kita masuk dulu ke vila. After that you can walking around."


"No, Mommy. I want to go now," bantah Almero.


"Iya, Mommy Clea, ayo kita jalan-jalan ke hutan," timpal Ivyna ikut-ikutan memegang tangan Cleantha.


Ditarik seperti itu oleh dua orang anak, membuat Cleantha serba salah. Setelah sekian lama, masih ada rasa takut di hatinya jika harus masuk ke dalam hutan yang rimbun. Apalagi kini ia harus menjaga dua orang anak sekaligus.


"Clea, ini masih siang. Tidak apa-apa jika kamu menemani anak-anak berkeliling di hutan untuk menghirup udara segar," kata Tuan Bayu mendukung permintaan cucunya.


"Tapi, Om Bayu,...."

__ADS_1


"Jangan memaksanya, Pa. Cleantha punya fobia terhadap hutan. Dia pasti takut bepergian sendiri," kata Raja tiba-tiba menimpali.


Wajah Cleantha bersemu merah. Ia tidak menyangka Raja akan membuka rahasianya di depan Tuan Bayu dan Ny. Marina. Ternyata lamanya waktu tidak mengubah sifat pria itu yang suka mengejek kelemahannya.


"Raja, temani saja Clea dan anak-anak. Jika ada kamu, Clea pasti merasa aman."


"Iya, betul. Aku dan Bayu akan beristirahat di vila. Kami sudah tua, tidak kuat jika harus berjalan jauh," timpal Ny. Marina.


Sebenarnya Cleantha enggan bila harus bepergian dengan Raja. Namun keadaan membuatnya terpaksa menurut.


"Apa kabar, Tuan Raja dan Nyonya Cleantha," sambut Mang Jaya penjaga vila.


Meskipun sudah lebih dari enam tahun, pria separuh baya itu masih memiliki ingatan yang baik.


"Kami baik, Mang jaya. Tolong antar Mama dan Papa mertuaku ke vila untuk istirahat," kata Raja.


"Baik, Tuan."


Sesudah Ny. Marina dan Tuan Bayu diantar masuk ke vila, mereka menuju ke hutan.


Raja berjalan di depan bersama Ivyna sedangkan Cleantha mengikuti dari belakang.


"Be careful, Honey," kata Cleantha menggandeng erat tangan Almero.


Almero tidak berhenti menanyakan berbagai macam pepohonan, rumput, dan tanaman yang dilihatnya. Pasalnya ini adalah pengalaman pertamanya menjelajah hutan.


"Mom, can I look the birds?" tanya Almero ketika melihat beberapa ekor burung bertengger di atas pohon.


"Sure, you can."


"Mom, I want to be taller," keluh Almero.


Mendengar keinginan Almero, Raja menawarkan bantuannya.


"Do you want to see the birds with Uncle Raja?"


Almero nampak ragu-ragu, namun akhirnya ia menerima tawaran Raja.


"Okay, Uncle," kata Almero mengulurkan tangannya.


Karena tidak ingin Almero kecewa, Cleantha menyerahkan putranya kepada Raja. Ia sendiri beralih menggandeng tangan Ivyna.


Dengan sabar, Raja menggendong Almero dan memperlihatkan burung-burung yang hinggap di pucuk pohon. Sambil berjalan, ia juga menjelaskan berbagai jenis hewan yang kerap kali ditemuinya ketika menjelajahi hutan.


Almero terlihat sangat antusias mendengarkan cerita Raja.


"Uncle, can I explore the forest when I grow up like you?" tanya Almero.


"Sure. I will teach you how to do that."


Mata bulat bocah tampan itu memperhatikan Raja dengan seksama. Sesaat ia keheranan melihat wajah Raja yang memiliki beberapa kemiripan dengan ayahnya, Alvian.

__ADS_1


"Uncle, I think you look like my Daddy. I miss him," kata Almero tertunduk sedih.


Raja membelai rambut Almero untuk menghilangkan kesedihan anak itu.


"Don't be sad, Almero. Daddy ada di surga sekarang."


"But, I want my Daddy back. Uncle, do you want to be my Daddy?"


Pertanyaan Almero membuat Cleantha dan Raja terkesiap. Tapi dengan cepat Raja mengalihkan pembicaraan.


"Let's find another animals."


Almero meminta turun dari gendongan Raja. Ia ingin menapaki jalan di sepanjang hutan dengan kaki mungilnya.


Angin mulai berhembus kencang sehingga menyebabkan ranting dan dedaunan bergoyang ke kanan dan ke kiri. Cleantha menjadi gelisah dan ingin mengajak anak-anak pulang ke vila.


"Tuan, anginnya kencang sekali. Langit juga mulai mendung. Kita pulang sekarang saja ke vila," kata Cleantha.


"Iya," jawab Raja berbalik arah sambil tetap menggandeng Almero.


Cleantha menutupi kepala Ivyna dengan tangannya agar tidak tertimpa daun-daun yang berguguran.


Karena tiupan angin semakin kencang, sebuah ranting pohon tua patah dengan tiba-tiba.


Cleantha membelalak ketika melihat ranting besar itu akan jatuh mengenai Almero.


"Almero, awas!" teriak Cleantha ketakutan.


Secara refleks, Raja menoleh ke atas. Ia merangkul tubuh kecil Almero yang gemetar karena terkejut. Dengan sigap, Raja menangkis ranting itu dengan lengan kanannya. Alhasil, lengannya tergores oleh tajamnya ranting yang menimpanya. Darah pun mengalir dari lukanya yang menganga.


"Daddy, are you okay?" tanya Ivyna cemas melihat ayahnya berdarah.


"Daddy hanya luka sedikit, Ivy. Don't worry."


"Tuan, terima kasih sudah menolong Almero. Biar saya yang menggendongnya. Nanti saya akan mengobati luka Tuan di vila," kata Cleantha merasa berhutang budi pada Raja.


Cleantha mengulurkan tangannya unutk mengambil alih Almero, namun putranya itu malah menyusupkan kepala di pelukan Raja. Dalam situasi menegangkan seperti ini, Almero merasa lebih aman dalam perlindungan seorang ayah.


"Honey, Uncle sedang terluka. Almero with Mommy."


Almero menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Clea, biarkan saja. Aku akan menggendong Almero supaya dia tenang. Sebentar lagi kita sampai di vila," ujar Raja tidak menghiraukan lukanya.


Sembari memandang Raja berjalan di depannya, Cleantha teringat masa lalunya. Dahulu Raja menolongnya ketika kakinya terkilir di tengah hutan. Kini pria itu juga menyelamatkan putranya dari musibah. Entah mengapa ia seperti merasakan kehadiran Alvian dalam diri Raja.


"Kenapa aku berpikir begini? Aku tidak boleh terbawa suasana. Tuan Raja bukanlah suamiku,"


batin Cleantha mengenyahkan halusinasinya.


**Bersambung

__ADS_1


Tinggalkan jejak like, komen, dan vote sebanyak-banyaknya ya.


Happy Holiday**


__ADS_2