Istri Bayaran Milik Tuan Raja

Istri Bayaran Milik Tuan Raja
Bab 73 Bisakah Aku Memilihnya


__ADS_3

Seolah tak percaya dengan penglihatannya, Cleantha masih membeku. Menurut saja ketika Raja memegang bahunya dan membawanya pergi. Melewati sekian pasang mata yang tercengang menyaksikan kedekatan mereka berdua.


Raja tidak mengucapkan apa-apa. Mulutnya terkunci rapat. Hanya tangannya yang bertindak untuk membimbing Cleantha ke tepi ruangan.


Ketika tiba di sudut ballroom, Raja melepaskan jasnya lalu menyerahkannya pada Cleantha.


"Pakai ini untuk menutupi gaunmu."


"Te..rima kasih, Tuan," jawab Cleantha tergagap.


"Duduk dan tunggu aku disini sampai acara selesai. Kita harus bicara," tandas Raja penuh penekanan.


"Tapi Tuan..."


Tanpa menunggu Cleantha menyelesaikan kalimatnya, Raja berlalu dengan langkah lebar menuju ke panggung. Ia berbisik pada sang pembawa acara. Menyuruhnya memanggil Alvian agar menutup jamuan makan malam tersebut.


Peristiwa itu membuat para karyawan Adhiyaksa Group kembali terperangah. Belum lama mereka melihat Cleantha bersama Alvian, kini gadis cantik itu berganti pasangan dengan CEO mereka yang telah beristri.


Mereka pun saling pandang. Mencoba mencerna adegan mirip drama percintaan yang baru saja terjadi di depan mata mereka.


Diam-diam mereka ingin tahu siapa sesungguhnya kekasih Cleantha. Apakah Alvian, sang direktur keuangan atau Raja Adhiyaksa, sang CEO.


Dari tempat duduknya, Zevira dan Ayesha juga menyaksikan apa yang terjadi.


Ayesha terpasung di tempatnya. Tidak menyangka bila Raja akan turun tangan sendiri untuk menolong mantan istrinya itu. Namun yang paling merasa dipermalukan adalah Zevira.


Perbuatan Raja bagai panah beracun yang menancap tepat di pusat jantungnya. Racun itu menyebar tak terkendali, memenuhi seluruh pembuluh darahnya.


Tubuh Zevira bergetar hebat. Ia menyadari orang-orang di ruangan itu mulai menatapnya.


Sorot netra mereka seakan mempertanyakan, mengapa suaminya malah melindungi wanita lain. Bahkan tak segan untuk memperlihatkan perhatiannya itu di depan umum.


Sebagian dari mereka nampak iba dengan nasibnya. Terlebih melihat kondisi fisiknya sebagai istri yang tak sempurna. Tapi tak sedikit pula yang berbisik menggunjingkan kemalangannya.


"Kak Vira, tenanglah," ucap Ayesha prihatin. Ia bisa melihat bahwa istri pertama Raja itu sedang berada pada titik terendah.


"Aku tidak mengerti apa istimewanya Cleantha? Kenapa para pria kelas atas sampai rela memperebutkan dia dan meninggalkan pasangan sahnya?" tanya Ayesha berdecih kesal.


"Aku juga tidak tahu, Ayesha. Tolong bantu aku keluar dari sini. Aku tidak tahan dikasihani oleh mereka," ucap Zevira dengan suara parau.


...****************...


Melihat insiden yang menimpa Cleantha, Keyla bergegas mencari adiknya. Menyusuri ruangan yang luas itu sambil mengedarkan pandangan untuk menemukan Cleantha.


"Permisi, maaf," ujar Keyla melewati beberapa orang yang menghalanginya.


"Aku harus menemukan Cleantha sebelum Tuan Raja mempengaruhinya,"

__ADS_1


batin Keyla mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan.


"Clea, kamu tidak apa-apa?" tanya Keyla menghampiri Cleantha. Ia melihat tangan adiknya itu memegang sebuah jas berwarna hitam untuk menutupi gaunnya.


"Aku sangat malu, Kak," ucap Cleantha sedih.


"Kenapa kamu bisa jatuh, Clea?"


"Gaunku diinjak oleh Nona Ayesha. Sepertinya dia marah sekali karena menganggapku telah menggoda Pak Alvian," ungkap Cleantha.


"Aku sudah bilang padamu berulang kali. Jangan berdekatan dengan keluarga Adhiyaksa. Mereka hanya akan melukaimu. Ikut aku pulang sekarang," tandas Keyla menyuruh Cleantha untuk berdiri.


"Kak, tapi Tuan Raja memintaku untuk menunggunya. Lagipula dia meminjamkan jasnya. Aku harus mengembalikannya dulu."


Keyla berdesah kesal.


"Clea, kalau kamu bicara dengan Tuan Raja, kamu pasti akan terjerat oleh kata-kata manisnya. Susah payah kamu terlepas dari lubang buaya, sekarang kamu malah ingin terperosok lagi ke dalamnya. Ayo kita pulang. Tinggalkan saja jas milik Tuan Raja di kursi ini," ujar Keyla memaksa Cleantha.


Mau tak mau Cleantha mengikuti kemauan kakaknya untuk keluar dari ballroom hotel itu.


Sementara dari atas panggung, Raja melihat Cleantha berjalan pergi bersama Keyla. Ingin sekali rasanya ia mengejar Cleantha, tapi sebagai tuan rumah tidak mungkin ia meninggalkan acara begitu saja.


Alvian yang berdiri di samping Raja, seakan mengetahui isi pikiran kakaknya.


"Kak, pergilah dan kejar Cleantha. Aku akan mengurus acara disini," ujar Alvian.


"Iya, Kak. Ini kesempatanmu untuk bisa rujuk dengan Cleantha," kata Alvian meyakinkan Raja.


"Baiklah, tolong handle acaranya," ucap Raja berjalan cepat.


Ia meninggalkan hiruk pikuk acara itu dan menuju ke lobi hotel.


Namun di tengah jalan, Raja berpapasan dengan Zevira dan Ayesha.


"Raja, mau kemana kamu?" tanya Zevira memanggil suaminya.


"Minggir, aku ada urusan penting," jawab Raja tidak sabar.


"Urusan apa? Pasti kamu ingin mengejar Cleantha, kan? Aku sadar kalau aku tidak berarti lagi untukmu. Tapi setidaknya jagalah kehormatan kita di depan orang banyak. Apa kata mereka nanti jika melihatmu bersama Cleantha? Sedangkan aku istri sahmu malah kamu tinggalkan sendirian di lobi hotel," ucap Zevira memposisikan dirinya sebagai korban.


"Vira, jangan bermain peran disini. Jika kamu ingin pulang, telpon saja salah satu supir untuk menjemputmu," tukas Raja berjalan meninggalkan Zevira.


"Ayesha, kamu lihat sendiri bagaimana kuatnya pengaruh Cleantha pada suamiku. Mungkin hal yang sama akan terjadi pada Alvian. Kamu harus berhati-hati," ucap Zevira dengan mata berkaca-kaca.


Ayesha menggertakkan giginya. Ia bersumpah tidak akan membiarkan dirinya mengalami nasib yang menyedihkan seperti Zevira. Bila perlu ia akan memaksa Alvian untuk memilih antara dirinya dan Cleantha.


...****************...

__ADS_1


Di depan lobi, Cleantha masih menunggu kedatangan taksi yang dipesan Keyla.


"Sebentar lagi taksinya akan datang," ucap Keyla mengecek ponselnya.


Dari belakang, Cleantha merasa ada langkah kaki yang mendekat padanya.


"Clea, kenapa kamu tidak mendengarkan aku? Aku menyuruhmu untuk menungguku, tapi kamu pergi tanpa pamit."


Cleantha menoleh dan melihat Raja sudah berdiri di dekatnya.


"Maaf, Tuan. Saya harus pulang."


Melihat Raja menyusul Cleantha, Keyla maju ke depan untuk melawan.


"Tuan Raja, kenapa Anda masih mengganggu adik saya? Anda tidak malu dilihat oleh orang-orang disini? Anda seorang CEO yang terhormat, disegani dan sudah berkeluarga. Tapi Anda malah berusaha mengejar gadis muda."


"Cukup! Jangan ikut campur urusanku dengan istriku," bentak Raja kepada Keyla.


"Apa Anda lupa kalau perceraian Anda dan Cleantha sedang diproses di pengadilan? Anda tidak punya hak lagi atas Cleantha," balas Keyla tidak kalah sengit.


"Selama putusan cerai belum ada, Cleantha masih istriku. Sekarang lepaskan dia!"


"Tidak akan, Tuan. Sebagai kakaknya, saya harus melindungi Cleantha dari lelaki seperti Anda," ucap Keyla berkeras hati.


Di tengah pertengkaran Raja dan Keyla, Cleantha merasa terjepit. Bingung dengan apa yang harus diperbuatnya untuk melerai adu mulut antara kakak dan suaminya.


Sementara itu taksi yang dipesan Keyla sudah tiba. Keyla segera menarik Cleantha agar masuk ke dalam taksi, tapi tangannya yang lain ditahan oleh Raja.


"Clea, kalau kamu masih ingin memperbaiki rumah tangga kita, maka ikutlah denganku," tegas Raja.


"Saya..."


"Jangan dengarkan dia, Clea. Jika kamu kembali pada Tuan Raja, artinya persaudaraan kita putus. Kamu juga tidak boleh menemui Ayah lagi," ancam Keyla.


Dalam situasi yang menyudutkannya, Cleantha sungguh tersiksa. Belum pernah ia dihadapkan pada pilihan sesulit ini. Dia tidak tahu harus memilih siapa, keluarganya atau cintanya.


Cleantha memandang sekilas ke dalam lobi. Menyadari bahwa Zevira turut menyaksikan peristiwa itu dari atas kursi rodanya.


"Keputusan apa yang harus aku ambil? Apakah aku boleh bersikap egois? Menyakiti keluargaku dan istri pertama Tuan Raja hanya demi meraih kebahagiaanku sendiri?"


pikir Cleantha bimbang.


**BERSAMBUNG


Jangan lewatkan episode selanjutnya.


Thanks for like, comment, and votenya**.

__ADS_1


__ADS_2