Istri Bayaran Milik Tuan Raja

Istri Bayaran Milik Tuan Raja
Bab 71 Cemburu Buta (Part 1)


__ADS_3

"Raja, selamat atas hari jadi perusahaanmu," ucap Evander menyalami Raja.


Raja beralih menatap Evander, pura-pura tidak mempedulikan Cleantha.


"Terima kasih, Evan. Ayo kita ke dalam," tutur Raja mengajak temannya itu pergi dari hadapan Cleantha.


Melihat Raja akan pergi, Cleantha menganggukkan kepalanya. Paling tidak sebagai seorang karyawan, ia harus memberikan penghormatan kepada sang pemilik perusahaan. Meskipun sikap sopan santunnya itu tidak digubris oleh Raja.


"Dimana istrimu?" tanya Evander mencari keberadaan Zevira.


Dari arah depan, Zevira datang dengan kursi rodanya. Melihat Raja sedang berbicara dengan Evander, ia meminta Bi Dewi mendorong kursi rodanya agar bisa bergabung dengan mereka.


Namun Zevira mendadak berhenti ketika pandangannya tanpa sengaja terarah ke meja penerima tamu. Ia menangkap sosok gadis bergaun merah yang tampak paling mencolok di antara teman-temannya.


"Bukankah itu Cleantha? Aku sampai lupa kalau dia bekerja di kantornya Raja. Apa dia sengaja berdandan seperti itu agar Raja tertarik padanya lalu membatalkan perceraian mereka? Aku harus mencegah dia mendekati Raja malam ini,"


pikir Zevira sambil berlalu menuju ke arah Raja.


"Evan, apa kamu masih mengingatku?" tanya Zevira memamerkan senyum terbaiknya.


"Tentu saja, Vira. Kamu masih cantik seperti dulu semasa kita di bangku kuliah," puji Evander.


"Tapi sekarang keadaanku berubah. Aku tidak bisa berjalan lagi karena mengalami kecelakaan."


"Ah, itu tidak masalah. Aku yakin kamu akan sembuh. Lagipula ada Raja yang mencintaimu. Dia pasti memberikan semangat dan dukungan penuh untuk kesembuhanmu. Benar kan, Raja?"


Raja hanya tersenyum kecut tanpa mengiyakan perkataan Evander.


"Evan, kenapa kamu tidak mengajak kekasihmu datang kesini?" tanya Zevira melihat pria itu datang tanpa pasangan.


"Sekarang ini aku tidak punya kekasih, Vira. Tapi tidak lama lagi aku akan memilikinya karena aku sudah bertemu dengan calon kekasihku," ucap Evander menyeringai.


Entah mengapa candaan dari Evander membuat Raja merasa kesal. Ia yakin yang dimaksud oleh Evander barusan adalah Cleantha.


"Lebih baik kita ke dalam saja. Acaranya akan segera dimulai," ucap Raja mengajak Evander mengikutinya.


Di meja penerima tamu, Cleantha kembali menjalankan tugasnya. Berusaha tidak menghiraukan pertemuannya dengan manta suaminya. Ia juga sempat melihat Zevira datang menyusul Raja. Artinya suami istri itu telah rujuk kembali. Dengan demikian, keputusan yang diambilnya memang sudah tepat. Lewat perceraiannya, ia berhasil menyatukan lagi rumah tangga Raja dan Zevira.


"Clea, maaf ya aku lama ke toilet," ucap Irna mengambil alih buku tamu.


"Acaranya sudah mulai, Mbak Irna baru datang. Tuh, dengar sendiri, MCnya mulai bicara di atas panggung," celetuk Galih.


Dari pintu, Cleantha bisa mendengar suara MC yang memanggil Raja sebagai CEO untuk memberikan kata sambutan.


Kali ini, Cleantha merasa beruntung karena tidak perlu berada di dalam ruangan. Dengan begitu, ia tidak harus menyaksikan Raja dan keluarganya secara langsung.


...****************...


Dari kejauhan, Zevira melihat Ayesha. Gadis itu duduk sendirian dengan wajah masam karena Alvian sibuk menyambut para koleganya.


"*I*tu pasti Ayesha. Kelihatannya gadis itu bisa diajak kerja sama. Aku akan mendekatinya dan berteman dengannya. Siapa tahu suatu hari nanti dia berguna bagiku,"

__ADS_1


pikir Zevira mencari sekutu.


"Halo, Ayesha. Senang bisa bertemu denganmu di acara ini. Aku Zevira, istrinya Raja," ujar Zevira mengulurkan tangannya.


Dengan ekspresi penuh selidik, Ayesha memandang kondisi Zevira yang duduk di atas kursi roda.


Ia teringat cerita Alvian bahwa istri pertama Raja berada dalam kondisi lumpuh. Barangkali ini saat yang tepat baginya untuk mengorek keterangan tentang Cleantha dari Zevira.


"Halo, Nyonya Vira. Saya Ayesha, tunangannya Alvian. Saya juga senang bisa berkenalan dengan Anda."


"Jangan terlalu formal, Ayesha. Kamu bisa memanggilku "Kak Vira". Nanti setelah kamu menikah dengan Alvian, kamu akan memanggilku seperti itu."


"Iya, Kak Vira. Maaf, boleh saya menanyakan sesuatu? Tapi ini sifatnya pribadi," ujar Ayesha agak ragu-ragu.


"Tentu saja boleh. Kamu akan menjadi bagian dari keluarga Adhiyaksa. Apa yang mau kamu tanyakan, Ayesha?"


"Saya pernah bertemu Tuan Raja dan istrinya di restoran. Istri Tuan Raja saat itu adalah seorang gadis yang seumuran dengan saya, namanya Cleantha. Alvian mengatakan Cleantha itu istri keduanya Tuan Raja. Tapi kenapa tadi saya melihat Cleantha malah menjadi penerima tamu?" tanya Ayesha mencari tahu.


Zevira menaikkan alisnya. Ia bisa menangkap ekspresi tidak suka pada raut wajah Ayesha ketika membahas soal Cleantha. Dan ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.


Zevira langsung mengubah air mukanya. Berlagak sedih untuk menarik simpati dari calon adik iparnya.


"Iya, Ayesha. Suamiku memang memiliki dua istri. Karena kondisiku cacat, Raja menikah lagi dengan wanita yang lebih muda."


"Cleantha itu pintar sekali merayu. Dia berhasil memikat hati suamiku. Untungnya, sifat asli Cleantha terbongkar oleh Raja. Dia ketahuan telah berselingkuh dan sekarang Raja sudah menceraikannya," tutur Zevira lirih.


Mendengar Cleantha sudah diceraikan, Ayesha semakin was-was. Jika wanita itu telah menyandang status janda, maka kesempatannya untuk merayu Alvian akan terbuka lebar.


"Bercerai??? Tapi dengan siapa dia berselingkuh, Kak Vira?" tanya Ayesha terkejut sekaligus penasaran.


"Aku tidak enak hati untuk mengatakan hal ini. Tapi aku rasa kamu perlu mengetahui yang sebenarnya. Cleantha...dia mencoba untuk...menggoda Alvian," ucap Zevira memanas-manasi Ayesha.


Paras Ayesha berubah merah padam. Ia meremas jari jemarinya, menahan rasa marah yang tengah membuncah di dalam dada.


Kecurigaannya selama ini terbukti benar. Cleantha telah berselingkuh dengan Alvian. Dan kenyataan inilah yang membuat Alvian jadi bersikap dingin padanya.


Melihat respon kemarahan Ayesha, Zevira makin bersemangat untuk mengobarkan api kebencian di hati gadis itu.


"Aku juga tidak mengerti kenapa Cleantha setega itu. Dia sudah merebut suamiku dan sekarang dia juga ingin merebut tunanganmu. Sayang sekali, aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya," ucap Zevira tertunduk sedih.


"Tenang saja, Kak Vira. Aku yang akan memberi pelajaran pada Cleantha di acara ini. Dia harus berhenti menggoda pria yang sudah memiliki pasangan," ucap Ayesha geram.


...****************...


Di luar, Pak Setyo menemui ketiga anak buahnya di meja penerima tamu.


"Galih, Clea, Irna, kalian boleh bergiliran masuk ke dalam untuk makan. Satu orang makan duluan. Lalu kalau sudah selesai kalian bisa bergantian menjaga meja tamu," kata Pak Setyo.


"Pak, biar para cewek yang masuk duluan untuk makan. Saya tunggu saja disini," jawab Galih.


"Hah, kamu yakin, Galih? Memangnya kamu belum kelaparan?" tanya Irna terkejut dengan kebaikan hati Galih.

__ADS_1


"Iya, Mbak. Saya ini pria sejati. Pasti akan selalu mendahulukan wanita."


"Thanks kalau begitu. Ayo, Clea, kita makan," ajak Irna menggandeng tangan Cleantha ke dalam ruangan.


"Aduh, kursinya sudah penuh. Padahal kakiku pegal karena harus berdiri sejak tadi," ujar Irna terlihat panik.


"Kita ambil makanan saja dulu Mbak. Setelah itu baru cari tempat duduk. Kalau tidak ada, kita berdiri saja," jawab Cleantha menenangkan Irna.


"Oke deh."


Cleantha dan Irna menuju ke antrian para tamu yang sedang mengambil makanan di meja prasmanan.


Setelah selesai, mereka membawa piring berisi makanan sambil melihat berkeliling.


"Clea, kita berpencar saja untuk mencari tempat duduk yang kosong," kata Irna memberikan ide.


"Iya, Mbak. Saya juga akan mencari kakak saya."


"Aku akan ke sebelah sana, siapa tahu ada kursi. Nanti kita bertemu di pintu depan saja, Clea," ucap Irna sebelum melangkah pergi.


Setelah Irna pergi, Cleantha mencoba mencari keberadaan Keyla. Namun suasana hiruk pikuk di sekitarnya membuat Cleantha kesulitan menemukan Keyla. Terlebih ia harus berjalan dengan hati-hati agar belahan gaunnya tidak terbuka lebar di bagian paha.


Dalam keadaaan bingung, Cleantha tiba-tiba merasakan pinggangnya direngkuh oleh tangan seorang pria.


Cleantha menoleh ke belakang dan terkesiap melihat Evander sudah berdiri menempel di belakangnya.


Tanpa izin, pria itu melingkarkan tangan kanannya di pinggang ramping Cleantha.


"Tuan Evander?"


"Kita bertemu lagi, Cleantha. Aku lihat kamu berjalan sendirian dan kebingungan. Apa kamu sedang mencari tempat duduk?"


"I..iya, Tuan. Tapi tolong lepaskan saya," pinta Cleantha.


"Aku memelukmu karena ingin membimbingmu ke mejaku. Aku diberikan meja dan kursi khusus sebagai tamu terhormat di acara ini. Ayo, ikut saja denganku," ucap Evander memaksa Cleantha.


Karena tangan Evander begitu kokoh, Cleantha tidak bisa melepaskan diri dari pria itu. Mau tak mau ia mengikuti Evander menuju ke mejanya.


Saat itu, Cleantha melewati sekumpulan pengusaha yang tengah berbincang dengan Raja dan Alvian.


Mereka menoleh karena melihat Evander berjalan sambil memeluk seorang gadis.


"Wah, cepat sekali Evander mendapatkan kekasih," celetuk salah seorang pengusaha muda yang mengenal pria itu.


Tak ayal, Raja dan Alvian menengok secara bersamaan.


Iris mata mereka membesar ketika melihat siapa wanita yang tengah dipeluk oleh Evander.


"Cleantha?" gumam Raja dan Alvian terkesiap.


**BERSAMBUNG

__ADS_1


Jangan lupa berikan Vote, Like, dan Comment untuk mendukung Author.


Happy Weekend All**


__ADS_2