
Happy Reading
"Aku akan memakai gaun yang dipilihkan Pak Alvian,"
pikir Cleantha mengambil keputusan.
Cleantha sengaja memakai gaun itu agar Raja kesal padanya. Sesungguhnya ia enggan pergi keluar kalau bukan demi memenuhi permintaan Ivyna.
Apalagi Cleantha tahu bahwa Raja sengaja memanfaatkan Ivyna untuk melunakkan hatinya.
Cleantha sudah membuat rencana untuk selalu menjaga jarak dari Raja. Dengan demikian ia tidak akan terbawa suasana dalam hubungan semu ini.
Cleantha menyapukan riasan tipis di wajahnya, terutama di bagian matanya yang sembab. Jika tidak ditutup dengan riasan, pastilah orang lain akan tahu bila hampir sepanjang hari ia berurai air mata.
"Mommy Clea, buka pintunya," seru Ivyna dari balik pintu.
Cleantha bergegas menyisir rambutnya lalu beranjak menuju pintu.
"Mommy, bagaimana dressku?" tanya Ivyna memutar tubuh untuk memamerkan dressnya.
"Bagus sekali, kamu cantik seperti princess," jawab Cleantha mencubit gemas dagu Ivyna.
Gadis kecil itu terlihat sangat manis dengan bando berwarna biru yang menghiasi rambutnya.
"Mommy juga cantik," puji Ivyna memperhatikan Cleantha.
"Ayo kita berangkat sekarang, Mommy. Daddy sudah menunggu kita di dalam mobil," kata Ivyna menarik-narik tangan Cleantha.
"Iya, ayo, Sayang."
Cleantha menggandeng tangan Ivyna menuju ke depan rumah. Hanya Ivyna yang bisa membuatnya nyaman berada di rumah besar ini.
"Silakan, Nyonya," ucap supir Raja membukakan pintu.
Cleantha melihat Raja sudah duduk menantinya di dalam mobil.
"Daddy, kami sudah siap," ucap Ivyna duduk di sebelah Raja.
Beruntung ada gadis kecil itu yang bisa mencairkan kebekuan suasana antara Raja dan Cleantha.
Raja menatap sekilas kepada Cleantha yang terlihat cantik mengenakan gaun pilihan Alvian. Harus diakui adiknya itu memang memiliki selera yang bagus. Ia bahkan bisa memahami bentuk tubuh Cleantha lebih baik dari dirinya.
Bila dipikir-pikir lagi, kenyataan ini membuatnya kesal.
"Daddy, kita mau restoran mana?" tanya Ivyna membuyarkan lamunan Raja.
"Ke restoran Italia. Tapi coba tanya pada Mommy Clea, apa dia setuju. Daddy tidak tahu makanan kesukaannya karena selama ini dia memakan apa saja," ucap Raja menyindir Cleantha.
"Mommy Clea, apa Mommy setuju kita makan ke restoran Italia?" tanya Ivyna menjadi juru bicara Raja.
"Mommy setuju, Ivy. Mommy suka semua jenis makanan," tandas Cleantha melirik pada Raja.
Mendengar jawaban Cleantha, Raja tersenyum tipis sambil mengalihkan pandangan lurus ke depan. Nampaknya ia merasa puas karena bisa mengejek Cleantha.
"Sungguh menyebalkan. Dia tidak hanya suka menindasku tapi juga mempermalukan aku di hadapan anaknya,"
gumam Cleantha geram.
...****************...
__ADS_1
Zevira tak henti mengutuk Cleantha sepanjang perjalanan. Gara-gara gadis itu, Raja secara terang-terangan telah menolaknya. Dan sekarang ia harus menelan pil pahit dengan pergi ke acara lelang sendirian.
Zevira berusaha keras menahan bulir air matanya. Ia tidak ingin terlihat menyedihkan di depan para tamu undangan.
Untung saja di saat genting, ia teringat pada seseorang yang bisa menemaninya malam ini.
"Halo, Sayang, kenapa menelponku? Apa kamu sangat merindukan aku?" tanya Fendi dari balik telpon.
"Siapa yang merindukanmu," balas Zevira ketus.
"Aku butuh bantuanmu sekarang. Tolong temani aku ke acara lelang Good Foundation di hotel D'Hills," sambung Zevira.
Fendi terdengar tidak bersemangat mendengar ajakan dari Zevira.
"Aduh, Sayang, aku paling bosan dan tidak tahan jika harus mengikuti acara seperti itu. Kalau kamu mengajakku ke tempat lain aku pasti setuju. Apalagi jika aku bisa berduaan denganmu," rayu Fendi dengan bibir manisnya.
Zevira menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tahu benar apa yang dimaksud oleh kekasihnya itu.
"Aku akan memberikan apa yang kamu mau, asalkan kamu menemaniku. Cepat ganti bajumu dengan jas yang paling bagus dan berangkatlah sekarang," tandas Zevira.
"Kamu serius, Sayang? Tapi apa Raja tidak akan curiga? Aku takut dia menangkap basah kita lalu menghajarku habis-habisan," kata Fendi ragu-ragu.
"Sudah kuduga kamu masih saja menjadi pengecut. Tenang saja, Raja tidak akan peduli pada kita. Dia sedang makan malam dengan istri mudanya."
"Raja berkencan dengan istri barunya? Jadi karena itu kamu menelponku. Kamu ingin membalas dendam pada Raja kan? Aku kira kamu merindukan aku," ucap Fendi pura-pura merajuk.
"Stop bersikap kekanak-kanakan, Fendi. Cepat lakukan yang kukatakan tadi. Aku menunggumu di Hotel D'Hills," ucap Zevira sebelum mengakhiri panggilannya.
"Iya, Sayang, jangan terlalu galak padaku. Aku akan segera berangkat kesana. I love you."
Zevira menutup telponnya sambil tersenyum.
Malam ini dia akan mengusir semua rasa sepinya lewat belaian hangat kekasihnya.
...****************...
Raja membawa Cleantha dan Ivyna ke restoran Italia yang bergaya renaissance.
Sepanjang mata memandang, terlihat banyak pasangan dan keluarga kecil yang menghabiskan waktunya di tempat itu.
Restoran itu sebenarnya sangat cocok untuk acara dinner berdua. Apalagi ditambah keberadaan seorang pianis yang memainkan lagu-lagu klasik beraliran romantis dari pianonya.
Cleantha berjalan lebih dulu sambil menggandeng tangan Ivyna. Ia membiarkan Raja berjalan seorang diri di belakangnya.
"Mau pesan apa Nyonya dan Tuan," sapa pelayan yang berpakaian serba putih.
"Mommy, aku mau lasagna, spaghetti, dan tenderloin steak. Lalu choco vanila gelato," jawab Ivyna antusias.
"Ivy mau semua itu? Apa Ivy nanti bisa menghabiskannya?" tanya Cleantha keheranan.
"Bukankah ada kamu yang bisa mengambil alih makanan Ivyna," timpal Raja menaikkan alisnya.
Cleantha tidak menjawab. Ia berusaha mengabaikan perkataan Raja yang sejak tadi sengaja memancing emosinya.
Cleantha lebih memilih untuk memusatkan perhatiannya pada buku menu.
"Saya pesan dua tenderloin steak, satu spaghetti bolognese, dan satu lasagna. Minumannya dua apple juice dan choco vanila gelato," kata Cleantha kepada pelayan restoran itu.
"Ada tambahan lagi, Nyonya?"
__ADS_1
"Tidak ada Mbak, cukup itu saja."
Raja keheranan mengetahui Cleantha tidak memesankan makanan untuk dirinya.
"Tunggu, Mbak, saya belum pesan," cegah Raja.
"Oh ya, Tuan ingin pesan apa?"
Raja menyebutkan makanan yang dia pesan lalu menyerahkan buku menunya.
"Kenapa kamu tidak memesan untukku juga seperti untuk Ivyna?" tanya Raja menegur Cleantha.
"Itu karena Tuan sudah dewasa, bukan anak kecil lagi. Tuan bisa memilih sendiri. Lagipula saya juga tidak tahu makanan kesukaan Tuan, sama seperti Tuan tidak tahu apa yang saya suka," balas Cleantha.
Melihat wajah Raja yang memendam kejengkelan, Cleantha merasa puas. Paling tidak, ia bisa membalas perlakuan Raja meski untuk sekali saja.
...****************...
Zevira dan Fendi hanya menghadiri acara lelang sebentar saja. Mereka lebih berminat melakukan kegiatan lain yang sudah lama tertunda.
"Sayang, apa kamu bisa melakukannya? Aku khawatir kakimu nanti..." ucap Fendi setelah mereka berdua ada di dalam kamar hotel.
"Kamu tidak perlu mencemaskan aku, Sayang. Tolong dekatkan kursi rodaku ke tepi ranjang," ucap Zevira.
Fendi pun menuruti permintaan kekasihnya. Setelah berada dekat dengan ranjang, Zevira berpegangan erat pada tepian kasur.
Mata Fendi sampai melotot ketika menyaksikan Zevira berdiri perlahan-lahan dari kursi rodanya.
"Sa...yang kamu sudah bisa berdiri?" tanya Fendi tidak percaya.
Zevira menoleh ke arah Fendi sambil tersenyum.
"Iya, ini adalah kejutan yang ingin aku perlihatkan padamu. Sebenarnya aku sudah bisa berdiri dan berjalan beberapa langkah, walaupun aku masih sering jatuh."
"Wow, luar biasa sekali, Sayang. Ini keajaiban. Sejak kapan kamu bisa melakukannya?"
"Kurang lebih sebulan yang lalu. Jika aku giat terapi dan berlatih, dokter mengatakan kemajuanku akan lebih pesat."
"Lalu apa Raja mengetahui kalau kamu kakimu mulai pulih?"
"Tidak. Aku menyembunyikan semua ini dari Raja. Jika dia sampai tahu aku bisa berjalan, dia pasti segera menceraikan aku."
"Sayang, apa selamanya kamu akan bertahan di sisi Raja? Dia sudah menyakiti hatimu dan tega mencampakkanmu," ucap Fendi membantu Zevira naik ke atas ranjang.
"Aku tetap akan menjadi istrinya. Aku tidak mau kehilangan harta kekayaan Raja. Sekarang tujuanku hanya satu, menyingkirkan istri keduanya yang bernama Cleantha."
"Bagaimana caranya, Sayang?"
"Nanti akan kuberitahukan padamu. Yang pasti aku membutuhkan bantuanmu, Sayang," tutur Zevira bersandar di bahu Fendi.
BERSAMBUNG
Hi, readers othor tercinta, jangan lewatkan up episode berikutnya. Dan sambil menunggu up bisa baca novel author yang sudah tamat. Dijamin tidak kalah seru.
Berikut judulnya :
**Membayar Karma Cinta
Terjebak Cinta Dua Kekasih**
__ADS_1
Trmksh