Istri Bayaran Milik Tuan Raja

Istri Bayaran Milik Tuan Raja
Bab 105 Cinta Lama Bersemi Kembali (Part 1)


__ADS_3

Pak Setyo duduk di kursinya sambil menarik nafas dalam-dalam. Ia baru saja melakukan briefing pagi dengan semua anak buahnya. Menyuruh mereka semua bersiap untuk menyambut kedatangan direktur keuangan.


Kini ia sedang menunggu-nunggu panggilan dari bosnya itu.


Dering telpon membuat tangan Pak Setyo bergerak otomatis.


"Selamat pagi, Pak," sapa Cleantha dari balik telpon.


"Selamat pagi, Bu Cleantha," kata Pak Setyo dengan hormat.


"Pak, tolong minta semua staf untuk berkumpul di ruang meeting," tutur Cleantha.


"Baik, Bu."


Tampaknya pepatah yang mengatakan roda dunia selalu berputar telah menjadi kenyataan. Jika dahulu ia menjadi atasan Cleantha, sekarang dia berbalik menjadi bawahannya. Sungguh ironis.


Pak Setyo bergegas keluar dari ruangannya dan berdiri di area kerja para staf.


"Ehemmmm, perhatian semuanya. Kita harus bersiap ke ruang meeting karena Ibu Cleantha memanggil kita."


Mantan teman-teman kerja Cleantha di divisi finance pun tercengang. Tidak mengira bila sekarang Cleantha adalah bos mereka. Padahal dulu mereka kerap kali bergunjing tentang Cleantha bahkan sempat meremehkan gadis itu.


"Maaf, Pak, jadi nanti kita harus memanggil direktur kita, Bu Cleantha?" tanya Galih yang kini telah berumah tangga.


"Ya, tentu saja. Masa kamu mau memanggil direktur kita Pak Cleantha. Dia seorang wanita," tukas Pak Setyo sedikit bercanda.


Staf yang lain ikut menahan tawa mendengar pertanyaan konyol dari Galih.


"Ayo ke ruang meeting. Jangan sampai Bu Cleantha menunggu kita," perintah Pak Setyo sambil berjalan keluar dari ruang finance.


Keyla ikut tersenyum bangga. Tentu saja sebagai kakak dari seorang direktur keuangan, dia akan disegani oleh rekan-rekan sekantornya.


Para staf mengikuti sang manajer ke dalam ruang meeting. Ekspresi tegang sekaligus penasaran tergambar di wajah mereka.


Bagaimana tidak. Mereka tidak mengetahui perubahan apa saja yang akan dilakukan Cleantha dan seperti apa kemampuannya dalam memimpin divisi finance. Pasalnya setelah Alvian menjabat sebagai CEO, hampir enam tahun mereka hanya bekerja di bawah pengawasan Pak Setyo.


"Cekrek!" pintu ruang meeting terbuka.


Segenap pandangan mata terarah pada satu sosok wanita yang memasuki ruangan itu.


"Selamat pagi semuanya," ucap Cleantha sembari duduk di kursinya.


Pak Setyo dan para staf memandang kagum pada Cleantha.


Gaya bahasa dan tampilan visual wanita ini sangat berbeda. Sekarang ia tampak penuh percaya diri, cerdas, dan mampu berbicara dengan lancar di depan forum.


"Sebagian besar dari kalian adalah rekan kerja saya. Tentu kalian sudah mengenal saya dengan baik. Saya masih perlu banyak belajar karena sudah beberapa tahun meninggalkan kantor. Karena itu, saya berharap kita selalu saling support dan bekerja sama demi meningkatkan performance divisi finance."


"Baik, Bu," jawab mereka serempak.

__ADS_1


Cleantha merasa lega. Paling tidak langkah pertamanya sebagai pimpinan disambut dengan baik oleh anak buahnya.


...****************...


Di meja kerjanya, Cleantha disibukkan oleh banyak pekerjaan. Dia baru saja meminta laporan keuangan triwulan dan laporan angsuran dari customer. Saat ini dia sedang memeriksa laporan itu satu per satu.


"Kriingggg," terdengar suara telponnya berbunyi.


Cleantha menerima panggilan interkom yang berasal dari asistennya, Ryan.


"Sore, Bu, ada telpon dari Tuan Raja. Apakah Anda bisa menerimanya?" kata Ryan dari seberang telpon.


"Iya, sambungkan saja," jawab Cleantha sambil membaca selembar kertas di hadapannya.


Tak lama, terdengar suara berat Raja menyapanya.


"Sore, Clea. Tolong kamu datang ke ruanganku. Aku ingin membicarakan hal yang penting mengenai kerja sama kita dengan pihak bank."


"Baik, Tuan, saya akan menemui Anda," jawab Cleantha menutup telponnya.


Cleantha membawa serta beberapa laporan yang sedang dibacanya. Siapa tahu laporan itu akan diminta oleh Raja nanti.


Setelah berpamitan kepada Ryan, Cleantha menuju ke lantai sepuluh.


Dengan mengesampingkan perasaannya, Cleantha memasuki ruang CEO. Ruangan itu dulu menjadi tempat kerja Alvian, namun kini ditempati oleh Raja.


"Silakan duduk Clea," kata Raja memandang Cleantha. Entah mengapa ada desir aneh di hatinya ketika menatap wanita ini.


"Tadi siang Pak Kenny dari Bank Sentral menelponku. Hari Rabu dia dan Bu Devi akan datang mengunjungi Adhiyaksa Group untuk meminta beberapa laporan keuangan. Sepertinya mereka ingin memantau kestabilan perusahaan sepeninggal Alvian. Dia sudah mengirimkan email mengenai laporan apa saja yang perlu kita siapkan. Emailnya akan segera aku forward ke emailmu. Tolong kamu siapkan laporan itu."


"Iya, Tuan."


"Kalau ada yang membuatmu bingung, kamu bisa bertanya pada Ryan. Besok bawa laporan itu kepadaku, aku juga perlu mempelajarinya. Kita berdua harus berdiskusi sebelum melakukan meeting dengan mereka," kata Raja memberikan penjelasan.


"Saya mengerti, Tuan. Kebetulan saya membawa laporan triwulan jika Tuan ingin membacanya," jawab Cleantha.


"Boleh, berikan padaku."


Cleantha menyodorkan laporan itu, namun tanpa sengaja Raja menyentuh tangannya.


"Maaf," jawab Raja tidak enak hati.


Ia mencoba berkonsentrasi untuk membaca laporan yang diberikan Cleantha. Namun perasaannya tidak sejalan dengan otaknya. Mungkinkah bersentuhan tangan saja membuatnya menjadi salah tingkah begini. Padahal Cleantha terlihat biasa-biasa saja.


Keheningan di antara mereka pun tercipata.


Situasi canggung itu baru menghilang ketika ponsel Raja bergetar.


Raja mengerutkan alisnya melihat nama Sabrina tertera di layar ponselnya.

__ADS_1


"Clea, kamu bisa kembali ke ruanganmu. Tinggalkan saja laporan ini. Besok kita bisa berdiskusi lagi dan mungkin akan membutuhkan waktu cukup lama," kata Raja memegang ponselnya.


Cleantha mengangguk.


Tanpa membuang waktu, ia beranjak meninggalkan ruangan Raja. Namun sebelum pergi, Cleantha sempat mendengar Raja mengucapkan salam kepada wanita bernama Sabrina. Entah siapa Sabrina itu, mungkin relasi bisnis, teman dekat atau kekasih baru Raja. Yang jelas Cleantha tidak mau ambil pusing dengan urusan pribadi Raja.


...****************...


Sepulang sekolah, Tuan Bayu mengajak Ivyna mengunjungi Ny. Marina.


Mereka membiarkan Ivyna bermain dengan Almero agar kedua saudara sepupu itu saling mengenal.


Almero mulai nyaman memiliki teman main seperti Ivyna. Apalagi Ivyna selalu mengalah dan berperan sebagai kakak yang baik baginya.


"Marina, lihatlah kedua cucu kita. Mereka akrab satu sama lain. Sayangnya yang satu tidak punya mama dan yang satu tidak punya papa," kata Tuan Bayu prihatin.


"Benar, Bayu. Kasihan Almero dan Ivyna. Mereka masih kecil tapi tidak bisa mendapatkan kasih sayang yang lengkap dari kedua orang tuanya," jawab Ny. Marina sedih.


"Boleh aku bertanya sesuatu, Marina?"


"Apa itu?"


"Kenapa kamu mengizinkan Cleantha bekerja sebagai direktur keuangan di Adhiyaksa Group? Menurutku lebih baik dia menjaga Almero di rumah. Sebagai janda Alvian, dia bisa hidup tenang tanpa harus bersusah payah," tanya Tuan Bayu menyelidiki.


"Tidak ada alasan khusus. Aku hanya ingin Clea memiliki kegiatan supaya bisa melupakan kesedihannya," jawab Ny. Marina menutupi maksudnya.


"Marina, kamu tidak bisa membohongiku. Kita sudah berteman sejak puluhan tahun. Pasti kamu meminta Cleantha mengawasi Raja. Kamu takut Raja akan mengambil hak cucumu, kan?"


Ny. Marina hanya terdiam, tidak dapat menyangkal asumsi pria tua itu. Bayu Narendra memang selalu bisa menebak isi pikirannya.


"Melihatmu diam, aku rasa tebakanku benar. Marina, kamu tidak perlu mencurigai Raja. Kamu adalah ibu sambungnya, seharusnya kamu lebih mengenal bagaimana sifat Raja daripada aku," kata Tuan Bayu.


"Bayu, aku tahu Raja pria yang baik. Tapi aku khawatir dia memilih wanita yang salah sebagai istrinya. Bila istrinya mata duitan, dia akan memberikan pengaruh yang buruk kepada Raja."


Tuan Bayu mencodongkan tubuhnya ke depan dengan mimik wajah serius.


"Sebenarnya aku memiliki sebuah jalan keluar yang baik untukmu. Jika kamu setuju, usulku ini akan mengatasi semua permasalahan yang ada. Cucu kita akan punya orang tua yang lengkap. Tidak akan ada perebutan kekuasaan di Adhiyaksa Group. Posisi Almero sebagai pewaris utama juga aman."


"Usul apa, Bayu?" tanya Ny. Marina mengernyitkan dahinya.


"Setelah masa berkabung selesai, kita jodohkan Raja dan Cleantha. Biarkan mereka kembali menjadi suami istri. Dengan begitu, Raja akan menjadi ayahnya Almero dan Cleantha menjadi ibunya Ivyna. Sebagai ayah, Raja pasti akan melindungi dan mendukung Almero sampai dia siap menjadi CEO di masa depan."


Ny. Marina belum memberikan tanggapan. Meskipun terdengar gila, namun tak dapat dipungkiri bahwa ide dari Bayu Narendra ada benarnya.


**BERSAMBUNG


Jangan lewatkan menjelang episode-episode terakhir "Istri Bayaran Milik Tuan Raja."


Berikan dukungan like, comment, dan vote untuk author ya.

__ADS_1


Terima kasih**


__ADS_2