
"ponsel kamu dari tadi bunyi terus mas" ucap jingga saat tama masuk kembali ke kamar mereka
"kenapa gak di jawab?" tanya tama
"pas mau di jawab udah di matiin sama yang nelfon, coba kamu lihat dulu siapa tahu penting" titah jingga
ponsel tama kembali berdering saat jingga memberikan ponselnya kepada tama, tama melirik ke arah jingga yang sedang menatap intens ke arahnya
tama langsung menjawab panggilan dan berjalan menuju balkon agar jingga tidak mendengar perbincangannya
"apa?"
^^^"kenapa hari ini kamu gak ke apartemen mas?"'^^^
"aku sedang di luar kota ada pertemuan penting"
^^^"kenapa tidak ngasih kabar dulu? kamu menganggap aku udah gak penting lagi?"'^^^
"aku buru-buru lagipula aku kesini untuk bekerja bukan untuk liburan, mengertilah sedikit laras"
^^^"kamu kan pemilik perusahaan kenapa harus capek-capek kerja kayak gitu sih mas, urusan pertemuan di luar kota kan bisa kamu serahkan sama asisten kamu"'^^^
"justru karena aku pemilik perusahaan aku bertanggung jawab sepenuhnya atas semua pekerjaan dan seluruh karyawanku"
^^^"tapi mas..."'^^^
"sudahlah aku tak ingin berdebat, masih banyak pekerjaan yang belum selesai nanti aku hubungi lagi"
tanpa menunggu jawaban kembali dari laras tama langsung mematikan panggilan telefonnya takut jingga akan curiga jika tama berbincang terlalu lama
__ADS_1
tama terhenyak saat akan kembali masuk kembali ke dalam kamar, tama melihat jingga sedang berdiri dan menatap tajam ke arahnya
"sayang" seru tama mencoba sesantai mungkin
"siapa yang telfon?" tanya jingga
"klien" jawab tama berbohong
"yang di apartemen?" tanya jingga lagi membuat tama mengernyitkan keningnya
"bukan sayang, klien yang di luar kota meminta meeting besok pagi di bandung tapi aku menolak karena badan aku masih lemes banget" kilah tama
"oh" sahut jingga singkat
"oh doang?" tanya tama membuat jingga mengedikan bahunya acuh
tama menghela nafas panjang entah harus dengan cara apalagi agar jingga kembali bersikap manis kepadanya
tama sadar saat ini jingga pasti merasa kecewa dengan sikapnya yang berubah-ubah jika bisa waktu di ulang kembali tama sangat tidak ingin berada dalam keadaan rumit seperti ini dan menjadikan dirinya dalam posisi yang serba salah
tama kembali berbaring di atas tempat tidur karena memang kondisi tubuhnya benar- benar lemas, tama ingin istirahat yang cukup agar kondisi tubuhnya kembali fit seperti sedia kala
berbeda dengan laras yang saat ini sedang di landa rasa kesal karena sikap tama semakin berubah kepadanya, bukan semakin mendapat perhatian dari tama kehamilan laras kali ini malah membuat tama semakin menjauh dan bersikap dingin padanya jika tama masih rutin mengunjunginya ke apartemen itu semata-mata hanya laras yang menggunakan kehamilannya untuk menjerat tama untuk selalu mengunjunginya setiap hari dengan alasan sang calon anak selalu ingin berdekatan dengan ayahnya, tama yang tidak bisa menolak jika urusan anak langsung menemui laras setiap pagi bahkan harus melewatkan sarapan bersama jingga dan sabia
"brengsekk bisa gagal rencanaku kalau sikap tama terus dingin seperti ini" umpat laras sambil melemparkan ponselnya ke atas sofa
"makanya jangan terlalu posesif dan banyak permintaan kepada tama, lama-lama dia bisa jengah dengan sikapmu ras" sahut angga pria yang selalu membantu melancarkan niat buruk laras terhadap tama
"lalu aku harus bagaimana ngga? apa tidak cukup dengan aku pura-pura hamil anak kedua kami? bahkan jika bukan urusan yang menyangkut anak tama sudah tidak mau lagi menemuiku" ucap laras dengan nada tinggi
__ADS_1
"bukannya kamu sudah tidak mempunyai perasaan apa-apa lagi untuk tama kenapa sekarang jadi uring-uringan dengan sikap tama yang semakin cuek" sindir angga yang tidak terlalu suka laras terlalu memikirkan tama
"bukan karena perasaan tapi rencanaku belum tercapai, bagaimana kalau tiba-tiba tama menceraikannku di saat rencana yang sudah aku susun belum berjalan sepenuhnya" elak laras
"ya terserah kamu saja, lebih baik sekarang layani aku saja aku sudah rindu dengan permainan liar dan desaahan kamu honey" bisik angga membuat laras meremang seketika
"aku sedang kesal mana bisa aku melayanimu" sahut laras
"yakin ingin melewatkan milikku yang besaar dan membuatmu mendesaah nikmat?" angga mengecupp dan mengggit telinga laras untuk membangkitkan gairahhnyaa
"tapi ngga.... eummmm"
"kamu gak mau kan sampai aku membongkar semuanya kepada tama?" ancam angga membuat laras membeku seketika
"so.... puasskan aku honey"
angga yang sudah di selimuti kabut gairahh langsung menganggkat tubuh laras dan membaringkannya di atas ranjang
begitulah jika laras menolak untuk melayani angga, angga akan mengancam laras untuk membongkar semua kebohongannya kepada tama.
laras yang memang tidak ingin tama tahu tentang semua rencananya terpaksa menjadi pemuas nafsuu angga yang memang selama ini menyukai laras namun laras tidak pernah membalas perasaannya tapi sepertinya dewi fortuna sedang berpihak kepada angga saat tiba-tiba laras meminta bantuan angga untuk melancarkan niat jahatnya kepada tama dengan senang hati angga membantunya dengan syarat laras harus bisa melayaninya kapanpun di saat angga menginginkannya, semakin berjalannya waktu larras pun semakin terbuai dengan permainan panass angga yang mampu membuat laras melayang sampai ke langit ke tujuh berbeda dengan tama yang pasif bahkan lebih banyak laras yang memegang kendali ketika mereka melakukan kegiatan suami istri
"kamu selalu nikmatt honey... aarrgghh" racau angga di sela permainan mereka
"milikmu yang membuatku ketagihan angga bahkan bisa membuatku berpaling dari pratama" sahut laras yang tak kalah meracau
rasa cinta yang di milikki laras kepada tama memang belum sepenuhnya hilang namun karena rasa kecewanya kepada tama membuat perasaan cinta laras yang begitu besar kepada tama kini semakin berubah menjadi rasa benci bahkan laras ingin membalaskan apa yang sudah tama lakukan kepadanya, jika saja waktu itu tama tidak menerima perjodohan yang di tawarkan oleh pak salim mungkin semuanya tidak akan seperti ini namun nasi sudah menjadi bubur laras bertekad akan membalaskan rasa sakit hatinya kepada tama dengan membuat hidup tama hancur sehancur-hancurnya bahkan jika tama sampai melepaskan dirinya laras juga tidak akan segan-segan membuat tama kehilangan jingga dan sabia
"bukan mauku berada di posisi seperti ini pratama, kamu yang memaksaku menjadi wanita jahat dan penuh dengan dendam"
__ADS_1
"cinta tulusku ternyata tidak cukup agar kamu bertahan hanya dengan satu wanita saja, jangan salahkan aku jika suatu saat nanti apa yang saat ini masih menjadi milikmu semuanya akan hilang tanpa meninggalkan jejak sedikitpun"