
setelah satu minggu lamanya tama beserta keluarga kecilnya pergi berlibur kini saatnya tama kembali beraktifitas seperti biasanya yaitu bekerja dan berurusan dengan setumpuk berkas-berkas yang harus dia tanda tangani
tama menyibukan dirinya dengan membereskan semua pekerjaannya yang sudah dia tinggal selama satu minggu ini, karena hanya dengan bekerja tama bisa melupakan sejenak permasalahannya dengan jingga
tok
tok
tok
"masuk" seru tama yang fokus dengan semua berkas-berkas di atas meja kerjanya
"permisi pak ada yang mencari bapak di luar". ucap sekretaris tama
"siapa?" tanya tama tanpa mengalihkan pandangannya
"katanya dia istri bapak" jawab sang sekretaris membuat tama menyunggingkan senyumnya
"kenapa tidak langsung di suruh masuk" tama menatap sang sekretaris dengan wajah datarnya
"maaf pak" ucap sang sekretaris menundukan wajahnya
"ya sudah suruh istri saya masuk" titah tama
"baik pak" sahut mia nama sekretaris tama
"bukannya istri pak tama itu bu jingga ya, ini siapa? ngaku-ngaku jadi istri pak tama" gumam mia sambil berjalan keluar dari ruangan tama
tama membereskan terlebih dahulu mejanya yang berserakan dengan berkas- berkas yang belum semua dia tanda tangani, tama ingin menyambut kedatangan istrinya
"mas"
"sayang kamu dat....."
ucapan tama tertahan ketika seseorang yang berdiri di hadapannya saat ini bukanlah, seseorang yang dia tunggu kedatangannya, wajah tama yang tadinya ceria kini berubah menjadi muram
"ngapain kamu kesini?" tanya tama ketus
"aku mau ketemu suami aku memangnya salah" sahut laras
__ADS_1
"salah kalau kamu datang kesini dan mengaku sebagai istriku sedangkan semua karyawan disini tahu kalau istriku adalah jingga bukan kamu" ucap tama dengan nada bicara yang sangat datar
"tapi kan aku juga istrimu mas, malah aku yang lebih dulu menjadi istrimu dari pada jingga" tekan laras tak mau kalah
"aku tahu laras, tapi bukan disini tempatnya kalau kamu mau mengaku sebagai istriku. kamu sengaja mau membuat aku terlihat seperti pria yang suka berpoligami?"
"tapi kenyataannya memang seperti itu kan, kamu sudah berpoligami"
"cukup, apa yang kamu inginkan?" tanya tama tak ingin basa-basi lagi
"aku kangen kamu mas, kenapa nomor ponselku kamu blokir? segitu gak mau di ganggunya kamu sampai memblokir akses untuk aku bisa menghubungi kamu" jawab laras sengaja memancing tama dengan tiba-tiba duduk di pangkuannya
"jangan seperti ini laras, ini kantor. kamu bisa menungguku di apartemen tidak harus kesini" tama berusaha menurunkan laras dari pangkuannya
"tapi sekarang kamu sudah jarang ke apartemen mas" rengek laras
"nanti malam aku ke apartemen, sudah sekarang kamu pergi aku sedang banyak pekerjaan"
"janji ya?"
"hhmm"
lara mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, dia tidak langsung oulang ke apartemen melainkan mampir ke pusat perbelanjaan terlebih dahulu untuk membeli beberapa gaun malam untuk menyambut kedatangan tama nanti malam, laras juga sudah janjian bertemu seseorang untuk melancarkan niatnya agar tama kembali berteku lutut padanya
"mas alex sini bentar" titah mia kepada alex ketika melihat laras sudah keluar dari ruangan bosnya
"apa?" tanya alex
"cewek yang barusan keluar dari ruangan pak tama emang beneran istri pak tama? bukannya istri pak tama itu bu jingga ya" tanya mia balik
"emang yang barusan kesini siapa mi?" alex malah bertanya balik
"lah aku kan nanya sama kamu mas, gimana sih kok malah nanya "
"ciri-cirinya gimana?"
"ya gitulah yang jelas lebih cantik bu jingga kemana-mana, kalau emang beneran itu istri kedua pak tama sumpah ya pak tama bo doh banget duain bu jingga yang nyaris sempurna"
"hus jangan ngomong sembarangan nanti kedengeran sama pak tama bisa bahaya"
__ADS_1
"ya kamu ngomongnya jangan kenceng-kenceng dong"
"udah ah aku mau ke ruangan bos dulu"
alex masuk ke dalam ruangan tama ingin menanyakan siapa sebenarnya barusan yang menemui tama, karena yang alex tahu tama hanya memiliki satu istri yaitu jingga maharani
tok
tok
tok
"masuk" seru tama dari balik pintu
"ada apa lex?" tanya tama saat melihat asisten pribadinya yang datang
"apa barusan bu jingga datang kemari pak?" tanya alex memberanikan diri
"sejak kapan kamu kepo sama urusan rumah tangga saya" tanya pratama balik
"saya hanya penasaran pak, barusan kata mia ada wanita yang mengaku sebagai istri bapak tapi bukan bu jingga memangnya bener ya bapak selingkuh?" cerocos tama panjang lebar seperti kereta api
"bukan urusan kamu lex, kalau tidak urusan yang menyangkut pekerjaan lebih baik kamu keluar" titah tama tanpa melihatt ke arah alex
"pak cobalah sekali-kali menganggap saya sebagai teman bukan sekedar rekan kerja mungkin saya bisa membantu kalau bapak mau cerita" tawar alex karena mau bagaimanapun tama sudah alex anggap sebagai saudaranya sendiri karena alex sudah mengabdi puluhan tahun di perusahaan keluarga tama sejak di pimpin oleh ayah tama
"ceritanya panjang lex saya bingung harus mulai dari mana" jawab tama lesu
"saya punya banyak waktu untuk mendengarkan cerita bapak, ingat pak bapak dan keluarga sudah sangat berjasa di hidup saya jangan sungkan-sungkan kalau mau meminta bantuan kepada saya" jelas alex membuat tama merenung
alex memang anak dari supir ayah tama yang sudah meninggal sejak lama dan setelah meningglanya ayah alex, alex yang bertugas untuk menggantikan tugas sang ayah yang menjadi supir keluarga tama karena masih ada ibu dan adiknya yang harus dia nafkahi namun belum genap satu tahun alex menjadi supir keluarga tama ayah tama mengangkat alex menjadi karyawan di kantornya karena ayah tama melihat alex yang sangat cerdas dan mempunyai kemampuan untuk membantu dirinya di perusahaan dan sampai alex menjadi orang kepercayaan keluarga tama di perusahaan yang kini sudah di pimpin oleh tama
"nanti kalau ada waktu senggang saya akan cerita semuanya, terima kasih lex sudah peduli sama saya" ucap tama memaksakan senyumnya
"iya sama-sama pak, kalau begitu saya permisi" pamit alex
"ya" jawab tama singkat dan mulai kembali mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda
tiba-tiba tama teringat dengan ayah salim, tama berpikir apakah sebaiknua sebaiknyaeritakan semuanya kepada ayah salim, mungkin dengan menceritakan semua permasalahannya dengan jingga, ayah salin dapat membantu membujuk jingga agar mengurungkan niatnya yang ingin bercerai dari tama, karenaau bagaiamapun juga semua masalah ini terjadi karena ada campur tangan ayah salim di dalamnya
__ADS_1
akhirnya tama memutuskan untuk menemui ayah mertuanya itu ketika jaam.makan siang berlangsung agar tidak mengganggu pekerjaannya dan juga pekerjaan ayah salim