JINGGA (The Second Wife)

JINGGA (The Second Wife)
curhat


__ADS_3

"ji maaf aku telat jalanan macet banget astaga" ucap hana yang baru saja sampai di resto tempatnya bertemu dengan jingga


"gak apa-apa na, aku juga belum lama kok" sahut jingga


"bia mana tumben gak ikut?" tanya hana clingak clinguk mencari keberadaan sabia


"udah aku anter pulang, dia lagi asik main sama anak-anaknya kak jemi gak bisa di ganggu" jawab jingga


"ada apa ji? kami kayak yang lagi punya beban pikiran gitu?" tanya hana menerka-nerka


"aku mau kerja na, bosan diem di rumah terus tanpa ada kegiatan" jawab jingga membuat hana kaget


"tunggu, tunggu... suami kamu gak lagi bangkrut kan ji? kok tiba-tiba pengen kerja" celetuk hana


"aku serius na, aku pengen kerja cariin ya" mohon jingga


"iya kenapa? alasannya apa tiba-tiba kamu mau kerja, uang dari tama bukannya lebih dari cukup buat menuhin semua kebutuhan kamu"


jingga terdiam cukup lama membuat hana semakin penasaran apa yang sebenarnya terjadi dengan sahabatnya itu, hana menatap lekat wajah jingga yang tampak tak bersemangat bahkan sangat terlihat jingga sedang memendam kesedihan saat ini, hana menggenggam tangan jingga mencoba perlahan-lahan untuk menanyakan apa yang sedang terjadi dengan jingga


"ji kamu sama tama baik-baik aja kan?" selidik hana membuat jingga semakin terlihat sendu


"ji ayo dong cerita kamu kenapa? pasti ada sesuatu yang gak beres kan?" tanya hana


bukannya menjawab pertanyaan hana jingga langsung membuka laptopnya dan memperlihatkan semua pesan percakapan tama dengan wanita yang di duga selingkuhan tama.


hana membaca dengan teliti setiap pesan itu sampai matanya melotot karena membaca pesan yang begitu intim antara tama dengan wanita yang belum hana ketahui namanya itu


"ji ini?" tunjuk hana dengan ekpresi wajah tidak percayanya


"mas tama punya wanita lain na, apa yang harus aku lakukan" ucap jingga mulai terisak

__ADS_1


"ini semua kamu dapet dari mana ji?" tanya hana


"aku meretas ponsel mas tama dan wanita itu na dan ternyata aku menemukan fakta yang benar-benar membuat aku hancur" jawab jingga semakin terisak


"astaga aku gak percaya lho tama bisa lakuin ini sama kamu, tapi kamu udah pastiin kebenarannya belum? siapa tahu ini cuman sekedar teman atau klien bisnis mungkin" ucap hana mencoba menenangkan perasaan jingga


"aku yakin kamu cukup cerdas untuk mengartikan semua pesan yang kamu baca barusan, tidak mungkin seorang teman atau klien bilang kangen apalagi meminta mas tama untuk menginap di apartemen dan kamu tahu apartemen yang di tempati wanita itu di beli atas nama mas tama dengan harga yang fantastis, tidak mungkin mas tama menganggapnya hanya sebagai teman jika dia rela merogoh kocek sampai milyaran hanya untuk tempat tinggal wanita itu na" jingga menceritakam semua yang dia ketahui kepada hana membuat hana geleng-geleng kepala mendengarnya


"dimana apartemen wanita itu? siapa namanya? aku penasaran dengan wajah pelakor itu" tanya hana mulai emosi


"grand shamaya... namanya amalia larasati dia cinta pertama mas tama saat mereka sekolah dulu na" jawab jingga sevara detail


"kamu sudah bicarakan masalah ini dengan tama?" tanya hana, jingga hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban


hana sebenarnya masih belum percaya jika tama berani mengkhianati jingga mengingat tama yang begitu bucin kepada jingga sangat tidak mungkin jika tama akan tega menduakan jingga namun melihat bukti percakapan antara tama dengan wanita yang bernama amalia larasati itu cukup menjadi bukti bahwa tama memang sudah berpaling dari jingga, namun yang menjadi pertanyaan di benak hana adalah apa kurangnya jingga???


"apa kamu sudah memastikan sendiri kalau wanita itu memang selingkuhan tama ji? kamu sudah ketemu langsung? atau memergoki mereka sedang berdua gitu?" tanya hana panjang lebar


"apa perlu kita pastikan lagi? aku akan berpura-pura menjadi orang suruhan tama untuk menemui wanita itu" saran hana


"apa tidak akan ketahuan?" jingga merasa tidak yakin


"apa salahnya jika kita coba dulu"


"tapi aku rasa jangan dulu na, aku ingin memastikan dulu sejauh apa hubungan mas tama dengan wanita itu. aku tidak ingin gegabah memgambil keputusan nantinya"


"baiklah lakukan apa yang menurut kamu baik ji, jika terjadi sesuatu hubungi aku jangan rahasiakan apapun lagi dariku"


"iya... tapi soal pekerjaan aku serius na. aku ingin kerja"


"baiklah nanti aku carikan info lowongan pekerjaan yang cocok buat kamu"

__ADS_1


"terima kasih, kamu terbaik na"


hana terpaksa harus meninggalkan jingga sendirian karena jam makan siang hampir habis, hana tidak ingin sampai kena semprot oleh bosnya karena telat masuk kantor. jingga pun mengerti dan tidak memaksa hana untuk tetap menemaninya meskipun masih banyak hal yang ingin jingga ceritakan kepada tapi tuntutan pekerjaan hana yang harus memaksanya untuk kembali bekerja dan itulah salah satu alasan jingga ingin bekerja selain ingin mempunyai banyak waktu dengan sahabatnya jingga juga tidak ingin terus berlarut memikirkan tentang perselingkuhan tama yang memang belum sempat jingga lihat dengan mata kepalanya sendiri


"darimana kamu? tumben gak keliatan di kantin" tanya dimas saat hana baru sampai kantor


"aku habis makan siang bareng jingga dim" jawab hana sambil berjalan menuju ruangannya


"yah kok gak ajak aku, aku kangen ngumpul-ngumpul bareng kalian" protes dimas


"ya mana aku tahu kalau kamu juga mau ikut"


"jingga kenapa na? dia baik-baik aja kan?" tanya dimas membuat hana mengernyitkan keningnya


"kamu kenapa kepo banget sama urusan jingga? jangan bilang kamu suka sama dia?" selidik hana


"bisa di gorok aku kalau ada hati sama jingga, aku tuh kemaren gak sengaja ketemu jingga tapi aku liat dia kayak abis nangis matanya sembab na, aku gak berani nanya terlalu jauh karena lagi sama arthur juga waktu itu"


"apa? jadi jingga ketemu arthur dong?"


"ketemu tapi dari kejuahan aja, bos kamu gengsinya terlalu tinggi katanya cinta tapi pas ketemu sama orangnya pura-pura gak kenal"


"serius?"


"dua rius malah"


"ngomong-ngomong arthur beneran masih lajang sampe sekarang? beneran dia nungguin jingga jadi janda?" tanya hana sangat penasaran


"sepertinya begitu malah dia bilang sama aku kalau sampai suaminya jingga nyakitin jingga arthur gak segan-segan buat rebut jingga dari suaminya" bisik dimas karena takut terdengar oleh karyawan lain


"astaga"mulut hana sampai memganga karena tidak percaya dengan ucapan dimas

__ADS_1


__ADS_2