JINGGA (The Second Wife)

JINGGA (The Second Wife)
carikan aku pekerjaan


__ADS_3

hana berpindah duduk ke samping jingga dan memeluk sahabatnya begitu erat, hana mencoba untuk menguatkan jingga meskipun hana tahu saat ini keadaan jingga benar-benar rapuh. hana bisa merasakan betapa sakitnya hati jingga saat ini, hana membiarkan jingga menangis sepuasnya setidaknya dengan menangis jingga bisa sedikit lebih tenang


"rencana kamu setelah ini apa ji?" tanya hana masih memeluk jingga


"aku ingin kerja na, tolong carikan aku kerja" mohon jingga


"kamu yakin?" tanya jingga lagi


"setidaknya aku punya kesibukan lain untuk mengalihkan semuanya na dan aku butuh bantuan suami kamu" jawab jingga membuat hana mengernyitkan keningnya


"kamu serius ji? kamu sudah memikirkan semuanya?" tanya hana meyakinkan jingga


"apa ada alasan untuk aku tetap bertahan na? dulu mati-matian aku membunuh rasa cintaku terhadap arthur demi untuk menerima tama dan sekarang disaat aku sudah mencintai tama dan menerima tama sepenuhnya tapi malah luka yang aku dapatkan, ini semua gak adil na gak adil" lirih jingga membuat hana sangat mengerti perasaan jingga saat ini


"lakukan apa yang menurut kamu baik ji, aku selalu mendukung apapun itu asalkan kamu bahagia, tapi sabia gimana?" tanya hana


"nanti aku akan bicara baik-baik dengannya, sabia cukup cerdas meskipun masih kecil aku berharap dia bisa mengerti dan tidak bisa memaksa aku untuk bertahan dengan tama yang sudah jelas membohongiku sejak awal"


kedatangan jingga ke kantor milik ayah salim memang awalnya ingin kemblai bekerja membantu jemi di perusahaan milik ayah salim namun setelah mendengar semia kenyataan yanh selama ini di rahasiakan eh ayah salim dan tama membuat jingga enggan untuk kembali bekerja di perusahaan itu, jingga memutuskan untuk mencari pekerjaan di tempat lain saja. untuk saat ini jingga benar-benar tidak ingin bertemu dengan ayah salim, seorang ayah yang dia anggap adalah cinta pertama di hidupnya namun kenyataannya malah menabur luka dalam kehidupannya.


jingga ingin benci tapi hatinya menolak untuk itu namun kecewa yang jingga rasakan kepada ayah salim begitu dalam dan jingga membutuhkan waktu untuk menyembuhkan itu semua


"gimana reaksi tama dan ayah salim saat tahu kamu mengetahui rahasia mereka selama ini ji?" tanya hana


"aku akan berpura-pura belum tahu ji, ada sesuatu yang akan lakukan tapi aku butuh bantuan suami kamu seperti yang aku ucapkan tadi" jawab jingga lagi-lagi membuat hana menghela nafas panjang

__ADS_1


"apa kamu benar-benar sudah siap ji? mungkin sekarang perasaan kamu sedang terluka dan kecewa aku sangat mengerti itu tapi...." hana menggantung ucapannya karena jingga takut marah


"sabia? kamu tahu sendiri sikap putriku meskipun dia masih kecil tapi dia sangatl1? kritis dalam hal apapun, mungkin awalnya tidak akan mudah tapi setelah bia dewasa pasti dia akan mengerti kenapa aku memilih jalan ini. aku tidak ingin berpura-pura lagi na, aku tidak mau memaksakan semuanya seakan terlihat baik-baik saja tapi pada kenyataannya penikahanku dan mas tama sudah hancur sejak awal" ucap jingga sangat yakin


"kamu memang wanita luar biasa ji, aku yakin kamu bisa hadapi semuanya. jangan pernah merasa sendiri ada aku dan sabia yang selalu ada buat kamu, jangan sungkan kalau mau meminta bantuanku kita bukan hanya sekedar sahabat tapi sudah seperti saudara" hana kembali memeluk jingga menyalurkan kekuatan untuk sahabat baiknya


tanpa jingga dan hana sadari ternyata arthur dan dimas yang berniat ingin masuk ke dalam cafe sama mengurungkan niatnya karena melihat hana yang sedang memeluk jingga dalam keadaan menangis, arthur yakin jika saat jingga sedang tidak baik-baik saja.


arthur merasa sangat penasaran apa yang terjadi kepada wanita yang sampai saat ini masih sangay dia cintai itu.


arthur ingin sekali menggantikan posisi hana yang sedang memeluk jingga saat ini namun arthur cukup sadar dengan status ya jingga kini, arthur tidak ingin membuat jingga di cap sebagai wanita murahan yang dekat dengan pria lain di saat jingga masih berstatus sebagai istri orang biarlah arthur memperhatikan jingga dari kejauhan itu sudah membuat dirinya senang


"gimana jadi masuk tidak?" tanya dimas yang sudah menahan lapar sejak tadi


"ya gak masalah niat kan mau makan disini bukan mau sengaja ketemu mereka, kalau mereka melihat kita ya kalau sekedar menyapa tidak ada salahnya ar" jawab dimas


"tapi aku bingung harus ngomong apa kalau bertatap muka langsung dengan jingga dim, apalagi kamu bisa lihat sendiri sekarang jingga seperti sedang dalam masalah" ucap arthur


"katanya mau jadi pebinor, mau rebut jingga dari suaminya kalau jingga di sakiti tapi buktinya baru lihat jingga dari kejauhan saja udah melempem" ledek dimas


"tapi kan aku gak tahu kondisi rumah tangga jingga sekarang seperti apa? aku juga masih punya harga diri masa iya tiba-yiba mau merusak rumah tangga orang kalau mereka baik-baik saja" kilah arthur


"aku yakin jingga dan suaminya sedang dalam masalah saat ini, yang aku tahu jingga gak akan menangis sampai seperti itu jika tidak menyangkut masalah rumah tangganya" seru dimas begitu yakin


"sok tahu kamu dim" cibir arthur

__ADS_1


"gak percaya ikut aku" dimas menarik tangan arthur untuk masuk ke dalam cafe


arthur yang tidak memiliki perisapan untuk menolak akhirnya terpaksa mengikuti dimas untuk masuk ke dalam cafe, dimas sengaja menghampiri jingga dan hana di meja mereka ingin tahu bagaimana reaksi arthur saat bertemu jingga dalam keadaan sangat dekat seperti itu


"hai ji, na kalian disini juga" sapa dimas dengan senyum cerianya


"dim kamu kok bisa disini?" tanya hana melepaskan pelukam jingga karena sedikit kaget


"bisalah orang kita mau makan juga disini" jawab dimas sambil melirik ke arah arthur yang berdiri sok cool di sampingnya


"kita?" tanya jingga yang belum menyadari keberadaan arthur disana


"ayok dim kita duduk di meja lain saja" akak arthur yang sebenarnya sangat enggan berjauhan dengan jingga


"arthur" gumam jingga sedikit kaget karena baru menyadari sang mantan kekasih ada disana


"ji kamu kenapa? kamu baik-baik aja kan?" tanya dimas sengaja memancing rasa penasaran arthur


"aku baik-baik aja dim" jawab jingga memaksakan senyumnya


"kalau baik-baik aja gak mungkin kamu nangis kan? kita gabung disini saja boleh ya?" sahut dimas langsung duduk di hadapan jingga dan hana sedangkan arthur masih berdiri seperti patung


dimas memang konyol dalam bertindak bagaimana jika ada yang melihat jingga duduk berdekatan dengan arthur, jingga takut akan timbul salah paham di tengah peliknya permasalahan rumah tangga jingga dan tama.


namun jika harus mengusir arthur pun rasanya tidak mungkin, jingga masih waras dan tidak ingin di sebuat sebagai orang yang tidak tahu sopan santun

__ADS_1


__ADS_2