
jingga yang baru saja mengantarkan sabia ke sekolah tidak sengaja melihat mobil tama keluar dari gedung apartemen yang cukup mewah, jingga yang berniat untuk menemui sahabatnya yang tak jauh dari kawasan apartemen itu mengurungkan niatnya jingga ingin memastikan apakah yang jingga lihat benar suaminya atau hanya sekedar mirip saja
dengan jarak aman jingga mengikuti tama sampai ke perusahaan milik tama, ternyata benar apa yang jingga lihat namun yang jadi pertanyaan di benak jingga ada urusan apa tama datang ke apartemen itu pagi-pagi begini
"bukannya tadi dia bilang ada meeting penting, masa iya meeting di apartemen" gumam jingga yang masih menatap tama yang mulai menghilang dari pandangannya
saat jingga sedang sibuk dengan pikirannya sendiri tiba-tiba ponselnya berbunyi, jingga buru-buru menjawab panggilan telefon itu yang ternyata dari hana sahabatnya
"iya han kenapa?"
"kamu dimana sih? aku nungguin dari tadi kenapa gak dateng-dateng?"
"aduh sorry aku lupa ngabarin, ketemunya pas sabia pulang sekolah aja gimana? bia gak mau tinggal han"
"bilang kek dari tadi jadi aku gak akan nunggu kayak gini"
"iya sorry, sorry jangan ngambek dong nanti aku kabarin lagi"
"hhmmm"
jingga menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas miliknya, jingga memutuskan untuk kembali ke sekolah sabia urusan tama biar nanti dia tanyakan langsung pada suaminya
sesampainya di sekolah sabia, hingga merasa lega karena masih ada beberapa menit lagi menuju jam pulang sekolah, jingga memilih duduk di bangku taman di depan kelas sabia
jingga kembali mengingat tama yang tadi sempat dia pergoki keluar dari sebuah apartemen, jingga mulai berpikiran negatif apakah suaminya benar-benar berselingkuh apakah sikapnya yang berubah selama tiga bulan terakhir ini memang benar karena ada orang ketiga, jingga benar pusing memikirkan semuanya
"apakah aku harus cari tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi" batin jingga menatap lurus ke depan
"mami" suara teriakan sabia membuyarkan lamunan jingga
"putri mami sudah pulang, gimana belajarnya hari ini?"
"bia semakin lancar membaca mami, nanti mami sama papi harus dengar bia membacakan cerita yang di kasih bu guru ya"
"pasti sayang, sekarang bia ikut mami yuk"
"mau kemana?"
__ADS_1
"kita makan sama onty hana, bia mau?"
"mauuuu, bia mau minta es cream sama onty hana"
"boleh, bia minta es crem sepuasnya sama onty hana ya"
"ok mami"
jingga menuntun tangan sabia menuju mobilnya terparkir, jingga segera menemui sahabatnya tidak ingin membuat hana semakin marah karena terlalu lama menunggunya
jingga dan hana bertemu di salah satu cafe yang sengaja menyediakan menu yang ada es creamnya supaya sabia tidak merasa bosan menunggu jingga dan hana bergosip
sabia bisa dengan puas memesan apapun es cream yang dia inginkan tanpa merengek memint pulang
"lama banget sih ji jamuran nih lama-lama" ucap hana saat jingga sampai di cafe
"sorry han tadi ada sesuatu yang gak bisa aku tinggal" sahut jingga beralasan
"hey ponakan onty makin embul aja, di kasih makan apa sama mami hm?" tanya hana kepada sabia yang sudah duduk manis
"bia mau es cream rasa apa?"
"rasa strawberry yang buanyaaakkkk"
"siapp, onty pesenin dulu ya bia tunggu sebentar"
setelah menunggu beberapa menit akhirnya es cream dan makanan yang di pesan sudah datang, sabia langsung melahap es cream rasa strawberrt kesukaannya tanpa memperdulikan jingga dan hana
begitupun dengan hana yang langsung melahap makanan yang sudah di pesankan oleh hana
"udah gak makan berapa hari bu? lahap bener" tanya hana
"aku belum sempet sarapan tadi pagi, laper banget" jawab jingga dengan mulut penuh dengan makanan
"kamu kan yang nyiapin sarapan masa iya sampai gak sempet sarapan ji"
"sekarang udah gak lagi, sekarang yang menyiapkan sarapan ataupun makan siang dan makan malam cukup bi diah saja"
__ADS_1
"tumben, kenapa?"
"percuma aku capek-capek masak kalau gak pernah di sentuh sama sekali sama orang yang aku harapkan bisa dengan lahap memakan masakanku"
"apa hubungan kalian baik-baik saja?"
"mungkin sekarang masih baik-baik saja"
"ji jangan membuatku penasaran"
meskipun malas akhirnya jingga menceritakan masalah rumah tangganya yang selama ini dia tutupi dari siapapun termasuk hana sahabatnya dari kecil, hana memang langsung tidak langsung percaya begiti saja jika tama bisa sampai bersikap seperti itu kepada jingga mengingat betapa bucinnya tama selama ini kepada jingga namun jingga tidak memaksa hana untuk percaya dengan ceritanya namun yang jelas itulah yang jingga rasakan kini
"oh ya ada sesuatu yang mau aku omongin sama kamu ji" ucap hana
"apa itu?" tanya jingga
"dia sudah kembali jingga" jawab hana membuat jingga mengerutkan kedua alisnya
"siapa sih?" tanya jingga lagi benar-benar tidak paham dengan maksud ucapan hana
"cinta pertama kamu, ternyata dia presdir di perusahaan tempat aku bekerja sekarang" jawab hana
"arthur maksud kamu?"
"memangnya cinta pertama kamu siapa lagi?"
jingga hanya tersenyum menanggapi ucapan hana, arthur memang cinta pertama jingga sekaligus pacar pertama dan terakhirnya sebelum dia di jodohkan dengan pratama, saat itu arthur memang masih melanjutkan s2 nya di luar negeri atas permintaan orang tuanya, jingga menjalin hubungan dengan arthur sejak duduk di bangku SMA bahkan Arthur sempat berjanji akan melamar jingga saat dirinya lulus kuliah namun sayang kedua orang tua arthur memintanya untuk melanjutkan studinya di luar negeri, saat itu jingga tidak keberatan dengan keputusan orang tua arthur jingga juga bersedia untuk menunggu arthur sampai dirinya lulus S2 namun ternyata takdir berkehendak lain jingga malah di jodohkan dengan pratama oleh ayahnya dan sejak itu artur langsung menghilang tanpa memberi kabar apapun lagi kepada jingga, mungkin karena rasa kecewanya yang terlalu dalam sehingga arthur tidak ingin lagi berhubungan dengan wanita yang sangat dia cintai itu
"ji kok ngelamun? jangan bilang kamu masih ada perasaan sama dia" tuduh hana menatap tajam ke arah jingga
"bukan gitu han, aku merasa masih harus menjelaskan sesuatu sama dia dulu saat aku memutuskan hubungan dengannya dia seperti sangat kecewa dan marah atau mungkin sekarang arthur sudah membenciku han" sahut jingga menundukan wajahnya
"tapi kan sekarang posisinya kamu sudah bersuami ji, gak baik kalau kamu bertemu dengan mantan kamu sendiri apa kata suami kamu nanti"
"jadi aku harus gimana?"
"ya gak harus gimana-gimana jalani aja kehidupan kamu seperti biasanya jangan sampai kembalinya arthur membuat fokus kamu teralihkan dan harus kamu ingat ji, saat ini arthur pasti sudah berkeluarga kalian jalani aja kehidupan kalian masing-masing"
__ADS_1