JINGGA (The Second Wife)

JINGGA (The Second Wife)
hadiah dari arthur


__ADS_3

"kenapa bajunya belum di ganti ji?" tanya arthur ketika kembali ke ruangannya melihat jingga masih mengenakan pakaian yang sudah robek akibat kecelakaan tadi siang


"di ganti?" ulang jingga merasa heran


"itu paper bag yang di atas meja isinya baju buat kamu, bukannya tadi ada kurir yang nganterin kesini ya?" ucap arthur


"aku ketiduran baru bangun, tidak tahu ada orang lain yang masuk ke ruangan ini" sahut jingga


"ya sudah ganti dulu bajunya sebentar lagi jam pulang kantor" titah arthur sambil menyerahkan paper bag berisi pakaian itu


"ini beneran buat aku?" tanya jingga masih tak percaya


"iya, memangnya kamu pikir buat siapa lagi?" sahut arthur dengan ekspresi wajah datarnya


"kamu yang beliin aku?" tanya jingga menatap arthur begitu dalam


"yang sopan kalau bicara sama bos" arthur melengos karena tidak ingin ketahuan salah tingkah di hadapan jingga membuat jingga tersenyum penuh arti


jingga masuk ke dalam toilet untuk mengganti pakaiannya, tak lupa jingga jiga mencuci wajahnya dan memakai kembali make up nya agar tidak terlihat pucat, jingga memandangi penampilannya di balik cermin. ternyata arthur masih sangat hafal dengan selera jingga, pakaian yang di berikan arthur pun sangat pas di butuh jingga, setelan formal dengan kemeja berwarna merah marun serta celana bahan berwarna hitam sangat cocok di keanakan oleh jingga dan jingga sangat menyukai pakaian pemberian dari arthur itu


ceklek


pintu kamar mandi pun terbuka memperlihatkan sosok jingga yang sudah terlihat rapi kembali dan terlihat semakin cantik


"pak terima kasih ya bajunya, pas banget di badan saya" ucap jingga tulus


"hemm" sahut arthur dengan deheman saja


"ternyata bapak masih ingat sama selera saya, sekali lagi terima kasih ya pak saya suka bajunya" ucap jingga sengaja memancing arthur agar kembali berbicara panjang lebar kepadanya


"heemm" lagi-lagi arthur membalas ucapan jingga hanya dengan deheman saja


"balik lagi ke mode kulkas" gumam jingga sambil berjalan menuju meja kerjanya


karena masih ada satu jam lagi menuju jam pulang kantor jingga memilih untuk mempelajari hasil meeting tadi siang yang sudah dimas simpan di atas meja kerja jingga saat jingga berada di kamar mandi tadi tanpa jingga sadari arthur memandangi jingga yang sedang fokus pada tab di tangannya.


arthur mengakui bahwa pesona jingga sangat kuat baginya bahkan saat jingga sudah memiliki suami dan anak pun jingga masih mempesona di mata arthur

__ADS_1


satu jam pun berlalu dan sekarang waktunya pulang kerja telah tiba, jingga segera membereskan barang-barangnya yang terlihat berantakan di atas meja termasuk pakaian jingga yang sudah robek dia masukan ke dalam paper bag bekas pakaian yang di belikan oleh arthur


"permisi pak saya pulang duluan" ucap jingga melihat arthur yang masih sibuk dengan beberapa berkas


"iya silahkan" sahut arthur tanpa menoleh ke arah jingga


jingga keluar dari ruangannya dengan menenteng paper bag yang berisi pakaiannya yang sudah rusak itu, saat jingga berjalan menuju lift terdengar suara hana yang memanggilnya membuat jingga menghentikan langkahnya untuk menunggu sahabatnya itu


"lho ji kapan kamu ganti baju?" tanya hana meneliti penampilan jingga dari atas sampai bawah


"barusan sebelum keluar dari ruangan" jawab jingga sambil menekan tombol lift yang akan membawa mereka ke loby kantor


"kamu bawa baju ganti?" tanya hana lagi


"di beliin arthur" bisik jingga karena takut ketahuan karyawan lain yang berada satu lift bersama mereka


"apa? gak salah? kesambet setan baik dari mana itu bos killer" pekik hana dan di akhiri dengan cekikikan sendiri


"mana aku tahu" jingga mengangkat bahunya cuek


"cieee mukanya merah pasti salting tuh" goda hana lagi membuat jingga malu


"apa sih na aku gak salting ya biasa aja" jingga menyangkal tuduhan hana padahal jantungnya sudah tidak bisa di ajak kompromi


"oh ya ji tadi suami aku telfon katanya berkas-berkas kamu sudah selesai, mau di ambil kapan?" tanya hana


"wah cepet banget, kalau besok kamu bawa ke kantor ngerepotin gak?" tanya balik jingga


"bukannya kamu bilang pengen cepet-cepet selesai? ya gak ngerepotin lah, ya udah besok aku bawa ya.. kamu bisa nyetir gak? kalau gak bisa biar aku anter pulang aja" tawar hana


"bisa kok, cuma luka kecil gak sebanding dengan luka yang disini" tunjuk jingga di bagian dadanya sambil terkekeh


"kamu itu ada-ada aja ji, ya udah aku balik ya kamu hati-hati" pamit hana


"siap na, kamu juga hati-hati ya"


jingga dan hana berpisah di parkiran kantor, jingga ingin cepat-cepat sampai rumah karena sudah begitu rindu dengan putri cantiknya.

__ADS_1


arthur terus memandangi mobil jingga sampai tak terlihat lagi oleh pandangannya.


sebenarnya arthur ingin sekali mengantarkan jingga pulang namun arthur tidak mau sampai orang-orang memandang rendah jingga karena pulang di antarkan oleh pria lain di saat jingga masih memiliki suami. seberapa besarpun rasa cinta yang arthur punya kepada jingga, arthur cukup waras untuk tidak bertindak gegabah yang pada akhirnya akan membuat dirinya kehilangan jingga untuk yang kedua kalinya.


ya arthur sudah mengetahui permasalahan rumah tangga jingga dan tama, dan arthur akan selalu siap jika suatu saat jingga membutuhkannya untuk tempat bersandar


"ngelamun aja pak bos" Dimas menepuk pundak arthur yang sedang termenung


"bikin kaget saja kamu dim" protes arthur


"lagian kamu sedang lihat apa sih sampai gak bisa ngedip gitu" dimas clingak clinguk mengikuti arah pandangan arthur siapa tahu ada pemandangan yang indah untuk di lihat


"kepo, ayok pulang" arthur mengusap wajah dimas dan berjalan menuju parkiran dimana mobilnya terparkir


"dasar bos aneh" cibir dimas kemudian mengekori arthur yang sudah berjalan terlebih dulu


*


*


*


jingga yang sudah sampai di rumahnya segera mencari keberadaan sabia, seharian ini jingga tidak dapat bertemu dengan sabia membuat jingga rindu bukan main


"sayang lagi apa?" tanya jingga saat masuk ke dalam kamar sabia


"mami... sudah pulang?" sabia langsung memeluk jingga dan menciumi kedua pipi jingga


"sudah sayang, kamu lagi apa itu? sudah maka"


"bia lagi bikin PR mi, sudah dong tadi bia di suapin sama bibi, makannya buanyak biar cepat besar kayak mami"


"coba mami liat PR nya" jingga melihat buku PR yang di kerjakan sabia


"wah anak mami pinter sudah bisa bikin PR sendiri" puji jingga membuat sabia sangat senang


"anak mami gitu lho" sabia membanggakan dirinya membuat jingga semakin gemas dam bangga kepada putri semata wayangnya

__ADS_1


__ADS_2