JINGGA (The Second Wife)

JINGGA (The Second Wife)
tanda cinta yang memberi luka


__ADS_3

Tama benar-benar merealisasikan niatnya yang ingin datang ke apartemen laras selepas jam kerjanya selesai, tama beralasan akan lembur sampai malam kepada jingga agar jingga tidak curiga bahwa sebenarnya tama sedang mengunjungi laras di apartemennya. Tama menelan salivanya ketika melihat laras menyambutnya dengan mengenakan linge*rie berwarna merah menyala kesukaan tama dan tentu saja sebagai pria yang masih normal pemandangan itu membuat hasraat tama tiba-tiba bangkit.


Laras mengajak tama untuk duduk di atas sofa dan memberikan segelas jus kesukaan tama


Tanpa tama sadari laras sudah mencampurkan obat perangsaangg ke dalam minuman tama dengan dosis yang sangat tinggi, laras sengaja melakukan itu agar tama sepenuhnya melupakan jingga malam ini hanya ada tama dan dirinya


"Kamu pasti capek kan mas seharian kerja, minum dulu jusnya biar lebih seger" ucap laras dengan suara manjanyaa


"Ya" tanpa membuang waktu tama langsung menegak minuman itu sampai tandas tak bersisa membuat laras tersenyum miring


"Aku pijitin ya" tawar laras langsung memijit pundak tama dengan gerakan menggodaa


Tiga puluh menit berlalu obat yang di masukan laras mulai bereaksi, tubuh tama tiba-tiba merasa panas, hasratnya untuk menjamahh tubuh laras semakin menggebu apalagi dua buah tonjolan milik laras sengaja dia gesekkan ke punggung tama membuat libidoo tama semakin naik


"Aku udah gak tahan lagi ras" ucap tama dengan suara seraknya


Dan malam itu terjadilah pergulatan panass antara tama dan laras, tama menggempur laras sampai beberapa ronde membuat laras terkulai lemas tak berdaya namun itulah yang di inginkan laras tama bisa terjerat lagi dengannya, larasmenyunggingkan senyumnya melihat tama yang sudah tertidur pulas di sampingnya dengan keadaan yang masih polos, laras meraba kissmark yang sengaja dia buat di leher dan dada tama agar jingga melihatnya.


Laras melirik jam yang menempel di dinding kamarnya ternyata sudah pukul 02:30, tama yang tidak berniat untuk menginap namun akhirnya terpaksa harus menuntaskan hasraatnya sampai selesai. laras semakin tersenyum puas malam ini laras berhasil menguasai tama meskipun harus dengan bantuan obat perangsangg


"Malam ini kamu milikku mas, aku tidak akan membiarkan siapapun menguasai kamu termasuk jingga, aku wanita satu-satunya yang akan memiliki kamu. Hanya aku" ucap laras kembali memeluk tubuh polos tama dan menyusulnya ke alam mimpi


pukul 06:30


tama terhenyak ketika dia terbangun disaat matahari mulai terbit, tama melirik ke sampingnya terlihat laras yang masih tertidur dengan tubuh polosnya reflek tama pun melihat ke arah tubuhnya yang sama-sama polos tanpa mengenakan sehelai benangpun, tama sedikit kecewa kepada dirinya sendiri kenapa bisa kembli dengan laras padahal dia sudah berjanji kepada dirinya sendiri dan jingga akan memperbaiki pernikahannya mereka dan akan segera menceraikan laras tapi buktinya sekarang tama malah berada di atas satu ranjang yang sama dengan keadaan sama-sama polos.


tama mengusap wajahnya kasar segera bangkit dari tempat tidur dan memakai pakainnya kembali tanpa berniat untuk mandi terlebih dahulu, berasa ada pergerakan laras pun terbangun


"mas kamu mau kemana?" tanya laras dengan suara khas bangin tidurnya


"pulang, kenapa kamu tidak membangunkan aku ras" protes tama sambil mengancingkan kemeja

__ADS_1


"kamu tidur pulas banget mas aku gak tega buat bangunin" elak laras


"jingga pasti mencariku" ceplos tama membuat hati laras mencelos baru saja semalam mereka saling mendesaah nikmat dan bertukar peluh sekarang tama sudah kembali mengingat jingga


"gak sarapan disini dulu?" tawar laras


"tidak, aku pulang dulu"


tama pergi tanpa ada kecupan selamat pagi di kening laras, tama benar-benar sudah sangat berubah.


laras akui perubahan tama yang membuatnya kecewa karena tidak bisa memegang janjinya sendiri bahwa tama akan meninggalkan jingga setelah jingga melahirkan sabia namun pada kenyataannya malah laras lah yang sekarang di acuhkan oleh tama.


benar-benar miris


tama mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, yang ada dalam pikiran tama hanya jingga dan jingga. tama takut jika jingga akan kembali marah kepadanya karena tama tidak pulang semalaman.


kurang dari tiga puluh menit tama sampai di rumahnya, tama melihat jingga yang sedang menyiapkan sarapan di bantu oleh bi idah


"baru pulang kamu mas" tanya jingga tanpa menoleh ke arah tama


jingga tersenyum miris ketika menghirup aroma tubuh tama sudah bercampur dengan wangi parfum lain


"mas mandi dulu ya sayang" ucap tama


"hm" jawab jingga cuek


setelah semua sarapan siap jingga menyusul tama ke dalam kamar, karena jingga harus bersiap-siap pergi ke kantor sebelumnya jingga memastikan sabia jika sang putri tercinta sudah rapi dengan seragam sekolahnya


"sayang bisa tolong kancingkan kemeja mas, pagi ini mas ada meeting penting" pinta tama dan tanpa berbasa-basi jingga langsung menuruti keinginan suaminya itu


deg

__ADS_1


rasa sesak menyeruak ke dalam relung hatinya melihat kiss*mark yang di sengaja di buat oleh laras di dada dan di leher tama, sekuat mungkin jingga menahan dirinya untuk tidak menangis di hadapan tama. berarti benar semalam tama bukan lembur ataupun tidur di kantor melainkan tidur bersama istri pertamanya...


mengingat hal itu jingga merasa sangat miris


"sayang hari ini mas gak bisa anterin kamu ke kantor, gak apa-apa kamu berangkat sendiri?" ucap tama yang sudah bersiap untuk pergi


"gak masalah" sahut jingga malas untuk melihat wajah tama


"kamu kenapa kok jutek gitu?" tanya tana mendekat ke arah jingga


"gak apa-apa, aku harus siap-siap ke kantor" elak jingga


"mas berangkat sekarang ya, maaf mas juga gak sempat buat sarapan dulu" pamit tama kemudian mengecup kening jingga sebelum benar-benar pergi


tesss


airmata itu jatuh tanpa bisa jingga bendung lagi membayangkan tama menjamahh wanita lain membuat hatinya tercabik-cabik, sakit benar-benar sakit. ucapan tama yang akan menceraikan laras dan akan menjadikan jingga satu-satunya ternyata hanya omong kosong belaka


semakin bertambahlah rasa kecewa jingga terhadap tama saat ini


jingga berusaha menekan rasa sakitnya, berharap rasa sakit di hatinya akan segera hilang.


jingga segera bersiap-siap untuk pergi ke kantor, semoga dengan bekerja jingga bisa sedikit melupakan rasa sakit yang tama buat kembali disaat luka yang lalu belum benar-benar kering, tama sudah kembali membuat luka yang baru.


"semangat jingga, kamu pasti bisa melalui hari ini dengan bahagia"


ucap jingga menyemangati dirinya sendiri kemudian turun ke bawah untuk memulai sarapannya dengan sabia


"mami, papi sudah berangkat ke kantor?" tanya sabia yang sedang asik menikmati sepotong sandwich buatan jingga tadi


"sudah sayang, papi ada rapat penting makanya gak sempat sarapan" jawab jingga membersihkan bekas roti di pinggiran bibir sabia

__ADS_1


"mami gak sedih papi gak makan sarapan yang mami buat?" tanya sabia lagi


"tidak bia, mami sudah terbiasa" jawab jingga sambil tersenyum kaku


__ADS_2