
"ada apa pak?" tanya alex saat tiba di ruangan tama
"apa dalam waktu dekat ini tidak ada kunjungan ke luar kota atau ke luar negeri lex?" tanya tama membuat alex mengerutkan keningnya
"sepertinya belum ada pak, apa ada masalah?" lagi-lagi alex bertanya
"saya perlu waktu untuk menenangkan diri" jawab tama menyandarkan punggungnya di sandaran kursi
"masalah keluarga pak?" tanya alex lagi
"jingga sedang marah sangat sulit untuk di bujuk dari pada urusannya semakin runyam saya memilih menghindarinya untuk sementara waktu" sahut tama
"bagaimana kalau bapak berkunjung ke cabang perusahaan yang ada di jakarta saja saya dengar cabang disana sedang ada sedikit masalah" usul alex
"masalah apa?" tanya tama
"saya juga belum tahu pasti ada masalah apa tapi sebaiknya bapak pastikan saja langsung kesana sekalian bapak mempunyai alasan kepada bu jingga untuk pergi" saran alex
"baiklah siapkan keberangkatan besok pagi lex" titah tama
"baik pak, apa ada yang lain lagi?"
"sudah cukup, jangan lupa kamu temani saya besok dan persiapkan semua keperluan kita selama disana"
"siap pak, kalau begitu saya permisi kembali bekerja lagi"
"ya"
bukan sengaja ingin menghindar terlalu lama dari jingga tapi tama sangat takut jika dia kelepasan berbicara yang akhirnya bisa membuat pernikahannya dengan jingga hancur mungkin dengan memberikan jingga waktu lebih lama untuk menyendiri perlahan jingga akan melupakan masalah di apartemen itu
tama belum siap untuk jujur saat ini, tama masih butuh waktu untuk menghadapi kekecewaan jingga kalau sampai jingga mengetahui semuanya dan yang paling penting tama tidak ingin sampai jingga meninggalkannya terlebih jingga pasti akan membawa sabia pergi ikut bersamanya dan tama tidak sanggup untuk menghadapi semuanya
malam ini tama sengaja pulang sangat larut menunggu jingga tidur terlebih dahulu, tama benar-benar merasa tertekan saat ini jika bisa meminta tama ingin merubah semuanya dari awal dan tidak ingin terjebak dalam pernikahan rumit seperti ini, tama mencengkram setir mobilnya begitu kuat menyesali keputusannya tujuh tahun lalu yang terkesan tergesa-gesa
__ADS_1
tak berselang lama tama sampai di rumah mewahnya benar saja saat masuk ke dalam kamar jingga sudah tertidur pulas. tama langsung masuk ke kamar mandi sebelum menyiapkan pakaiannya untuk berangkat ke jakarta besok pagi
sebenarnya tama tidak ingin berada jauh dari jingga dan sabia dalam waktu yang cukup lama namun kali tama terpaksa melakukannya karena tidak rumah tangganya hancur karena kebodohannya sendiri
bahkan satu hari ini pun tama tidak menghubungi laras sama sekali meskipun berulang kali laras mencoba menelfon dan mengirim pesan kepada tama tetap saja tama enggan merespon yang ada di pikiran tama saat ini hanya bagaimana membuat jingga percaya lagi kepadanya seperti dulu
pagi menjelang jingga yang bangun terlebih dahulu mengernyitkan keningnya melihat ada sebuah koper besar yang tersimpan di sudut kamarnya ya semalam tama sempat membereskan semua keperluannya selama di jakarta sebelum tama tidur agar pagi ini bisa langsung berangkat
"koper siapa ini?" gumam jingga meneliti setiap bagian koper itu
jingga menghela nafasnya ketika mengintip isi dalam koper itu ternyata berisi pakaian suaminya, seakan tak peduli jingga langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan menyiapkan keperluan sabia sekolah pagi ini
"pagi sayang" sapa tama kepada jingga dan sabia yang sedang sarapan
"maaf semalam mas lembur pulang lewat tengah malam pad mas pulang kamu sudah tidur" lanjut tama mendudukan dirinya di samping jingga
"lembur atau sengaja pulang larut malam biar aku gagal introgasi kamu mas?" tanya jingga sinis
"bukan gitu maksud mas sayang, mas benar-benar sibuk hari ini saja mas harus terbang ke jakarta karena cabang perusahaan disana sedang ada masalah" elak tama
"iya sayang papi ada pekerjaan mendadak, bia baik-baik ya di rumah sama mami" jawab tama mengelus pucuk rambut sabia
"bia mau ikut papi, boleh?" pinta sabia
"papi mau kerja sayang bukan mau liburan. papi janji setelah pulang dari jakarta papi akan ajak sabia dan mami liburan" bujuk tama
"bohong" sabia merajuk
"papi udah sering bilang mau ajak.bia sama mami liburan tapi selalu ingkar janji" lanjut sabia mengerucutkan bibirnya
"kali ini papi gak akan bohong lagi, janji" ucap tama
"kalau bohong lagi bia akan marah sama papi" ancam sabia
__ADS_1
"iya sayang, ayok sekarang habiskan sarapannya nanti terlambat"
jingga merasa ada yang janggal dengan kepergian tama ke jakarta pagi ini bukannya tidak percaya namun karena tama berangkat secara mendadak membuat jingga curiga biasanya jika tama akan melakukan perjalanan bisnis ke luar kota, tama akan memberitahukan kepada jingga beberapa hari sebelum keberangkatannya tapi tidak untuk kali ini
"berapa hari kamu di jakarta mas?" tanya jingga
"paling lama satu minggu sayang tapi mas usahakan kurang dari seminggu mas sudah pulang" jawab tama sambil meminum teh hangat miliknya
"selama kamu pergi aku dan sabia boleh kan nginep di rumah ayah?" pinta jingga
"boleh sayang, kamu dan bia juga udah lama kan gak pernah berkunjung ke rumah ayah" sahut tama
"ya sudah nanti sepulang bia sekolah kita langsung pulang ke rumah ayah" ucap jingga
"iya sayang, ya sudah mas berangkat ya kamu hati-hati nyetirnya, kabari mas terus" pamit tama mengecup kening jingga
"bia sayang papi berangkat ya, bia sekolah yang rajin jangan nakal" tama berjongkok dan mencium kedua pipi gembul sabia
jingga dan sabia mengantarkan tama sampai teras depan rumah, disana sudah ada alex yang menunggu di dalam mobil
tama langsung masuk ke dalam mobil setelah koper miliknya di masukan ke dalam bagasi oleh supir
"hati-hati papi cepat pulang ya" ucap sabia sedikit berteriak
"iya... bye sayang" sahut tama melambaikan tangannya
"ada baiknya kamu pergi mas, aku akan lebih leluasa untuk mencari tahu apa yang selama ini kamu sembunyikan di belakangku" gumam jingga menatap mobil yang di tumpangi yang kian menghilang dari pandangannya
setelah mobil yang di tumpangi tama benar-benar pergi jingga masuk kembali ke dalam rumah menyiapkan semua keperluan miliknya dan sabia yang akan di bawa .ke rumah ayah salim tak lupa jingga membawa laptop miliknya untuk melancarkan rencananya
setelah semuanya selesai jingga mengantar sabia untuk berangkat sekolah
"sayang selama papi pergi kita nginap di rumah eyang ya" ucap jingga tersenyum
__ADS_1
"horeeee, nanti ada rayn sama dede raisa juga kan mi?" tanya sabia antusias
"iya sayang nanti mami telfon om jem agar ikut menginap di rumah eyang" jawab jingga mengelus pucuk kepala sabia