JINGGA (The Second Wife)

JINGGA (The Second Wife)
ayah Damar vs oma Atika


__ADS_3

Tiga hari berlalu dan selama itu pula Tania selalu datang ke kantor Arthur entah untuk tujuan apa yang jelas hal itu benar-benar membuat Jingga jengah karena dengan kehadiran Tania, Arthur selalu saja mengingkari janjinya.


Waktu Arthur tersita hanya untuk meladeni Tania yang tidak jelas, terkadang Jingga merasa geram karena Arthur tidak bisa tegas terhadap Tania, Jingga berpikir jika Tania sengaja menjauhkan Arthur darinya, selalu saja ada alasan yang membuat Arthur tidak tega untuk menolak keinginan Tania dan secara tidak sadar Arthur malah membuat Jingga kecewa untuk yang kesekian kalinya


"sayang maaf tadi siang kita gak jadi makan siang bareng, kamu gak marah kan?"


Selalu pesan itu yang Arthur kirimkan setiap malam semenjak kehadiran Tania, terkadang Jingga bosan menerima pesan yang membahas masalah yang sama setiap harinya namun jika tidak Jingga tanggapi Arthur bisa tiba-tiba muncul di hadapannya jika dalam waktu satu jam Jingga tidak membalas pesannya, untuk saat ini Jingga benar-benar sangat malas untuk melihat wajah Arthur


"aku janji besok aku temani kamu makan siang tapi kamu yang masak ya, aku kangen masakan kamu"


Lagi, pesan seperti itu yang Arthur kirimkan jika Jingga tidak lekas membalas pesannya, bukannya Jingga tidak mau memasak untuk Arthur namun mengingat masakannya akan terbuang sia-sia Jingga jadi malas.


selama tiga hari ini Jingga selalu memasak dan membawanya ke kantor untuk makan siang dirinya dan Arthur, tentu saja hal itu karena kemauan Arthur sendiri namun selalu berakhir dengan Arthur yang mengingkari janjinya karena harus menemani Tania dan masakannya Jingga sudah pasti akan terabaikan karena Jingga pun sudah merasa malas untuk memakan hasil masakannya, bisa di bayangkan bukan sudah berapa banyak kotak makanan yang sudah berada di kantor Arthur.


Sudah terlanjur kecewa Jingga memilih mematikan ponselnya tanpa membalas pesan Arthur dan tidak lupa Jingga juga menitip pesan kepada semua penghuni rumah untuk mengatakan Jingga sedang tidak berada di rumah jika Arthur tiba-tiba datang ke rumah


"kalian kenapa lagi?" tanya Jemi yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Jingga


"bukan masalah besar sih kak, cuma aku lagi malas aja ketemu sama Arthur, ujung-ujungnya pasti berdebat hal yang sama" jawab Jingga menghela nafas kasar


"masalah sekecil apapun lebih baik segera selesaikan jangan menundanya sampai berlarut-larut" nasehat Jemi

__ADS_1


"iya kak, biar besok saja aku bicarakan di kantor. Sekarang aku mau istirahat aja, capek" ucap Jingga dengan wajah lesunya


"ya sudah kamu istirahat saja, kakak juga mau istirahat" sahut Jemi kemudian meninggalkan Jingga menuju kamarnya


Sedangkan Arthur saat ini sedang resah menunggu balasan pesan dari Jingga, Arthur akui jika dirinya memang salah namun Arthur saat ini berada dalam keadaan serba salah, nenek Atika yang sampai saat ini masih berada di rumahnya menyuruh Arthur agar selalu siap siaga ketika Tania membutuhkannya sekalipun harus mengorbankan waktunya bersama Jingga Tanpa Arthur ketahui bahwa nenek Atika sengaja menyuruh Tania datang ke kantor Arthur setiap hari agar Arthur tidak berdekatan dengan Jingga meskipun ayah Damar selalu melarang dan membiarkan Arthur memilih pilihannya sendiri namun sifat keras kepala nenek Atika tidak bisa di bantah oleh siapapun termasuk ayah Damar.


Sampai saat ini Arthur memang belum mengetahui jika oma Atika sebenarnya telah menyusun perjodohan antara Arthur dengan Tania, yang Arthur tahu Tania hanya sekedar merindukan kebersamaan mereka setelah sekian tahun tidak berjumpa mengingat dulu Tania dan Arthur berteman cukup dekat dan tinggal bertetangga, jika sampai Arthur tahu jika sebenarnya Tania di jodohkan dengannya Arthur pasti akan menolak secara terang-terangan karena yang Arthur mau hanya Jingga, sama sekali Arthur tidak tertarik dengan wanita lain termasuk Tania


"kebiasaan kalau ngambek pasti matiin handphone" gerutu Arthur karena nomor ponsel Jingga tidak bisa di hubungi


Arthur mengambil kunci mobilnya, Arthur akan menemui Jingga malam ini agar permasalahan di antara mereka cepat selesai namun baru sampai di ruang tamu Arthur sudah di hadang oleh oma Atika


"mau kemana kamu?" tanya oma Atika


"sudah bertemu seharian di kantor masih belum puas?" celetuk oma Atika membuat Arthur mengernyitkan keningnya


"oma tahu dari mana kalau Jingga kerja di kantorku?" tanya Arthur memicingkan matanya


"kamu lupa siapa oma? Cuma sekedar mencari informasi tentang pacar kamu itu bukan hal yang sulit bagi oma" jawab oma Atika dengan nada sombong


"baguslah kalau oma sudah tahu, jadi aku tidak perlu repot-repot kasih tahu oma" ucap Arthur sambil melenggang pergi menuju garasi

__ADS_1


"apa kamu tidak bisa mencari wanita yang masih gadis? Bukan seorang janda beranak satu" sinis oma Atika sedikit berteriak membuat Arthur menghentikan langkahnya


"tidak bisa oma, aku pamit ya mau ngapel ke rumah calon istri" balas Arthur tak kalah berteriak sambil menekan kata "calon istri" agar oma Atika mengerti jika Arthur tidak suka di paksa


"dasar keras kepala" gumam oma Atika menatap kepergian Arthur sampai menghilang dari balik pintu


"sama seperti ibu" ucap ayah Damar yang tiba-tiba berdiri di samping oma Atika


"maksud kamu apa Damar?" tanya oma Atika mendelik


"sifat keras kepala Arthur itu menurun dari ibu jadi jangan salahkan Arthur jika Arthur mempertahankan apa yang dia inginkan" jawab ayah Damar membuat oma Atika berdecih


"setidaknya Arthur harus mendapatkan jodoh yang sepadan bukan dari kalangan biasa apalagi dengan status janda beranak satu, pasti wanita itu sengaja ingin menumpang hidup pada cucu kesayangan ibu" ucap oma Atika membuat ayah Damar mengelengkan kepalanya


"ibu belum tahu saja siapa Jingga" sahut ayah Damar tersenyum licik


"memangnya dia siapa? Kalaupun dia keturunan konglomerat untuk apa dia bekerja di perusahaan Arthur? Pasti keluarganya mempunyai perusahaan sendiri kan"


"bukannya ibu paling ahli dalam mencari informasi seseorang dengan akurat? Kenapa tidak ibu cari tahu saja kehidupan Jingga sampai ke akar-akarnya lagi pula buat aku tidak masalah jika jodoh Arthur seorang janda yang mempunyai anak yang penting dia bisa membuat Arthur bahagia, mau keturunan keluarga manapun aku tidak peduli seluruh aset yang di miliki Arthur bisa menjamin kehidupan mereka bahkan sampai Arthur memiliki banyak anak pun uang Arthur tidak akan habis jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan" ucap ayah Damar panjang lebar membuat oma Atika menggeram kesal


"sifat Arthur memang sama sepertimu Damar terlalu di butakan oleh cinta, tapi ibu pastikan kali ini Arthur tidak akan bernasib sama sepertimu" sahut oma Atika masih teguh dengan pendiriannya

__ADS_1


"terserah ibu saja, aku hanya mengingatkan jangan sampai ibu melewati batas mencampuri urusan Arthur. kalaupun ada yang menentang hubungan Jingga dan Arthur yang lebih berhak itu aku dan istriku sebagai orang tuanya"


__ADS_2