JINGGA (The Second Wife)

JINGGA (The Second Wife)
pesan yang menyakitkan


__ADS_3

"mas kenapa gak jadi ke apartemen?"


"Mas perutku keram bisa kesini sekarang?"


"Mas kenapa pesan dan telfonku tidak kamu jawab sama sekali, aku benar-benar membutuhkanmu sekarang mas"


"Mas tama"


"Mas tolong perutku benar-benar sakit"


Deg


Deg


Deg


Dada jingga terasa begitu sesak, jantungnya berdebar begitu kencang saat membaca beberapa pesan yang di kirim ke dalam ponsel tama sore kemarin, jelas bukan dari seorang klien yang membicarakan tentang pekerjaan namun tentang seorang wanita yang meminta tama untuk ke apartemennya


Setelah tama ketahuan sudah membohonginya jingga sengaja menyadaaap aplikasi pesan yang ada di ponsel tama untuk mengetahui siapa saja yang menghubungi tama setiap harinya dan benar saja belum genap 24 jam jingga menyadaap ponsel tama, jingga sudah menemukan pesan yang membuat dadanya begitu sesak ternyata benar kecurigaannya selama ini bahwa seseorang yang tama temui di apartemen itu bukan sembarang klien namun ternyata klien yang menghangatkan ranjang tama


Baru satu kebohongan yang jingga ketahui sudah membuat hatinya hancur apalagi jika ada kebohongan-kebohongan lain yang tama sembunyikan darinya apakah jingga masih sanggup


"Kamu jahat mas, jahat" gumam jingga dengan berderai airmata


Tanpa membuang waktu jingga langsung melihat profile wanita yang mengirimkan pesan itu kepada tama, bukan hal sulit bagi jingga untuk sekedar mengetahui identitas wanita itu, jingga mengecek semua data tentang wanita itu melalui nomor ponsel milik wanita itu dan sekarang jingga sudah mengetahui siapa wanita yang mungkin berperan sebagai selingkuhan pratama adnan suaminya sendiri


"Amalia larasati" gumam jingga


Jingga langsung mencari tahu tentang semua hal yang bersangkutan dengan wanita yang bernama amalia larasati yang tak lain adalah laras


Tak tanggung-tanggung jingga mengorek semua informasi tentang Laras termasuk masa lalu laras dan dari mana laras berasal serta bagaimana caranya laras bisa mengenal suaminya


Dalam hitungan menit jingga bisa mendapat informasi yang dia butuhkan. saat laras sedang fokus membaca semua informasi tentang laras sebuah notifikasi pesan masuk ke dalam aplikasi pesan milik tama

__ADS_1


"Mas kemana aja sih? Aku kangen kamu mas dari kemarin kamu gak ada ngabarin aku sama sekali, aku tunggu kamu di apartemen ya"


Sebuah pesan yang lagi-lagi membuat dada jingga merasa begitu sesak , tidak mungkin laras mengatakan dia merindukan tama jika tidak ada hubungan spesial di antara mereka


Jingga meremat dadanya begitu kuat berharap rasa sakitnya akan hilang begitu saja namun ternyata rasa sakit itu semakin menjadi mengingat tama yang sudah membohonginya sedalam ini


"Mami....." Teriak sabia yang baru saja keluar dari kelasnya


"Sayang, sudah selesai belajarnya?" Tanya jingga berusaha terlihat baik-baik saja di hadapan sabia


"Sudah... Mami nangis? Tanya sabia melihat ada bekas airmata di sudut mata jingga


"Engga sayang mami cuma kelilipan, ayok pulang eyang udah nunggu bia di rumah" ajak jingga menuntun tangan jingga menuju mobilnya terparkir


"Lets go" sahut sabia antusias


jingga berjalan menuntun sabia dengan sebelah tangannya sedangkan sebelah tangannya lagi menenteng tas yang berisi laptop miliknya, jingga berjalan menyusuri taman di dekat sekolah sabia dengan tatapan kosong pikirannya terus memikitkan tentang wanita yang bernama amalia larasati


"apa wanita itu yang membuat kamu berubah mas" batin jingga dengan tatapan kosongnya


"astagfirullah... mami minta maaf sayang udah bikin bia kepanasan" sahut jingga langsung membuka pintu mobil untuk sabia


"mami kenapa? kangen sama papi ya" tuduh jingga


"kepala mami sedikit pusing sayang" elak jingga


"mami sakit?" sabia menempelkan telapak tangannya di kening jingga


"hanya sedikit pusing sayang sebentar juga sembuh" sahut jingga sambil mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang


di dalam perjalanan menuju rumah ayah salim pikiran jingga hanya tertuju kepada wanita yang bernam amalia larasati, jingga semakin penasaran sejak kapan tama dan wanita itu menjalin hubungan


jingga sudah bertekad setelah mengantarkan sabia di rumah ayah salim, jingga akan mrncari tahu lebih dalam lagi tentang laras. jingga ingin tahu sampai ke akar-akarnya meskipun nanti jingga harus menemukan fakta yang membuatnya kecewa dan terluka tapi jingga harus siap dengan itu semua

__ADS_1


"eyang bia datang" teriak sabia berlari ke dalam rumah ayah salim


"cuci eyang kenapa baru main lagi kesini hm? eyang kangen" tanya ayah salim membawa sania ke dalam gendongannya


"mami sama papi sibuk eyang jadi gak sempat main kesini" jawab sabia polos


"ayah sehat?" jingga menyalami ayah salim


"alhmdulilah ayah sehat hanya kangen sama cuci eyang yang cantik ini" sahut ayah salim mencubit pipi gembul sabia gemas


"eyang bia lapar" rengek sabia mengusap-ngusap perutnya yang keroncongan


"ayok kita makan sayang, eyang sudah suruh bibi masak makanan kesukaan bia dan mami" ucap ayah salim membawa sabia ke ruang makan


tanpa banyak bicara jingga mengikuti ayah salim ke ruang makan, ayah salim terlihat sangat senang karena kedatangan sabia dan jingga yang memang sudah sebulan ini tidak berkunjung ke rumahnya


"ji kamu baik-baik saja nak?" tanya ayah salim memperhatikan jingga yang banyak diam


"jingga baik-baik saja ayah, hanya sedikit pusing" jingga memijit-mijit keningnya agar ayah salim percaya


"tama kemana? kenapa tidak di ajak kesini?" tanya ayah salim lagi


"tama ke jakarta ayah, cabang oerusahaan disana mengalami sedikit masalah katanya" jawab jingga jujur


"setelah makan kamu istirahat nak sepertinya memang kamu sedang tidak enak badan" titah ayah salim dan di balas anggukan kepala oleh jingga


setelah selesai makan ayah salim benar-benar membiarkan jingga istirhat, ayah salim ingin melepaskan rindunya terhadap sabia tanpa di ganggu oleh siapapun.


sesampainya di kamar jingga langsung membuka kembali laptop miliknya berharap ada pesan masuk lagi ke dalam ponsel tama dan ternyata benar saja ada pesan dari laras untuk tama yang kebetulan sudah tama baca namun tama tidak membalasnya


"mas aku punya salah apa? kenapa dua hari ini kamu mendiamkan aku seperti ini? aku kangen mas, udah lama lho kamu gak pernah nginep di apartemen lagi"


lagi-lagi pesan itu membuat dada jingga terasa semakin sesak, selama ini berarti tama sering menginap di apartemen laras. jingga sudah bisa menebak apa yang di lakukan sepasang wanita dan laki-laki jika bermalam bersama di sebuah apartemen. tiba-tiba saja airmata jingga luruh begitu saja membayangkan apa yang sudah tama lakukan selama ini dengan laras

__ADS_1


"sakit mas... kenapa kamu sampai setega ini sama aku dan bia? aku kurang apa?" gumam jingga yang berderai air mata


meskipun belumastikan kebenarannya bahwa laras adalah selingkuhan tama tapi dengan membaca semua pesan masuk yang di kirim laras jelas saja di antara mereka berdua ada hubungan spesial. namun yang pasti saat ini tama benar-benar pergi ke jakarta untuk urusan pekerjaan bukan menemui wanita itu karena dari yang jingga tangkap setelah lejadian dimana jingga memergoki tama keluar dari apartemen kemarin, tama sudah tidak menghubungi laras lagi


__ADS_2