
jingga mengantarkan dokter yang sudah biasa memeriksa keluarganya sampai teras rumah, dokter pria itu tersenyum ramah saat jingga mengucapkan banyak terima kasih karena mau di repotkan untuk datang memeriksa tama sebelum jam kerjanya di mulai
jingga kembali masuk ke dalam rumah setelah memastikan dokter itu benar-benar meninggalkan rumahnya, sebelum masuk ke dalam kamar jingga mengambil semangkuk bubur yang sudah di buatkan oleh bi diah sebelum mengantar sabia ke sekolah
"mas makan dulu" titah nadia ketika sudah berada di kamar
"badan mas lemes banget sayang, kepala mas juga masih pusing" sahut tama yang memah masih terlihat sangat pucat
"biar aku suapin" nadia mengaduk-ngaduk buburnya sebelum menyuapi tama
"makan yang banyak ya biar cepet sembuh" ucap nadia di sela menyuapi tama
"asal kamu terus merawat mas kayak gini, pasti mas akan cepet sembuh" sahut tama dengan senyumnya
"memangnya yang akan merawat kamu siapa lagi selain aku mas" jingga berkata sedikit ketus
"jangan ketus-ketus dong ngomongnya" protes tama
"makanya kalau kerja itu tahu waktu, mana waktunya kerja mana waktunya istirahat kamu bukan robot mas, istirahat kalau memang udah ngerasa capek jangan maksain lembur tiap malem" sungut jingga
"iya, iya mas janji akan kurangi jam kerja mas" putus tama
"jangan cuman janji tapi buktikan" tekan jingga
"iya sayang" sahut tama
akhrinya satu mangkuk bubur tandas di makan oleh tama, jingga sedikit memaksa tama yang sangat sulit untuk meminum obat karena alasan pahit
dengan segala bujuk rayu jingga akhirnya tama mau meminum obat dan segera beristirahat agar badannya cepat kembali sehat
setelah tama benar-benar tertidur jingga membawa mangkuk kotor ke dapur lalu mencucinya
jingga kembali ke kamar untuk memastikan keadaan tama, saat tiba di dalam kamar jingga mendengar dering ponsel tama yang terus berbunyi jingga melihat siapa nama penelpon yang terus menelfon suaminya
alex
calling
sang asisten pribadi suaminya ternyata yang berulang kali menghubungi suaminya tanpa ragu jingga langsung menjawab panggilan telfon itu karena pasti berhubungan dengan pekerjaan tama
"hallo lex, ada apa?"
^^^"pak tama baik-baik saja bu? kenapa tidak masuk kantor hari ini?"^^^
"mas tama sakit, maaf saya lupa kabarin kamu. apa ada sesuatu yang penting?"
^^^"hanya ada beberapa berkas penting yang harus di tanda tangani oleh pak tama hari ini bu"^^^
__ADS_1
"bawa saja berkasnya kesini lex, biar di tanda tangani mas tama disini"
^^^"baiklah nanti jam makan siang saya akan ke rumah ibu. terima kasih bu maaf sudah mengganggu semopa pak tama cepat sehat kembali"'^^^
jingga berniat menyimpan kembali ponsel tama di atas nakas setelah panggilannya dengan alex di matikan namun belum sempat ponselnya tersimpan sudah ada panggilan masuk kembali namun bukan dari alex
jingga nyaris menjawab panghilan telfon itu namun suara sabia mengagetkan hingga panggilan telfon itu tak lagi berdering
"mami.... bia pulang" teriak sabia berlari menuju jingga yang masih berdiri di samping ranjang kamarnya
"anak mami" jingga memeluk sabia dan menciumi seluruh wajah cantik putrinya
"maafin mami ya hari ini mami gak nganter bia sekolah, papi sakit sayang" lanjut jingga
"papi sakit?" ulang sabia
"iya sayang, ayok bia lihat kondisi papi biar cepet sembuh" ajak jingga menggendong sabia mendekati ranjang dimana pratama masih tertidur
"papiiii....." rengek sabia memeluk tama dengan mata yang berkaca-kaca
"bia sayang sudah pulang sekolah nak?" tanya tama yang langsung terbangun karena pelukan sang putri
"heemmm... papi jangan lama-lama sakitnya ya" ucap sabia dengan berderai airmata
"heii putri papi jangan nangis, papi gak apa-apa sayang papi cuman demam, sebentar lagi juga sembuh apalagi kalau di rawat bia sama mami pasti nanti sore papi langsung sembuh" tama memeluk sabia mengelus lembut rambut putri cantiknya
"bia sedih lihat papi sakit" sahut sabia dengan suara tersendat-sendat menahan tangisnya
"beneran pi?" tanya sabia
"bener sayang tapi janji dulu bia jangan nangis lagi, papi udah sembuh kok ini udah bisa gendong bia lagi" jawab tama menunjuk ke arah sabia yang sedang duduk di atas pangkuannya
*tok
tok
tok*
"masuk" seru jingga
"maaf bu di bawah ada pak alex" seru bi diah dari ambang pintu
"tolong suruh tunggu sebentar ya bi" titah jingga
"baik bu, saya permisi" pamit bi diah
"alex kok bisa disini?" tanya tama heran
__ADS_1
"tadi alex telfon kamu mas aku yang jawab katanya ada beberapa berkas penting yang harus kamu tanda tangani hari ini iuga" jawab jingga
"ya sudah mas temuin alex dulu di bawah" ucap tama
"kepala kamu udah gak pusing memangnya?" tanya jingga
"sedikit, gak apa-apa aku masih kuat buat jalan ke bawah doang" jawab tama dengan senyumannya
"aku antar nanti kalau kamu jatoh berabe mas" jingga memapah tubuh tama keluar dari kamarnya
"makasih sayang" ucap tama tulus di jawab jingga hanya dengan senyuman
jingga meninggalkan tama berdua dengan alex karena memang jingga tidak mau ikut campur masalah pekerjaan tama kecuali jika tama yang meminta pendapatnya
tama mengajak alex untuk berbicara di ruang kerjanya agar lebih leluasa untuk membicarakan masalah pekerjaan seperti yang sudah alex katakan lewat sambungan telfonnya bersama jingga
"mana berkas yang harus saya tanda tangani lex" ucap tama saat sudah berada di ruang kerjanya
"ini pak" alex menyodorkan beberapa berkas kepada tama
terlihat raut keraguan di wajah alex seperti ingin menyampaikan sesuatu
"ada apa? kenapa muka kamu tegang begitu lex?" tanya tama yang sangat peka dengan raut wajah sang asisten
"aa...anu pak" jawab tama terbata-bata
"anu apa? bicara yang jelas" tanya tama dengan tegas
"tadi ada seorang perempuan nyari bapak kr kantor bahkan rela menunggu dari pagi sampai jam makan siang" ucap tama
"siapa?" tanya tama dengan kening mengkerut
"bu laras pak namaya" jawab alex sedangkan tama hanya menghembuskan nafasnya
"kalau wanita itu masih berani datang ke kantor bilang saja saya sedang ada tugas ke luar kota selama tiga hari" titah tama
"baik pak" sahut alex patuh
"jangan sampai dia menyusul ke rumah ini karena kamu tidak bisa meyakinkannya" ucap tama
"baik pak"
"ada lagi yang lain?" tanya tama
"tidak ada pak, saya permisi kembali ke kantor semoga bapak cepat sehat dan bisa bekerja kembali" jawab alex
"iya terima kasih, saya percayakan semuanya sama kamu lex" tama menepuk pundak alex
__ADS_1
"baik pak permisi" pamit alex
"hati-hati"