
satu kata yang selama ini tak ingin Laras dengar akhirnya menjadi kenyataan, Laras berharap jika Laras sudah mengeluarkan semua unek-uneknya selama ini Tama akan kembali seperti dulu namun ternyata perkiraaan Laras salah besar, Tama justru memutuskam untuk mengakhiri pernikahan mereka tak tanggung-tanggung Tama menjatuhkan talak tiga kepada Laras.
kali ini hidup Laras benar-benar hancur, dunianya seakan runtuh, pria yang selama ini dia jadikan tumpuan dalam hidupnya sekarang sudah tidak menginginkan dia lagi dalam hidupnya. mulut bisa saja berkata benci namun jauh di lubuk hati Laras yang paling dalam masih ada setitik rasa cinta untuk Tama, setelah mengetahui perceraian Tama dengan Jingga, Laras sempat berbangga diri jika pernikahannya dengan Tama akan segera di resmikan dan langgeng sampai mau memisahkan mereka kelak namun ternyata Tama sudah benar-benar berubah, sudah tidak ada lagi rasa cinta di hati Tama untuk Laras
"kamu serius dengan keputusan kamu mas?" tanya Laras dengan tubuhnya yang terasa lemas seakan tak bertulang
"iya aku serius, tidak ada lagi yang harus dipertahankan dalam pernikahan kita. dan asal kamu tahu Laras aku tidak bisa menerima seorang wanita yang sudah berani berselingkuh di belakang aku apalagi sampai berhubungan badan. kamu sudah menginjak-injal harga diriku" jawab Tama tegas
"aku gak selingkuh, aku hanya melampiaskan hasratkuu dengan mereka tidak pernah memakai perasaan. aku juga normal mas, aku juga ingin di sentuh sama seperti semua istri di luar sana" sahut Laras
"apa kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan? kelakuan kamu tak lebih dari seorang ja lang Laras, bagaimana seorang wanita yang sudah bersuami meminta dipuaskan hasratnyaa oleh pria lain... benar-benar tidak waras" ucap Tama memandang sinis ke arah Laras
"kamu juga sama kan melakukan hubungan badan dengan Jingga selama masih menjadi suamiku?" ucap Laras membuat Tama tergelak sangat kencang
"Laras, Laras...... apa kamu lupa waktu itu Jingga masih berstatus sebagai istriku? kami melakukannya sebagai kewajiban dan tentu saja halal, gak seperti kamu yang berzina dengan beberapa pria.
seharusnya aku sadar sejak awal mengenal kamu, kamu memang wanita yang mempunyai kelainan dalam urusan se*ks bahkan jika dulu kamu tidak terus menggoda ku aku tidak akan mengajak kamu melakukan hubungan intim sebelum kita menikah"
"tapi aku masih cinta sama kamu mas, aku gak mau kita pisah" rengek Laras seperti anak kecil
"bullshit, yang ada dalam pikiran kamu itu cuma se*ks dan uang. sudahlah aku sudah tidak ingin berbasa-basi lagi, mulai hari ini kamu bebas berhubungan dengan siapapun. aku ikhlaskan apartemen dan mobil buat kamu anggap saja sebagai harta gono-gini" ucap Tama menghempaskan tangan Laras yang sejak tari memegang lengan Tama
__ADS_1
Tama berjalan menuju kamarnya dengan Laras untuk membereskan baju dan barang-barang Tama yang dia simpan di apartemen, Tama benar-benar sudah tidak ingin berhubungan lagi dengan Laras dalam hal apapun itu.
"papi" seru Daren yang sudah terbangun dari tidurmya dan berdiri di ambang pintu kamar
"Daren sayang sini nak" pinta Tama dengan senyumannya
"papi mau kemana? kok bajunya di beresin semua?" tanya Daren
"papi ada pekerjaam diluar kota jadi papi beresin semua barang-barang papi, gimana keadaan daren sekarang? sudah lebih baik?"
"apa Daren boleh ikut sama papi? Daren gak mau tinggal sama mami, mami jahat" ucap Daren sambil berkaca-kaca
melihat wajah Daren yang memohon untuk ikut bersamanya membuat Tama tidak tega, ada ketakutan di hati Tama jika Laras akan berbuat yang tidak baik kepada Daren jika Daren di biarkan terus tinggal bersama Laras
"Daren beneran mau ikut papi?" tanya Tama sungguh-sungguh
"benar papi, disini Daren selalu kesepian, Daren selalu di tinggal sendirian sama mami, Daren juga sering kelaparan karena mami gak pernah masak dan jarang pulang" jawab Daren membuat hati Tama merasa sangat miris
"ya sudah mulai sekarang Daren akan tinggal sama papi, sekarang beresin semua barang-barang Daren ya biar papi yang bicara sama mami" putus Tama membuat mata Daren berbinar
"terima kasih papi, meskipun Daren bukan anak kandung papi tapi papi masih baik dan mau menerima Daren" ucap Daren membuat Tama melongo
__ADS_1
"kamu tahu nak?" tanya Tama
"Daren tidak sengaja mendengar papi dan mami bertengkar tadi, maafin Daren ya pi" jawab Daren
"tidak usah minta maaf, Daren tidak salah sayang meskipun Daren bukan anak kandung papi tapi papi sayang sekali sama Daren dan mulai sekarang kita akan tinggal sama-sama, papi gak akan biarin Daren kesepian lagi dan nanti Daren bisa makan apapun yang Daren mau, Daren gak akan kelaparan lagi"
"makasih papi" Daren berhamburan masuk ke dalam pelukan Tama sambil menangis
"sama-sama sayang, ayok sekarang kita beresin barang-barang Daren dan pergi dari sini" Tama menggendong tubuh Daren yang saat ini terlihat kurus
Tama sudah memutuskan untuk merawat Daren, Tama akan menganggap Daren layaknya putranya sendiri meskipun Tama ragu dengan respon kedua orang tuanya karena bunda Hasna spat meragukan jika Daren bukanlah anak kandung Tama, dan sekarang terbukti jika ucapa bunda Hasna ternyata benar namun tetap saja semua itu tidak mengubah kasih sayang Tama terhadap Daren, semoga setelah mendengarkan penjelasan Tama, bunda Hasna dan ayah Afif bisa menerima kehadiran Daren
"kamu mau bawa Daren kemana?" tanya Laras mrlihat Tama sudah menyeret dua buah koper dan Daren berjalan di sampingnya
"mulai sekarang Daren akan tinggal bersamaku, aku yang akan merawatnya" jawab Tama
"baguslah, aku tidak harus repot mengembalikam dia lagi ke panti asuhan" ucap Laras
Tama hanya mengeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan Laras, baru saja dia memohon agar Tama tidak menceraikannya tapi sekarang sudah berubah lagi, Tama segera meninggalkan apartemen Laras tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada Laras, Tama sudah semakin muak melihat wajah Laras apalagi setelah mendengar cerita Daren jika Laras tidak pernah mengurus Daren dengan baik bahkan cenderung mengabaikannya pantas saja Daren sampai di rawat di rumah sakit karena asupan gizinya sangat kurang karena memang Laras tidak pernah memperhatikan kebutuhan Daren padahal uang bulanan yang Tama berikan cukup besar, benar-benar Tama tidak habis pikir.
Tama semakin yakin dengan keputusannya yang sudah menceraikan Laras dan menjatuhkan talak tiga sekaligus, Tama benar-benar sudah tidak ingin berhubungan lagi dengan Laras sampai kapanpun
__ADS_1