
"aku sendiri yang mengenalkan Jingga sebagai calon istriku pada ayah dan bunda, apa oma ada masalah?" ucap Arthur yang juga ikut bergabung di dapur
"jadi dia janda anak satu yang udah goda kamu ar? Pura-pura kerja jadi sekretaris tahu nya ada niat terselubung" sinis oma Atika sambil melirik ke arah Jingga
"bukan Jingga yang goda aku oma malah aku yang udah ngejar-ngejar Jingga dari semenjak dia masih bersuami, oma dapet gosip dari mana sih gak akurat banget" gurau Arthur sengaja ingin membuat oma Atika kesal
"kamu jangan remehkan orang-orang oma Arthur, mereka orang paling terpercaya dalam segala hal dan lagi pula kamu gak cocok sama dia. Kamu pantas mendapatkan wanita yang lebih baik dari dia dan masih gadis tentunya bukan seorang janda yang ingin numpang hidup sama kamu, ujung-ujungnya pasti kamu di suruh biayain anaknya" sahut oma Atika melirik ke arah Jingga dengan lirikan permusuhan
"dengan senang hati kalau aku harus membiayai sabia, setelah menikah anak Jingga akan jadi anak aku juga bukan oma? udah jadi kewajiban orang tua kan buat tanggung jawab sama anaknya sendiri lagipula yang aku pakai kan uang aku sendiri bukan uang oma, gak perlu sinis begitulah"
"tapi ar oma cuma mau memilihkan jodoh terbaik buat kamu jangan sampai kamu salah pilih jodoh dan menyesal akhirnya, oma sudah siapkan jodoh buat kamu yang jauh lebih baik dari dia dan yang pasti masih gadis dan dari keturunan keluarga terhormat pasti kamu akan setuju dengan pilihan oma"
"yang baik menurut oma belum tentu baik menurut aku, sekarang lebih baik oma fokus sama diri oma sendiri jangan repot-repot ngurusin jodoh aku, aku udah gak niat cari wanita lain lagi yang aku mau cuma Jingga. selagi rasa sabarku masih dalam batas wajar tolong hargai pilihanku, aku sangat mencintai Jingga, aku mohon bersikaplah lebih baik sama calon istri aku"
Jingga menatap haru ke arah Arthur sedalam itukah rasa cinta yang Arthur punya untuknya, seyakin itukah Arthur jika tidak akan pernah ada wanita lain lagi di hatinya selain Jingga, sebegitu besarkah tekad Arthur untuk mempertahankan Jingga agar tetap menjadi miliknya meskipun sang Oma sudah sangat menentang hubungan mereka.
Yang Jingg takutkan selama ini akhirnya terbukti meskipun yang menentang huhungan mereka bukan kedua orang tua Athur tapi tetap saja Jingga masih tidak mau berbesar hati karena belum mendengar pasti jika kedua orang tua Arthur merestui hubungannya dengan Arthu, Jingga pasrah jika seandainya oma Atika menyuruh kedua orang tua Arthur untuk tidak merestui hubungan mereka Jingga bisa apa, mungkin Jingga dan Arthur di takdirkan tidak berjodoh
"bu sudahlah jangan terlalu memaksakan kehendak ibu, Arthur sudah punya pilihannya sendiri kita hanya bisa mendukung siapapun wanita yang Arthur pilih sebagai calon istrinya" ucap bunda Nilam mencoba memberi peringatan
__ADS_1
"kamu membela dia karena kamu sama seperti dia kan? Memanfaatkan kekayaan Damar agar hidup kamu dan keluarga kamu yang hidupnya pas-pasan itu bisa tercukupi, cukup Damar yang melakukam kesalahan karena menikahi wanita yang salah tapi tidak dengan Arthur, ibu tetap akan menjodohkan Arthur dengan wanita pilihan ibu. Sebaiknya kamu diam saja Nilam jangan ikut campur" sahut oma Atika meninggalkan dapur dan berjalan menuju teras belakang mencari keberadaan ayah Damar
"astagfirullah, ternyata ibu masih belum berubah juga" gumam bunda Nilam mengelus dadanya yang terasa sedikit sesak karena ucapan oma Atika
"bunda baik-baik aja kan? Oma kebangetan kalau ngomong gak pernah mikirin perasaan orang lain" seru Arthur marah tak terima oma Atika menghina bunda Nilam dan keluarganya
"sudah tidak apa-apa, oma kamu sifatnya memang seperti itu dari dulu bunda sudah biasa menghadapi sifatnya yang seperti itu" sahut bunda Nilam mencoba meredam emosi Arthur
"nak Jingga jangan di masukin ke hati ya ucapan omanya Arthur, bunda yakin Arthur pasti akan mati-matian mempertahankan kamu karena bunda tahu sedalam apa cinta yang Arthur punya buat kamu, jangan khawatir bunda sama ayah merestui hubungan kalian" ucap bunda Nilam sambil tersenyum ke arah Arthur
"tuh kamu denger sendiri kan bunda sama ayah udah merestui hubungan kita, jangan mikir aneh-aneh lagi, omongan oma anggap aja kayaknya kentutnyaa si Dimas" sahut Arthur tertawa
"tante bisa aja, aku jadi malu" sahut Jingga tersipu
"idihhh malu-malu gitu biasanya juga kamu malu-maluin yang" celetuk Arthur langsung mendapat pelototan dari Jingga
"udah jangan godain Jingga terus mending kamu tungguin di kamar atau dimana kek, ganggu aja" usir bunda Nilam kepada Arthur
"yang udah punya calon mantu kesayangan anak sendirinya malah di usir"
__ADS_1
Arthur buru-buru pergi sebelum pisau yang di pegang bunda Nilam untuk memotong sayuran bersarang di kepalanya, Arthur mencari keberadaan oma Atika dan ayah Damar karena penasaran apa yang akan di bicarakan oma Atika dengan ayahnya. Arthur takut jika oma Atika mengancam ayah untuk tidak merestui hubungannya dengan Jingga, Arthur memang tidak terlalu menyukai oma Atika karena sifatnya yang arogan dan suka merendahkan orang lain.
Saat Arthur akan melanghahkan kakinya ke arah kolam renang tanpa sengaja Arthur mendengar percakapan antara ayah Damar dan oma Atika
"seharusnya kamu bisa membujuk Arthur untuk menerima perjodohannya dengan Tania bukan mendukung hubungannya dengan janda itu" ucap oma Atika dengan nada marah
"Damar tidak akan memaksakan apapun kepada Arthur bu, Arthur berhak menentukan pilihanmya sendiri lagipula Jingga adalah wanita baik dan Arthur sangat mencintainya, apasih yang membuat ibu tidak merestui hubungan mereka"
"Jingga itu seorang janda beranak satu Damar, masa iya Arthur yang masih bujangan menikah dengan janda anak satu. Mau di taruh dimana muka ibu, Arthur itu punya segalanya dan wanita satu-satunya yang cocok untuk Arthur cuma Tania"
"apa pentingnya sih sebuah status bu, lagipula apa ibu yakin kalau Tania wanita baik-baik? mau sekuat apapun ibu mendekatkan Arthur dengan Tania, Damar yakin kok Arthur gak akan tergoda"
"jadi kamu menuduh Tania itu wanita yang tidak benar hhm? Ibu akan tetap menjodohkan Tania dengan Arthur bagaimanapun caranya mereka harus menikah dan hubungan Arthur dengan Jingga harua segera berakhir"
"terserah ibu saja tapi saran Damar lebih baik ibu cari tahu dulu kehidupan Tania seperti apa jangan sampai ibu menyesal akhirnya"
Arthur mengepalkan tangannya setelah mendengar dengan sangat jelas percakapan antara oma Atika dengan ayah Damar.
ternyata yang di ucapkan Dimas dan Jingga benar, Arthur saja yang bodoh karena begitu percaya dengan Tania yang menjadikan pertemanan mereka sebagai alasan agar Tania bisa selalu dekat dengan Arthur dan mengabaikan Jingga
__ADS_1
"brengsekk... Dasar oma durjana"