
tiga hari berlalu
kini tama sudah sehat seperti sedia kala dan sudah mulai kembali beraktifitas seperti biasanya begitupun dengan jingga yang kembali mengantar sabia ke sekolahnya
berbeda dengan ayah salim ayahnya jingga sedang duduk termenung di ruangan sebuah perusahaan berhadapan dengan sang putra jemi
"jem apa jingga sering menghubungi kamu?" tanya pak salim kepada putra pertamanya
"sudah hampir satu bulan jingga tidak pernah menelfon jemi yah apalagi akhir-akhir ini jemi sibuk mengurus cabang perusahaan kita yang di luar kota" tanya jemi
"sudah lama jingga tidak pernah berkunjung lagi ke rumah, apa adikmu baik-baik saja?" lanjut ayah salim
"tumben biasanya setiap weekend jingga selalu berkunjung membawa bia bermain ke rumah ayah" ucap jemi merasa heran
"coba tanyakan kabar adikmu, ayah takut dia sedang tidak baik-baik saja" titah ayah salim
"baiklah, nanti jemi coba telfon jingga yah" putus jemi
"ya sudah ayah ada meeting di luar kantor, kamu handle pekerjaan di kantor ya" ayah salim menepuk pundak jemi kemudian pergi meninggalkan jemi di ruangannya
jemi prakoso pria berusia 34 tahun itu adalah putra pertama dari salim prakoso yang tak lain adalah kakak kandung jingga, sejak lulus kuliah hingga menikah dan kini sudah di karuniai dua orang putra dan putri jemi memilih membantu ayah salim untuk bekerja di perusahaan yang sudah di rintis oleh ayah salim semenjak menikah dengan bunda rima, ibu kandung dari jingga dan jemi
awalnya jemi tinggal bersama dengan ayah salim namun semenjak sang istri melahirkan anak kedua mereka jemi memilih untuk tinggal di rumahnya sendiri, jemi sangat menyayangi jingga apalagi semenjak bunda rima meninggalkan mereka tanpa sebab jemi menjadi lebih protektif kepada jingga dan lebih menjaga jingga lebih dari apapun.
akhir-akhir ini jemi memang jarang menghubungi sang adik karena mengurus perusahaan yang berada di yogyakarta setelah mendapat kabar dari ayah salim kalau jingga sudah jarang berkunjung ke rumah sang ayah ada rasa penasaran di dalam hatinya, jemi berniat akan menemui jingga setelah menyelesaikan pekerjaannya dan akan menemui jingga pada saat jam makan siang
jam makan siang pun sudah tiba jemi langsung bergegas pergi ke cafe yang sudah dia janjikan untuk bertemu dengan jingga begitupun dengan jingga yang langsung pergi setelah menjemput sabia di sekolahnya
"kak kangen" jingga memeluk jemi saat bertemu di cafe itu
"udah punya anak juga masih aja manja kamu ji" jemi membalas pelukan jingga tak kalah erat lalu beralih memangku sabia
"emangnya kak jem gak kangen sama aku?" tanya jingga cemberut
"ngapain kangen sama adik manja kaya kamu, yang ada bikin repot" sahut jemi mengerjai jingga sedangkan sabia semakin bergelendot manja di pangkuan jemi
"ish jahat" jingga mendengus kesal
"bercanda ji, kakak kangen banget sama kamu dan sabia" jemi mengecup setiap inci wajah sabia yang begitu menggemaskan
"om bia laper" sela sabia dengan memegang perutnya
"ya Tuhan ponakan om sudah berapa hari tidak makan sayang sampai kelaperan kayak gini?" goda jemi kepada sabia
__ADS_1
"kak jangan bicara seperti itu mana mungkin aku menelantarkan anakku sendiri" seru jingga yang masih cemberut
"kakak hanya bercanda jingga, ponakan om yang cantik ini mau makan apa hm?" jemi menatap jingga yang masih nempel dalam gendongannya
"bia mau makan pizza yang baaanyaaaak om, boleh?" pinta sabia mengerjapkan matanya gemas
"boleh dong sayang" jemi mengecup pipi sabia yang semakin gembul
sesuai permintaan sang keponakan jemi memesan pizza untuk sabia dan memesan makanan untuknya dan juga jingga
"ji kamu baik-baik saja kan?" tanya jemi membuat jingga mengerutkan keningnya
"aku baik-baik saja kak buktinya aku bisa bertemu kakak sekarang" jawab jingga
"bukan itu maksud kakak, pernikahanmu dengan tama baik-baik saja kan? kalian sedang tidak bermasalah kan?" selidik jemi
"semuanya baik-baik saja kak, kakak jangan khawatir soal itu" jingga meyakinkan jemi
"kenapa kamu jarang berkunjung ke rumah ayah?" tanya jemi lagi
"akhir-akhir mas tama sangat sibuk kak bahkan setiap weekend mas tama harus lembur makanya aku tidak pernah pergi kemana-mana hanya diam di rumah saja" jawab jingga
"benar hanya karena itu?"
"iya, iya kakak percaya tapi...."
"tapi apa?"
"jangan pernah sembunyikan apapun dari kakak ya ji"
"iya kakakku tersayang"
setelah puas berbincang dan menghabiskan beberapa menu makanan akhirnya jingga pamit kepada jemi karena hari sudah semakin sore, tidak lupa jemi berpesan kepada jingga weekend ini mengajak jingga, tama beserta sabia untuk berkumpul di rumah ayah salim. jingga menyetujui ajakan jemi meskipun tidak yakin tama bisa ikut atau tidak
jingga melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena sabia sedang ini sedang tertidur takut tidurnya terganggu jika mengendarai mobilnya terlalu kencang
"mas tama" seru jingga melihat tama
"apartemen itu lagi" gumam jingga melihat tama memasuki apartemen yang waktu itu sempat jingga lihat
tanpa menunggu lama jingga langsung menghubungi tama karena tidak ingin menduga-duga
"hallo sayang"
__ADS_1
ucap tama saat menjawab panggilan dari jingga
"***kamu dimana?"
^^^"di kantor sayang, kenapa?" ^^^
"aku mau mampir ke kantor ya"
^^^"emmmm... bu....bukannya kamu sedang bertemu dengan kak jemi" ^^^
"ini baru mau pulang mas, ya sudah aku ke kantor sekarang ya"
^^^"tunggu dulu sa***......"'^^^
tuttttt...
jingga mematikan sambungan telefonnya sebelum tama kembali menjawab ucapan jingga, sebenarnya jingga tidak berniat sama sekali untuk menemui tama di kantor namun ketika melihat tama yang kembali mengunjungi apartemen itu terlintas di pikirannya untuk sedikit mengerjai suaminya itu
jingga memarkirkan mobilnya tak jauh dari apartemen itu, setelah memastikan sabia aman dengan menitipkannya kepada seorang security jingga berjalan menuju loby apartemen itu sengaja ingin menunggu tama karena jingga sangat yakin pasti tama akan buru-buru kembali ke kantor ketika jingga mengatakan akan datang ke kantor tama
tidak sempat menunggu lebih dari 15 menit tama benar-benar sudah berada di loby apartemen, tama yang belum sadar dengan keberadaan jingga terus melangkahkan kakinya menuju dimana mobilnya berada
"ehemmmm"
"sa....sayang" seru tama gugup
"katanya di kantor kok bisa disini?" tanya jingga penuh selidik
"aa....aku.... aa..kuu" jawab tama terbata-bata
"masih bisa mengelak?" sindir jingga menahan rasa kesalnya
"mas bisa jelaskan sayang" tama mencoba memberi penjelasan kepada jingga
"jelaskan"
"mas ingin bertemu klien di dalam tapi mas batalkan" elak tama
"kenapa harus berbohong?" jingga menatap jingga sangat tajam
"ada yang kamu sembunyikan di dalam apartemen itu mas?" tanya jingga karena tama hanya diam saja
"ti...tidak sayang"
__ADS_1
"kalau tidak ada yang di sembunyikan kenapa harus gugup seperti itu?"