JINGGA (The Second Wife)

JINGGA (The Second Wife)
tidak sesuai ekspektasi


__ADS_3

seminggu berlalu


hari ini tama berniat mengajak jingga dan sabia berlibur seperti yangs udah dia janjikan, tama akan membawa jingga dan sabia berlibur ke bali karena bertepatan dengan hari libur sabia, tama pun menyerahkan semua pekerjaannya kepada alex selama dia pergi berlibur.


sabia begitu senang karena kali ini tama tidak ingkar janji padahal sabia tidak pernah mengira akan di ajak berlibur ke luar kota, di ajak pergi ke taman hiburan saja membuat anak berusia 5 tahun itu senang asalkan pergi bersama kedua orang tuanya


berbeda dengan sabia, jingga justri terlihat tidak semangat mengingat pesan yang dia lihat di ponsel tama beberapa hari yang lalu


"mas kok tumben sih ke apartemennya gak nginep, aku masih kangen"


"mas minggu depan jadwal periksa ke dokter kandungan, temenin aku ya"


"mas aku gak bisa tidur, kangen di pelukin kamu pas mau tidur... kesini dong mas memangnya kamu gak kangen sama aku?"


"mas aku udah nyiapin makan siang buat kita, kamu makan siang disini ya aku tunggu"


sungguh jingga tidak bisa melupakan setiap kalimat yang dia baca dalam isi pesan tersebut, disini sudah jelas beberapa hari yang lalu tama datang berkunjung ke apartemen untuk menemui wanita itu dan bisa di pastikan apa yang mereka lakukan disana, pikiran negatif jingga semakin menjalar membuat moodnya semakin memburuk dan semua sikap jingga yang terkesan sangat dingin kepada tana tak luput dari perhatian tama


"sayang kamu kenapa? kok murung gitu mukanya?" tanya tama menyentuh pipi jingga


"gak apa-apa" jawab jingga


"jangan bohong, pasti ada yang lagi kamu sembunyikan dari mas kan?" tuduh tana menatap lekat ke arah jingga


"aku bukan kamu yang pandai menyimpan rahasia dan membohongi aku sampai sejauh ini tama" sahut jingga yang sayangnya hanya bisa di ungkapkan dalam hatinya saja


"hey kok malah bengong, kamu kenapa sih? mas ada salah sama kamu?" tanya tama lagi karena jingga hanya diam tanpa memperdulikan ocehan tama


"aku gak apa-apa beneran, jam berapa kita berangkat?" tanya jingga mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


"ayok sekarang kita berangkat, bia udah marah-marah aja tuh" tama menunjukan Sabia yang sedang melipat kedua tangannya di dada sambi mengurucutkan bibirnya


"anak mami gemess banget sih, ayok berangkat sayang" jingga menjawil gemas bibir sabia yang sedang mengerucut tajam


akhirnya jingga, tama dan sabia berangkat ke bandara di antar oleh supir mereka


sabia tampak antusias membicarakan tempat apa saja yang ingin dia kunjungi selama di Bali kepada jingga dan sabia namun sikap jingga masih menjadi tanda tanya bagi tama karena jingga tidak seantusias sabia dan menunjukan jika jingga tidak merasa senang dalam liburan kali ini


satu jam berlalu mereka semua sampai di bandara, setelag check in mereka langsung melakukan boarding pass karena pesawat mereka akan segera take off


pesawat mereka landing di bandar udara Ngurah Rai bali setelah menempuh kurang lebih satu jam perjalanan


jingga, tama dan sabia langsung di sambut oleh supir yang bertugas di vila tempat mereka menginap selama di bali


sabia yang tertidur sejak di perjalanan di gendong oleh tama sedangkan jingga hanya mengekor di belakang tama mereka tampak seperti keluarga yang sangat harmonis dengan mengenakan outfit dengan warna senada yaitu warna putih membuat semua orang yang baru melihat mereka memandang iri karena kekompakan mereka tanpa mereka tahu banyak sekali konflik yang belum terpecahkan di dalam rumah tangga mereka yang akan menginjak usia tujuh tahun pernikahan


"gak apa-apa sedikit capek aja" kilah jingga dengan senyum di paksakan


"kamu gak suka ya mas ajak liburan kesini?" tanya tama memastikan


"asalkan bia suka aku juga pasti suka" jawab jingga sekenanya


"ji mas kenal kamu tuh bukan sebentar mas akan tahu jika terjadi sesuatu sama kamu fan mas yakin sekarang kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari mas" ucap tama mengeluarkan unek-uneknya


"nanti kita bahas lagi, gak enak bicara hal kayak gini di depan orang asing" sahut sabia dengan nada dingin


tama hanya menghela nafas berat, berati benar feelingnya sejak tadi jika ada sesuatu yang jingga tutupi darinya, namun alasan kenapa jingga sampai bersikap cuek dan dingin kepadanya tama bisa menebak-nebak biar jingga saja nanti yang akan bercerita


butuh waktu satu jam untuk sampai di villa tempat mereka menginap, tama sengaja lebih memilih villa untuk mereka menginap bukan di hotel bintang lima seperti kebanyakan orang lainnya. tama ingin merasa lebih santai dan merasa seperti tinggal di rumah sendiri.

__ADS_1


tama langsung membaringkan sabia yang masih tertidur di kamar mereka sedangkan jingga lebih memilih untuk melihat pemandangan di sekitar villa yang menghadap langsung ke arah laut lepas dan di fasilitasi kolam renang pribadi di belakang villa, sungguh indah


"lagi apa hmm?" tama memeluk tubuh jingga dari belakang membuat jingga sedikit kaget


"pemandangannya bagus" sahut jingga menatap lurus ke depan laut yang ada di hadapannya


"kamu suka villa nya?" tanya tama semakin mengeratkan pelukannya


"suka" jawab jingga singkat


"sayang mas kangen" bisik tama di telinga jingga membuat jingga merasakan ada gelenyar aneh di permukaan kulitnya


"masa" sahut jingga acuh


"mas serius sayang" tama membalikan tubuh jingga agar menghadap ke arahnya


"boleh ya mumpung bia lagi tidur, di kolam renang itu" tama menunjuk kolam renang pribadi yang hanya bisa di akses oleh mereka


tama langsung mengikis jarak di antara mereka sampai wajah mereka benar-benar tidak berjarak, tama memiringkan kepalanya dan langsung mengecupp bibir merah merona milik jingga yang selama ini sangat dia rindukan, lidah tama mulai menerobos masuk ke dalam rongga mulut milik jingga menghisap, membelit lidah jingga dengan penuh gairahh,


tama yang semakin di selimuti kabut nafsuu semakin menjelajahi setiap inci tubuh jingga sampai tiba di kedua bukit besar dan padat milik jingga, tama langsung meremass dan memilin pucuk bukit milik sang istri. tama yang berharap jingga akan terpancing gairahhnya ternyata salah semuanya di luar ekspekatasi tama, jingga malah menangis terdengar sangat jelas suara lirih jingga yang sedang menahan sesak di dalam dadanya


tama langsung melepaskan pagutannya dan menatap jingga dengan banyak pertanyaan di dalam benaknya


"sayang kamu gak apa-apa?" tanya tama membelai pipi putih mulus milik jingga


"sayang ngomong dong jangan diem kayak gini, mas bingung harus gimana kalau kamu cuman diem aja" lanjut tama karena jingga hanya diam dan menatap wajah tama dengan deraian airmata yang tama sendiri tidak tahu alasannya kenapa


saat tama ingin memeluk jingga tiba-tiba suara ponselnya miliknya berbunyi sangat nyaring, tama langsung melihat siapa yang berani menganggunya di saat liburan seperti ini. jantungnya tiba-tiba berdegup lebih kencang saat melihat nama sang penelfon yang tertera di layar ponsel miliknya

__ADS_1


__ADS_2