JINGGA (The Second Wife)

JINGGA (The Second Wife)
ingin bertemu calon mantu


__ADS_3

sesampainya di kamar Jingga, Jemi melihat Jingga sudah bangun dan baru keluar dari kamar mandi.


Jemi masuk ke dalam kamar dan duduj di sisi tanjang sambil menunggu Jingga merapikan rambutnya yang sedikit berantakan


"sudah lebih baik?" tanya Jemi dengan terus memandangi wajah sendu adik tersayangnya


"lumayan, bia masih tidur kak?" tanya balik Jingga


"tadi bangun sebentar cuma minta susu tapi sekarang udah tidur lagi lagian dah malem juga, oh ya tante hasna dan om afif juga sudah pulang sengaja gak pamit sama kamu takut ganggu istirahat kamu" jawab Jemi


"ya Tuhan aku sampai lupa kalau ayah afif dan bunda hasna ada disini tadi" Jingga menepuk keningnya sendiri


"gak apa-apa mereka ngerti kok, kamu laper? mau kakak suruh bibi siapin makanan?"


"biar aku sendiri yang ambil ke dapur kak, oh ya kak soal kejadian tadi gimana? kok aku jadi insecure ya kalau keluar rumah" tanya Jingga sendu


"kakak yakin Tama akan mengurus semuanya, kakak bisa lihat Tama sangat marah sama mantan madu kamu itu pas dia sengaja malu-maluin kamu di depan umum"


"ayah?"


"ya begitulah ayah masih tetap dengan sifat keras kepalanya, sudahlah jangan terlalu di pikirkan. ayok ke bawah kakak juga lapar"


Jemi menarik tangan Jingga dan terpaksa Jingga mengikuti Jemi dan meninggalkannya ponselnya di dalam kamar


di ruang makan, terlihat ada Maya yang sedang memasak


"masak apa sayang?" tamya Jemi melingkarkan tangannya di pinggang maya


"lagi bikin cemilan aja si mas, mau coba?" maya menyodorkan hasil makanannya ke dalam mulut Jemi


"enakk bangeettt, mau lagi dong" pinta Jemi sambil membuka mulutnya lebar-lebar


"bisa gak mesra-mesraannya di kamar aja jangan disini" ucap Jingga mencebikkan bibirnya


"aduh kakak lupa kalau disini ada anak gadis" sahut Jemi tertawa meledek Jingga


"ngeledeknya ngena banget ya pak" sinis Jingga sambil duduk di kursi meja makan


"becanda kali Ji, sensi banget yang baru jadi janda" lagi-lagi Jemi tertawa membuat Jingga semakin cemberut


"kak Jem awas yaa, aku bales nanti"

__ADS_1


Maya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol Jingga dan Jemi, Maya memberikan cemilan hasil masakannya kepada Jingga dengan antusias Jingga langsung memakan cemilan yang di buatkan oleh kakak iparnya. Niat awalnya yang ingin makan malam malah menghabiskan cemilan yang di buatkan Maya, tentu saja membuat Jingga merasa sangat kenyang.


Jingga masuk kembali ke dalam kamarnya setelah mengisi perutnya, Jingga langsung memeriksa ponselnya yang dia tinggalkan selama pergi ke ruang makan, Jingga mengernyitkan keningnya melihat ada beberapa pesan yang masuk dari Arthur


"Ji kamu baik-baik saja kan?"


"Ji tolong balas pesanku, aku khawatir"


"Jingga Maharani"


"udah tidur ya?"


Jingga sampai terkekeh membaca pesan yang di kirim oleh Arthur


"aku baik-baik saja Ar, tidak usah khawatir"


"kenapa baru balas pesanku?


"baru selesai makan ponselku tertinggal di kamar"


"besok kerja kan?"


"kerja dong, bisa di pecat kalau bolos"


"baik pak bos, good nigth"


"nigth Jingga"


Arthur sampai kegirangan karena bertukar pesan dengan Jingga, padahal hanya pesan biasa bukan pesan romantis namun semua itu cukup membuat Arthur sebahagia itu.


Arthur mencoba memejamkan matanya berharap pagi akan segera datang, Arthur tidak sabar untuk bertemu dengan Jingga, meskipun sampai saat ini hubungan Arthur dan Jingga hanya sebatas bos dan sekretarisnya saja entah mengapa membuat Arthur semakin semangat untuk berangkat ke kantor, mungkin karena sekarang status Jingga sudah single Arthur lebih bebas untuk mendekati Jingga tanpa harus di bilang sebagai pebinor


pagi ini Arthur terbangun dengan begitu semangat, aura kebahagiaan sangat terpancar jelas dari wajahnya, tak henti-hentinya Arthur bersiul sampai membuat kedua orang tuanya menatap heran kepada anak sulungnya itu


"morning ayah, morning bunda" sapa Arthur mengecup pipi kedua orang tuanya secara bergantian


"morning, cerah amat itu muka?" sahut ayah damar


"harus cerah dong yah, secerah matahari pagi ini" ucap Arthur membuat Ardian dan Amara bergidik geli melihat tingkah laku kakaknya


"kakak kesambet setan alay ya? geli banget aku liatnya" seru Amara

__ADS_1


"sembarangan aja ngatain kakak kamu sendiri kesambet, ini tuh yang di namakan menikmati hidup harus semangat dong apalagi mau cari duit buat calon istri"


"cihhh kayak yang udah punya calon istri aja, masih jomblo juga" ledek ardian yang usianya 3 tahun di bawah Arthur


"kata siapa? kakakmu ini sudah punya calon istri jangan sembarangan ngatain jomblo" protes Arthur


"serius kamu sidah punya calon istri? kapan mau di kenalin sama bunda?" serobot bunda ayumi tiba-tiba muncul


"bunda kalau ngomong soal calon istri pendengarannya tajem banget" ledek Arthur


"Arthur, bunda serius nak"


"aku juga serius bunda"


"jadi kapan kamu mau bawa calon mantu bunda kesini?


"secepatnya"


"kakak beneran udah punya calon istri? bukan ngaku-ngaku doang kan?" bisik Amara


"bocil diem aja, kuliah yang bener"


Arthur mengacak-acak rambut Amara gemas, selama ini Arthur memang sangat pendiam dan sangat dingin melebihi kulkas 4 pintu untuk tersenyum pun sangat jarang apalagi bercanda seperti ini jelas membuat kedua orang tua dan adiknya merasa heran namun setelah mendengar Arthur sudah mempunyai calon istri membuat bunda ayumi sangat senang bahkan tidak peduli Arthur akan berubah menjadi Alay asalkan Arthur cepat-cepat menikah dan memberikan cucu kepada bunda Ayumi dan ayah Damar, sebenarnya dulu Arthur sangat petakilan dan sangat jahil kepada kedua adiknya namun setelah kejadian dimana hubungannya dan Jingga kandas Arthur berubah menjadi pendiam dan jarang berbicara kecuali dengan Dimas dan Hana yang sangat mengetahui kondisi Arthur saat di tinggalkan Jingga dulu dan sekarang dunia Arthur seakan kembali lagi, hari-harinya yang biasanya terasa datar-datar saja kini berubah menjadi lebih istimewa dan berwarna apalagi sejak Jingga dan Tama resmi bercerai membuat Arthur menjadi semakin bersemangat menjalani hari-harinya


"pagi bos cerah banget tuh muka" sapa Dimas


"pagi Dim, emang biasanya muka ku suram?" tanya Arthur


"bukan gitu maksud aku auranya beda gitu kayak aura penganten baru" jawab dimas terbahak


"bentar lagi kan mau jadi manten" celetuk Arthur membuat Dimas memutar bola matanya malas


"halu aja terusss, belum tentu juga Jingga mau balik lagi sama kamu Ar"


"pasti mau"


"cih...percaya diri sekali"


"harus dong"


"nyebelinnya kumat nih setelah beribu purnama mati suri" Dimas mendengus melihat tingkah konyol Arthur

__ADS_1


Arthur tertawa sangat kencang melihat wajah Dimas yang tampak kesal karena ulahnya memang tak bisa di pungkiri jiwa tengil dan jahil Arthur seperti hadir kembali dalam jiwanya dan orang pertama yang merasakan itu adalah kedua adiknya dan Dimas sahabatnya, Arthur sampai tidak mengerti ternyata kehadiran Jingga di hidupnya sampai seluar biasa ini


__ADS_2