
"kak ada di kantor gak?"
^^^"ada, kamu mau kesini?"^^^
"iya, jam makan siang aku kesana"
^^^"oke kakak tunggu"^^^
jingga mematikan kembali sambungan telfonnya dengan jemi setelah menjemput sabia dari sekolah nanti jingga berencana untuk menemui jemi di kantor untuk membicarakan jingga yang akan mulai kembali bekerja membantu jemi, jingga sudah memikirkan ini sejak beberapa hari ke belakang jingga berpikir dengan dia kembali bekerja, dia tidak terus terlarut dengan masalahnya bersama tama, urusan sabia bisa di titipkan kepada mbak maya kakak iparnya dan maya tidak keberatan akan hal itu bahkan maya sangat mendukung jika jingga ingin kembali berkarir selain usia jingga yang masih muda saat ini memang jemi sangat membutuhkan jingga di perusahaan untuk membantunya
"bia sayang hari ini bia main di rumah rayn sama raisa dulu ya" ucap jingga sambil fokus kepada kemudinya
"mami mau kemana?" tanya sabia
"mami mau ke kantor eyang dulu, janji deh nanti pulang dari kantor eyang mami beliin pizza sama es krim" bujuk jingga
"beneran ya mi, bia mau es krim sama pizza yang banyak, boleh?" ucap bia antusias
"boleh sayang, kalau gitu kita langsung ke rumah uncle jem ya? rayn sama raisa udah nungguin bia" ajak jingga
"oke mi"
jingga langsung melesatkan mobilnya menuju rumah jemi dan maya, jingga tidak ingin membuang banyak waktu lagi karena masalahnya dengan tama yang belum menemukan titik terang.
__ADS_1
tama yang bersikeras tidak ingin bercerai dari jingga membuat jingga sedikit muak kepada sikap tama yang sangat egois, dan sekarang jingga memutuskan untuk kembali bekerja tanpa meminta ijin dulu kepada tama urusan tama akan setuju atau tidak jingga tidak peduli akan hal itu.
sekitar tiga puluh menit akhirnya jingga sampai di gedung pencakar langit milik sang ayah, jingga berjalan dengan anggun menuju lobi dan mendapat sambutan yang sangat manis dari semua karyawan disana
"siang bu jingga, apa kabar? sapa seorang resepsionis di kantor itu yang sudah sangat mengenal jingga
"siang bunga kabar saya juga baik, kak jemi ada di kantor kan?" tanya jingga ramah
"ada bu silahkan ibu langsung naik saja, pak jemi baru saja selesai meeting" jawab bunga dengan sopan
"oke, makasih ya bunga" pamit jingga di balas anggukan kepala oleh bunga
jingga berjalan menuju lift dan menekan tombol lantai paling atas ruangan dimana tempat para petinggi perusahaan berada termasuk ruangannya dulu saat masih bekerja di kantor itu
ting...
saat jingga melewati ruangan sang ayah, jingga melihat pintu ruangan itu sedikit terbuka jingga berniat untuk masuk untuk bertemu ayah salim terlebih dulu namun niatnya jingga urungkan saat melihat di dalam ruangan itu bukan hanya ada ayah salim tapi ada tama juga disana, mereka berdua terlihat seperti sedang berbicara serius, merasa penasaran akhirnya jingga mendengarkan percakapan suami dan ayahnya di balik pintu yang sedikit terbuka itu tak lupa jingga merekam percakapan antara ayah salim dan pratama karena jingga mendengar ada nama "Laras" di sebut dalam percakapan mereka
"kenapa bisa jingga sampai tahu semuanya tama?" tanya ayah salim sedikit membentak
"aku juga gak tahu yah, tiba-tiba saja jingga mengatakan semuanya saat kita liburan di bali kemarin, aku juga gak ngerti kenapa jingga sampai tahu sampai sedetail itu padahal aku sudah merahasiakan semuanya dengan sangat rapi" jawab tama dengan wajah sedikit menunduk
"bagaimana respon jingga saat dia tahu semuanya? kamu jujur atau mengelak?" tanya ayah salim lagi
__ADS_1
"aku diam saja yah, bingung harus menjawab apa dan jingga meminta kita untuk berpisah. aku gak mau yah, tolong bujuk jingga supaya mengurungkan niatnya untuk berpisah denganku" mohon tama membuat ayah salim menghela nafas
"apa jingga tahu kalau wanita itu adalah istri pertamamu?" tanya ayah salim lagi membuat jingga yang sejak tadi menguping merasakan dadanya begitu sesak
jingga menahan airmatanya agar tidak tumpah saat ini, jingga ingin mendengarkan sampai selesai apa yang akan di bicarakan antara tama dan ayah salim.
jemi yang baru saja keluar dari ruangannya melihat jingga yang sedang beridiri di depan pintu ruangan sang ayah mencoba memanggilnya namun jingga memberikan isyarat agar jemi tidak mengeluarkan suara, penasaran jemi pun ikut mendengarkan percakapan antara tama dan ayah salim
"jingga belum tahu kalau aku lebih dulu menikahi laras yah, jingga juga belum tahu tentang daren dan anak kedua kami yang saat ini laras kandung, aku mohon bantu aku membujuk jingga karena mau bagaimanapun semua berawal dari permintaan ayah yang memaksa aku menerima perjodohan aku dan jingga sampai aku terjebak dalam hubungan rumit seperti ini" lagi-lagi tama memohon kepada ayah salim
"kamu menyalahkan saya atas semua ini hah? " bentak ayah salim tidak terima padahal memang sudah jelas jika ayah salim lah tersangka utama dalam masalah ini
"maaf ayah tapi ayah tidak lupa kan dulu ayah yang memaksa aku agar menerima perjodohan itu meksipun ayah tahu saat itu aku sedang berhubungan dengan laras dan kami sudah bertunangan" ucap tama memberanikan diri
"tapi saya sudah meminta kamu untuk mengakhiri hubungan kamu dengan wanita itu sebelum kamu menikahi jingga, kenapa kamu malah menikahi wanita itu lebih dulu daripada anak saya?" sentak ayah salim tak terima karena sudah di pojokan oleh menantunya sendiri
"ayah sangat tahu bukan alasan kenapa waktu itu aku gak bisa ninggalin laras, dia hamil anak aku yah terpaksa aku menikahinya meskipun hanya menikah siri itu pun saran dari ayah agar ketika aku menikahi jingga laras tidak akan banyak menuntut lagi padaku" ucap tama apa adanya membuat ayah salim menghela nafas berat merasa bingung apa yang harus ayah salim lakukan
jemi memandang nanar ke arah jingga merasa hatinya ikut teriris mendengar kenyataan yang membuat hidup adik yang sangat dia sayangi hancur lebur. jingga balas menatap jemi dengan mata yang sudah berkaca-kaca menahan tangisnya, jingga menutup mulutnya sendiri agar suara isakan tangisnya tidak dapat di dengar oleh tama maupun ayah salim yang masih berada di dalam ruangan.
jingga berlari meninggalkan jemi dengan rasa sesak di dalam dadanya, jingga tidak ingin menangis di saksikan oleh banyak karyawan di kantor milik sang ayah
jingga masuk ke dalam mobilnya dan menumpahkan semua rasa sakit, marah, dan kecewa yang dia rasakan dalam waktu yang bersamaan
__ADS_1
jemi yang tidak tega melihat sang adik sangat hancur langsung menyusul jingga tanpa meminta penjelasan terlebih dahulu kepada ayah salim dan pratama. bagi jemi saat ini hal yang paling penting adalah menenangkan jingga
"kenapa semesta mempermainkan aku sampai sesakit ini, apa salahku Tuhan?" teriak jingga melampiaskan rasa kecewanya dengan airmata yang sudah membanjiri pipi mulusnya