
sudah lima hari tama berada di jakarta, selama itu pula jingga dan sabia menginap di rumah ayah salim. jingga tidak berhenti mengorek semua identitas tentang laras bahkan kali ini jingga nekad untuk meretas ponsel laras melalui nomor ponsel milik laras.
setelah mendapatkan informasi lebih dalam lagi jingga mendapatkan fakta tentang laras dan tama dulunya adalah sepasang kekasih dan laras merupakan cinta pertama bagi tama bahkan dari informasi yang jingga tahu hubungan antara tama dan laras terjalin cukup lama
memang benar kata orang yang namanya cinta pertama itu sulit untuk di lupakan mungkin itu yang di rasakan oleh tama saat ini tapi apa pantas tama lebih mementingkan perasaannya sendiri ketimbang perasaan jingga dan sabia
kenyataan ini benar-benar membuat jingga berada dalam posisi yang sangat sulit, bahkan untuk bercerita kepada sang ayah rasanya percuma karena ayah salim pasti akan tetap membela tama karena dari awal ayah salim lah yang kekeuh dan sangat memaksa jingga agar mau menikah dengan tana meskipun beberapa kali jingga menolak karena sudah memiliki pria pilihannya sendiri namun karena tidak ingin di katakan sebagai anak durhaka terpaksa jingga menerima keputusan ayah salim waktu itu
"ji kapan tama pulang?" tanya jemi
"dua hari lagi kak, itupun kalau kerjaan disana sudah selesai" jawab jingga malas
"kamu kenapa seperti yang kurang semangat gitu?" tanya jemi lagi
"aku hanya sedikit kurang enak badan kak badanku berasa lemes semua" kilah jingga
"wah jangan-jangan kamu hamil ji beberapa hari lalu kamu juga gak enak badan sekarang badan kamu lemes semua" sahut maya
"hamil? masa iya sih mba" tanya jingga
"coba kamu periksa saja siapa tahu benar" tambah ayah salim
"iya yah" sahut jingga
__ADS_1
selesai dengan sarapan masing-masing, semuanya kembali ke aktifitas masing-masing. seperti biasa jingga mengantarkan jingga sekolah namun kali ini jingga meminta supir untuk mengantarkan mereka karena entah mengapa hari ini jingga sangat malas melakukan apapun, awalnya jingga meminta tolong kepada kakak iparnya untuk mengantar sabia sekolah namun sabia terus merengek karena hanya ingin di antar oleh jingga terpaksa jingga menuruti putrinya.
selama jingga dan sabia menginap di rumah ayah salim, selama itu juga jemi beserta keluarganya ikut menginap disana dengan alasan biar sabia ada teman bermain dengan rayn dan raisa
"sayang bia udah berangkat sekolah?"
satu pesan masuk di ponsel jingga siapa lagi kalau bukan dari sang suami
^^^"sudah"^^^
"besok mas pulang, kamu sama bia mau di bawakan oleh-oleh apa?"
^^^"terserah"^^^
jingga tidak berniat untuk membalas kembali pesan yang di kirimkan oleh tama, sejak jingga mengetahui perselingkuhan yang tama lakukan jingga semakin malas untuk berinteraksi dengan tama dalam bentuk apapun jika tidak mengingat saat ini jingga masih berstatus sebagai istri tama jingga sangat enggan menanggapi setiap keinginan tama.
untuk saat jingga tidak ingin gegabah, sebelum jingga memergoki perselingkuhan tama dengan mata kepalanya sendiri jingga akan terus berpura-pura tidak tahu apa-apa jingga akan terus memancing tama agar tama sendiri yang akan mengatakan kebusukannya
kepada jingga
sambil menunggu sabia pulang sekolah di bangku taman yang berada tak jauh dari sekolah sang putri, jingga mengajak hana untuk bertemu pada saat jam makan siang, jingga sangat mengerti dengan kesibukan hana yang sebagai pekerja yang hanya mempunyai waktu saat makan jam makan siang karena itu jika jingga mengajak hana untuk bertemu, pada saat malam hari sudah jelas hana sudah di kuasai oleh suaminya
sedangkan di apartemen kini laras sedang sangat marah, amarahnya sudah mencapai ubun-ubun karena sudah seminggu ini tama sama sekali tidak pernah mengunjungi dirinya bahkan hanya untuk mengirim pesan pun tidak, laras sangat frustasi di buatnya bahkan tama sedang berada di jakarta pun laras tidak mengetahuinya, setiap kali laras mengirim pesan atau menelfon, tama tidak pernah merespon sama sekali. laras berpikir keras bagaimana caranya agar tama bisa perhatian lagi seperti dulu kepadanya, segala cara sudah laras lakukan untuk membuat tama bertekuk lutut kepadanya namun entah mengapa akhir-akhir ini tama malah mengacuhkannya bahkan jika laras berbicara mengenai anak yang dia kandung tama hanya merespon seperlunya tidak begitu perhatian seperti sebelumnya
__ADS_1
"sialll... pasti karena jingga tama berubah" umpat laras membantingkan barang apa saja yang dekat dengan jangkauannya
"wah sepertinya tama sudah mulai mengabaikanmu honey" suara seorang pria tiba-tiba muncul di apartemen laras
"diam, aku tidak ingin mendengar omong kosongmu" bentak laras dengan sorot mata menyiratkan kebencian
"katanya udah gak cinta tapi di abaikan begini saja sudah frustasi" ucap pria itu semakin menyulut emosi laras
"brengsekk kalau kamu kesini hanya mau membuatku semakin emosi lebih baik pergi saja" usir laras yang semakin muak melihat wajah angga
ya pria yang baru saja tiba di apartemen laras adalah angga, selama ini hanya angga yang mau mendengar semua keluh kesah laras dan tentu saja itu tidak gratis laras harus membayar mahal atas waktu yang sudah angga berikan untuknya
"calm down honey, dari pada marah-marah lebih baik kita saling memuuaskaan itu akan lebih baik bukan" bisik angga memeluk tubuh laras dari belakang dan mengecupp leher jenjang milik laras
"aku sedang tidak bernafsuu" tolak laras
"aku pasti akan membuat bernafsuu" ucap angga yang semakin gencar mencumbuii setiap lekuk tubuh laras
"ngga, aku sedang tidak ingin mengertilah" tolak laras dengan nada bicara yang mulai melembut
"aku sudah tidak tahan honey ayolah" bujuk angga meremass dua gunung kembar milik laras yang sudah sangat dia rindukan
begitulah angga ketika dia sedang merasa haus dengan sentuhan wanita, angga selalu datang kepada laras untuk menyalurkann hasratnyaa, angga tahu sampai detik ini laras masih sangat mencintai tama meskipun seribu kali laras mengatakan sudah membenci tama namun dari semua sikap dan tingkah lakunya sangat memperlihatkan jika laras masih sangat mencintai tama namun angga berpura-pura tidak tahu saja yang penting angga masih bisa merasakan nikmatnya bercintaa dengan laras jika angga masih mau melakukan apapun yang laras perintahkan, dulu angga memang sangat mencintai laras namun ketika melihat laras sama sekali tidak memberikan celah sedikitpun di hatinya untuk pria lain angga memanfaatkan tubuh laras untuk memuaskann nafsuunya
__ADS_1
suara desahann pun lolos dari bibir laras, laras yang awalnya menolak setiap sentuhan yang di berikan oleh angga akhirnya pertahanan laras tumbang juga, laras tidak mampu menahan sentuhan angga yang mampu membuatnya melayang dan terjadilah pergumuulan panas antara sepasang dua manusia yang tidak mempunyai ikatan apapun itu selain ikatan saling memuuaskan satu sama lain tidak lebih