JINGGA (The Second Wife)

JINGGA (The Second Wife)
ayah salim.menemui jingga


__ADS_3

perkataan sabia benar-benar membuat hati ayah salim merasa teriris, secara tidak langsung ayah salim yang telah membuat jingga mengalami kesedihan seperti ini seandainya dulu dia tidak memaksakan untuk menjododhkan jingga dengan tama mungkin semuanya tidak akan seperti ini.


hanya penyesalan yang di rasakan oleh ayah salim sekarang, bahkan ayah salim bingung harus menghadapi kemarahan jingga kepadanya


"ayah kapan datang?" tanya jemi menyalami ayah salim


"barusan jem, apa jingga disini?" tanya balik ayah salim


"ada, jingga sedang istirahat di kamar" jawab jemi dingin


"ada apa ayah pagi-pagi kesini? apa ada masalah?" tanya jemi pura-pura tidak tahu maksud kedatangan ayahnya


"ayah ingin bertemu dengan jingga" jawab ayah salim


"apa ayah yakin jingga masih mau bertemu dengan ayah setelah apa yang sudah ayah lakukan padanya?" tanya balik jemi dengan nada sinis


"ada yang perlu ayah jelaskan kepada jingga jem" ucap ayah salim


"menjelaskan apa? kenapa ayah tega menjerumuskan anak ayah sendiri? apa ayah tahu sehancur apa jingga saat ini?" jemi sudah tidak bisa lagi memendam rasa kecewanya kepada ayah salim


"jem ayah mempunyai alasan kenapa sampai melakukan itu nak" ucap ayah jemi mencoba mencari pembenaran untuk dirinya sendiri


"apa alasannya?" tekan jemi membuat ayah salim semakin tersudut


"maaf jika jemi lancang tapi untuk urusan satu ini jemi tidak akan tinggal diam ayah" lanjut jemi karena ayah salim hanya diam saja


"biar ayah jelaskan dulu jem" punta ayah salim namun jemi sama sekali tidak memperdulikannya

__ADS_1


"kenapa ayah memaksa jingga untuk menerima perjodohannya waktu itu dengan tama padahal ayah tahu saat itu tama sudah memiliki tunangan? apa di dunia ini tidak ada pria single yang pantas untuk menjadi suami jingga selain tama waktu itu? jingga punya salah apa sama ayah?" tanya jemi


"ayah tahu, bukan hanya jingga yang tersakiti tapi sabia juga, kenapa ayah selalu memaksakan kehendak ayah kepada jingga? jingga butuh kebebasan untuk memilih apa yang menurut dia bahagia bukan di paksa menuruti semua keinginan konyol ayah, aku saja sangat kecewa dengan sikap ayah apalagi jingga"


perkataan jemi benar-benar membuat ayah salim kalah telak, mulutnya seakan keluar untuk menjawab semua ucapan jemi. jika jemi saja sekecewa itu pada ayah salim bagaimana dengan jingga, mungkin untuk menatap wajah ayah salim pun jingga enggan.


namun ayah salim tidak ingin menyerah mau bagaimanapun sikap jingga terhadapnya ayah salim harus bisa bertemu dengan jingga dan menjelaskan semuanya meskipun memang tidak ada lagi yang harus di jelaskan karena semua masalah muncul atas keegoisan ayah salim dan pratama dan tidak akan ada yang membenarkan perbuatan keduanya


ayah salim tercenung baru kali ini melihat kemarahan jemi meskipun nada berbicara jemi begitu santai dan tidak dengan nada suara yang meninggi namun tetap saja sorot mata jemi menyiratkan rasa kecewa yang begitu dalam kepadanya?


"ayah minta maaf, mungkin perbuatan ayah tidak bisa di benarkan tapi ayah mohon ijinkan ayah bertemu dengan jingga, sebentar saja" pinta ayah salim dengan nada memelas


"kalau jingga tidak mau menemui ayah bagaimana?" tanya jemi


"tolong bantu ayah nak setidaknya ayah ingin meminta maaf kepada jingga" mohon ayah salim membuat jemi tidak tega


dengan langkah berat jemi menemui jingga yang masih tertidur di kamarnya, semalam jingga hampir tidak tidur karena menangis. jemi langsung membuka pintu kamar yang di tempati jingga, jemi bisa melihat wajah sedih jingga meskipun sedang tertidur, di sudut mata jingga masih menyisakan airmata membuat jemi merasa iba


perlahan jemi mendekati jingga dan mengelus kepala jingga dengan lembut, jemi menekan rasa sesak yang tiba-tiba muncul di dalam dadanya. sungguh melihat keadaan jingga yang menyedihkan seperti ini membuat jemi tidak kuat untuk menahan airmatanya agar tidak tumpah


"kak...." lirih jingga terbangun karena merasa ada pergerakan di atas kepalanya


"maaf kakak membangunkanmu ji" ucap jemi menghapus airmatanya


"aku kesiangan ya?" tanya jingga berusaha untuk duduk


"tidak, kakak tahu semalam kamu gak bisa tidur kan?" jawab jemi

__ADS_1


"bia mana kak? apa sudah bangun?"


"sudah, sedang siap-siap mau sarapan. ji di depan ada ayah, ayah bilang mau ketemu sama kamu" ucap jemi dengan hati-hati


"aku mandi dulu kak, nanti aku akan temui ayah"


di luar dugaan jemi ternyata jingga bersedia untuk bertemu dengan ayah salim namun meskipun begitu jemi tidak akan membiarkan jingga berbicara hanya berdua dengan ayah salim, jemi tidak ingin ayah salim kembali menekan jingga padahal sudah jelas permasalahan ini terjadi bermula karena ayah salim


selama jingga mandi jemi menunggu jingga bersama ayah salim yang masih duduk di ruang keluarga, maya sudah berulang kali mengajak ayah mertuanya itu untuk sarapan terlebih dahulu namun ayah salim menolaknya, ayah salim ingin berbicara terlebih dahulu dengan jingga dan meluruskan semua permasalahannya dengan putri bungsunya itu


jingga yang baru saja keluar dari kamar tiba-tiba hatinya kembali terasa begitu sesak ketika melihat ayah salim ada di hadapannya saat ini namun sebisa mungkin jingga ingin memperlihatkan bahwa dirinya baik-baik saja di hadapan sang ayah


"ji kamu baik-baik saja nak?" tanya ayah salim melihat jingga sudah duduk di hadapannya


"meskipun aku terluka tapi aku harus tetap terlihat baik-baik saja bukan? itu kan yang ayah inginkan?" jawab jingga membuat ayah salim terdiam


"maafkan ayah jingga" ucap ayah salim lirih


"kenapa ayah harus minta maaf?" tanya jingga


"sejak awal ayah yang salah karena memaksa kamu untuk menikah dengan tama, ayah menyesal ayah pikir tama adalah pilihan terbaik untuk menjadi suami kamu waktu itu" jawab ayah salim


"tidak ada pria baik yang menghamili seorang wanita sebelum menikah ayah, seharusnya dari situ ayah sadar bahwa tama bukan seorang pria yang bisa menjaga kehormatan seorang wanita, apapun alasannya tidak ada yang membenarkan berhubungan suami istri sebelum menikah. kenapa ayah tega membiarkan aku menikah dengan pria brengsekk seperti tama? apa ayah tidak menyayangiku? atau aku bukan anak kandung ayah?" jingga memberondong pertanyaan kepada ayah salim


"jangan bicara seperti itu nak, kamu putri kandung ayah dan ayah sangat menyayangi kamu sama seperti ayah menyayangi jemi"


"aku kira tidak ada seorang ayah yang tega membiarkan anaknya menjalani pernikahan seperti di neraka tapi ternyata dugaannku salah, ayah malah sengaja menghadirkan pernikahan penuh luka untukku, hatiku sangat terluka ayah, hidupku hancur, duniaku seakan runtuh. apa menurut ayah menjadi istri kedua itu adalah hal yang harus di banggakan?" jingga menatap ayah salim dengan penuh kekecewaan

__ADS_1


"apa masih pantas aku menyebut ayah sebagai cinta pertama dalam hidupku? sedangkan ayah adalah tersangka utama yang membuat aku tanpa sadar hidup dalam kubangan luka selama tujuh tahun ini, AYAH JAHAT... JINGGA KECEWA SANGAT KECEWA"


__ADS_2